Anda di halaman 1dari 3

BAB V

AKTIVA TETAP
A. PENGERTIAN AKTIVA TETAP
Aktiva tetap adalah aktiva berujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.
Klasifikasi aktiva tetap, aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi empat kelompok,
yaitu: Tanah , Perbaikan Tanah, Gedung, Peralatan.
PENENTUAN HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP
Agar sejalan dengan prinsip akuntansi yang lazim, aktiva tetap harus dicatat
sebesar harga perolehannya.
Tanah, Harga perolehannya meliputi (1) harga beli tunai tanah, (2) biaya balik
nama, (3) komisi perantara, dan (4) pajak atau pungutan lain yang harus dibayar oleh
pembeli.
Contoh:
Harga beli tanah
Rp 350.000.000,00
Biaya balik nama
Rp 50.000.000,00
Komisi perantara
Rp 25.000.000,00
Pajak dan pungutan lain
Rp 25.000.000,00
Dari data tersebut di atas maka harga perolehan tanah sebesar Rp 450.000.000,00
Perbaikan tanah, Harga perolehan perbaikan tanah meliputi semua pengeluaran
yang dilakukan sampai perbaikan siap untuk digunakan sebagaimana dimaksud
dengan perbaikan tersebut.
Contoh:
Harga beli tanah
Rp 1.350.000.000,00
Biaya balik nama
Rp 350.000.000,00
Komisi perantara
Rp 125.000.000,00
Pajak dan pungutan lain
Rp 175.000.000,00
Biaya pengurukan dan pemerataan
Rp 850.000.000,00
Dari data tersebut di atas maka harga perolehan tanah dan perbaikan tanah sebesar Rp
2.850.000.000,00

Gedung, semua pengeluaran yang berhubungan dengan pembelian atau


pembangunan sebuah gedung harus dibebankan pada rekening gedung. Apabila
gedung dimiliki melalui pembelian, maka harga perolehannya meliputi harga beli,
biaya notaris, dan komisi perantara.
Contoh Membangun sendiri
Biaya pembangunan (bahan baku)
Rp 1.450.000.000,00
Biaya tukang dan mandor/pengawas Rp 550.000.000,00
Biaya finising dan kebersihan
Rp
50.000.000,00
Biaya peresmian
Rp 150.000.000,00
Dari data di atas maka harga perolehan gedung sebesar Rp 2.200.000.000,00

Peralatan, Harga perolehan peralatan terdiri dari harga beli tunai, biaya
pengangkutan, dan biaya asuransi selama dalam pengangkutan yang dibayar oleh
pembeli. Termasuk pula di dalamnya pengeluaran untuk perangkitan, pemasangan,
dan pengujian peralatan yang dibeli.
Contoh:
Harga faktur mesin
Rp 3.750.000.000,00
Biaya pengangkutan
Rp
25.000.000,00
Biaya asuransi pengangkutan mesin
Rp
25.000.000,00
Biaya perakitan mesin
Rp
75.000.000,00
Biaya pemasangan dan uji coba
Rp
75.000.000,00
Dari data di atas harga perolehan mesin sebesar Rp 3.950.000.000,00.
Soal 1
PT. Borobudur membeli tanah dengan harga Rp 120.000.000,00 secara tunai. Selain
membayar harga tanah, perusahaan juga melakukan pengeluaran-pengeluaran lain
sebagai berikut: (1) Komisi perantara, Rp 3.600.000,00. (2) Biaya balik nama, Rp
900.000,00. (3) Biaya pembongkaran gedung tua yang berdiri diatas tanah tersebut,
Rp 6.000.000,00. (4) Biaya perataan tanah, Rp 2.000.000,00. (5) Pajak bumi dan
bangunan yang jadi beban pemilik sebelumnya, Rp 6.000.000,00. (6) Perusahaan juga
menerima hasil penjualan bongkaran bangunan seharga Rp 1.200.000,00.
Diminta : Hitunglah harga perolehan tanah tersebut !

Soal 2
Pada tanggal 3 Februari 2013 , PT Mendut membeli tanah, gedung dan peralatan
dengan harga total Rp 800.000.000,00 secara tunai. Pada hari berikutnya dilakukan
penilaian atas ketiga aktiva tersebut. Hasil penilaian menunjukkan bahwa masingmasing aktiva memiliki taksiran harga pasar sebagai berikut: Tanah Rp
100.000.000,00, gedung Rp 650.000.000,00, peralatan Rp 250.000.000,00.
Diminta : hitunglah harga perolehan masing-masing aktiva tersebut dengan
menggunakan metoda nilai jual relative dan buatlah jurnal yang diperlukan !

Anda mungkin juga menyukai