Anda di halaman 1dari 18

BASIC CONCEPTS OF STRATEGIC MANAGEMENT

(Konsep Dasar dalam Manajemen Strategi)

Manajemen strategi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu


manajemen. Hadir sebagai suatu solusi untuk memberdayakan keseluruhan
organisasi (perusahaan) agar secara komprehensif dan sistematis mampu
mewujudkan visi dan misi organisasi tersebut.
Selama bertahun-tahun beragam konsep dan teori yang menjelaskan strategi
dikembangkan. Mulai dari yang menekankan perhatian pada kemampuan
organisasi untuk memaksimalkan sumber-sumber yang dimilikinya dalam
menjawab peluang dan tantangan serta berbagai ketidakpastian yang berasal dari
luar organisasi, sampai pada kajian yang menekankan pada kemampuan sumbersumber internal organisasi untuk mendorong terjadinya keunggulan kompetitif
(competitive advantages). Namun demikian, terlepas dari perdebatan tentang sudut
pandang perencanaan strategis suatu organisasi, kedua aliran jelas memiliki tujuan
yang sama yaitu tercapainya sasaran dan tujuan organisasi melalui cara-cara yang
sistematis sehingga keberhasilan yang mungkin terjadi dapat ditelusuri kembali.

1. Studi Tentang Manajemen Strategi


Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan
organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

Strategis rencana komprehensif yang digunakan untuk mempertahankan


keberlangsungan organisasi di lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan
aktivitasnya sehingga dapat mencapai tujuan organisasi.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Manajemen Strategis adalah
sebuah proses yang dilakukan suatu perusahaan atau organisasi untuk
mempertahankan keberlangsungan kehidupan organisasi dan untuk memeroleh
pencapaian

tujuan

dengan

melakukan

berbagai

tahapan-tahapan

berupa

perencanaan strategi serta pengimplementasian strategi.


Bagi Fred David, Manajemen Strategik adalah seni dan ilmu penyusunan,
penerapan dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsi (cross-functional)
yang memberdayakan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Oleh karenanya
manajemen strategik berpusat pada penyatuan manajemen, pemasaran, keuangan
atau akuntansi, produksi/operasi, riset dan pengembangan, serta sistem informasi
komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Oleh karena itu manajemen
strategi, sebagai bidang studi mencakup perhatian integratif kebijakan bisnis
dengan penekanan yang lebih berat terhadap strategi pengelolaan lingkungan dan
evaluasi peluang serta ancaman eksternal dalam, terhadap koorporasi kekuatan dan
kelemahan suatu perusahaan atau organisasi.
1.1 Evolusi dari Manajemen Strategis
Menurut Gluck, Kaufman dan Walleck (1982), ada empat fase evolusi
manajemen strategis:

Tahap I

: Basic Financial Planning: mengupayakan pengendalian operasional


dan manajerial yang baik dengan menggunakan anggaran sebagai
instrumennya.

Tahap II

: Forecast-based planning: mengupayakan sistem perencanaan yang


lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan, dengan
memperkirakan keadaan masa depan untuk waktu yang lebih lama.

Tahap III

: Externally oriented planning: mengupayakan peningkatan kepekaan


terhadap pasar dan persaingan dengan cara mencoba untuk berpikir
strategis.

Tahap IV

: Strategic management: mengupayakan untuk mengatur semua


sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan
membantuk menciptakan masa depan.

1.2 Manfaat Manajemen Strategis


Manajemen strategis memiliki peran yang signifikan dalam membantu
perusahaan untuk mencapai tujuannnya. Manajemen stretegis berfungsi sebagai
sarana untuk mengkomunikasikan tujuan erusahaan dan jalan yag hendak ditempuh
untuk mencapai tujuan tersebut kepada pemilik, eksekutif, karyawan dan pihak lain
yang berkepentingan.
Adapun manfaat manajemen strategis sebagai berikut :
a. Membantu oganisasi membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan
pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.

b. Merupakan sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari
proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari semua manajer dan
karyawan.
c. Proses menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan
memperkuat pengertian karyawan mengenai efektivitas dengan mendorong dan
d. Menghargai mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan
latihan inisiatif serta imajinasi.
e. Mendatangkan laba, Melalui proses manajemen strategis, para manajer tidak
bisa hanya membuat penggunaan maksimal sumber daya keuangan, tetapi juga
mereka bisa menggunakan tenaga maksimal untuk meningkatkan produktivitas
f.
g.
h.
i.
j.

dan profitabilitas keseluruhan unit.


Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal
Pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pesaing
Meningkatnya produktivitas karyawan
Berkurangnya penolakan terhadap perubahan
Pemahaman yang lebih jelas mengenai hubungan prestasi penghargaan

2. Globalisasi: Tantangan Bagi Manajemen Strategis


Organisasi-organisasi (baik yang mencari laba maupun tidak) menggunakan
proses manejemen strategis untuk memahami kekuatan-kekuatan persaingan dan
untuk mengembangkan keunggulan daya saing.
Tantangan ini semakin besar pada masa sekarang dari pada masa-masa
sebelumnya. Lingkungan persaingan yang baru sedang berkembang di abad ke-21
sebagai akibat dari revolusi teknologi (khususnya dalam e-commerce) dan
meningkatnya globalisasi. Revolusi teknologi menekankan produk inovasi dan
kemampuan untuk memproduksi barang-barang dan jasa baru dengan cepat bagi
pasar.

Ekonomi global, yaitu suatu ekonomi di mana barang dan jasa mengalir
relative bebas di antara bangsa-bangsa, secara terus menerus menekan perusahaan
untuk meningkatkan daya saingnya.
Memiliki daya saing strategis dan laba diatas rata-rata adalah tantangan
untuk perusahaan sebesar AT&T dan kecil seperti halnya sebuah toko. Menurut
fakta hanya 2 dari 25 perusahaan industri besar di Amerika Serikat di tahun 1900
yang masih bertahan didalam persaingan bisnis (23 sisanya telah gagal,
bergabung/merger dengan perusahaan lainnya atau tidak lagi memiliki skala yang
relatif besar dibandingkan dengan pesaingnya).
Baru baru ini, Andrew Grove, pimpinan Intel, mengamati bahwa hanya
perusahaan paranoid yang dapat bertahan dan berhasil. Perusahaan-perusahaan ini
menyadari bahwa keberhasilan saat ini tidak menjamin tingkat daya saing strategis
dan laba diatas rata-rata dimasa mendatang. Karenanya perusahaan-perusahaan ini
berusaha terus menerus untuk berkembang, sehingga tetap bersaing. Supaya dapat
bersaing secara strategis dan memperoleh laba diatas rata-rata, perusahaan harus
bisa bersaing dengan cara yang berbeda dengan kondisi sebelumnya.

3. Konsep Dasar dalam Proses Manajemen Strategis


Manajemen strategi terdiri dari empat elemen dasar yaitu :

Environmental Scanning (Analisis Lingkungan)


Strategy Formulation (Formulasi Strategi)
Strategy Implementation (Implementasi strategi)
Evaluation and Control (Evaluasi dan Pengendalian)

Proses manajemen strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang


obyektif, logis, sistematis untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi.
Proses ini berusaha untuk mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif
dengan cara yang memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang
tidak menentu. Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi
penting untuk membuat keputusan strategis yang baik. Intuisi terutama bermamfaat
untuk membuat keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu.

Gambar 1.1
Elemen Dasar dalam Proses Manajemen Srategi
Environmental
Scanning

Strategy
Formulation

Strategy
Implementation

Evaluation and
Control

Proses manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi


seharusnya
Environmental
Scanning
(Analisis Lingkungan)

Implementation
Evaluatio
Strategy
Formulation peristiwa dan Strategy
terus-menerus
memonitor
kecenderungan
internal dan
(Formulasi Strategi)

(implementasi Strategi)

eksternal sehingga
melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi
Mission

External

n and
Control
(implemen
dan
tasi Strategi)

Reason
for
adalah
perubahan
existency
Objectiv eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat
es
What
dewasa
ini. Arus informasi
cepat menghilangkan batas negara sehingga orang
Task
resultyang
to
Stretegi
Environment
accomplish es
IndustryAnalysis
by when
Plan to
Policies
dari seluruh dunia dapat melihatachieve
sendiri
the bagaimana cara hidup orang lain.
Broad
Process to
mission
guideline
Internal
monitor
&objective
Program
for 1.2
Gambar
performance
Activities
decision
and take
Structure
needed to
making
Budgets
corrective
Model
Strategi
Manajemen
Chain of
accomplish
Cost of
action
commang
a plan
the
Procedur
programs
es
Culture
Sequence
beliefs,
of step
Expectation,
needed to
value
Performanc
do the job
e
Resources
6
Assets, skills
competencies,
knowledge
Societal
globalisasi
Environment
General Forces

Feedback/learning
Formulation
Strategy
Implementation

Untuk memahami konsep ini, berikut ini diuraikan empat komponen utama
dalam tahap manajemen strategis, yakni:
Analisis lingkungan
Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami
lingkungan oraganisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara
tepat terhadap setiap perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai
kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai
pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan. bisnis untuk mengidentifikasi
peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan
kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.
Cara sederhana untuk melakukan analisis

lingkungan adalah melalui

analisis SWOT, SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness

(kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini


mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan
peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.
Gambar 1.3
Environmental Variabels
Society
Society Environment
Environment

Task
Task Environment
Environment
(industry)
(industry)

Sociocultural
Forces

Suppliers

Shareholders

Internal
Internal
Structure
Environment
Environment
Culture
Resources
Structure
Culture
Resources

Government
s
Special
Interest
Groups
Costomers

Economic
Forces

Employees

Competitors

Trade Associations

Creditor
Political-Legal
Lingkungan
terdiri
Forces

Communitie
s

Tecnological

dari lingkungan eksternal danForces


lingkungan internal.

Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan lingkungan internal


berada di dalam perusahaan.
Lingkungan eksternal ; Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity)
dan acaman (threats). Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan

lingkungan umum.
Lingkungan internal: Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan
kelemahan (weakness). Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam
perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan
sumber daya.
Formulasi strategi

Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat


guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan
misi bisnis, menentukan tujuan, mengembangkan strategi, dan pengaturan pedoman
kebijakan.

Misi
Misi adalah tujuan atau alasan atas keberadaan arganisasi (perusahaan).
Misi juga mendefinisikan tujuan dan mengidentifikasi ruang lingkup

operasional perusahaan dalam hal penawaran produk yang dipasaarkan.


Tujuan
Tujuan adalah hasil akhir dari kegiatan yang telah direncanakan/
dirumuskan mengenai apa yang akan diselesaikan dan kapan akan
diselesakan dan tujuan

sebaiknya diukur jika memungkinkan, karena

pencapaian tujuan perusahaan harus memenuhi misi korporasi.


Strategi
Sebuah strategi korporasi adalah rencana induk yang menyatakan
bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Yang biasanya
dapat

memaksimalkan

keunggulan

kompetitif

dan

meminimalkan

kompetitif merugikan.
Perusahaan bisnis biasanya mempertimbangkan tiga jenis strategi, yaitu :
a. Strategi Korporat
Strategi korporat adalah strategi yang dilakukan dalam rangka
menjawab apakah jenis bisnis yang selama ini dilakukan masih perlu
dilanjutkan atau tidak.
b. Strategi Bisnis
Strategi pada tingkat bisnis pada dasarnya dilakukan untuk menjawab
pertanyaan yang terkait dengan bagimana posisi bisnis yang dijalankan
dibandingkan dengan pesaing yang ada di pasar.
9

c. Strategi Tingkat Fungsional


Strategi tingkat fungsional sering dinamakan dengan strategi langsung
atau direct strategy. Hal ini disebabkan perusahaan cenderung
melakukan persaingan pada jenis bisnis tertentu yang sedang dijalankan
dan tidak pada tingkat perusahaan maupun sektor bisnis yang
diperdagangkan.

Gambar 1.4
Hierarchy of Strategy
Corporate Strategy

Business
(Division level)
Strategy
Funcional
Strategy

Kebijakan
Kebijakan adalah pedoman luas untuk pengambilan keputusan yang
menghubungkan perumusan strategi dengan pelaksanaannya Perusahaan
menggunakan kebijakan untuk memastikan bahwa seluruh karyawan
perusahaan membuat keputusan dan mengambil tindakan yang mendukung
korporasi misi, tujuan dan strategi perusahaan.
Implementasi strategi

10

Implementasi Strategi adalah proses di mana manajemen mewujudkan


strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program,
anggaran dan prosedur.

Program.
Program adalah pernyataan aktivitas-aktivitas atau langkah-langkah yang
diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.

Anggaran
Anggaran adalah program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang,
setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat
digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan.

Prosedur
Prosedur adalah Sistem langkah-langkah atau teknik-teknik yang berurutan
yang menggambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan
diselesaikan.
Evaluasi dan Pengendalian
Proses yang melaluinya aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil kinerja

dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan.


Evaluasi dan pengendalian strategi merupakan tahap terakhir di dalam
proses strategi. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu: (1)
Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang
sedang berlangsung, (2) Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan (3)
Mengambil berbagai tindakan perbaikan. Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab
keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan
perusahaan di masa yang akan datang.
Feedback/Learning Process
11

Dalam model Manajemen Stratejik setiap implementasi strategi harus selalu


di ukur (test and measure) dengan sebuah evaluasi atau feedback sehingga bisa
belajar mengenai keberhasilan atau kegagalan implementasinya. Test and measure
harus menjadi sebuah standar perilaku sebenarnya.

4. Pengambilan Keputusan Manajemen Strategis


Karakteristik manajemen strategis adalah penekanan pada pengambilan
keputusan strategis. Sebagai organisasi yang tumbuh lebih besar dan lebih
kompleks dengan lingkungan disekitarnya, untuk membuat keputusan menjadi
semakin rumit dan sulit. Ada beberapa langkah untuk membuat kerangka kerja
yang dapat membantu Pengambilan keputusan terletak dlm perumusan berbagai
alternatif tindakan sesuai dengan yang sedang dalam perhatian & dalam pemilihan
alternatif yang tepat. Pengambilan keputusan tersebut dilakukan setelah evaluasi/
penilaian mengenai efektifitasnya dlm mencapai tujuan yang dikehendaki
pengambil keputusan.

4.1 Membuat Keputusan Yang Strategis


Keputusan strategis berhubungan dengan masa yang akan datang dalam
jangka panjang untuk organisasi secara keseluruhan dan mempunyai tiga
karakteristik :
a.

Langka. Bukan keputusan pada umumnya, sesekali dilakukan karena sesuai


dengan tuntutan yang menyangkut masa depan perusahaan atau organisasi
sehinggamembutuhkan pertimbangan yang kuat.

12

b. Mempunyai konsekuensi. Keputusan yang diambil mempunyai konsekuensi


kepada pemakaian dana, perubahan perusahaan, dan berbagai hal yang
berkaitan dengan kondisi internal maupun eksternal perusahaan.
c. Direktif. Memberikan arah kepada seluruh jajaran internal organisasi untuk
melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan guna memastikan bahwa
perusahaan dapat mencapai tujuannya utamanya pada jangka panjang.
4.2 Mintzberg's Mode Pengambilan Keputusan Strategis
Beberapa keputusan strategis dibuat oleh satu orang (biasanya seorang
pengusaha atau pejabat eksekutif yang kuat chief) yang memiliki wawasan yang
cemerlang dan mampu meyakinkan orang lain untuk mengadopsi idenya.
Keputusan strategis lainnya tampaknya bisa mengembangkan dan mendorong
organisasi lebih dalam satu arah daripada yang lain.
Menurut Henry Mintzberg, pendekatan yang paling khas, atau mode, dari
pembuatan keputusan strategis ini:
Entrepreneurial mode. Strategi yang dibuat oleh satu individu yang kuat.
Fokusnya adalah peluang; masalah sekunder. Strategi dipandu oleh visi
sendiri pendiri arah dan dicontohkan oleh besar, keputusan yang berani.

Tujuan dominan adalah pertumbuhan korporasi.


Adaptive mode. Pendekatan ini ditandai dengan solusi reaktif terhadap
permasalahan yang ada, bukan proaktif mencari peluang baru. Banyak
tawar menawar terus tentang prioritas tujuan. Strategi terfragmentasi dan

perusahaan dikembangkan untuk bergerak maju secara bertahap.


Planning mode. Pengambilan keputusan dalam pendekatan ini melibatkan
pengumpulan informasi apporpriate sistematis untuk analisis situasi,

13

generasi strategi alternatif fesible, dan pemilihan rasional dari apportunities


paling dan solusi reaktif dari permasalahan yang ada.
4.3 Proses Pengambilan Keputusan
Argumen yang baik dapat dibuat baik dengan Entrepreneurial mode atau
adaptif mode dalam situasi tertentu. Tetapi dalam kebanyakan situasi Planning
mode merupakan pendekatan yang lebih rasional untuk pengambilan keputusan,
karena meliputi unsur-unsur dasar dari proses manajemen strategis, mode
perencanaan tidak hanya lebih analitis dan politis dari pendekatan yang lain, tetapi
juga lebih tepat untuk menangani lingkungan yang kompleks.
Ada delapan langkah proses pembuatan keputusan strategis:
1. Mengevaluasi hasil kinerja saat ini dalam hal (a) pengembalian investasi,
profitabilitas, dan sebagainya, dan (b) misi saat ini, tujuan, strategi dan
kebijakan.
2. Review tata kelola perusahaan, yaitu kinerja dewan direksi perusahaan
dan manajemen puncak.
3. Menganalisis dan menilai lingkungan eksternal untuk menentukan
faktor-faktor strategis yang berpose Peluang dan Ancaman.
4. Menganalisis dan menilai lingkungan internal perusahaan untuk
menentukan faktor-faktor strategis seperti kekuatan dan Kelemahan.
5. Menganalisis faktor strategis (SWOT) untuk melihat titik permasalahan,
dan meninjau dan merevisi misi perusahaan dan tujuan yang diperlukan.
6. Menetapkan, mengevaluasi, dan memilih strategi alternatif terbaik

14

7. Menerapkan strategi yang dipilih melalui program, anggaran dan


prosedur
8. Evaluasi menerapkan strategi melalui sistem umpan balik, dan
pengendalian

kegiatan

untuk

memastikan

dan

meminimumkan

penyimpangan dari rencana.


Planning Mode ini telah banyak digunakan dalam pengambilan keputusan
strategis oleh perusahaan sukses seperti Warner Lambert, Dayton Hudson, produk
Avon, Bechtel Group, dan Taise Corporation.

RINGKASAN

15

Manajemen Strategi adalah suatu seni (keterampilan), teknik, dan ilmu


merumuskan, mengimplmentasikan, dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai
keputusan fungsional organisasi (bisnis dan non bisnis) yang selalu dipengaruhi
oleh lingkungan internal dan eksternal, yang senantiasa berubah sehigga
memberikan kemampuan kepada organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan
yang diharapkan. Defnisi ini secara tidak langsung menunjuk dan memusatkan
pada pengintegrasian manajemen, pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan,riset
dan pengembangan.
Proses manajemen strategi sendiri terdiri dari 4 (empat) tahapan:
1. Analisis lingkungan
2. Formulasi strategi
3. Implementasi strategi
4. Evaluasi dan pengendalian strategi.
Dalam pengambilan keputusan ada delapan langkah proses pembuatan
keputusan strategis:
1. Mengevaluasi hasil kinerja
2. Review tata kelola perusahaan
3. Menganalisis dan menilai lingkungan eksternal
4. Menganalisis dan menilai lingkungan internal
5. Menganalisis strategis (SWOT)
6. Menetapkan, mengevaluasi, dan memilih strategi alternatif terbaik
7. Menerapkan strategi yang dipilih melalui program, anggaran dan
prosedur

16

8. Evaluasi menerapkan strategi melalui sistem umpan balik, dan


pengendalian kegiatan.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Manajemen Strategis adalah
sebuah proses yang dilakukan suatu perusahaan atau organisasi untuk
mempertahankan keberlangsungan kehidupan organisasi dan untuk memeroleh
pencapaian

tujuan

dengan

melakukan

berbagai

tahapan-tahapan

berupa

perencanaan strategi serta pengimplementasian strategi.

DAFTAR PUSTAKA

17

http://dyulianne.blogspot.com/2010/04/ringkasan-manajemen-strategi.html
http://www.docstoc.com/docs/12195767/manajemen-strategi
http://www.scribd.com/doc/13561095/Dasar-dan-Model-Manajemen-StrategisWheelen, Thomas L., and J. David Hunger. (2000). Strategic Management. Seven
Edition. Pearson Education : New Jersey.

18

Anda mungkin juga menyukai