Anda di halaman 1dari 6

Hari/Tanggal: Rabu, 19 November 2014

Penetapan Kadar Soda Abu (Na2CO3) dalam Detergent

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan praktikum penetapan kadar secara asidimetri.

II.DASAR TEORI ASIDIMETRI


Asidimetri merupakan tipe reaksi penetralan yang ada dalam titrasi asam-basa. Asidimetri
adalah pengukuran atau penentuan konsentrasi larutan asam dalam suatu campuran.
Biasanya dilakukan dengan jalan titrasi bersama larutan basa yang telah diketahui
konsentrasinya, yaitu larutan baku dan suatu indikator untuk menunjukkan titik akhir
titrasi. Titik dalam titrasi dimana titran yang telah ditambahkan cukup untuk bereaksi
secara tepat dengan senyawa yang ditentukan disebut titik ekuivalen.Titik ekuivalen terjadi
pada saat terjadinya perubahan warna indikator. Titik pada titrasi dimana indikator
warnanya berubah disebut titik akhir. Ekuivalen dari suatu basa, adalah massa basa yang
mengandung suatu gugus hidroksil yang tergantikan. Sedangkan Ekuivalen dari asam,
adalah massa basa yang mengandung sutu gugus hidroksil yang tergantikan

III.METODE
Metode yang digunakan adalah metode ASIDIMETRI

IV.PRINSIP KERJA
Siapkan alat yaitu satu set buret 50 ml ,labu erlenmeyer, beker gelas, pipet tetes,corong
gelas dan bahan yaitu detergen, larutan HCL, dan indicator metal jingga (mj). Masukkan
larutan HCL kedalam beker gelas dan tuang pada buret dengan bantuan corong gelas
sampai melebihi nol. Sebelum menuang pastikan keran buret dalam keadaan tertutup,
masukkan detergen ke dalam labu erlemeyer tambahkan 50ml aquades, kocok hingga larut,
tambahkan 3 tetes indikator mj. Letakkkan labu erlenmeyer di bawah buret kemudian
setkan buret dalam keadaaan nol dan lakukan titrasi dengan cara buka keran buret dengan
perlahan sambil keran terbuka, labu erlenmeyer di putar atau digoyangkan sampai cairan
berubah dari warna kuning menjadi warna merah. Catat volume titrasi HCL.

V. CARA KERJA
1. Siapkan alat yaitu satu set buret 50 ml , labu erlenmeyer, beker gelas, pipet tetes,
corong gelas dan bahan yaitu larutan HCL, detergen, dan indicator metal jingga
(mj).
2. Masukkan larutan HCL dalam beker gelas.
3. HCL dimasukkan kedalam buret melebihi nol dengan menggunakan corong gelas.
4. Bagian bawah keran buret harus penuh dengan keran tertutup.
5. Buret di setkan nol.
6. Masukkan detergent ke dalam labu erlenmeyer, tambahkan 50ml aquades, kocok
hingga larut.
7. Masukkan 3 tetes indicator metal jingga (mj) kedalam labu erlenmeyer.
8. Letakkan labu erlenmeyer di bawah buret.
9. Lakukan titrasi dari warna kuning menjadi warna merah.
10.Ukur volume titrasi HCL.

VI. ALAT DAN BAHAN


ALAT :
1. Satu set buret 50 ml
2. Labuerlenmeyer
3. Bekergelas
4. Pipettetes
5. Coronggelas
BAHAN :
1. Larutan HCL.
2. Detergen
3. Larutanindikatormetiljingga (mj).
VII. DATA PERCOBAAN
NO. PERCOBAAN BURET

ML TITRAN

1.

0,00 15,50

15,50

2.

15,50 35,00

19,50

RATA-RATA =
= 17,50ml
VIII. PERHITUNGAN
% soda abu 1 = Vol titrasi x N. HCL x 53

x 100%

Mg sampel
= 17,5 x 0,1 x 53

x 100%

247
= 92,75

x 100%

247
= 37,55%

% soda abu 2 = 17,5 x 0,1 x 53


310,5
= 92,75

x 100%

310,5
= 29,87%

Kadar = %1 + %2
2
= 37,55% + 29,87%
2
= 33.71%

x 100%

IX. KESIMPULAN

Dari praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa, tujuan dari praktikum ini adalah
untuk mengetahui Penetapan Kadar Soda Abu (Na2CO3) dalam detergen menggunakan
metode titrasi asidimetri. Dari data percobaan di dapatkan nilai kadar 33.71% dan cairan
yang awalnya berwarna kuning berubah menjadi warna merah.

Praktikan

( Yani Suriyan )

DosenPembimbing

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA


PENETAPAN KADAR SODA ABU (Na2CO3)

DISUSUN OLEH
NAMA : YANI SURIYANI
KELAS : I A
PRODI : DIV GIZI

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
JURUSAN GIZI
2014/2015

LAMPIRAN

Bahan dan Alat

Sebelum titrasi

Sesudah titrasi