Anda di halaman 1dari 4

HIKA DESYANA

115020301111012
TEORI AKUNTANSI CB

Definisi Teori:
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Teori adalah serangkaian bagian atau
variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan
sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan
hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan
Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran pemikiran teoritis yang mereka
definisikan sebagai menentukan bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan
hubungan dapat saling berhubungan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991: 1041), ada tiga makna tentang teori. Pertama,
teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa
(kejadian). Kedua, teori adalah asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau
ilmu pengetahuan. Berikutnya ketiga, teori adalah pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan
sesuatu.
Syarat-syarat Teori:
Tujuan Teori:
Teori bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang berhubungan dengan
kelas-kelas fenomena serta untuk mengurangi kompleksitas fenomena-fenomena yang ada dalam
dunia nyata.
Peran Teori:
Terkait fungsinya, teori menurut Dougherty dan Pfaltzgraff yaitu untuk menuntun penelitian,
menyediakan dasar bagi suatu penjelasan, dan jika memungkinkan menuntun ke arah
pembentukan kemampuan untuk memprediksi sesuatu (Dougherty dan Pfaltzgraff, 1997: 15).
Knutsen mengatakan bahwa teori merupakan sekumpulan proporsi yang saling berhubungan
yang membantu menjelaskan alasan munculnya kejadian-kejadian dan ia beranggapan bahwa
teori adalah sebuah pemikiran yang abstrak. Jadi, Knutsen menjelaskan bahwa teori

sesungguhnya tidak menjelaskan benar-salahnya suatu hal namun lebih kepada apakah teori
tersebut mampu memberikan pencerahan (enlightment) atau tidak. Sedangkan menurut John
Vasquez melalui perangkat kriterianya mengenai sebuah teori yang baik haruslah akurat,
falsifiabel, mampu untuk memberikan penjelasan yang kuat, progresif, konsisten, dan tepat,
cermat, serta elegan (Vasquez 1995: 230). Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa teori adalah
suatu alat atau kerangka berpikir yang mampu untuk menjelaskan suatu fenomena, kerangka
berpikir yang dibangun untuk menghubungkan sejumlah konsep melalui proposisi-proposisi
yang logis, serta sebagai proporsi-proporsi yang menjelaskan hubungan dua variabel atau lebih.
Asimetri informasi merupakan suatu keadaan dimana manajer memiliki akses informasi atas
prospek

perusahaan

yang

tidak

dimiliki

oleh

pihak

luar

perusahaan. Agency

Theory mengimplikasikan adanya asimetri informasi antara manajer (agen) dengan pemilik
(prinsipal).
Menurut Scott (2000), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu:
1. Adverse selection, yaitu bahwa para manajer serta orang-orang dalam lainnya biasanya
mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan dibandingkan investor
pihak luar. Dan fakta yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil
oleh pemegang saham tersebut tidak disampaikan informasinya kepada pemegang saham.
Adverse selection terjadi karena beberapa orang seperti manajer perusahaan dan para
pihak dalam (insiders) lainnya lebih mengetahui kondisi kini dan prospek ke depan suatu
perusahaan daripada para investor luar.
Contoh, perusahaan asuransi sangat sulit atau perlu biaya mahal untuk mengamati tipe
nasabah ketika menentukan besarnya jaminan. Di dalam asuransi mobil, perusahaan
asuransi tidak dapat membedakan antara pengendara yang hati-hati dan pengendara yang
sembrono. Informasi ini sangat penting bagi perusahaan asuransi untuk membedakan
kontrak yang ditawarkan kepada pengendara mobil. Ketika nasabah mengatakan bahwa
ia adalah pengendara yang hati-hati dan bukan pemabuk dan bukan suka mengebut,
perusahaan asuransi tidak dapa mempercayai pernyataan dari nasabah tersebut. Kasus
moral hazard banyak pula terjadi dalam penjualan produksi pertanian melalui sistem
tebasan, dimana penebas sebagai agen dapat mengatakan bahwa ia adalah sangat jujur,
dan memperkirakan kalau hasil panen petani tersebut hanya dapat mencapai sejumlah

tertentu tetapi apakah petani sebagai principal dapat mengetahui kebenaran penebas.

2. Moral hazard, yaitu bahwa kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak
seluruhnya diketahui oleh pemegang saham maupun pemberi pinjaman. Sehingga
manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham yang melanggar
kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak dilakukan. Moral
hazard dapat terjadi karena adanya pemisahan pemilikan dengan pengendalian yang
merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar.
Sebagai contoh situasi di pasar tenaga kerja, walaupun hasil pekerja atau agen dapat
diamati (misalnya jumlah barang yang diproduksi atau dijual) tetapi usaha pekerja tidak
dapat diamati. Contoh lain, di bidang asuransi. Perusahaan asuransi menginginkan
pemegang polis untuk menghindari kecelakaan (misalnya mengendarai kendaraan dengan
baik atau meminimalkan kerugian). Bagaimanapun juga, seseorang yang dijamin
mempunyai insentif untuk mengubah tingkah lakunya dengan melakukan tindakan yang
lebih sembrono daripada tanpa jaminan asuransi.
Definisi akuntansi dapat dirumuskan melalui 2 (dua) sudut pandang, yakni definisi dari sudut
pandang pengguna jasa akuntansi dan definisi dari sudut pandang proses kegiatannya. Apabila
ditinjau dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu
disiplin ilmu dan atau aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu entitas atau transaksi
yang

bersifat

keuangan.

Fungsi atau Kegunaan informasi akuntansi adalah untuk:


1. Pertanggungjawaban entitas kepada para investor, kreditor, pemerintah, dan sebagainya.
2. Membuat perencanaan yang efektif, sekaligus mengadakan pengawasan, serta
pengambilan keputusan ekonomi yang tepat oleh manajemen;
Jika ditinjau dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu
entitas. Dari sini bisa dilihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang kompleks, menyangkut
berbagai macam kegiatan, sehingga pada dasarnya akuntansi harus:

1. Mengidentifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan
diambil
2. Memroses atau menganalisis data yang relevan
3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi untuk startegi bisnis yaitu :
1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas
utama pada value chain secara efektif dan efisien
2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang
dihasilkan
3. Meningkatkan efisiensi
4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
5. Meningkatkan sharing pengetahuan