Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ANALISIS PENAWARAN DALAM ISLAM

Disusun guna memenuhi tugas


Mata Kuliah : Ekonomi Mikro Islam
Dosen Pengampu : .............

Disusun oleh

Rustiana
212523

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS


JURUSAN SYARIAH / EKONOMI ISLAM
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teori mikro ekonomi selalu didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai
suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menerangkan tentang kegiatan
dalam bagian-bagian kecil dari keseluruhan perekonomian, salah satunya teori
penawaran.
Berbicara tentang teori penawaran dalam kerangka ekonomi islam
sebenarnya merupaka kelanjutan dari pembahasan tentang teori permintaan
dalam ekonomi islam. Sama halnya dalam ekonomi konvensional, dalam ilmu
ekonomi islam pembahasan persoalan ini menyangkut faktor-faktor atau
variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kedudukan penawaran suatu
barang atau jasa tertentu.
Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana penerapan hukum
penawaran yang menyatakan makin tinggi harga suatu barang, semakin banyak
jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin
rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka dapat dirumuskan
permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Bagaimana Hukum Penawaran dalam Ilmu Ekonomi Konvensional ?
2. Bagaiaman Teori Penawaran Islam ?
3. Bagaimana Analisis Konsep Biaya dalam Teori Penawaran Islami ?
4. Bagaimana Pengaruh Faktor Bukan-Harga Terhadap Penawaran ?
5. Apa saja Faktor-faktor Penawaran dalam Islam ?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas maka tujuan makalah ini
sebagai berikut :
1. Mengetahui Hukum Penawaran dalam Ilmu Ekonomi Konvensional
2. Mengetahui Teori Penawaran Islam
3. Mengetahui Analisis Konsep Biaya dalam Teori Penawaran Islami
4. Mengetahui Pengaruh Faktor Bukan-Harga Terhadap Penawaran
5. Mengetahui Faktor-faktor Penawaran dalam Islam.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hukum Penawaran dalam Ilmu Ekonomi Konvensional
Hukum penawaran yang sangat sederhana menyatakan bila harga naik
maka kuantitas yang ditawarkan naik, dan bila harga turun maka demikian pula
kuantitas yang ditawarkan, hubungan ini disebut kurva penawaran.1
Penawaran barang atau jasa bisa juga didefinisikan sebagai kuantitas
barang atau jasa yang orang bersedia untuk menjualnya pada berbagai tingkat
harga dalam suatu periode waktu tertentu. Perbedaan definisi penawaran
dengan definisi permintaan hanya terlerak pada satu kata. Jika permintaan
menggunakan kata membeli, maka penawaran menggunakan kata menjual.
Seperti juga dalam permintaan analisis penawaran juga mengasumsikan suatu
periode waktu tertentu, dan bahwa faktor-faktor penentu penwaran selain harga
barang tersebut dianggap tidak berubah atau konstan ( Ceteris paribus).2
Dengan kata lain definisi penawaran bisa juga dijelaskan dengan proses
atau gejala subtitusi pada umumnya sumber-sumber dan teknik produksi yang
digunakan oleh seorang produsen dapat digunakan untuk memproduksi
berbagai macam dan jumlah produk.3
Hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan (jumlah penawaran
atau Quantity Supplied ) dengan harga barang adalah hubungan searah. Jika
harga barang tinggi maka akan lebih banyak orang yang melihat potensi
mendapat keuntungan dengan menjual barang yang diproduksi atau
dimilikinya, sehingga jumlah penawaran barang tersebutpun tinggi. Sebaliknya
apabila harga turun maka jumlah penawaranpun akan turun. Lebih sedikit
orang yang dapat memperoleh keuntungan dari harga yang rendah, sedangkan
mereka yang tidak memperoleh keuntungan dari harga yang rendah akan
menunda penjualan, akibatnya jumlah penawaran di pasarpun berkurang.
1
2
3

Faried Wijaya, Seri Pengantar Ekonomi Mikro (Yogyakarta: BPFE,1991), hal. 114
Mustafa Edwin Nasution, et. al., Ekonomi Islam ( Jakarta : Kencana, 2006 ), Hal.89
Faried Wijaya, Op. Cit, hal. 114-115

Hubungan antara penawaran barang atau jasa itu sendiri dinyatakan


dalam hukum penawaran yang bunyinya: semakin tinggi harga suatu barang
maka semakin besar jumlah penawaran barang tersebut, semakin rendah harga
seuatu barang maka sekin rendah pula jumlah penawaran barang tersebut.
Dalam

menganalisis

penwaran (supply) dan

penawaran

jumlah

perlu

pula

penawaran Quantity

dibedakan

antara

Supplied. Pembedaan

diantara keduanya sama seperti ketika kita membedakan diantara keduanya


sama seperti ketika kita membedakan anatara permintaan (demand) dengan
jumlah permintaan (quantity demanded) secara ringkas bisa dikatakn bahwa
perubahan pada harga barang atau jasa mengakibatkan perubahan pada jumlah
penawaran barang atau jasa tersebut.
Perubahan pada variabel-variabel lain akan mengakibatkan perubahan
jasa atau barang tersebut. seperti juga permintaan, penawaran terhadap suatu
barang tidak hanya dipengaruhi harga barang tersebut. Banyak faktor-faktor
lain yang mempengaruhi penawaran suatu barang selain harga barang tersebut
sebagaimana telah diterangkan diatas, perubahan pada faktor selain harga yang
akan diuraiakan dibawah ini akan menyebabkan kurva penawaran bergeser.
Adapun arah pergeseran apakah keatas atau kebawah tentu bergantung kepada
efek perubahan masing-masing variabel terhadap jumlah penawaran pada harga
yang tetap.4
Ada juga yang disebut dengan Schedul penawaran output. Schedul
penawaran output dapat dinyatakan dengan kurva yang disebut kurva
penawaran. Disinipun dapat dibedakan antara kurva penawaran produsen
individual dengan kurva penawaran pasar. Kurva penawaran pasar adalah
penjumlahan secara horisontal kurva-kurva penawaran produsen individual.
Bila masing-masing individual sama-sama beasr maka permintaan pasar dapat
diperoleh dengan mengalikan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen tipikal
individual dengan banyaknya produsen.5

4
5

Faried Wijaya, Op. Cit, hal. 114-115


Ibid

Untuk mempelajari teori-teori penawaran, baik itu penawaran produsen


tunggal maupun penawaran agregat (pasar), kita juga perlu mengambil
pelajaran dari ekonomi konvensional agar dapat bersaing dengan mereka
dengan menyesuaikanya pada ajaran syariat.
Teori penawaran produsen tunggal yaitu apabila faktor yang kita anggap
konstan dalam memperoleh sechedul penawaran dan kurva penawaran
(syarat ceteris paribus ) berubah, maka seluruh kurva penawaran akan bergeser
hal ini disebut sebagai perubahan atau pergeseran penawaran dan harus
dibedakan secara tajam dari perubahan jumlah yang ditawarkan (yang
menunjukan pergerakan sepanjang kurva penawaran yang sama).
Sedangkan teori penawaran pasar yaitu dari suatu komoditi memberikan
jumlah alternatif dari penawaran komoditi dalam periode waktu tentu pada
berbagai harga alternatif oleh semua produsen yang ada dalam pasar.
Penawaran pasar komoditi tergantung pada semua faktor yang menentukan
penawaran produsen secara individu dan seterusnya pada jumlah produsen
dalam pasar.6
Adapun faktor-faktor lain yang menentukan penawaran suatu barang
adalah:
1.

Biaya dan teknologi


Biaya dan teknologi adalah dua konsep yang sangat erat berkaitan satu
sama lain. Yang dimaksud dengan biaya adalah biaya yang dikeluarkan
untuk memproduksi barang dan jasa mencakup biaya tenaga kerja,biaya
bahan baku, jika sistem ekonomi konvensional dalam operasionalnya.
Teknologi adalah penemuan dan peningkatan teknologi yang diterapkan
untuk menurunkan biaya produksi contohnya adalah penggunaan robot dan
komputer. Jika diterapkan teknologi baru dan sebagainya.

2.

Jumlah penjual

Dominick Salvatore, Teori Mikro Ekonomi (Jakarta: Erlangga, 1990), hal. 19-20

Jumlah penjual memiliki dampak langsung terhadap penawaran makin


banyak jumlah penjual yang mampu menjual pada tingkat harga tertentu
makin tinggi penawaran.
3.

Dugaan tentang masa depan


Aspek dugaan atau ekspektasi terhadap masa depan mencakup dugaan
mengenai perubahan harga dari barang tersebut. Misalnya, jika penjual
menduga bahwa harga barangnya akan meningkat dimasa depan, ia akan
mengurangi penawarannya pada saat ini. Akibatnya penawaran berkurang.
Hal ini dilarang oleh nabi, karena sperti yang nanti akan kita lihat, perilaku
ini mengakibatkan harga dipasar melonjak.

4.

Kondisi alam
Kondisi alam seperti terjadi bencana banjir, gempa bumi, dan sebagainya.
Bisa mengakibatkan

penawaran barang-barang tertentu

khususnya barang-barang hasil pertanian.

berkurang

B. Teori Penawaran Islam


Membahas teori penawaran islami, kita harus kembali kepada sejarah
penciptaan manusia. Bumi dan manusia tidak diciptakan pada saat yang sama,
bumi berevolusi sedemikian rupa sampai akhirnya dapat ditinggali oleh
manusia. Manusialah yang pertama kali diciptakan dan diturunkan ke bumi.
Dari refleksi ini Allah SWT, telah mempersiapkan bumi ini utuk kepentingan
manusia. Seperti tercantum dalam surat Ibrahim ayat 32-34 yang artinya:
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan
air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu
berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan
bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya,
dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah
menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar
(dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia
telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu
7

Dominick Salvatore, Teori Mikro Ekonomi (Jakarta: Erlangga, 1990), hal. 19-20

mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat
kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat
mengingkari (nikmat Allah).

Firman Allah dalam surat Luqman ayat 20 yang artinya:


Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan
untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi
dan menyempurnakanuntukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara
manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu
pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
Dalam memanfaatkan alam yang telah disediakan Allah bagi
keperluan manusia, larangan yang harus dipatuhi adalah janganlah kamu
membuat kerusakan dimuka bumi. Larangan ini terdapat di banyak sekali ayat
Alquran. Dari sini sangat terlihat bahwa Allah sangat membenci mereka yang
berbuat kerusakan di muka bumi. Meskipun definisi kerusakan sangat luas,
dalam kaitannya dalam produksi, larangan tersebut memberi arahan nilai dan
panduan moral. Dengan kata lain, produksi dalam islam bagi barang-barang
yang dapat menyebabkan kerusakan itu tidak diperbolehkan.8

C. Analisis Konsep Biaya dalam Teori Penawaran Islami


Total Cost dan Marginal Cost
Fungsi total cost menunjukan, untuk setiap kombinasi input dan untuk
setiap tingkat output, minimum total cost yang muncul adalah
TC=TC(r,w,q). Meskipun fungsi total cost menggambarkan secara
menyeluruh biaya yang harus dikeluarkan, namun akan lebih memudahkan
dalam kaitannya dengan kurva permintaan, bila analisis biaya dilakukan
pada biaya per unit. Ada dua konsep biaya per unit yang dikenal :
1.

Average Cost

Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, (Jakarta : Predana Media Group,
2006)

Fungsi average total cost atau average cost adalah biaya per unit atau
dihitung dengan rumus total cost dibagi dengan jumlah output yang
dihasilkan. Secara matematis ditulis:
ATC = ATC (r,w,q) = TC (r,w,q) / q

2.

Marginal Cost
Fungsi marginal cost adalah tambahan biaya yang muncul untuk
setiap tambahan output yang dihasilkan atau dihitung dengan rumus
perubahan total biaya dibagi perubahan output. Secara matematis ditulis :
MC = MC (r,w,q) = TC (r,w,q)/ q
Jadi fungsi total cost diturunkan dari fungsi total produksi, dan fungsi

marginal cost diturunkan dari fungsi total cost. Begitu pula dengan fungsi
average cost diturunkan dari fungsi total cost.9

D. Pengaruh Faktor Bukan-Harga Terhadap Penawaran


Telah dinyatakan bahwa penawaran sesuatu barang yang ditentukan
oleh harga barang itu sendiri dan juga oleh beberapa faktor lainnya. Kita baru
saja memperhatikan bagaimana harga akan mempengaruhi jumlah yang
ditawarkan.

Untuk

melengkapi

analisis

mengenai

faktor-faktor

yang

mempengaruhi penawaran, selanjutnya perlu pulalah diteliti peranan faktorfaktor lainnya dalam mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan.
1. Harga Barang Lain
Dalam membahas teori permintaan bahwa barang-barang ada yang
saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat
menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran sesuatu barang.
Sebagai contoh, oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka
buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen
buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam
9

Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islam, (Edisi Keempat, Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada, 2012) hal 127

negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini


akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan
produksi dan penawaran buku tulis.
2. Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi
Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran
yang sangat penting dalam proses produksi berbagai perusahaan.
Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam
menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktivitas dan
efisiensi, kenaikan harga faktor-faktor produksi akan menaikkan biaya
produksi.

Di

beberapa

perusahaan

kenaikan

pengeluaran

untuk

memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi


melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat
menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jumlah penawaran barang
menjadi berkurang.
3. Tujuan perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha
memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak
berusaha

untuk

menggunakan

kapasitas

memproduksinya

secara

maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang


memaksimumkan keuntungannya. Tetapi dalam prakteknya perusahaanperusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Tujuan yang berbedabeda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat
produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda
sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai
perusahaan.
4. Tingkat teknologi
Tingkat teknologi memegang peranan penting dalam menentukan
banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kemajuan teknologi
telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktifitas,
mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru.
Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi

menimbulkan dua efek, yaitu (1) produksi dapat ditambah dengan lebih
cepat, dan (2) biaya produksi semakin murah. Dengan demikian
keuntungan menjadi bertambah tinggi.10

E. Faktor-faktor Penawaran dalam Islam


Dalam khasanah pemikiran ekonomi islam klasik, penawaran telah
dikenali sebagai kekuatan penting di dalam pasar, Ibnu Taimiyah, misalnya
mengistilahkan penawaran ini sebagai ketersediaan barang di pasar. Dalam
pandangannya, penawaran dapat berasal dari impor dan diproduksi lokal
kegiatan ini dilakukan oleh produsen maupun penjual.11
1. Mashlahah
Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung
pada tingkat keimanan dari produsen. Jika jumlah mashlahah yang
terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka
produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya.
2. Keuntungan
Keuntungan

merupakan

bagian

dari

mashlahah

karena

ia

dapat

mengakumulasi modal yang pada akhirnya dapat digunakan untuk berbagai


aktivitas lainnya. Dengan kata lain, keuntungan akan menjadi tambahan
modal guna memperoleh mashlahah lebih besar lagi untuk mencapai falah.
Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam
menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan transaksi
riba. Mafsadah, gharar danmaisir sebagai

tindakan

yang

menyebabkan

kerusakan (negative externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu


aktivitas produksi yang hanya memperhatikan keuntungan semata.
Adapun konsep penawaran merupakan bentuk perilaku ekonomi yang
sangat penting dalam teori ekonomi, baik makro maupun mikro. Konsep ini

10

Sadono Sukirno, Mikro Ekonomi teori pengantar, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2006)
Wahyono, Budi..Teori Penawaran Islam. http://www.pendidikanekonomi.com/2013/01/teoripenawaran-islam.html.
11

juga dapat menjelaskan hubungannya dengan perilaku produsen dalam


penetapan harga yang didahului dengan perhitungan biaya produksinya.
Bila hukum penawaran ditetapkan dengan mengasumsikan faktorfaktor yang mempengaruhi determinasi harga terhadap penawaran dianggap
tetap (ceteris paribus), sedangkan bila penawaran yang menentukan harga
maka disebut teori penawaran (tanpa asumsiceteris paribus). Maka, diperlukan
konsensus yang baru terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan yang perlu
untuk diperhitungkan di dalam penawaran terkait aspek mafsadah, gharar
dan maisir.12

12

Mustafa Edwin Nasution. Op.cit

BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
1. Hukum penawaran yang sangat sederhana menyatakan bila harga naik
maka kuantitas yang ditawarkan naik, dan bila harga turun maka demikian
pula kuantitas yang ditawarkan, hubungan ini disebut kurva penawaran.
2. Produksi dalam islam bagi barang-barang yang dapat menyebabkan
kerusakan itu tidak diperbolehkan.
3. Fungsi total cost diturunkan dari fungsi total produksi, dan fungsi marginal
cost diturunkan dari fungsi total cost. Begitu pula dengan fungsi average
cost diturunkan dari fungsi total cost.
4. Pengaruh faktor bukan-harga terhadap penawaran yaitu adanya barangbarang ada yang saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama
lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Adanya pembayaran kepada
faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam
proses produksi berbagai perusahaan. Adanya penawaran sesuatu barang
akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin
dicapai perusahaan. Dan terakhir dalam hubungannya dengan penawaran
suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua efek, yaitu produksi
dapat ditambah dengan lebih cepat, dan biaya produksi semakin murah.
Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi.
5. Dalam ekonomi islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam
menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan
transaksi riba.

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
Karim, Adiwarman A. 2012. Ekonomi Mikro Islam: edisi Keempat. Jakarta : PT.
RajaGrafindo Persada
Nasution, Mustafa Edwin. 2007. Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam. Jakarta :
Predana Media Group.
Salvatore, Dominick. 1990. Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Sukirno, Sadono. 2006. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada.
Wijaya, Faried. 1991. Seri Pengantar Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE.
Wahyono,
Budi.
2013.Teori
Penawaran
Islam.
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/01/teori-penawaran-islam.html.
diakses pada 7 Oktober 2014 jam 20.00 WIB.