Anda di halaman 1dari 3

VI.

Pembahasan
Pada percobaan penetapan titik ekivalen asam askorbat metode titrasi redoks
secara potensiometri. Titrasi iodimetri merupakan titrasi langsung terhadap zatzat yang
potensial oksidasinya lebih rendah dari sistem iodiumiodida, sehingga zat tersebut akan
teroksidasi oleh iodium. Cara melakukan analisis dengan menggunakan senyawa
pereduksi iodium yaitu secara langsung disebut iodimetri, dimana digunakan larutan
iodium untuk mengoksidasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif
pada titik ekivalennya.
Dalam titrasi iodimetri, iodin dipergunakan sebagai sebuah agen pengoksidasi,
namun dapat dikatakan bahwa hanya sedikit saja substansi yang cukup kuat sebagai unsur
reduksi yang dititrasi langsung dengan iodin. Dalam reaksi redoks harus selalu ada
oksidator dan reduktor, sebab bila suatu unsur bertambah bilangan oksidasinya
(melepaskan electron ), maka harus ada suatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang
atau turun (menangkap electron).
Tanpa adanya penambahan indikator, nilai titik akhir titrasi juga dapat ditentukan
dengan nilai potensial yang terbaca dari potensiometer. Cara potensiometri ini bermanfaat
bila tidak ada indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi, misalnya dalam
hal larutan keruh atau bila daerah kesetaraan sangat pendek dan tidak cocok untuk
penetapan titik akhir titrasi dengan indikator. Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan
dengan bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding yang sesuai. Dengan
demikian, kurva titrasi yang diperoleh dengan menggambarkan grafik potensial terhadap
volume pentiter yang ditambahkan, mempunyai kenaikan yang tajam di sekitar titik
kesetaraan. Dari grafik itu dapat diperkirakan titik akhir titrasi.
Praktikum kali ini ditujukan untuk menentukan kadar vitamin C dengan cara
titrasi redoks-potensiometri. Pertama-tama dilakukan standarisasi yang akan dipakai
untuk menitrasi vitaminC. Yang mana I2 yang terbentuk itulah yang dapat mengoksidasi
asam askorbat.
Potensial dalam titrasi potensiometri dapat diukur sesudah penambahan sejumlah
kecil volume titran secara berturut-turut atau secara kontinu dengan perangkat automatik.
Presisi dapat dipertinggi dengan sel konsentrasi. Elektroda indikator yang digunakan
dalam titrasi potensiometri tentu saja akan bergantung pada macam reaksi yang sedang

diselidiki.
Yang harus diperhatikan dalam penentuan titik ekivalen dengan cara
potensiometri adalah pada saat pengukuran nilai potensial diafragma elektroda gelas
harus tercelup kedalam larutan karena diafragmaelektrodamerupakan sensor alat untuk
mendeteksi nilai potensial dari larutan tersebut. Maka pada saat percobaan berlangsung,
nilai yang ditunjukkan oleh potensiometer adalah nilai potensial yang sesungguhnya.
Dilakukan percobaan untuk menentukan kadar vitamin C

Reaksi 1 yang terjadi dalam titrasi tersebut adalah :


C6H8O6 + I2

C6H6O + 2I- + 2H+ + I2 (sisa)

Reaksi 2 yang terjadi dalam titrasi tersebut adalah :


Penetuan titik ekivalen berdasarkan dari rata-rata kurva normal, kurva turunan I,
dan kurva turunan II adalah 10,47 mL sehingga menurut hasil perhitungan massa vitamin
C dalam sampel adalah 92.1888 mg dengan konsentrasi 91.91%.