Anda di halaman 1dari 14

PROUDLY PRESENT ,...

Will be presented by:


Desy Fitri Maulidia
Fatiya Izzati Assa diyah
Husna Nadia
Nikmatun Nizak

3. PROSEDUR PENYELESAIAN
SENGKETA INTERNASIONAL
Sengketa Internasional semaksimal mungkin harus
dicegah dan dihindari demi tercapainya perdamaian dan
ketertiban. Pada masa lalu penyelesaian sengketa dilakukan
dengan jalan kekerasan/perang, namun sekarang perang
sudah sangat jarang digunakan untuk menyelesaikan sengketa
karena dianngap tidak sesuai dengan peradaban dunia saat
ini.

# Penyelesaian sengketa dengan jalan kekerasan


zaman dulu dimulai melalui cara-cara berikut:
1. Pembalasan Pertikaian Bersenjata
perang /pertikaian fisik dengan menggunakan senjata antarnegara
yang bersatu.
2. Retorsi
pembalasan yang dilakukan negara terhadap tindakan yang tidak
pantas dari negara lain.
3. Reprisal
pembalasan yang dilakukan oleh negara terhadap tindakan yang
melanggar hukum dari negara lawan dalam suatu sengketa.
4. Blokade
pengepungan wiayah negara lawan dengan maksud negara tersebut
putus hubungan dengan pihak luar

# Penyelesaian sengketa secara damai ada


beberapa cara, antara lain:
1.

Rujuk
penyelesaian sengketa melaui usaha penyesuaian antara pihak-pihak
yang bersengketa secara bersahabat.
Rujuk dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
a. Negoisasi
perundingan antara piha yang bersengketa
b. Mediasi
meminta phak ketiga membantu mempertemukan
pihak yang bersengketa & membantu
menyampiakan usul
perdamaian yang tidak terikat.
c. Konsiliasi
penyerahan sengketa kepada suatu panitia untuk mengusukan
penyelesaian serta kemungkinan penyesuaiannya.
d. Rujuk juga dapat dilakukan dengan bantuan panitia penyelidikan
dengantujuan untuk menyelidiki peristiwayang terkait dg sengketa
& menyiapkan penyelesaian yang disepakati.

2. Penyelesaian Sengketa di bawah Perlindungan PBB


Penyelesaiansecara politik di bawah perlindungan PBB
dilakukan dengan jalan Majelis Umum PBB memberikan
rekomendasi atas tindakan yang perlu untuk penyelesaian
secara damai. Wewenang ini dapat dilakukan, jika Dewan
Keamanan PBB sedang menangani sengketa.
Dewan Keamanan PBB menangani 2 macam sengketa, yakni:
1). Sengketa yang dapat membahayakan perdamaian dan
keamanan Internasional.
2). Peristiwa yang mengancam perdamaian, pelanggaran
perdamaian atau perbuatan agresi

3. Arbitrasi
cara penyelesaian sengketa dengan mengajukan
sengketa tersebut kepada orang-orang tertentu yang
dipilih secara bebas oleh pihak-pihak yang berkuasa.
4. Peradilan Internasional
Peradilan Internasional merupakan badan
penyelesaian masalah dengan menerapkan
ketentuan hukum oleh suatu badan peradilan
Internasional yang dibenuk

4. PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA


INTERNASIONAL MELALUI MAHKAMAH
INTERNASIONAL
Dalam kewenangan menyelesaikan sengketa,
Mahkamah Internasional memiliki
kewenangan yang dapat bersifat compulsory
(wajib/mengikat) atau non compulsory (tidak
wajib/mengikat) negara yang bersengketa
dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

# Yurisdiksi (Peradilan) Penyelesaian Sengketa


yang Bersifat non compulsory
1. Pelaksanaan yurisdiksi ini memerlukan
persetujuan pihak-pihak yang bersengketa.
2. Ada perjanjian khusus antara negara yang
bersengketa ttg penyerahan sengketa kpd
Mahkamah Internasional.
3. Permohonan peradilan diajuan bersama oleh
negara yang bersengketa.
4. Permohonan peradilan dapat diajukan oleh
salah satu pihak yang bersengketa dg syarat
negara lawan memberikan persetujuannya.

# Yurisdiksi Penyelesaian Sengketa yang


Bersifat compulsory
1. Negara yang bersengketa terikat pd
perjanjian internasional yg menyatakan
bahwa Mahkamah Internasioanal
mempunyai yurisdiksi atas sengketa tertentu
di antara mereka.
2. Negara yang bersengketa mengakui yurisdiksi
compulsory Mahkaah Internasional berdasar
klausul (ketentuan suatu perjanjian) baha
negara pihak statuta mengakui yurisdiksi
Mahkamah Internasional.

3. Permohonan peradilan dapat diajukan


sepihak oleh negara yang bersengketa.
4. Permohonan disampaikan kepada Panitera
Mahkamah Internasional dan selanjutnya
memberitahukan permohonan itu kepada
negara lawan sengketa.

setelah mengajukan permohonan, maka


prosedur penyelesaian sengketa selanjutnya
adalah:
1. Diadakan pemeriksaan perkara , yaitu
pemeriksaan naskah dan pemeriksaan lisan.
2. Mahkamah Internasiona memutuskan
sengketa, berdasarkan hukum dan
persetujuan dari pihak yang bersengketa.
Dalam menyelesaikan sengketa keputusan
Mahkamah diambi dari suara mayoritas
hakim-hakim yang hadir. Jika suara yang pro
dan kontra sama maka suara ketua/wakil
ketua yang menentukan

*Keputusan Mahkamah Internasional


terdiri atas 3 bagian, antara lain:
1. BAGIAN PERTAMA, berisi ttg:
a. komposisi Mahkamah
b. informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa serta
wakil-wakilnya
c. analisis mengenai fakta-fakta
d. argumentasi hukum pihak-pihak yang bersengketa
2. BAGIAN KEDUA, berisi ttg:
Penjelasan mengenai motivasi Mahkamah Internasional
3. BAGIAN KETIGA, berisi ttg:
Dipositif, yang berisi ttg kputusan Mahkamah Internasional
yang mengikat negara-negara yang bersengketa.

THE END