Anda di halaman 1dari 65

Laporan

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Desember 2014

Penyusunan Kelayakan Industri Pangan

PJ Praktikum : Dwi Yuni, STP, DEA

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INDUSTRI KUE PAPAPIA


SJMP AP1- KELOMPOK 4

Nafila Novita Sari

J3E113020

Nidya Azetvica

J3E113017

Putri Balkhis

J3E213109

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
Page | 0

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan Laporan Analisis Studi
Kelayakan Industri Pangan
Dalam penyusunan Laporan Analisis Studi Kelayakan industri Pangan,
kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Kepada semua pihak yang
telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini kami ucapkan
terimakasih. Laporan ini telah disusun untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
Penyusunan Kelayakan Industri Pangan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat
dan menjadi referensi bagi pembacanya. Dalam pembuatan laporan ini masih
banyak kekurangannya, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik serta saran demi
kesempurnaan laporan ini.

Bogor, 17 Desember 2014

Penyusun

Page | 1

EXSECUTIVE SUMMARY

Pada era globalisasi yang semakin maju dan banyaknya pesaing di dunia
bisnis serta gaya hidup masyarakat yang lebih modern, produsen dituntut untuk
menciptakan produk dari makanan khas daerah menjadi kudapan yang lebih
modern dan praktis. Salah satu produk makanan khas atau tradisional adalah
bakpia. Bakpia adalah makanan yang teruat dari campuran kacang hijau dengan
gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Bakpia cukup terkenal di
daerah Yogyakarta.
Walaupun bakpia terkenal di daerah Yogyakarta, namun perusahaan
Papapia menginovasi bakpia menjadi kudapan yang lebih modern dan memiliki
banyak varian rasa. Hal tersebut membuat Papapia menjadi oleh-oleh khas Bogor.
CV Nabani akan menginovasi Papapia menjadi PaDePia dengan tambahan toping
motion diatasnya dan perubahan ukuran, serta kemasannya. Kue PaDePia juga
merencanakan pemasaran yang lebih spesifik baik dari target pasar, segmen pasar,
4P (produk, tempat, promosi, harga), positioning, pesan dan jalur distribusinya.
Target pasar diantaranya wisatawan dan seluruh masyarakat. Positioning dari kue
PaDePia yaitu Papa Pulang, Dedek Mama Senang, PaDePia rebutan anak istri.
Placement Cemilan di keseharianmu dan selalu ada di buah tanganmu.

Page | 2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
EXSECUTIVE SUMMARY .................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
1.1.

Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2

Tujuan ....................................................................................................... 2

II. ASPEK PRODUK .............................................................................................. 3


2.1

Analsis SWOT .......................................................................................... 3

2.2.

Spesifikasi Bahan Baku ............................................................................ 7

2.3.

Proses Produksi ........................................................................................ 9

2.4.

Pemeriksaan Mutu .................................................................................. 10

2.5.

Pengemasan ............................................. Error! Bookmark not defined.

III. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN ........................................................... 14


3.1.

Aspek Pemasaran Secara Spesifik .......................................................... 15


Promotion ............................................................................................... 16
Harga/Price ............................................................................................. 17
Placement / Distribution ......................................................................... 17

IV. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI ........................................................... 19


4.1
Segmentasi, Target dan Posisi Produk di Pasar .... Error! Bookmark not
defined.
4.2.

Lokasi .................................................... Error! Bookmark not defined.1

4.3.

Peralatan dan Mesin ................................ Error! Bookmark not defined.

4.4.

Kapasitas Produksi ................................................................................. 24

4.5.

Layout ...................................................... Error! Bookmark not defined.

4.6.

Teknis Penanganan Limbah Produksi . Error! Bookmark not defined.27

V. ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUASIA ..................... 28


5.1.

Struktur Organisasi ................................................................................. 28

5.2.

Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja .............................................. 29

5.3.

Keuangan, Administrasi dan Pembukuan .............................................. 32

VI. ASPEK YURIDIS ........................................................................................... 34


6.1

LPOM MUI / Sertifikat Halal ................................................................ 35


Page | 3

6.2.

SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) ................................................... 36

VII. ASPEK FINANSIAL .................................................................................... 39


7.1

Asumsi yang digunakan CV. Nabani ..................................................... 39

7.2

Kebutuhan Modal ................................................................................... 41

7.3

Kebutuhan Biaya Produksi ...................... Error! Bookmark not defined.

7.4

Analisis Kelayakan Finansial .................. Error! Bookmark not defined.

7.5

Analisis Sensitvitas................................................................................. 44

VIII. PENUTUP .................................................................................................... 46


8.1 Kesimpulan .................................................................................................. 46
8.2 Saran ............................................................................................................ 47
DAFTAR PUASTAKA ........................................................................................ 48
LAMPIRAN .......................................................................................................... 49

Page | 4

DAFTAR TABEL

Gambar 1. Tampilan desain sesuai jenis isian .................................................................. 17


Gambar 2. Struktur dan desain kemasan PapaPia Edisi Rasa Durian ............................... 18
Gambar 3. Penampilan warna kulit pia coklat dan ........................................................... 18
Gambar 4. Layout Lokasi Produksi Hingga Pemasaran Kue Pia - PaDePia..................... 32

DAFTAR BAGAN

Bagan 1. Struktur Organisasi Industri kue pia - PaDePia ................................................. 34

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tampilan desain sesuai jenis isian .................................................................. 17


Gambar 2. Struktur dan desain kemasan PapaPia Edisi Rasa Durian ............................... 18
Gambar 3. Penampilan warna kulit pia coklat dan ........................................................... 18
Gambar 4. Layout Lokasi Produksi Hingga Pemasaran Kue Pia - PaDePia..................... 32

DAFTAR LAMPIRAN

No table of figures entries found.

Page | 5

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Pendahuluan
Kue pia merupakan salah satu cemilan makanan yang cukup digemari oleh

masyarakat, mulai dari pia kering, pia basah, pia original bahkan hingga pia
dengan variasi isi berbagai rasa. Pia atau Bakpia cukup terkenal di daerah
Yogyakarta, bahkan menjadi makanan ciri khas daerah Yogyakarta. Bakpia yang
ada di Yogyakarta terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang
dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Memiliki tekstur yang sedikit basah
dan padat antara isi dan kulit.
Selain itu di kota Bogor ini terdapat suatu industri kue pia yang sudah
cukup terkenal dan telah menjadikan produknya sebagai oleh-oleh khas kota
Bogor bagi para pengunjung dari berbagai daerah. Industri kue pia ini yaitu
PapaPia.
Papapia merupakan makanan hasil inovasi dari pia yang biasanya. Papapia
menawarkan berbagai macam varian rasa, seperti coklat, keju, kacang merah,
kacang hijau, dan durian. Selain itu tekstur kulit dari Papapia lebih crunchyatau
lebih renyah dibandingkan dengan kue pia pada umumnya.

Page | 6

Untuk mempertahankan kualitas mutu serta ketertarikan konsemen


terhadap inovasi yang diberikan maka kami mencoba untuk membuat berbagai
inovasi baru dan meningkatkan mutu produk pia tersebut.
Dalam hal ini CV Nabani membuat inovasi terobosan yang diterapkan pada
produk PapaPia ini adalah penambahan variasi dari ukuran kue pia yang dibentuk
menjadi lebih kecil, penambahan topping emoticonkrim blok coklat diatas kue pia,
penambahan kulit pia agar tidak terlalu tipis, pemberian warna kulit pia dan
desain kemasan yang dibuat lebih unik.Pengecilan ukuran pia menjadi sehingga
para konsumen dapat mengonsumsinya sekali lahap. Penambahan ketebalan kulit
pia juga perlu diterapkan dalam produk PapaPia ini.

1.2

Tujuan
Penyusunan analisis kelayakan pada industri Papapia bertujuan untuk

mengetahui kelayakan produk kue pia dengan menggunakan metode Break Event
Point, Pay Back Period, Net Present value, Internal Rate of Return dan analisis
sentivitas

Page | 7

BAB II
ASPEK PRODUK

Kue pia merupakan salah satu cemilan makanan yang cukup digemari oleh
masyarakat, mulai dari pia kering, pia basah, pia original bahkan hingga pia
dengan variasi isi berbagai rasa. Selain itu di kota Bogor ini terdapat suatu industri
kue pia yang sudah cukup terkenal dan telah menjadikan produknya sebagai oleholeh khas kota Bogor bagi para pengunjung dari berbagai daerah. Industri kue pia
ini yaitu PapaPia.
Untuk memperluas daerah pemasaran dan memberi kesan produk kue pia
yang unggul serta berkualitas maka perlu adanya berbagai inovasi maupun
modifikasi produk.
Spesifikasi produk merupakan suatu peluang yang diambil dari
ketertarikan kebutuhan konsumen berdasarkan kuisioner serta untuk melihat
kondisi pesaing berdasarkan pada pengetahuan teknis. Kebutuhan merupakan
sesuatu yang diinginkan dan diapresiasi oleh konsumen. Sedangkan spesifikasi
merupakan sesuatu yang menjadi ciri khas dari suatu produk dan yang membuat
produk kue pia nantinya akan tampak berbeda dari produk pia yang lain.Dalam
rangka meningkatkan kualitas produk serta bertahan dalam persaingan pasar

Page | 8

diperlukan suatu spesifikasi sebagai suatu acuan dalam memproduksi produk kue
pia, spesifikasi kue pia PapaPia yang kami modifikasi adalah sebagai berikut:

2.1 Analsis SWOT


Sebelum menetukan industri pangan yang akan kami analisis kelayakan
usahanya, kami melakukan brainstorming dalam penetuan jenis industrinya.
Bersarkan hasil brainstorming, kami memutuskan untuk memilih industri kue pia
PapaPia. Kami memilih industri ini karena kami menilai bahwa industri kue
PapaPia ini memiliki prospek

yang baik. Kami perkirakan pula produk ini

mampu unggul dari kue pia lainnya. Karena inovasi kue pia yang beraneka ragam
rasa serta kualitas mutunya terjaga.Untuk mempertahankan kualitas mutu serta
ketertarikan konsemen terhadap inovasi yang diberikan maka kami mencoba
untuk membuat berbagai inovasi baru dan meningkatkan mutu produk pia
tersebut.
Untuk memilih inovasi yang lebih prospektif, maka digunakan metode
analisis SWOT (Strength,Weakness, Opportunity, Threat) . Teknik ini dibuat oleh
Albert Humphrey yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada
dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaanperusahaan Fortune 500. Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun
eksternal suatu organisasiyang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk
merancang strategi danprogram kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap
faktor kekuatan(Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis
eksternal mencakupfaktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threath).
Berdasarkan keempat aspek tersebut akan dikombinasikan antara aspek faktor
internal dan aspek faktor eksternal. Hasil kombinasi tersebut memberikan
informasi dan strategi dalam berwirausaha untuk mengembangkan kedua produk
tersebut. Hasil analisis SWOT yang kami laksanakan di industri kue pia PapaPia
dapat dilihat pada tabel berikut:

Page | 9

Tabel 1. Hasil Analisis SWOT di Industri PaPaPia

Faktor Internal

(S) Strengths

(W)

(Kekuatan) :

Weaknesses(Kelemahan) :

1. Memiliki varian rasa

1. Produk tidak mampu

2. Ukuran bakpia lebih

bertahan cukup lama

besar

2. Terdapat usaha sejenis

3. Tekstur bakpia kering

3. Bahan baku sulit di dapat

4. Isi bakpia lebih padat

4. Pemilik usaha tidak

5. Memanfaat media

memiliki latar belakang

sosial dan kerja sama

dan pengalaman di

dengan mitra lain

bidang pangan

sebagai pemasaran
produk
6. Terdaat bahan baku
yang di import
7. Memiliki pekerja yang
cukup banyak
8. Produksi sudah cukup
banyak
Faktor Eksternal

9. Tempat strategis
10.

Terkenal di

pasaran
11.

Adanya

pengakuan terhadap
merk
(O)

Melakukan inovasi

Menetapkan pemasok

Opportunities(Kesempatan)

bentuk, ukuran dan

bahan baku yang mampu

penampilan dengan

memenuhi kebutuhan

1. Memberikan harga yang

harga murah serta

produksi dan tetap

kualitas yang lebih

mempertahankan

baik.

kualitas produknya.

lebih kompetitif.
2. Memberikan rasa yang

Page | 10

enak dan unik.


3. Memberikan jaminan
kualitas yang bagus.
4. Salah satu produk oleholeh kota Bogor
Disanggupkan kepada Mempertahankan ciri

(T) Threats
(Ancaman) :

seluruh karyawan

khas produk dari

1. Adanya sistem pasar

untuk mampu

kompetitor yang lain.

bebas

berbahasa dalam

2. Tersedianya produk

menghadapi sistem

olahan dari industri lain

pasar bebas.

3. Kenaikan nilai rupiah


dan BBM
4. Perubahan pajak

Dari analisa SWOT tersebut kami juga menentukan strategi yang terpilih
berdasarkan permasalahan hasil analisa SWOT. Strategi yang kami ambil sebagai
acuan analisa kelayakan industri kue pia PapaPia adalah :
Tabel 2. Strategi Berdasarkan Analisis SWOT

Faktor Internal

(S) Strengths

(W) Weaknesses

(Kekuatan)

(Kelemahan)

Faktor Eksternal

S-O
Melakukan
(O) Opportunities

bentuk, ukuran

(Kesempatan) :

penampilan
harga

murah

W-O
inovasi Menetapkan
dan
dengan

pemasok

bahan baku yang mampu


memenuhi

kebutuhan

serta

bahan produksi dan tetap

kualitas yang semakin

mempertahankan kualitas

baik.

produknya.

Page | 11

S-T

W-T

Disanggupkan kepada Mempertahankan ciri khas


(T) Threats

seluruh

(Ancaman) :

untuk

karyawan
mampu

produk dari kompetitor


yang lain.

berbahasa asing dalam


menghadapi

sistem

pasar bebas.

Produk PapaPia merupakan kue pia yang sudah terkenal dengan mutu yang
cukup baik dan branded di kalangan masyarakat khususnya di daerah Bogor.
Inovasi dari PapaPia ini tidak begitu mengalami perubahan dari segi rasa maupun
bahan baku karena PapaPia telah memiliki ciri yang khas dengan kualitas yang
cukup baik. Dalam inovasi terobosan yang diterapkan pada produk PapaPia ini
adalah penambahan variasi dari ukuran kue pia yang dibentuk menjadi lebih kecil,
penambahan topping emoticon krim blok coklat diatas kue pia, penambahan kulit
pia agar tidak terlalu tipis, pemberian warna kulit pia dan desain kemasan yang
dibuat lebih unik.
Ukuran pia pada produk sebelumnya yaitu besar dengan diameter 6cm,
inovasi akan diterapkan dengan tersedianya pia ukuran yang lebih kecil.
Pengecilan ukuran menjadi berdiameter 2,5 cm sehingga para konsumen dapat
mengonsumsinya sekali lahap.
Penambahan ketebalan kulit pia juga perlu diterapkan dalam produk
PapaPia ini. Ketebalan kulit pia akan sedikit ditambah. Untuk mempertahankan
kerenyahan produk PapaPia penambahan ketebalan kulit tidak dilakukan secara
signifikan. Kulit pia ditambahkan dengan cara membuat lapisan baru yang
langsung melapisi isi, sehingga bagian luarkulit pia tetap renyah.Tujuan dari
penambahan ketebalan kulit pia ini untuk melindungi tampaknya isi dari variasi
rasa apabila produk PapaPia mengalami kerusakan pada bagian kulitnya.
Inovasi lain yang diterapkan yaitu warna dari kulit pia yang berbeda-beda
sehingga mampu mencirikan varian isi kue pia didalamnya. Selain penambahan
warna dan ketebalan kulit pia, modifikasi produk PapaPia ini juga akan dilakukan
Page | 12

penambahantopping emoticonyang akan menjadi pelengkap semakin uniknya


produk PapaPia ini. Topping emoticon yang ditambahakan dari bahan coklat blok
dan untuk semua variasi isi. Coklat blok yang ditambahkan di atas kue pia
dilakukan sebelum pengovenan kue. Sehingga hasil akhir dari topping tersebut
membentuk pola yang merekat dengan kue pia.
Dari segi kemasan produk Papapia dilakukan perbaikan penampilan serta
variasi desain kemasan untuk setiap rasa.

A. Spesifikasi Bahan Baku


Bahan baku utama dari kue pia PapaPia adalah tepung terigu dengan bahan
campuran lainnya seperti minyak nabati, mentega, telur, gula pasir dan garam.
Untuk isi dari bakpia PapaPia digunakan bahan berupa kacang hijau kupas, coklat
blok, keju cheddar, durian, talas dan kacang merah. Berikut data spesifikasi bahan
baku kue pia PapaPia :
Tabel 3. Spesifikasi Pemilihan Bahan Baku
Bahan Baku

Tepung terigu (Berprotein tinggi)

Gula

Telur

Garam

Mentega

Air

Keterangan
Warna
Kadar air
Tekstur
Mesh
Protein
Warna
Bentuk
Mesh
Kelarutan
Warna
Tinggi
Diameter
Warna
Bentuk
Mesh
Kelarutan
Warna
Bentuk
Tekstur
Kadar lemak
Bau

Putih
14%
Halus
0,2mm
12%
Putih
Kristal
0,5 mm
Tinggi
Coklat
4 cm
2-3 cm
Putih
Butiran halus
0,3 mm
Tinggi
Putih
Padat
Licin
5%
tidak berbau

Page | 13

Minyak Nabati

Kacang hijau

Talas

Keju

Kacang merah

Durian

Bubuk Coklat

Warna
Kejernihan
E. coli
Warna
Bau
Warna
Keadaan
Kondisi
Kondisi
Warna
Berat
Tekstur
Warna
Bau
Tekstur
Warna
Keadaan
Kondisi
Tekstur
Warna
Berat
Bentuk
Warna

Tidak bewarna
100% jernih
0
Kuning Keemasan
Tidak tenggik
Hijau tua
Bebas kutu, butiran utuh
Kering dan tidak lembap
Utuh
Putih keungguan
> 60 gram
Tidak lembek
Kuning pucat bersih
Tidak tenggik
Tidak lumer
Merah marun
Bebas kutu, butiran utuh
Kering dan tidak lembap
Tidak terlalu lembek
Kuning segar
>1 kg
Bulat, utuh
Coklat tua

Mesh

0.8

Bahan baku dalam pembuatan inovasi kue pia PapaPia masih sesuai dengan
resep pemiliki usaha. Bahan baku tersebut dominan didapatkan dari agen
kepercayaan pemilik usaha yang berada di daerah Bogor. Sedangkan untuk keju
chedar pemilik memasok kebutuhan bahan tersebut import dari luar negeri.
Untuk bahan baku yang digunakan dalam modifikasi produk PapaPia ini,
diperlukan coklat blok dan penambahan jumlah bahan baku dari bahan
sebelumnya berupa tepung terigu, minyak nabati, mentega, telur, gula pasir dan
garam untuk menciptakan struktur kulit pia yang lebih padat.

B. Proses Produksi
Kue PapaPia ini diproduksi oleh perusahaan PapaPia dengan nama produksi
DiNaSa Pastry Bogor. Proses pembutnan kue pia ini meliputi dari pembuatan
adonan kulit dengan pencampuran di varimixer hingga kalis, pemasakan adonan

Page | 14

untuk isian, mengisikan adonanan ke kulit pia dan mengoven pada suhu tertentu.
Untuk membuat kulit kue pia, bahan yang harus dicampurkan adalah tepung
terigu protein sedang, minyak nabati, air, gula halus, garam dan mentega. Agar
hasil dari kulit pia bertekstur lebih padat maka penambahan tepung terigu
dilebihkan dari komposisi semula.
Memodifikasi kulit pia dengan pemberian warna sesuai karakteristik
isiannya dilakakukan dengan penambahan pewarna yang bersifat alami. Pewarna
yang digunakan yaitu daun suji untuk isian kacang hijau, rosella untuk isian
kacang merah, talas ungu untuk isian talas, kulit jeruk lemon untuk isian durian
dan keju dan coklat untuk isian coklat. Agar bahan alami yang digunakan dapat
mempengaruhi kulit pia, maka bahan pewarna tersebut dilakukan maserasi
sehingga didapatkan filtratnya. Kemudian filtrat yang dihasilkan, ditambahkan
kedalam adonan sebagai pengganti sebagian air.
Penambahan pewarnaan alami dilakukan dengan seminimal mungkin agar
tidak begitu merubah cita rasa dari kulit pia. Warna yang akan ditampakkan oleh
kulit pia nantinya tidak akan begitu mencolok.
Untuk isi kue PapaPia disediakan berbagai variasi rasa, yaitu kacang hijau,
kacang merah, talas, coklat, keju dan durian sehingga dalam pembuatan isinya
akan berbeda resep. Resep pembuatan isi pia mengunakan komposisi yang telah
ditetapkanoleh produksi DiNaSa Pastry. Sehingga dalam inovasi ini untuk
masalah resep tidak ada perubahan.
Dari segi penampilan, selain perubahan warna pada kulit pia juga diberi
perlakuan dengan memberi topping emoticon pada bagian atas kue pia. Topping
dilakukakan dengan pemberian coklat blok yang dilelehkan membentuk pola
emoticon berbagai ekspresi. Untuk semua variasi rasa tetap digunakan coklat
blok. Pemberian topping emoticon hanya dilakukan pada kue pia berukuran besar
/ 6 cm, sedangkan kue pia berukuran kecil/ 2,5 tidak diberikan topping emoticon.

C. Pemeriksaan Mutu
Pemeriksaan mutu produk dimulai dari pemeriksaan mutu bahan baku saat
bahan-bahan akan diambil. Kontrol mutu bahan baku juga menjadi tanggung

Page | 15

jawab supplier. Dalam proses pemasakan selalu diawasi mutunya. Pemeriksaan


mutu yang dilakukan yaitu kesesuaian tekstur adonan dan pencicipan sampel yang
sesuai standart. Selain itu pemeriksaan mutu dilakukan pula pada proses
penimbangan bahan baku hingga pengemasan dan produk siap saji. Hal-hal proses
yang mampu menurunkan mutu sehingga perlu pengawasan mutu yang detail
yaitu waktu pemanggangan di oven.

D. Pengemasan
Dalam penggunaan kemasan, produk PapaPia PT DiNaSa Pastry telah
menggunakan3 jenis kemasan, yaitu kemasan primer, kemasan sekunder dan
kemasan tersier. Kemasan primer merupakan kemasan yang melindungi kue pia
langsung. Pada produk ini digunakan plastik HDPE (High Density Poly Ethilene)
untuk membungkus setiap bulatan kue pia.
Untuk kemasan sekunder digunakan kertas karton yang dibentuk box
berukuran 16x12x6,5 cm dengan model dapat terbuka kesamping. Kemasan
karton ini mampu diisi 8 bulatan kue pia ukuran 6 cm yang telah terbungkus
plastik HDPE.Pada tahap modifikasi kemasan, digunakan kemasan kertas karton
yang dibentuk box dan dapat dibuka dari samping. Ukuran kemasan box diubah
menjadi adalah 8 x 8 x 17 cm. Untuk kue pia ukuran besar mampu dikemas
dengan isi tiap boxnya 6 pcs, sedangkan untuk ukuran pia yang kecil dapat diisi
12 pcs/box. Modifikasi lain pada kemasan sekunder yaitu dilakukan desain layout
kemasan. Setiap variasi rasa isian digunakan desain layout yang berbeda sesuai
karateristik jenis isian pia.
Pada kemasan tersier produk PapaPia, PT DiNaSa mengunakan plastik PVC
yang dibentuk melekat rapat pada kemasan box. Ketiga kemasan ini
digabungkan untuk memberi efek melindungi produk sehingga produk mampu
mempertahankan umur simpannya.
Setelah mengetahui teknik pengemasan yang diterapkan pada produk PapaPia
yang sudah cukup baik, maka untuk modifikasi kemasan tetap mengunakan
bahan pengamas sebelumnya. Perubahan kemasan dilakukan pada ukuran box
dan desain layout kemasan box.

Page | 16

Gambar 1. Tampilan desain sesuai jenis isian

Gambar 2. Struktur dan desain kemasan PapaPia Edisi Rasa Durian

Page | 17

Gambar 3. Penampilan warna kulit pia durian dan


topping emoticon

Gambar 4. Penampilan warna kulit pia


kacang hijau dan topping emoticon

Gambar 3. Penampilan warna kulit pia coklat dan


topping emoticon

Gambar 6. Penampilan warna kulit pia


kacang maerah dan topping emoticon

Gambar7. Penampilan warna kulit pia keju dan


topping emoticon

Gambar 8. Penampilan warna kulit pia


talas dan topping emoticon

Page | 18

BAB III
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
Seiring berkembangnya suatu daerah maka akan memicu timbulnya aneka
ragam hal yang mencirikan keunikan daerah tersebut.Makanan merupakan salah
satu hal yang sering diincar masyarakat maupun wisatawan untuk dijadikan buah
tangan setelah berkunjung ke suatu daerah. Semakin banyak hal yang unik dan
dapat dijadikan oleh-oleh, maka akan menambah nilai keunggulan dari daerah
tersebut di mata masyarakat. Dengan kondisi demikian, perlu adanya inovasi
produk khusunya makanan yang mampu memikat wisatawan maupun masyarakat
sehingga layak dijadikan produk oleh-oleh yang khas dari kota tersebut yaitu kota
Bogor, Jawa Barat.
Produk kue pia PapaPia yang telah terinovasi oleh kami selaku CV Nabani
mempunyai ciri khas yang unik dengan kualitas rasa yang nikmat. Keunikan pia
yang termodifikasi ini mampu menjadikan produk sebagai makanan oleh-oleh
khas Bogor. Keunikan yang terdapat pada kue pia, berupa warna kulit pia yang
beraneka ragam, variasi isi kue pia dan adanya topping emoticon di atas kue pia.
Selain itu terdapat berbagai keunggulan yang dimiliki dari kue piamodifikasi
kami, diantaranya tidak digunakannya bahan pengawet, pewarnaan kulit pia dari
bahan yang alami, bahan-bahan yang digunakan berkualitas dan karakteristik kue
pia yang berbeda dari sebelumnya sehingga mampu memikat dan memberi
kepercayaan kepada masyarakat luas untuk mengonsumsinya dan mampu
bersaing di lingkup pasar.
Pengertian pasar (market demand) suatu produk menurut Kotler (2005),
yaitu jumlah keseluruhan yang akan dibeli oleh sekelompok konsumen tertentu
dalam suatu daerah dan waktu tertentu dalam lingkungan pemasaran tertentu serta
dalam suatu program pemasaran tertentu. Tujuan analisis pasar adalah mengetahui
seberapa luas pasar produk yang bersangkutan, bagaimana pertumbuhan
permintaannya dan berapa besar yang dapat dipenuhi oleh konsumen
perusahaan.Sedangkan menurut Stanton Pemasaran, meliputi keseluruhan sistem

Page | 19

yang berhubungan dengan kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan,


menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau
jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli.
Perkembangan pasar yang terjadi telah mampu mendorong terciptanya
persaingan yang ketat diantara industri-industri. Hal ini membuka kesempatan dan
tantangan tersendiri bagi setiap industri pangan, khususnya bakeri berupa produk
kami kue pia untuk memenangkan dan menjadi pemimpin dari persaingan pasar
yang terjadi. Untuk dapat bertahan dalam persaingan tersebut setiap industri harus
mulai memfokuskan usahanya pada perbaikan mutu yang berkesinambungan
(quality improvement). Setiap industri harus mampu melakukan setiap pekerjaan
dengan lebih baik dalam suatu sistem manajemen mutu dalam rangka
menghasilkan produk pangan, dalam hal ini kue pia bermutu tinggi.
A.

Aspek Pemasaran Secara Spesifik


Selain membaca peluang yang ada, kue PaDePia juga

merencanakan

pemasaran yang lebih spesifik baik dari target pasar, segmen pasar, 4P (produk,
tempat, promosi, harga), positioning, pesan, dan jalur distribusinya. Perencanaan
pemasaran yang spesifik dari kue PaDePiaadalah sebagai berikut:
Nama produk : PaDePia
Profil

: CV. Nabani

Target pasar

: Wisatawan dan seluruh masyarakat

Positioning

: Papa Pulang, Dedek Mama Senang, PaDePia rebutan anak


istri

Placement

: Cemilan di keseharianmu dan selalu ada di buah


tanganmu

Produk
Produk kue pia yang telah kami inovasi kami memberi nama brand berupa
PaDePia. PaDePia merupakan singkatan dari Papa-Dedek Pia yang artinya Papa
yaitu pia ukuran besar yang merupakan nama produk asli dari industri PapaPia
dan Dede merupakan pia ukuran kecil. Sehingga pada pemasaran kue pia

Page | 20

modifikasi dari CV. Nabani ini tersedia kue pia dengan 2 jenis ukuran, besar dan
kecil. Dimana harga penjualannya sama hanya isiannya per pcs berbeda.
PaDePia yang kami jual memiliki keunikan tersendiri dari produsen kue pia
biasanya, yaitu dari segi warna kulit pia yang ditambahkan pewarna alami
sehingga menjadikan warna kulit pia lebih bervariasi, terdapat variasi warna
coklat, hijau muda, hijau kecoklatan, merah, ungu dan kuning. Keunikan lainnya
yaitu variasi rasa isian dan uniknya topping emoticon yang menghiasi bagian atas
kulit pia. Selain itu kemasan produk PaDePia sangat menarik dengan desain yang
mencirikan kota Bogor. Pembuatan produk kue pia ini sangat yang terkonsep
Dengan berbagai keunikan serta kualitas cita rasa yang dimiliki produk PaDePia
ini, menjadikan kue pia PaDePia sangat cocok dijadikan cemilan yang
menyehatkan dan berpotensi sebagai oleh-oleh khas Kota Bogor.
Promotion
Selain pembuatan produk kue pia yang terkonsep, kue pia juga harus
memiliki strategi dalam pemasarannya. Strategi pemasarannya terdiri atas
kekuatan yang dimiliki produk kue pia PaDePia baik dari kandungan gizi yang
lebih dari kue pia lainnya maupun mutu produknya. Selain itu, pembentukan
varian baru juga dapat menjadi salah satu strategi yang berpeluang untuk
menempatkan kue pia PaDePia di hati konsumennya.
Promosi merupakan faktor utama dalam pemasaran produk. Hal ini
disebabkan perlunya pengenalan awal pada produk yang tergolong baru di
kalangan masyarakat. Produk PaDePia dipromosikan dengan cara membuka kedai
di event-event pangan. Dalam memberikan kesan yang baik bagi konsumen
pemula, kami mengadakan launching brand PaDePia di ruko dan di outlet-outlet
pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Bogor.Selain itu juga digunakan sistem jemput
bola, yaitu menawarkan produk langsung ke konsumen serta memberlakukan
sistem taster. Selain itu, digunakan media promosi

seperti membuat banner,

brosur dan selalu terposting di media sosial lainnya.

Page | 21

Harga/Price
Selain cara promosi yang strategis, faktor lain yang mempengaruhi
pemasaran dari suatu produk adalah harganya yang relatif terjangkau. Harga
merupakan jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk setiap produk
yang ditawarkan oleh perusahaan. Penentuan harga didasarkan atas perhitungan
biaya produksi yang ditambah dengan profit yang disesuaikan dengan harga
produk sejenis. Penentuan harga yang stabil juga merupakan salah satu strategi
yang dapat menjaga konsumen tidak berpaling ke produk lainnya.
Dalam produksi kue pia PaDePia ini, kami menjual dengan berbagai
karakteristik tetapi harganya tetap yaitu Rp 20.000,00.Harga ini lebih murah dari
harga PapaPia pada awalnya yang dihargai Rp 25.000,00. Harga yang kami
jadikan lebih murah ini bertujuan agar terjangkau oleh seluruh kalangan.
Walaupun harga jauh lebih murah akan tetapi ada penggurangan isian kue pia
pada inovasi kue kami. Setiap boxnya kami hargai Rp 20.000,00 dengan isian 8
pcs kue pia ukuran kecil dan 4 pcs ukuran besar.
Placement / Distribution
Aspek selanjutnya yang mempengaruhi pemasaran suatu produk adalah
pemilihan lokasi yang tepat dan strategis. Lokasi yang strategis memiliki
keunggulan tersendiri dalam menjalankan suatu usaha. Lokasi yang mudah
dijangkau cenderung memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk
sehingga meningkatkan daya jual dari suatu produk. PaDePia memiliki lokasi
strategis yang dipilih untuk lokasi pemasaran, diantaranya di Jl. Dalurung I No.16
Bantarjati, Bogor Jawa Barat. Selain menetap di lokasi tersebut, PaPaPia juga di
pasarkan di outlet-outlet pusat oleh-oleh khas kota Bogor yang telah bermitra
sejak lama.
Dengan adanya produk modifikasi berupa PaDePia, kami ingin membuka
cabang penjualan kue pia PaDePiadi outlet kami dengan suasana yang lebih
nyaman, bukan hanya sekedar tempat atau pusat perbelanjaan oleh oleh khas
Bogor. Namun, kami ingin produk PaDePia dapat di konsumsi di tempat, dengan
motto Fresh from oven sehingga pelanggan yang sebelumnya hanya ingin

Page | 22

membeli dan langsung di bawa pulang, kini dapat menikmatinya langsung di


tempat.
Suasana outlet tempat penjualan, kami desain semenarik dan senyaman
mungkin dengan konsep kehangatan di dalam rumah, sehingga pengunjung tetap
merasakan susana nyamannya berada di dalam rumah seperti halnya sedang
berkumpul bersama keluarga. Tujuan kami mendesain tempat PaDePia menjadi
seperti berada di rumah karena motto Papapia yaitu menjadi rebutan anak, istri
jadi kami ingin motto tersebut tetap menjadi ciri khas dari PaPaPia yang kini kami
modifikasi menjadi PaDePia.

Page | 23

BAB IV
ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Aspek teknis dan teknologi yaitu suatu aspek yang berkaitan dengan
pemilihan lokasi proyek, jenis mesin atau peralatan lainnya yang sesuai dengan
kapasitas produksi, layout dan pemilihan teknologi yang sesuai. Hal ini sangat
penting di dalam aspek studi kelayakan bisnis. Aspek teknis merupakan aspek
yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara
teknis setelah proyek atau bisnis tersebut selesai dibangun. Berdasarkan analisis
ini, dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk start up
cost atau pra operasional proyek yang akan dilaksanakan.
Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan yang
diperlukan dan bagaimana secara teknis pelaksanaan proses produksinya. Selain
kebutuhan, dapat digunakan untuk mengkaji kapasitas produksi, jenis teknologi
yang akan digunakan, lokasi pabrik, dan tata letak yang menguntungkan. Dari
perancangan tersebut, biaya pengadaannya akan tercipta dan mempengaruhi
strategi serta harga jual produk pada nantinya.
CV. Nabani akan membuat usaha penjualan kue pia dengan nama brand
yang berbeda yaitu PaDePia. Dengan adanya modifikasi dari produk sebelumnya
berupa PaPaPia, maka kami juga melakukan perubahan dari segi lainnya,
diantaranya lokasi penjualan, hal teknis dalam produksi dan penggunaan teknologi
yang diterapkan.
Dari segi lokasi penjualannya, produk kami PaDePia dipasarkan pada
jangkauan dan target yang lebih luas lagi dan untuk mewujudkan pemasaran yang
lebih luas maka teknis-teknis dalam produksinya perlu adanya peningkatan begitu
pula teknologi yang diterapkan untuk menunjang teknis produksi. Sehingga
adapun beberapa aspek teknis yang dilakukan.
Dibawah ini adalah penjabaran empat faktor yang mempengaruhi aspek
teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis PaDePia kue pia.

Page | 24

4.1

Segmentasi, Target dan Posisi Produk di Pasar


Saat melakukan pemasaran produk, harus diketahui dengan jelas siapa

segmen pasar yang akan dibidik, sehingga dapat dilakukan pemilihan strategistrategi pemasaran yang tepat. Produk kue pia PaDePia, segmen pasar yang akan
dibidik yaitu masyarakat yang pola hidup mereka lebih mengarah kepada pola
hidup praktis, masyarakat yang cenderung menyukai cemilan, selektif dengan
makanan yang berbahan menyehatkan danpara wisatawan yang sedang
berkunjung di Kota Bogor.
Untuk segmentasi dari produk ini juga didasarkan pada keragaman produk
yang nantinya berpengaruh terhadap kriteria pembeli berdasarkan umur.
Contohnya seperti kue pia PaPaPia dibuat

dan ditujukan kepada masyarakat

dengan usia yang sudah dewasa karena ukurannya jauh lebih besar dan nama
produknya PaPaPia (yang artinya Pia Papa), Papa dimaksudkan sebagai orang
yang telah dewasa. Sedangkan untuk kue dengan jenis DeDePia lebih dikhusukan
pada anak kecil karena ukurannya yang lebih kecil dan nama produk DeDePia
(yang artinya Pia DeDe), DeDe dimaksutkan sebagai anak kecil. Tetapi
pembagian segmentasi ini tidak mempangaruhi pembeli dalam memilih produk
kami. Kesesuaian kebutuhan, rasa ingin mencoba maupun daya tarik dari salah
satu produk kita yang dikiranya lebih unggul akan lebih mempengaruhi pemilihan
varian produk kami.
Pada umumnya target yang diincar dari produk kami ini adalah semua
kalangan dikawasan bogor, baik penduduknya maupun wisatawan yang sedang
berada di Kota Bogor. Tidak lupa juga dilakukukan positioning terhadap produk
kami. Dengan adanya positioning yang kuat maka akan meningkatkan nilai
produk tersebut. Untuk produk kue pia, kami memposisikan bahwa kue pia ini
praktis, sehat karena bahan-bahan yang digunakan berkualitas dan unik. Sehingga
kami memberikan tag-line pada kue pia ini Papa Pulang, Dedek Mama Senang,
PaDePia rebutan anak istri

Page | 25

A.

Lokasi
Dalam mendirikan tempat usaha, salah satu faktor yang mempunyai

pengaruh yang besar adalah pemilihan lokasi yang tepat. Dimana lokasi yang
strategis atau berada di lingkungan keramaian dapat meningkatkan hasil penjualan
menjadi lebih oiptimal. Berbanding lurus dengan pemasukan yang tinggi, lokasi
yang strategis juga memerlukan biaya yang tinggi pula misalnya untuk menyewa
sebuah ruko atau membeli tanah dan bangunannya.
Adapun CV Nabani yang merupakan perusahaan yang memproduksi produk
kue pia PaDePia juga menaruh perhatian lebih pada lokasi penjualannya.
Berdasarkan survei di daerah bogor, CV Nabani memutuskan untuk menggunakan
lokasi yang sama untuk ruang produksi dan pemasaran atau display. Hal ini
dilakukan dengan alasan konsumen agar dapat menikmati kue pia langsung dari
lokasi produksi sehingga sesuai motto fresh from the oven efisensi dalam produksi
dan pemasarannya. Kedua lokasi tersebut (produksi dan pemasaran) berada di
daerah Jl. Dalurung I, No 16, Bantarjati, Bogor. Hanya saja pendistribusian
produk kue pia juga dilakukan di daerah penjualan yang lebih luas lagi. Untuk
lokasi produksi dan tempat pemasaran utama produk PaDePia dilakukan di sebuah
rumah toko.
Pemilihan lokasi Jl. Dalurung I, No 16, Bantarjati dikarenakan lokasinya
yang cukup strategis di Bogor. Selain itu, Bantarjati juga merupakan salah satu
daerah tujuan kuliner di Bogor karena keaneka ragaman makanannya. Faktorfaktor tersebut yang nantinya akan dimanfaatkan CV Nabani untuk menghasilkan
pendapatan yang optimal. Pemasaran kue pia PaDePia juga di lakukan di berbagai
outlet-outlet di daerah yang strategis. Daerah yang strategis tersebut merupakan
daerah yang dekat dengan jalan akses dari berbagai arah dan juga tempat yang
sekiranya mudah disinggahi oleh kalangan muda untuk berkumpul menikamati
suatu jajanan. Hal ini kami pilih, karena tujuan dari target pembeli adalah
pengunjung luar kota, maka tempat penjualan harus memudahkan mereka untuk
menemukan outlet kami.Outlet-outlet produk PaDePia akan tersebar di beberapa
titik wilayah Bogor, agar jangkaun pemasaran lebih luas dan lebih dekat dengan
masyarakat.

Page | 26

Selain keuntungannya, faktor dekatnya jarak antara pemasaran dan pangsa


pasar yang dituju membuat produk kue pia PaDePia tidak harus melalui
perjalanan yang panjang untuk sampai ke tangan konsumen.
Bantarjati juga terbilang cukup strategis untuk tempat pemasaran utama tau
ruko produk PaDePia karena jaraknya yang dekat dengan sumber bahan baku
yaitu Pasar Jambu Dua, Pasar Bogor dan Pasar Anyar. Alasan inilah yang
membuat Bantarjati dipilih sebagai lokasi produksi PaDePia serta pemasaran
utama. Selain itu, jumlah tenaga kerja juga mudah diserap di daerah Bantarjati
karena merupakan lokasi pemukiman yang ramai.

B.

Peralatan dan Mesin


Alat dan peralatan juga terbilang aspek penting selain pemilihan lokasi

karena mampu menunjang produksi produk kue pia itu sendiri. Produksi kue pia
terbilang tidak mudah sehingga diperlukan teknologi dan peralatan yang mampu
menunjang dan meminimalisir kegagalan dari pengolahannya. Hal ini membuat
pemilihan jenis teknologi dan peralatan harus memiliki kriteria tertentu yang
meliputi ketepatan jenis teknologi yang dipilih dengan bahan mentah yang
digunakan dan kesesuaian teknologi dan peralatan dengan SDM. Adapun
pemilihan alat tersebut dikelompokkan antara lain, peralatan produksi seperti
Oven, Mixer, timbangan, loyang, lemari pendingin dan kompor pemasakan.
Pada proses pembuatan kue pia peralatan yang digunakan berdasarkan alur
pembuatannya. Dalam proses pembuatannya terdapat beberapa tahapan teknologi
yang telah sesuai. Teknologi tersebut diantaranya pemasakan isian menggunakan
kompor, pencampuran adonan yang menggunakan mixer dan pemanggangan
menggunakan oven.

Page | 27

Tabel 4.Kebetuhan Peralatan Produksi

Nama alat dan


gambar

Jumlah unit
Kapasitas

yang dibeli
(buah)

Harga satuan
(Rp)

20 Loyang

30.000.000

12,5 kg

2.000.000

5.000.000

1.000.000

1.000.000

Kegunaan

Untuk memanggang roti

Oven besar

Mencampurka bahan
agar menjadi adonan

Varimixer

Teflon

150 kg
Timbangan

Memotong roti menjadi


beberapa slice

Menimbang bahan baku


yang digunakan

Stanless

steel

Tempat untuk
menyimpan bahan baku

Lemari pendingin

d = 36 cm

Rp. 40.000,00

Digunakan sebagai
wadah bahan

Wadah Stanless steel


Pisau

2 lusin, 2

15.000, 15.000 ,

Mengecilkan ukuran

Page | 28

lusin, 4 buah,

10.000, 10.000,

4 buah, 4

10.000

bahan

buah
Mengecilkan ukuran

Parutan

2 buah

Rp. 3000,00

Spatula

3 buah

Rp. 7000,00

Piring

12 buah

Rp. 3000,00

Gunting

2 buah

Rp. 7000,00

Untuk menggunting

Kuas oles

3 buah

Rp. 4000,00

Untuk mengoles produk

Sendok

1 lusin

Rp. 1500,00

Untuk mengambil bahan

Talenan

2 buah

Rp. 20.000

Untuk alas memotong

2 pasang

Rp. 5000,00

6 buah

Rp. 3000,00

Sarung tangan
(cempal)
Serbet

Sapu, pengki, kemucing, bak

Alat kebersihan

sampah, handsoap, alat pel,


sabun cuci, ember

C.

Rp. 100.000

bahan
Membantu mengambil
bahan
Digunakan sebagai
wadah

Untuk mengankat loyang


dari oven
Untuk membersihkan
mejq
Untuk membersihkan
tempat produksi

Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi merupakan jumlah produksi yang seharusnya diproduksi

untuk mencapai keuntungan yang optimal.

Aktivitas produksi hendaknya

direncanakan dengan baik agar jumlah produksi yang dihasilkan sesuai dengan
permintaan pasar. Perencanaan kapasitas produksi ditetapkan berdasarkan
proyeksi jumlah permintaan kuePapapia. Disamping itu perencanaan kapasitas
produksi yang baru juga didasarkan pada kapasitas peralatan yang sudah ada
sehingga diperoleh kapasitas optimal produksi tanpa harus menambah jumlah
peralatan yang sudah ada.

Page | 29

Berdasarkan perecanaan kami pada produk modifikasi ini, direncanakan


jumlah kue pia yang kami produksi :

Pia ukuran kecil

: 50box x 300 hari

= 15.000 box / tahun

Pia ukuran besar

: 50box x 300 hari

= 15.000 box / tahun

Sehinggga, jumlah produksi total per tahun yaitu 30.000 box / tahun
Agar rencana yang telah disusun berjalan lancar, perlu diperhatikan alat dan
peralatan yang memadai, kapasitas produksi juga harus ditunjang dengan tenaga
kerja yang terampil, cekatan, ulet, dan disiplin. Faktor lainnya yang diperhatikan
adalah kemampuan finansial, manajemen serta menerima adanya perubahan
teknologi yang terjadi dewasa kini.
D.

Layout
Penentuan layout merupakan penentuan dari keseluruhan tata letak fasilitas

industri yang didalamnya termasuk bagian personelnya ditempatkan, alat-alat


operasi gudang, pemindahan material dan alat pendukung lain sehingga akan
tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan
menggunakan fasilitas-fasilitas dalam industri skala kecil. Penentuan layout terdiri
dari berbagai jenisyaitu layout site (layout lahan lokasi), layout industry dan
layout bangunan. Tipe utama layout disebuah pabrik ada dua, yaitu layout
fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). Pada layout ruang
produksi CV. Nabani lebih cocok digunakan adalah layout produk (layout garis),
karena mesin dan peralatan disusun berdasarkan urutan dalam proses pembuatan
produk.
Layout atau tata letak produksi disusun sesuai proses yang akan dilakukan.
Dari awal bahan baku datang dari pintu samping yang menuju tempat
penyimpanan bahan baku. Dalam ruang pemasaran terdapat meja-meja untuk para
konsumen yang berada di dalam ruangan (indoor). Dalam ruang pemasaran
terbagi menjadi 2 ruangan yaitu ruangan tempat produk dipasarkan dan satu lagi
merupakan ruangan dimana pembeli dapat mengonsumsinya langsung di
tempatpembelian, dimana ruangan tersebut terdapat beberapa meja dan kursi serta
disekelilingi aneka macam variasi produk PaDePia. Selain itu didalam ruang
pemasaran terdapat ruangan kepala manajeman yang mengatur kepengurusan di

Page | 30

outlet CV. Nabani dan terdapat pula tempat kasir. Pada ruang produksi terdapat
berbagai plot tempat pengolahan untuk produksi diantaranya pembagian plot
ruangan pengolahan yang telah disesuaikan dengan urutan proses pengolahan dan
dilengkapi tempat sarana pencucian peralaatan dan toilet. Untuk lebih detailnya
kami telah membuat gambaran layout tempat usaha kami sebagai berikut :

Gambar 4. Layout Lokasi Produksi Hingga Pemasaran Kue Pia - PaDePia

Keterangan

Ruang A

: Ruang penyimpanan bahan

Ruang B

: Ruang produksi

B1

: Tempat penimbangan bahan

B2

: Tempat pencampuran adonan

B3

: Tempat pemasakan isian

B4

: Tempat pengisian kue pia

B5

: Tempat pengovenan

B6

: Tempat pengemasan

B7

: Tempat pencucian
: Toilet pekerja pria
: Toilet pekerja wanita

Page | 31

E.

Ruang C

: Ruang pemasaran

C1

:Ruang kepala manajemen

C2

: Kasir

Teknis Penanganan Limbah Produksi


Setiap memproduksi suatu jenis olahan pasti akan menyisakan komponen-

komponen yang tidak terpakai/rendemen. Pada produksi kue pia ini, dari bahan
yang digunakan maka menyisakan rendemen berupa cangkang telur, serbuk
tepung yang mungkin tercecer, serpihan platik pembungkus dan air bekas
pencucian peralatan. Berdasarkan limbah atau lebih tepatnya adalah kotoran,
maka hasil rendemen tersebut tidaklah terlalu berbahaya terhadap lingkungan.
Untuk menanggulangi kotoran tersebut kami lakukan dengan cara membuang
pada tempat sampah sesuai jenisnya antara sampah organik dan non organik.
Selanjutnya sampah tersebut akan terkumpul di petugas kebersihan setempat
untuk di daur ulang maupun dikembalikan ke alam.

Page | 32

BAB V
ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUASIA
Manajemen dan sumber daya manusia adalah salah satu faktor essensial
yang harus diperhatikan dalam mendirikan sebuah industri. Suatu industri atau
perusahaan yang sukses berarti telah mampu mengatur segala aspek dengan baik.
Terkadang, manajemen yang baik dilakukan dengan berbagai cara yang aneh dan
irasional. Tetapi, dalam dunia bisnis hasil manajemenlah yang terpenting. Aspek
manajemen dan SDM merupakan faktor pembeda industri menengah-besar
dengan industri kecil. Berdasarkan survei, industri menengah dan besar harus
memperhatikan penyusunan pengorganisasian yang tepat, keuangan, administrasi,
pembukuan dan pemasaran yang baik. Dibawah ini adalah uraian dari aspek
manajemen dan sumber daya manusia.

5.1

Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan salah satu atribut yang timbul jika ada suatu

organisasi. Begitu pun dengan CV Nabani, yaitu sebuah industri yang berada
dibawah suatu pimpinan atau kepala usaha. Struktur organisasi yang jelas mampu
membuat para pekerja mengetahui dengan jelas letak keberadaannya. Selain itu,
pimpinan atau manajer umum dapat mengetahui pekerja yang bertanggung jawab
di setiap divisinya atau disebut dengan manajer. Berikut adalah struktur organisasi
CV Nabani produk PaDePia:
Pemilik

Supervisor
Karyawan

Keuangan dan
Kasir
Pelayan

Bagan 1. Struktur Organisasi Industri kue pia - PaDePia

Page | 33

Dari bagan diatas, terlihat jelas bagian-bagian dari struktur organisasi di CV


Nabani yang dapat dipertanggung jawabkan untuk kedepannya. Adapun
penjelasan dan tugas umum dari setiap devisi pekerja dalam pengelolaan industri
PaDePia ini, yaitu sebagai berikut:

Tabel 5. Tugas Setiap Devisi Pekerja

Jabatan

Pemilik

Supervisor
Karyawan
Kasir

Deskripsi Tugas
Merencanakan usaha, berhak mengatur segala
kepengurusan di tempat perusahaan, melakukan
distribusi produk ke berbagai cabang mitra, mengontrol
dan mengecek kondisi bahan, barang, proses produksi
serta menjaga kualitas produk jadi.
Mengontrol jalannya proses produksi. Bertanggung
jawab untuk hasil, jumlah, dan mutu produk. Serta
kinerja karyawan.
Mengolah bahan dari awal hingga produk siap di jual
Mengelola keuangan dari produk yang laku terjual dan
bertanggung jawab terhadap keuangan usaha.
Melayani pembeli, bertanggung jawab atas kepuasan

Pramusaji

konsumen dan kebersihan tempat penyajian.

Tabel 6. Perincian Karyawan di Industri Kue Pia PaDePia

Jabatan

5.2

Jumlah

Pemilik
Supervisor

1 orang
1 orang

Karyawan

4 orang

Kasir

1 orang

Pramusaji

1 orang

Keterangan
Manajemen perusahaan
Mengontrol
Sortasi bahan
1 orang
Produksi
2 orang
Packaging
2 orang
Berada di ruko penjualan
Melayani di tempat ruko
penjualan

Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja


Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut

UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah

Page | 34

setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan
atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat
(Wikipedia, 2012). Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi
dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja juga
dibedakan berdasarkan kualitasnya adalah tenaga kerja terdidik, terampil, dan
tidak terdidik. CV Nabani sendiri memiliki kriteria dalam memilih sumber daya
manusia yang ingin dipekerjakan. Hal ini dilakukan karena tiap bagian atau divisi
memiliki klasifikasi kesulitan yang berbeda-beda. Pemberian persyaratan yang
tepat dengan tipe pekerjaan merupakan cara yang mampu mendukung
peningkatan

reputasi

suatu

industri.

Misalnya,

dengan

lebih

banyak

memperkerjakan pekerja yang terdidik lebih baik daripada pekerja tidak terdidik.
Selain reputasi, adanya inovasi di setiap divisi mampu membuat suatu industri
menjadi lebih berkembang. Dibawah ini adalah tabel klasifikasi dan persyaratan
sumber daya manusia yang diserap oleh CV Nabani dalam pengelolaan industri
PaDePia :
Tabel 7.Klasifikasi, persyaratan dan job desk staff serta karyawan sesuai sumber daya manusia

Bagian

Kasir

Supervisor

Karyawan

Spesifikasi Karyawan
D3 Manajemen/ Akuntansi
Soft skill pembukuan
Pandai mengatur waktu
Teliti
Disiplin
Menguasai excel
Sistematis
Jujur
Minimal D3 Teknologi Pangan
Teliti
Mengerti dalam teknis pengolahan dan
peralatan yang digunakan
Soft skill dalam identifikasi mutu produk
yang baik
Minimal Lulusan SMA/SMAK sederajat
Disiplin
Berpengalaman
Cekatan.
Bersih

Page | 35

Pramusaji

Minimal Lulusan SMA/SMAK sederajat


Rapi
Disiplin
Jujur
Good looking
Terampil
Ramah
Cekatan
Rajin

Persyaratan diatas dilakukan dengan tujuan untuk menyerap tenaga kerja


yang siap kerja di bidangnya masing-masing. Hal ini diharapkan untuk
mengoptimalkan cara kerja setiap tenaga kerja yang nantinya aka berpengaruh
terhadap optimalnya keuntungan yang diperoleh CV Nabani. Hal ini menunjukkan
pemilihan tenaga kerja yang selektif memiliki dampak positif yang besar untuk
perkembangan suatu bisnis.
Untuk mendapatkan tenaga kerja yang memiliki sumber daya yang memadai
dan sesuai dengan klasifikasi pemilik usaha, maka diperlukan beberapa tahapan
untuk menganalisis atau menseleksi sumber daya manusia tersebut, dengan
beberapa cara yaitu :
- Membuat selebaran-selebaran informasi lowongan pekerjaan.
- Menyampaikan persyaratan berkas permohonan pekerjaan.
- Panggilan untuk wawancara.
- Keputusan penerimaan yang didasarkan pada kelengkapan berkas
persyaratan.
- Penempatan unit-unit kerja.
- Evaluasi kerja.
- Pengembangan SDM/pelatihan.
- System kompensasi.
- Ketentuan tentang keputusan kerja.

Page | 36

5.3

Keuangan, Administrasi dan Pembukuan


Selain kedua aspek diatas, aspek lainnya yang mendukung perkembangan

suatu bisnis adalah aspek keuangan, administrasi, dan pembukuan. Ketiga hal
tersebut berada dalam satu ruang lingkup yaitu finansial. Dimana aspek ini sangat
berperan penting dalam pendirian dan perkembangan suatu industri atau bisnis.
Keuangan adalah sebuah lingkup yang mempelajari cara seseorang, bisnis, dan
organisasi mengatur, mengalokasikan dan menggunakan sumber daya keuangan
dari waktu ke waktu dengan memperhatikan resiko-resiko dalam proyek mereka.
Manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan
dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan dana tersebut. Fungsi
manajemen keuangan dapat dibagi menjadi 2 yaitu untuk mengatur panggunaan
dana ( investasi ) dan untuk mengatur pemenuhan kebutuhan dana ( pendanaan ).
Untuk mengetahui kemana saja dana yang dikeluarkan maka harus juga dibuat
laporan keuangan. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu
perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Pembukuan

adalah pencatatan transaksi keuangan yang meliputi

penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun


organisasi. Pembukuan biasanya dilakukan oleh seorang ahli pembukuan.
Pembukuan sendiri berbeda dengan akutansi. Proses akuntansi biasanya dilakukan
oleh seorang akutan . Akuntan membuat laporan dari transaksi keuangan tercatat
yang ditulis oleh ahli pembukuan. Mendirikan sebuah usaha tanpa dukungan
sistem pembukuan yang rapi dan terstruktur bagaikan prajurit maju perang tanpa
membawa senjata.
Aspek ini juga berisikan sistem upah yang digunakan oleh CV Nabani.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), upah adalah sejumlah uang yg
dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah
dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu. Upah juga berkaitan erat dengan tingkat
pendidikan dan cara kerja yang dilakukan oleh pekerja. Semakin tinggi tingkat
pendidikan pekerja maka semakin tinggi pula upah yang harus dibayarkan.
Sehingga pemilihan tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan haruslah tepat

Page | 37

sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dimaksudkan agar pengeluaran akibat upah
pekerja tidak melebihi keuntungan yang diperoleh (rugi). Pada dasarnya, setiap
pekerja ingin memperoleh upah yang tinggi dan berbanding terbalik dengan
keinginan pemilik usaha.
CV.Nabani merupakan industri kue piayang inovatif dan bermutu baik
yang berada di daerah Bogor, Jawa Barat. Lokasi ini juga memiliki pengaruh
dengan upah yang harus dibayarkan terhadap pekerja. Hal ini didasarkan, karena
setiap daerah atau kota memiliki taraf kebutuhan hidup layak yang berbeda
sehingga upah minimum kotanya pun berbeda. Dalam Surat Keputusan Gubernur
No 561/kep.1405 bangsos/2012 terdapat 17 kabupaten/kota yang memiliki UMK
diatas dan sama dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL), salah satunya adalah
Kota Bogor.
Manajer keuangan CV. Nabani menggunakan sistem upah gabungan
antara sistem kesatuan hasil dan premi. Sistem gabungan ini dilakukan dengan
alasan ingin memberikan kenyamanan untuk pekerja agar meningkatnya
produktivitas dari pekerja. Manajer keuangan bertugas menentukan dan mengatur
jumlah uang per bulan yang harus dikeluarkan untuk menggaji para staff dan
karyawan CV.Nabani. Berdasarkan jumlah staff dan karyawan atau tenaga kerja
yang ada dalam CV.Nabani, minimal jumlah biaya yang harus dikeluarkan atau
diberikan untuk menggaji para staff dan karyawan adalah sebesar

Rp

27.600.000,00. Adapun pembagian dan rincian upah untuk pekerja adalah sebagai
berikut :
Tabel 8. Perincian Gaji Tenaga Kerja

Tenaga kerja
a. Gaji pimpinan
b. Gaji Supervisor
c. Gaji Karyawan
d. Gaji Manajer keuangan / kasir
e. Gaji Pramusaji

Jumlah
1
1
12
1
1

Gaji / bulan /
orang
Rp 6.000.000
Rp 2.000.000
Rp 1.200.000
Rp 8.00.000
Rp 800.000

Page | 38

BAB VI
ASPEK YURIDIS
Suatu bisnis atau usaha tidak hanya memerlukan manajemen yang baik, dan
yang juga penting dalam memulai usaha adalah status administrasi dalam
hukumnya. Dengan adanya kejelasan dari hukum, suatu bisnis lebih memberikan
kenyamanan baik bagi penjual, pembeli maupun bagi mitra kerjanya. Aspek
yuridis merupakan aspek yang memberi jaminan keamanan dalam segi hukum
sehingga kepercayaan terjalin dengan baik antara pemberi saham dan pelaksana
usaha. Contoh legalitas hukum di industri adalah pendaftaran pendirian BPOM,
LPOM MUI, SIUP, P-IRTdan sebagainya.
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) /Badan POM adalah sebuah
lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan
makanan di Indonesia. Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang
efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produkproduk dengan tujuan melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan
konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk
Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan
penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi.
LPOM MUI / Sertifikat Halal adalah fatwa tertulis dari MUI yang
menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari'at Islam sehingga
memberikan kepastian status kehalalannya, mengurangi tingkat kewaspadaan
konsumen muslim terhadap beberapa makanan serta tercantumnya HALAL di
kemasan prduk.
SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) adalah surat izin untuk dapat
melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Setiap perusahaan, koperasi,
persekutuan maupun perusahaan perseorangan yang melakukan kegiatan usaha
perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili
perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Page | 39

P-IRT

adalah Produksi Pangan Industri Rumah Tangga yang harus

tercantum dalam produk olahan makanan yang diedarkan di masyarakat. Sebelum


ada istilah P-IRT, nomer pendaftaran yang di cantumkan adalah Dep. Kes. RI No.
SP xx/xxx/x/95. P-IRT digunakan untuk produksi produk pangan yang dihasilkan
skala industri rumah tangga.
Berdasarkan jenis-jenis administrasi dalam hukumnya yang merupakan
aspek yuridis dalam suatu industri maka SIUP dan LPOM MUI / Sertifikat Halal
yang lebih tepat untuk industri kue pia PaDePia.
6.1

LPOM MUI / Sertifikat Halal


Sertifikat halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan perizinan

yang utama bagi produk pangan yang beredar di Indonesia. Hal ini dipengaruhi
oleh suku, budaya dan kemayoritasan masyarakat muslim di Indonesia. Dengan
adanya sertifikat halal oleh MUI, konsumen menjadi lebih percaya dan loyal
terhadap produk PaDePia. Untuk produk Papapia sebelumnya telah mendapatkan
sertifikasi halal pada tanggal 16 juli 2011 yang dikeluarkan MUI Jawa Barat yang
terletak di Bandung. Nomor sertifikat halal PaPaPia ini yaitu 01201058650711.
Untuk memperoleh sertifikat halal LPPOM MUI tersebut perusahaan harus
memenuhi aturan sebagai berikut:
Siapkan sistem jaminan halal (buku panduan penyusunan sistem jaminan halal).

Angkat tim Auditor Halal Internal yang bertanggungjawab dalam menjamin


pelaksanaan produksi halal.

Berkewajiban menandatangani kesediaan untuk diinspeksi secara mendadak tanpa


pemberitahuan sebelumnya oleh LPPOM MUI.

Membuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan Sistem Jaminan


Halal.

Page | 40

Untuk CV. Nabani yang menginginkan sertifikat halal dilakukan


prosedur pendaftaran sebagai berikut yang diberikan ke sekretariat LPPOM MUI:
Isi borang (data perusahaan, jenis, nama produk, dan bahan-bahan)

Borang dikembalikan ke sekretariat LP POM MUI untuk diperiksa


kelengkapannya

LPPOM MUI akan memberitahukan perusahaan mengenai jadwal audit.


TimAuditor LPPOM MUI akan melakukan pemeriksaan/audit ke lokasi produsen

Hasil pemeriksaan/audit dan hasil laboratorium (bila diperlukan) dievaluasi dalam


Rapat Auditor LPPOM MUI.

Hasil audit yang belum memenuhi persyaratan diberitahukan kepada perusahaan


melalui audit memorandum. Jika telah memenuhi persyaratan, auditor akan
membuat laporan hasil audit guna diajukan pada Sidang Komisi Fatwa MUI untuk
diputuskan status kehalalannya.

Laporan hasil audit disampaikan oleh Pengurus LPPOM MUI dalam


SidangKomisi Fatwa Mui pada waktu yang telah ditentukan.

Sertifikat Halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia setelah ditetapkan


status kehalalannya oleh Komisi Fatwa MUI. Sertifikat Halal berlaku selama 2
(dua) tahun sejak tanggal penetapan fatwa.

Bagan 2. Diagram Alir Pendaftaran LPPOM MUI

6.2

SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)


SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) adalah Izin Usaha yang dikeluarkan

Instansi Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota atau


Wilayah sesuai domisili perusahaan. SIUP digunakan untuk menjalankan kegiatan

Page | 41

usaha dibidang Perdagangan Barang atau Jasa di Indonesia sesuai dengan KLUI
Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia. CV Nabani wajib memperoleh SIUP
karena merupakan salah satu persyaratan wajib bagi badan usaha yang melakukan
kegiatan usaha perdagangan (dalam hal ini adalah objek perdagangan adalah kue
pia). Adapun prosedur atau langkah-langkah dalam memperoleh SIUP (Surat Izin
Usaha Perdagangan) di wilayah kota Bogor adalah sebagai berikut:
Dasar Hukum
1. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M- DAG/PER/9/2007 tentang
Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan
2. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 46/M-DAG/
PER/9/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan
Nomor 36/M-DAG/PER/ 9/2007;
3. Peraturan daerah Kota Bogor No. 10 Tahun 2004
4. Peraturan daerah Kota Bogor No. 11 tahun 2004
5. Peraturan daerah Kota Bogor No. 7 Tahun 2008
Persyaratan Pengajuan SIUP:
1. Mengisi formulir permohonan yang ditandatangani oleh pemohon diatas
materai Rp.6000,- dengan stempel/cap perusahaan.
2. Fotocopy KTP pemilik/pengurus/penanggungjawab yang masih berlaku
3. Pas photo ukuran 3x4 2 lembar
4. Fotocopy NPWP perusahaan
5. Surat Keterangan Domisili Usaha yang diketahui oleh Kecamatan
6. Surat Kuasa bila pengurusan di kuasakan (bermaterai Ro. 6000 ) dan
fotocopy KTP yang diberi kuasa.
7. Fotocopy Surat Izin Gangguan/HO
8. Fotocopy Akta Notaris (PT,CV)
9. Fotocopy kartu kuning (pedagang dalam pasar)
Biaya Pendaftaran:
1. Pemohon Baru Rp. 0,-

Page | 42

2. Daftar Ulang SIUP Kecil Rp. 100.000,3. Daftar Ulang SIUP Menengah Rp. 150.000,4. Daftar Ulang SIUP Besar Rp. 300.000, Prosedur Pembuatan SIUP
Pemohon datang ke loket UPT mengambil dan mengisi formulir.

Pemohon menyerahkan formulir ke loket UPT yang sudah diisi dan disertai atau
dilampiri syarat teknik dan administrasi secara lengkap dan benar.

Petugas loket UPT meneliti kelengkapan berkas, apabila belum lengkap


dikembalikan kepadapemohon untuk dilengkapi.

Apabila berkas sudah lengkap dilanjutkan proses penerbitan ijin, tetapi


sebelumnya dilakukan penelitian lapangan terlebih dahulu (BAP).

Pemberitahuan kepada pemohon bahwa ijin sudah jadi atau ditolak.

Pemohon mengambil SIUP di loket UPTJangka Waktu Penyelesaian (Maksimal 3


(tiga) hari kerja terhitung setelah persyaratan dipenuhi

Bagan 3. Diagram Alir Pendaftaran SIUP

Page | 43

BAB VII
ASPEK FINANSIAL
Finansial adalah salah satu aspek utama yang harus diperhatikan dalam
merencanakan suatu bisnis dianggap layak bersaing. Dalam aspek ini digunakan
cara menganalisa usaha dari segi keuangan melalui keputusan pengalokasian
sumber daya yang terbatas dalam peluang yang ada sehingga mampu
menghasilkan keuntungan yang maksimal (Anonim,2010). Aspek finansial ini
juga mengkaji beberapa perkiraan jumlah dana yang diperlukan untuk modal tetap
dan modal kerja dalam tiga bulan sebelum produksi. Selain itu, pembiayaan yang
terstruktur, dan perhitungan biaya, harga jual, laba atau keuntungan, BEP,
keuntungan bersih serta jangka waktu balik modal.
Berdasarkan faktor-faktor diatas, CV. Nabani juga melakukan analisis pada
segi finansial untuk mengetahui kelayakan dari bisnisnya sendiri. Dibawah ini
adalah beberapa rincian yang diperoleh utuk menganalisis kelayakan bisnis CV.
Nabani
.
7.1

Asumsi yang digunakan CV. Nabani


Asumsi adalah perkiraan yang digunakan untuk memulai menganalisa suatu

usaha atau bisnis. Sedangkan, finansial sendiri merupakan langkah menganalisis


kelayakan suatu usaha untuk masa yang akan datang atau yang belum tentu terjadi
atau tidaknya. Hal ini disebabkan suatu usaha atau bisnis tidak memiliki kondisi
yang konstan atau bersifat berubah-ubah. Perkiraan ini dilakukan untuk menjaga
kestabilan usaha dan mampu mengambil langkah pengendalian apabila kondisi
buruk terjadi di suatu usaha. Dibawah ini adalah beberapa perkiraan atau asumsi
yang ditentukan dalam produksi kue pia PaDePia.

a) Suku bunga

: 10%

Page | 44

b) Harga bahan baku

Tabel 9. Asumsi Penyediaan Bahan Baku

Bahan
Tepung terigu
Gula
Garam
Telur
Mentega
Krim Coklat
Kacang hijau
Talas
Kacang merah
Keju
Choco chips

Jumlah
10 kg
10 kg
500 gram
8 kg
2 kg
4 kg
4 kg
4 kg
4 kg
4 kg
1 kg

c) Harga jual

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Harga
100.000
100.000
1.000
120.000
38.000
100.000
40.000
40.000
80.000
180.000
20.000

:
Tabel 10. Perencanaan Harga Jual Produk PaDePia

Jenis pia
Pia ukuran kecil
Pia Ukuran besar

Jumlah pcs/box
8
4

Harga
Rp 20.000
Rp 20.000

d) Kapasitas produksi
CV. Nabani menetapkan kapasitas produksi per harinya adalah 100
produk/hari.Namun, pada tahun pertama kapasitas produksinya adalah 100
produk/harinya. Hal ini dilakukan untuk melihat seberapa tinggi tingkat
penerimaan produk dan permintaan produknya dalam masa promosi atau
peluncurannya. Selanjutnya, pada tahun ke-2 dilakukan peningkatan produksi
sebesar 75% menjadi 175 produk/harinya. Pada tahun ke-3, dilakukan pemenuhan
produksi menjadi 200 produk/hari yang merupakan peningkatan produksi sebesar
100% sampai meningkatnya kapasitas produksi sesuai permintaan produknya oleh
konsumen. Kapastias produksi ini juga kami rencanakan dengan melihat seberapa
tinggi tingkat penerimaan produk dan permintaan produknya terhadap konsumen.

Page | 45

Jumlah kapasitas yang relatif sedikit ini kami rencanakan karena produksi
kue pia PaDePia dilakukan hampir setiap hari kecuali hari minggu. Selain itu
produk ini juga mampu bertahan cukup lama yaitu sekitar 1 bulan. Sehingga
produksi yang relatif sedikit ini tidak menyebabkan kekurangan stock kue pia
untuk para konsumennya.
e) Tingkat pajak
Pajak merupakan biaya yang dikeluarkan sebelum dan sesudah berproduksinya
suatu usaha. Pajak juga mempengaruhi keuntungan bersih yang diperoleh oleh
suatu usaha. Semakin tinggi keuntungan kotor yang diperoleh maka semakin
tinggi pula pajak yang akan dikenakan. Tingginya pajak mempengaruhi besarnya
keuntungan bersih yang diterima oleh suatu perusahaan. Pada CV. Nabani yang
memiliki keuntungan kotorRp 262.308.000, 00 makadikenakan pajak sebesar
25%.
f) Lama hari kerja
Hari kerja merupakan sejumlah hari yang ditentukan waktunya untuk
melakukan produksi dalam suatu perusahaan. Lamanya hari kerja sangat
berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan perusahaan seperti gaji karyawan
dan biaya bahan bakunya. CV. Nabani sendiri menetapkan lamanya hari kerja
untuk produksi PaDePia dalam sebulan adalah 25 hari atau 300 hari dalam satu
tahunnya. Penetapan hari kerja ini didasarkan oleh produk yang dihasilkan
merupakan produk pangan yang dibutuhkan sehingga harus terus berproduksi
dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
7.2

Kebutuhan Modal
Modal adalah sejumlah dana yang dibutuhkan sebelum dan sesudah masa

pembangunan untuk memulai berproduksi. Dalam menetapkan modal, CV.


Nabani menetapkan modal tetap dan modal kerja untuk 3 bulan masa kerja atau
produksi. Dibawah ini adalah tabel rincian kebutuhan modal untuk produksi
PaDePia selama 3 bulan.

Page | 46

Tabel 11. Kebutuhan Investasi Awal CV. Nabani

Perkiraan

Total

Modal Tetap

Rp217.572.000

Modal Tidak Tetap

Rp120.120.000

Jumlah Total

Rp337.692.000

Berdasarkan tabel diatas, investasi awal yang dikeluarkan oleh CV.


Nabani sebesar Rp 337.692.000,00 yang diperoleh dari penjumlahan modal tetap
dan modal kerjanya.

7.3

Kebutuhan Biaya Produksi


Biaya adalah sejumlah uang yang dikeluarkan selama memproduksi barang

atau jasa. Biaya sendiri dikelompokkan menjadi biaya tetap dan biaya tidak tetap.
Biaya tetap merupakan sejumlah uang yang tidak berubah meskipun terjadi
perubahan kapasitas produksinya. Sedangkan, biaya tidak tetap atau variabel
adalah biaya yang berubah karena mengikuti perubahan kapasitas produksinya.
Dibawah ini adalah tabel kebutuhan biaya yang dikeluarkan oleh CV. Nabani
dalam memproduksi PaDePia dalam satu tahun.

Tabel 12.Total Biaya Produksi CV. Nabani

Perkiraan

Total

Biaya Tetap

Rp49.833.600

Biaya Tidak Tetap

Rp486.240.000

Jumlah Total

Rp 536.073.600

Berdasarkan tabel diatas, biaya produksi yang dikeluarkan oleh CV. Nabani
dalam satu tahun sebesar Rp 536.073.600,00. Total biaya produksi tersebut
diperoleh dari penjumlahan biaya tetap dan biaya tidak tetap.

Page | 47

7.4

Analisis Kelayakan Finansial


Analisis kelayakan finansial merupakan puncak dari analisis kelayakan

CV.Nabani. Didalamnya dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis kue pia
PaDePia. Analisis kelayakan finansial yang digunakan antara lain BEP, PBP,
NPV, IRR dan analisis sensitivitas. Dibawah ini adalah tabel rincian hasil analisis
kelayakan finansialnya.

Tabel 13.Hasil Analisis Kelayakan Finansial

Metode
BEP (Break Event Point)
PBP (Pay Back Period)
NPV (Net Present Value)
IRR (Internal Rate of Return)

Hasil
43 unit/hari atau 13.142 unit/tahun
1 tahun 5 bulan
425.192.501
69%

Analisis kelayakan finansial digunakan untuk menentukan nilai BEP, PBP,


NPV dan IRR dengan memperoleh nilai tersebut dapat diketahui kelayakan
perusahaan yang akan dijalankan. BEP merupakan titik impas untuk banyaknya
produksi bagi suatu perusahaan, dimana bila perusahaan memproduksi produk
sejumlah BEP yang telah ditetapkan maka perusahaan tersebut tidak mengalami
kerugian dan keuntungan. Jadi untuk memperoleh keuntungan CV Nabani harus
memproduksi lebih dari BEP yang diperoleh setelah dianlisis finansial diperoleh
nilai BEP sebanyak 43 unit/hari sedangkan produksi kue pia PaDePia adalah 100
produk/hari di mulai pada tahun di tahun pertama sehingga dapat dikatakan
perusahaan sudah mendapat keuntungan dengan jumlah produksi demikian.
Kemudian dari analisis kelayakan finansial juga didapatkan nilai PBP (Pay Back
Period). Payback Period (PBP) merupakan perhitungan untuk mencari jangka
waktu pengembalian investasinya.
Berdasarkan hasil perhitungan, lamanya waktu pengembalian modal dari
CV Nabaniyaitu selama 1 tahun 5 bulan, waktu tersebut masih dapat
dikategorikan normal untuk jangka pengembalian modal pada industri yang
bergerak di bidang pangan. Analisis kelayakan finansial selanjutnya yaitu dengan
menghitung nilai NPV atau Net Present Value. Metode ini menghitung selisih

Page | 48

antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas


bersih di masa yang akan datang. Jika nilai NPV positif, maka investasi dianggap
layak dan diterima, bila nilai NPV negatif, maka investasi dianggap tidak layak
dan ditolak dan jika nilai NPV = 0 kemungkinan dapat diterima. Setelah
dilakukan analisis, diperoleh nilai NPV nya sebesar Rp 425.192.501 dengan
demikian dapat dikatakan bahwa CV Nabani masih mendapatkan untung karena
nilai yang didapatkan positif. Kemudian dihitung IRR (Internal Rate of
Return)yaitu sebesar 69% dari nilai tersebut dapat dikatakan usaha akan layak
untuk dikembangkan karena nilai IRR yang didapatkan melebihi dari suku bunga
yang berlaku yaitu 10%.
7.5

Analisis Sensitvitas
Analisis sensitivitas digunakan untuk memprediksi keadaan perusahaan jika

terjadi perubahan biaya yang mempengaruhi keuntungan dan keberlangsungan


perusahaan itu sendiri. Analisis sensitivitas mencakup tentang kenaikan biaya
variabel, penurunan kapasitas produksi perusahaan dan kombinasi kedua
permasalahan tersebut. Kenaikan biaya variabel, penurunan kapasitas produksi
dan kombinasi kedua permasalahan tidak dapat diprediksi. Maka persen
perubahan yang terjadi dapat diasumsikan yaitu 5% yang artinya jika perusahaan
mengasumsikan terjadi kenaikan biaya variabel 5%, penurunan kapasitas produksi
5%, dan kombinasi keduanya 5% yang nantinya apakah berdampak pada BEP
(Break Event Point), PBP (Pay Back Period), NPV (Net Presentt Value) dan IRR
(Interal Rate of Return) pada CV Nabani.

Tabel 14.Hasil Analisis Sensitivitas

Kategori
Biaya variabel naik 5%
Kapasitas Produksi Turun 5%
Kombinasi
Biaya variabel naik 5%
Kapasitas Produksi Turun 5%

BEP/hari
55
56

BEP/tahun
16.714
16.956

PBP
16tahun
9 tahun

NPV
71.392.557
112.435.109

IRR
16%
20%

79

23.891

19

107.621.183

20%

Page | 49

Setelah dilakukan analisis sensitivitas pada tingkat 5% dengan kategori


biaya variabel naik maka diperoleh hasil perubahan BEP/ tahunsebesar 16.714
produk, PBP 16 tahun, NPV Rp. 71.392.557 dan IRR 16% dari hasil yang
diperoleh masih dapat dikatakan bahwa apabila terjadi kenaikan biaya variabel
sebesar 5% perusahaan masih dalam keadaan menguntungkan. Kemudian pada
kategori penurunan kapasitas produksi turun 5% dari produksi awal terjadi
perubahan BEP/ tahun sebesar 16.956 produk, PBP 9 tahun, NPV Rp.
112.435.109 dan IRR 20% dari hasil yang diperoleh masih dapat dikatakan jika
terjadi penurunan produksi sebesar 5% maka perusahaan tetap mendapatkan
untung. Pada kategori kenaikan biaya variabel dan penurunan kapsitas produksi
sebesar 5% terjadi perubahan BEP/tahun sebesar 23.891, PBP 19 tahun, NPV Rp.
107.621.183dan IRR 20%. Berdasarkan kedua perubahan baik dari kenaikan biaya
variabel dan penurunan kapasitas produksi pada CV. Nabani tidak mengalami
kerugian. Pada kombinasi kedua masalah tersebut, CV. Nabani juga tidak
mengalami kerugian. Kerugian dapat terjadi apabila nilai NPV negatif (-) maupun
0. Selain itu dapat diketauhi dari nilai persentase IRR yang sama atau lebih kecil
dari suku bunga yaitu 10%.
Walaupun tidak mengalami kerugian, CV Nabani mengalami penerimaan
NPV yang lebih sedikit apabila terjadi perubahan biaya variabel, penurunan
kapasitas produksi maupun kombinasi dari keduanya. Dimana, NPV masih lebih
besar ketika perubahan pada biaya variabel dibandingkan terjadi perubahan
penurunan kapasitas produksi maupun kombinasi keduanya yang justru semakin
sedikit. Selain itu perubahan juga berpanguh pada PBP yang semakin lama dan
semakin besarnya persentase IRR.

Page | 50

BAB VIII
PENUTUP
8.1

Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan selama kurang lebih 4 bulan,

dapat disimpulkan CV Nabani menginovasi usaha dibidang pastry PapaPia. CV


Nabani ingin memberikan tampilan baru pada produk pia sehingga konsumen
dapat menikmati pia yang tidak seperti pia pada umumnya. Berdasarkan
perencanaan, inovasi dilakukan pada tahapan perubahan ukuran pia, penambahan
topping emoticon dan menginovasi kemasan. Dalam segi teknis pengelolaan
usaha pastry pia ini, kami juga lakukan modifikasi tempat ruko penjualan dan
penataan ulang tempat produksi. Sedangkan dari sisi sistemnya kami
merencanakan mengenai aspek pemasaran (4P), aspek teknis maupun teknologi,
aspek manajemen SDM, serta aspek yuridis. Segala bentuk inovasi dan modifikasi
dilakukan atas dasar analisis SWOT yang telah dilaksanakan sehingga tercipta
strategi dalam pengembangan industri pastry PaPaPia. Untuk merealisasikan
segala bentuk perencanaan tersebut maka perlu pula perencanaan dari segi
keuangan yang di bahas pada aspek finansial beserta aspek sensitivitasnya.
Dari analisis usaha ini dapat disimpulkan bahwa inovasi usaha pastry
PaPaPia ini merupakan jenis usaha yang layak sesuai ketentuan kelayakan industri
pangan. Berdasarkan perhitungan aspek finansial yang dimulai dengan investi
awal yaitu sebesar Rp 337.692.000,00 dan mampu memproduksi kue pia / box
sebanyak 100 produk/hari atau 13.142 produk/tahun dengan memperoleh
keuntungan bersih sebesar Rp 196.731.00,00/tahun dalam jangka waktu
pengembalian modal selama 1 tahun 6 bulan. Nilai BEP yang diperoleh sebesar
43 unit/hari, NPV 425.192.501, dan nilai IRR sebesar 69% sehingga dapat
disimpulkan bahwa CV Nabani dinyatakan layak dan memiliki prospek ke depan
yang menjanjikan untuk dijalankan.

Page | 51

8.2

Saran
Dalam menjalankan usaha sebaiknya memulai usaha dengan investasi yang

tidak terlalu besar, sehingga pengembalian modal usaha juga tidak dalam jangka
waktu yang panjang. Penyertaan asumsi-asumsi dalam memulai usahapun
dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ekonomi pada prospek kedepannya.
Hal ini dilakukan agar dapat membuat perencanaan jika ternyata usaha yang akan
dijalankan tidak prospektif atau tidak layak. Pada saat ingin memulai usaha
haruslah memperhatikan hal-hal kecil yang juga dibutuhkan dalam mendirikan
usaha tersebut. Dan sebaiknya tidak mencampurkan harta pribadi dengan harta
usaha.

Page | 52

DAFTAR PUSTAKA

Kotler.

2005.

Tujuan

Pemasaran

dan

Manajemen

Keuangan.

http://www.scribd.com [10 Desember 2014]


Wikipedia. 2012. Tenaga kerja. http://id.wikipedia.org [12 Desember 2014]
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995. Arti kata upah. www.artikata.com [12
Desember 2014]
MUI. 2012. Prosedur Sertifikasi halal mui http://www.halalmui.org [09 Desember
2014]
Anonim. 2010. Aspek Finansial. www.slideshare.net [12 Desember 2014].

Page | 53

LAMPIRAN
1. Lampiran Formulir Permintaan Sertifikasi Halal

Page | 54

2. Lampiran Formulir SIUP

Page | 55

Page | 56

3. Lampiran Aspek Finansial


Hasil Perhitungan Modal Tetap
No
A

Kelompok Biaya

Jumlah

Harga Satuan

Biaya (Rp)

% Penyusutan

PERHITUNGAN MODAL TETAP


Prainvestasi

Perizinan

Rp 8.000.000

Rp 6.000.000

Rp 6.000.000

Rp 300.000

Rp30.000.000

Rp 30.000.000

Rp 1.500.000

Rp 6.000.000

Rp 6.000.000

Rp

300.000

Bangunan
a. Pembelian tanah
2

b. Bangunan
c. Isi Bangunan (Properti)

500m2 x
150.000
135m2 x
300000
Meja, kursi,
rak, westafle

Mesin dan Peralatan


a. Teflon
b. Talenan

3
2

Rp 120.000
Rp 20.000

Rp
Rp

360.000
40.000

Rp
Rp

18.000
2.000

c. Baskom stainless (ukuran


besar) d=36cm

Rp

40.000

Rp

160.000

Rp

8.000

3
2
3
Sapu, pengki,
kemucing, bak
sampah,
handsoap, alat
pel, sabun
cuci, ember,

Rp
Rp
Rp

20.000
3.000
7.000

Rp
Rp
Rp

60.000
6.000
21.000

Rp
Rp
Rp

3.000
300
1.050

Rp 100.000

Rp

100.000

Rp

5.000

h. Kompor gas 2 tungku +


regulator

Rp

300.000

Rp

300.000

Rp

15.000

i. Gas elpiji 3 kg (Pembelian


awal)

Rp

120.000

Rp

240.000

Rp

12.000

j. Refrigerator

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000

Rp

50.000

k. Oven besar

Rp30.000.000

Rp 60.000.000

Rp 3.000.000

l. Varimixer

Rp 2.000.000

Rp 4.000.000

Rp

200.000

m. Piring

12

Rp

3.000

Rp

36.000

Rp

1.800

n. Timbangan

Rp

80.000

Rp

80.000

Rp

4.000

o. Gunting

Rp

7.000

Rp

14.000

Rp

700

p. Mesin Kasir

Rp 1.000.000

d.Pisau stainless steel 5


e. Parutan
f. Spatula

g. Alat kebersihan dan


sanitizer

Rp 1.000.000

Rp 50.000

Page | 57

q. Serbet

Rp

3.000

Rp

r. Kuas oles

Rp

4.000

1 lusin

Rp

t. Sarung tangan anti panas


(cempal)

2 pasang

Rp

u. Kendaraan dan
Kepengurusan Surat Izin

1 mobil

s. Sendok

Cadangan Kenaikan Harga


Jumlah

Rp

900

Rp 12.000

Rp

600

1.500

Rp

15.000

Rp

750

5.000

Rp

10.000

Rp

500

Rp100.000.000

18.000

Rp 100.000.000

Rp 5.000.000

Rp100.000
Rp 217.572.000

Rp 10.473.600

Hasil Perhitungan Modal Tidal Tetap


B

PERHITUNGAN MODAL TIDAK TETAP (3 BULAN)


Harga /
Tenaga kerja
Jumlah
bulan
a. Gaji pimpinan
1
Rp6.000.000
b. Gaji Supervisor
1
Rp2.000.000
1
c. Gaji Karyawan
4@
Rp4.800.000
(1,500.000,-)
Rp1.200.000
d. Gaji Petugas Kasir
1
Rp 800.000
e. Gaji Pramusaji
1
Rp 800.000
Ketersediaan
Listrik
1300 watt
Rp 200.000
Air
Rp 100.000
2 Gas
1 tabung / 3 hari Rp 170.000
2 liter /
Transportasi
perjalanan / hari Rp 120.000
(Rp.4000,-)
Biaya
3 Bahan
Jumlah
(Rp)/hari
1 Tepung terigu
10 kg
Rp 100.000
2 Gula
10 kg
Rp 100.000
3 Garam
500 gram
Rp
1.000
4 Telur
8 kg
Rp 120.000
5 Mentega
2 kg
Rp 38.000
6 Krim Coklat
4 kg
Rp 100.000
7 Kacang hijau
4 kg
Rp 40.000
8 Talas
4 kg
Rp 40.000
9 Kacang merah
4 kg
Rp 80.000
10 Keju
4 kg
Rp 180.000

Harga / 3
bulan
Rp 18.000.000
Rp 6.000.000
Rp 14.400.000
Rp 2.400.000
Rp 2.400.000
Rp
Rp
Rp

600.000
300.000
510.000

Rp

360.000

Rp 9.000.000
Rp 9.000.000
Rp
90.000
Rp 10.800.000
Rp 3.420.000
Rp 9.000.000
Rp 3.600.000
Rp 3.600.000
Rp 7.200.000
Rp 16.200.000

Page | 58

11 Choco chips
Bahan Pengemas
1

Kemasan

Perlengkapan Pengemas

1 kg
Box, plastik
(200/hari)
Isolasi, perekat,
label harga

Rp

20.000

Rp 1.800.000

Rp

10.000

Rp

900.000

Rp

6.000

Rp

540.000

JUMLAH MODAL KERJA

Rp120.120.000

TOTAL INVESTASI AWAL ( MODAL TETAP + MODAL


KERJA 3 bulan)

Rp337.692.000

Hasil Perhitungan Biaya Produksi


A Biaya Tetap
1. Gaji Tunjangan
Gaji dan Tunjangan Sosial
(20% dari gaji)

Harga / 1 Tahun

Total Biaya Tetap

Rp 34.560.000

2. Pemeliharaan
a. Bangunan

Rp 2.400.000

b. Peralatan

Rp 2.400.000

Rp

49.833.600

3. Penyusutan
a. Bangunan

Rp 2.100.000

b. Peralatan

Rp

8.373.600
Total Biaya Tidak
Tetap

B Biaya Tidak Tetap


1. Gaji
a. Gaji pimpinan

Rp 72.000.000

b. Gaji Supervisor

Rp 24.000.000

c. Gaji Karyawan (1,200.000,-)

Rp 57.600.000

d. Gaji Petugas Kasir

Rp 9.600.000

e. Gaji Pramusaji

Rp 9.600.000

2. Bahan Baku

Rp 300.600.000

3. Bahan Bakar

Rp 2.040.000

Rp

486.240.000

Page | 59

4. Bahan Pengemas

Rp 5.760.000

5. Listrik dan PDAM

Rp 3.600.000

6. Transportasi

Rp 1.440.000

TOTAL BIAYA PRODUKSI 1


TAHUN

Rp

536.073.600

Perhitungan Penentuan Kelayakan dengan Metode Break Event Point, Pay Back
Period, Net Present value, Internal Rate of Return.

Total Biaya/ Tahun


Investasi Awal
Total Biaya Produksi

Jumlah / tahun
Rp 337.692.000
Rp 536.073.600

Biaya Tetap

Rp

49.833.600

Biaya Tidak Tetap / Variabel


Harga Produk
Jumlah produksi / tahun (unit)

Rp
Rp
Rp

486.240.000
20.000
30.000

Biaya Variabel/unit

Rp

16.208

biaya Tetap/unit
Penyusutan

Rp
Rp

1.661
10.473.600

Suku Bunga 10%

10%

Investasi Awal

Rp

327.792.000

Hasil Penjualan
Laba
Keuntungan Kotor
Pajak Perusahaan 25%
Keuntungan Bersih
Kas tahun 0
kas tahun 1
kas tahun 2
kas tahun 3
BEP
PBP
NPV
IRR

Rp 600.000.000
Rp
63.926.400
Rp 262.308.000
Rp
65.577.000
Rp 196.731.000
Rp (327.792.000)
Rp 207.204.600
Rp 310.806.900
Rp 466.210.350
Rp
13.142

1,6
Rp425.192.510,07
69%

Page | 60

4. Aspek Sensitvitas (Biaya Variabel Naik 5%)


Biaya tetap/tahun
Biaya Produksi/tahun
Investasi awal
Biaya Variable/tahun (Dengan Kenaikan 5%)
kapasitas produk/hari
harga jual/box
kapasitas produk/tahun
Penyusutan
Pajak

Rp 49.833.600
Rp 536.073.600
Rp 337.692.000
Rp

510.552.000

100
Rp
20.000
30000
Rp 10.473.600
25%

Biaya Produksi / Tahun (Setelah


Penurunan biaya produksi 5%
Kenaikan Biaya Variabel 5%
Rp
585.913.200
Rp
534.858.000
Hasil Penjualan/tahun
Kapasitas Produksi/tahun
Rp
600.000.000
30000
Rp
1.050.000.000
52500
Rp
1.200.000.000
60000

Kapasitas Produksi Tahun Pertama


Keuntungan Kotor
Pajak Perusahaan 20%
Keuntungan Bersih
BEP
Payback Period

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

14.086.800
3.521.700
10.565.100
16.714
16

Kapasitas Produksi Tahun Kedua


Keuntungan Kotor
Rp
464.086.800
Pajak Perusahaan 20%
Rp
116.021.700
Keuntungan Bersih
Rp
348.065.100
BEP
Rp
4.850
Payback Period
0,9418564

Kapasitas Produksi Tahun Ketiga


Keuntungan Kotor
Rp
614.086.800
Pajak Perusahaan 20%
Rp
153.521.700
Keuntungan Bersih
Rp
460.565.100
BEP
Rp
4.337
Payback Period
0,7169092

Page | 61

Bunga
Tahun
0
1
2
3

10%
Arus Kas
-590805600
21.038.700
358.538.700
471.038.700

RP
Rp
Rp
Rp

Rp

NPV
IRR

71.392.557
16%

5. Aspek Sensitivitas (Kapasitas Produksi Turun 5%)


Biaya tetap/tahun
Biaya Produksi/tahun
Investasi awal
Penyusutan
harga jual / box
Biaya Variable/tahun
kapasitas produk/hari
Kapasitas produk/tahun (Tahun ke-1)
Hasil Penjualan/tahun
Pajak

Kapasitas Produksi/tahun
30000
52500
60000

Rp 49.833.600
Rp 536.073.600
Rp 337.692.000
Rp 10.473.600
Rp
20.000
Rp 486.240.000
100
30000
Rp 600.000.000
25%

Kapasitas Produksi
Turun 5%
28500
49875
57000

Hasil Penjualan/tahun
(Penurunan 5%)
Rp
570.000.000
Rp
997.500.000
Rp
1.140.000.000

Kapasitas Produksi Tahun Pertama


Keuntungan Kotor
Pajak Perusahaan 20%
Keuntungan Bersih
BEP
Payback Period

Rp
Rp
Rp
Rp

33.926.400
8.481.600
25.444.800
16.956
9

Page | 62

Kapasitas Produksi Tahun Kedua


Keuntungan Kotor
Rp
461.426.400
Pajak Perusahaan 20%
Rp
115.356.600
Keuntungan Bersih
Rp
346.069.800
BEP
Rp
4.861
Payback Period
1,0
Kapasitas Produksi Tahun Ketiga
Keuntungan Kotor
Rp
603.926.400
Pajak Perusahaan 20%
Rp
150.981.600
Keuntungan Bersih
Rp
452.944.800
BEP
Rp
4.345
Payback Period
0,7
Bunga
Tahun
0
1
2
3

Rp
Rp
Rp
Rp

Rp

NPV
IRR

10%
Arus Kas
(536.073.600)
35.918.400
356.543.400
442.471.200

112.435.109
20%

6. Aspek Sensitivitas ( Kombinasi )


Biaya tetap/tahun
Biaya Produksi/tahun
Investasi awal
Penyusutan
harga jual / box
Biaya Variable/tahun
kapasitas produk/hari
Kapasitas produk/tahun (Tahun ke-1)
Hasil Penjualan/tahun
Pajak

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Rp

49.833.600
536.073.600
337.692.000
10.473.600
20.000
510.552.000
100
30000
600.000.000
25%

Biaya produksi (Setelah Naik 5%)


Penurunan Kapasitas Produksi 5%
Tahun
Tahun 1

Kapasitas
Produksi
30000

Kapasitas
Produksi Turun 5%
28500

Rp 560.385.600
Hasil Penjualan/tahun
(Penurunan 5%)
Rp 570.000.000

Page | 63

Tahun 2
Tahun 3

52500
60000

49875
57000

Rp
Rp

997.500.000
1.140.000.000

Kapasitas Produksi Tahun Pertama


Keuntungan Kotor

Rp

9.614.400

Pajak Perusahaan 15%


Keuntungan Bersih
BEP
Payback Period

Rp
Rp
Rp
Rp

2.403.600
7.210.800
23.891
19

Kapasitas Produksi Tahun Kedua

Keuntungan Kotor

Rp

437.114.400

Pajak Perusahaan 15%


Keuntungan Bersih
BEP
Payback Period

Rp
Rp
Rp
1,0

109.278.600
327.835.800
5.104

Keuntungan Kotor
Pajak Perusahaan 15%
Keuntungan Bersih
BEP
Payback Period

Kapasitas Produksi Tahun Ketiga


Rp
579.614.400
Rp
144.903.600
Rp
434.710.800
Rp
4.513
0,8

Bunga
Tahun
0
1
2
3
NPV
IRR

Rp
Rp
Rp
Rp

10%
Arus Kas
(511.761.600)
17.684.400
338.309.400
445.184.400

Rp 107.621.183
20%

Page | 64