Anda di halaman 1dari 4

3.

3. KJPKJPPr.PK
Pr.PK
PRAKTIKUM INFLAMASI PADA KULIT & JARINGAN PENUNJANG
A. SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI DAN HITUNG EOSINOFIL
Sediaan Hapus Darah Tepi (SDHT) dapat digunakan untuk menunjang diagnosis
penyebab inflamasi. SDHT dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya
secara keseluruhan dengan pembesaran 10x10, kemudian untuk mengevaluasi dan
melaporkan menggunakan pembesaran lebih besar (10x45).
BAHAN PEMERIKSAAN
Bahan untuk membuat sediaan hapus darah tepi yang paling baik adalah darah
kapiler atau darah vena langsung dibuat hapusan pada kaca obyek, dapat juga
dibuat dari darah K3EDTA segar tidak lebih 1 jam setelah pengambilan darah.
ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Kaca obyek ukuran 25 x 75 mm
Kaca obyek yang digunakan unuk membuat sediaan hapus darah tepi harus
bersih, kering, dan tidak berlemak
2. Batang gelas atau pipet Pasteur
3. Kaca penghapus ujungnya dibuat tumpul
4. Rak untuk mewarnai
5. Mikroskop cahaya.
REAGENSIA
1. Metanol absolut, digunakan untuk fiksasi.
2. Zat warna Wright
3. Larutan bufer pH 7,2.
CARA KERJA
I.
MEMBUAT SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI
1. Siapkan kaca obyek dan kaca penghapus.
2. Letakkan 1 tetes kecil darah K3EDTA, pada 2 - 3 mm dari tepi kaca obyek,
dengan menggunakan batang pengaduk atau pipet Pasteur. Letakkan kaca
penghapus di depan tetes darah dengan sudut 30 - 45 terhadap kaca obyek.
3. Dorong kaca penghapus ke belakang sampai tetes darah merata ke tepi kaca
penghapus, kemudian dorong kaca penghapus ke depan, sehingga terbentuk
hapusan darah sepanjang 3 - 4 cm.
Darah harus habis sebelum kaca penghapus sampai ke ujung kaca obyek.
Makin besar sudut atau makin cepat mendorong, makin tipis sediaan hapus.
4. Biarkan sediaan hapus sampai kering.
5. Tulis identitas pasien pada daerah yang tebal dengan pensil.

Gambar 1. Cara membuat sediaan hapus darah tepi


Ciri sediaan hapus darah tepi yang baik
1. Tidak melebar sampai tepi kaca objek, panjang hapusan 3 - 4 cm atau kirakira 1/2 - 2/3 panjang kaca obyek
2. Mempunyai bagian yang cukup tipis untuk dinilai
3. Rata, tidak berlubang dan tidak bergaris
4. Penyebaran leukosit rata.
II.

MEWARNAI SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI DENGAN PEWARNAAN


WRIGHT
1. Letakkan sediaan di rak
2. Fiksasi sediaan dengan metanol absolut selama 2 - 3 menit
3. Setelah kering, genangi sediaan dengan larutan Wright selama 10 - 15
menit, tergantung batch reagen yang dipakai
4. Tambahkan bufer dengan jumlah yang sama dengan larutan Wright. Tiup
agar bufer tercampur rata dengan larutan Wright. Biarkan selama 8 - 10
menit
5. Bilas dengan air ledeng yang mengalir sampai bersih
6. Dikeringkan dengan posisi tegak, bagian yang tebal kearah bawah.

III. PEMERIKSAAN DAN PELAPORAN SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI


1.
Dicari dan dilihat daerah yang tidak tebal dan tidak tipis dengan
pembesaran 10 x 10, untuk mendapatkan gambaran sediaan hapus darah
tepi secara keseluruhan, dan dilihat penyebaran sel.
2.
Setelah itu dilihat dengan pembesaran 10 x 45. Pada pembesaran ini
dinilai kelainan morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit, serta hitung jenis
leukosit. Untuk melihat adanya parasit digunakan pembesaran 10 x 100
dengan minyak imersi.

Gambar 2. Arah melakukan hitung jenis leukosit


Tabel 1. Contoh kolom hitung jenis leukosit.
Kolom

Sel 1

Basofil

10

I
I

Eosinofil

Batang

Segmen

IIII

IIII

IIII I

IIII

IIII

Limfosit

II

IIII

II

IIII

III

Monosit

II

Jumlah sel

10

3
I

IIII II

IIII I

II

IIII I

IIII

49

III

III

IIII

III

IIII

33

II

10

100

II
10

10

10

10

II
10

10

10

10

Penilaian dan pelaporan sediaan hapus darah tepi


1.
Eritrosit
Penilaian terhadap eritrosit dicari daerah yang eritrosit berdekatan tetapi tidak
saling menumpuk, kemudian dinilai 3S: ukuran (size), bentuk (shape), dan warna
(staining). Ukuran eritrosit normal 6 8 m, kira-kira sama dengan inti limfosit
kecil. Bentuk eritrosit bulat dengan bagian tengah berwarna lebih terang, luas
bagian yang lebih terang kira-kira setengah luas eritrosit. Jika ukuran eritrosit
lebih besar disebut sebagai eritrosit makrositik dan jika lebih kecil disebut
mikrositik, serta jika bagian yang lebih terang lebih dari setegah luas eritrosit
disebut hipokrom. Dilihat apakah ada badan inklusi, parasit, atau ada ertrosit
berinti. Eritrosit berinti dilaporkan jumlahnya dalam 100 leukosit. Jika jumlah
eritrosit berinti jumlahnya lebih dari 10, maka jumlah leukosit harus dikoreksi.
2.

Leukosit
Penilaian terhadap leukosit dilaporkan perkiraan jumlah, hitung jenis, dan
morfologi leukosit. Jumlah leukosit dilaporkan normal, meningkat, atau turun.
Hitung jenis leukosit dilakukan terhadap 100 leukosit, dilaporkan jumlahnya
dalam persen basofil, eosinofil, neutrofil batang, neutrofil segmen, limfosit dan
monosit.
Dalam keadaan normal jumlah basofil 0 - 1%, eosinofil 1 - 3%, neutrofil batang 2 6%, neutrofil segmen 50 - 70%, limfosit 20 - 40% dan monosit 2 - 8%. Dalam
keadaan abnormal selain sel tersebut dapat dijumpai sel yang lebih muda seperti
sel blas, promielosit, mielosit dan metamielosit harus dilaporkan. Bila ada sel
yang muda urutan pelaporannya adalah sesuai dengan urutan maturasi sel, yaitu
blas, promielosit, mielosit, metamielosit, basofil, eosinofil, batang, segmen,
limfosit dan monosit.

3. Trombosit
Penilaian terhadap trombosit dilaporkan perkiraan jumlah dan morfologi
trombosit. Perkiraan jumlah trombosit pada keadaan normal 3-8 trombosit /100
eritrosit, sesuai dengan jumlah trombosit 150.000-400.000/ mikroliter
Contoh laporan sediaan hapus darah tepi
Nama pasien : _______________
Tanggal
: _______________
Diagnosis
: _______________
Data hematologi :
Hb
:
Ht
:
VER
:
HER
:
KHER
:
Leukosit
:
Trombosit
:

g/dL
%
fL
pg
%
/uL
/uL

Gambaran darah tepi


Eritrosit
: _______________________________________________
Leukosit
: _______________________________________________
Hitung jenis
Basofil
:
%=
/uL
Eosinofil
:
%=
/uL
Batang
:
%=
/uL
Segmen
:
%=
/uL
Limfosit
:
%=
/uL
Monosit
:
%=
/uL
Trombosit
: _____________________________________
DAFTAR PUSTAKA:
1. Riadi Wirawan. Pemeriksaan laboratorium hematologi. Edisi 1. Jakarta :
Balai penerbit FKUI; 2011.hal.71-106.
2. Bain BJ, Lewis SM. Preparation and staining methods for blood and bone
marrow films. In : Lewis SM, Bain BJ, Bates I. Dacie and Lewis practical
haematology. 9th ed. Philadelphia : Churchill Livingstone ; 2001.p.450-5.