Anda di halaman 1dari 23

DOKTER KELUARGA

PBL B-12
Blok Kedokteran Keluarga
FK YARSI 2011

KELOMPOK B-12
KETUA
: Sausan Rasmiyyah
1102011255
SEKRETARIS
: Tania Azhari
1102011275
ANGGOTA
:
Primadiar Putra Swana Dwipa
Melinda Anzani Putri
Sabila Zasarosa
Sahid Adi Kusumo Negoro
Salsa Fadhzillah Zamiah
Sarah Fajriah
Sugih Primas Adjie
Suskha Puji Pratomo

1102010218
1102011159
1102011249
1102011252
1102011253
1102011254
1102011267
1102011268

SKENARIO
Dokter Keluarga
Tn. M. 50 tahun datang ke klinik Sumber Sehat
untuk berobat penyakit diabetes melitus yang sudah 3
tahun dideritanya. Tn. M. datang ke klinik ini atas saran
temannya.
Menurut temannya, klinik Sumber Sehat
pelayanannya sangat bagus, baik cara pendekatannya
maupun jenis pelayanan yang tersedia karena dokter
yang berpraktik di klinik ini adalah dokter keluarga yang
agak berbeda dengan dokter umum biasa.
Masih menurut temannya dokter keluarga ini
tidak hanya mengobati pasien di klinik, tetapi juga dapat
memberikan pelayanan kunjungan rumah, penyuluhan
kesehatan dan memberikan binaan kepada keluarga di

SASARAN BELAJAR
LI.1 Memahami dan menjelaskan Dokter keluarga
LO 1.1 Definisi
LO 1.2 Sejarah perkembangan dan latar belakang
LO 1.3 Tugas dan wewenang
LI.2 Memahami dan menjelaskan prinsip dan standar
pelayanan dokter keluarga

LI.3 Memahami dan menjelaskan kompetensi dan


peran dokter keluarga pada kesehatan primer

LI 1. DOKTER KELUARGA (DK)


1.1 DEFINISI
IKK FKUI : profesi dokter maupun kesehatan,
melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran
keluarga, mempunyai wewenang menjalankan
praktek dokter keluarga
The American Academy of Family Physician :
dokter praktek umum yang menyelenggarakan
pelayanan primer yang komprehensif, kontinu,
integratif, holistik, koordinatif, dengan
mengutamakan pencegahan, menimbang peran
keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI)


:
tenaga kesehatan tempat kontak pertama primer
tanpa memandang jenis penyakit,usia, jenis
kelamin
secara paripurna, dengan pendekatan holistik,
bersinambung, dan dalam koordinasi serta
kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya
menerapkan pelayanan yang efektif dan efisien
yang mengutamakan pencegahan, serta
menjunjung tinggi tanggung jawab profesional,
hukum, etika dan moral

Batasan Ilmu Kedokteran Keluarga :


Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
berkesinambungan & menyeluruh kepada satu
kesatuan individu, keluarga, masyarakat dengan
memperhatikan faktor-faktor eksternal
Body of knowledge : kebutuhan kesehatan khalayak
secara lebih responsif
Cabang dari ilmu kedokteran dengan pengetahuan
kedokteran yang bersifat khusus
Pendekatan multidisipliner yang terpadu menuju
perawatan kesehatan yang menyeluruh dari unit
keluarga

Batasan Dokter Keluarga :


Penyediaan pelayanan komprehensif
Pelayanan kesehatan yang berorientasi
komunitas dengan titik berat kepada keluarga
Tanggung jawab pelayanan kesehatan yang
menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua
anggota keluarga
Masyarakat sebagai kontak pertama (pintu
masuk ke pelayanan kesehatan)
Pelayanan kesehatan personal, tingkat pertama,
menyeluruh dan berkesinambungan kepada
pasien yang terkait dengan keluarga, komunitas,
serta lingkungannya

Batasan Pelayanan Dokter Keluaraga :


Menyeluruh yang memusatkan pelayanannya
kepada keluarga sebagai suatu unit
Pelayanan spesialis yang luas yang
dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu
kedokteran yang secara keseluruhan membentuk
kesatuan yang terpadu

DOKTER UMUM

Cakupan Pelayanan
Sifat Pelayanan

DOKTER KELUARGA

Terbatas

Lebih Luas

Sesuai Keluhan

Menyeluruh,
bukan

Paripurna,

sekedar

yang

dikeluhkan

Cara Pelayanan

Kasus per kasus dengan Kasus per kasus dengan


pengamatan sesaat

berkesinambungan
sepanjang hayat

Jenis Pelayanan

Lebih kuratif hanya untuk Lebih kearah pencegahan,

penyakit tertentu

tanpa

mengabaikan

pengobatan dan rehabilitasi


Peran keluarga

Kurang dipertimbangkan

Lebih

diperhatikan

dan

dilibatkan

Promotif dan pencegahan Tidak jadi perhatian


Hubungan dokter-pasien

Dokter pasien

Jadi perhatian utama


Dokter pasien teman
sejawat dan konsultan

Awal pelayanan

Secara individual

Secara

individual

sebagai

1.2 SEJARAH & LATAR BELAKANG


1972 : World of National College and Academic
Association of
General
Practitioners / Family Physicians
(WONCA)
1983 : Kelompok Studi Dokter Keluarga (KSDK)
1986 : KSDK menjadi anggota WONCA.
Indonesia adalah anggota dari WONCA
1988 : Anggota IDI, tapi pelayanan dokter keluarga
di Indonesia belum secara resmi mendapat
pengakuan
1990 : Berubah nama Kolese Dokter Keluarga
Indonesia (KDKI)
1991 : Definisi DK oleh WONCA, yaitu dokter

1993 : Ilmu Kedokteran Keluarga kemudian masuk


dalam
Kurikulum Inti Pendidikan Dokter di
Indonesia (KIPDI
II)
2003 : Disahkan sebagai perhimpunan profesi,
yang anggotanya
terdiri atas dokter praktik
umum, dengan nama Perhimpunan Dokter
Keluarga Indonesia (PDKI), namun belum
mempunyai kolegium yang berfungsi.
2006 : Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga (KIKK)
dan telah dilaporkan ke IDI dan MKKI.

1.3 TUGAS & WEWENANG


TUGAS
1. Pelayanan primer secara paripurna menyuruh, dan
bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik
yang diperlukan
2. Diagnosis dan terapi secara cepat dan tepat
3. Pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien
pada saat sehat dan sakit
4. Pelayanan kedokteran kepada individu dan
keluarganya
5. Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam
upaya peningkatan taraf kesehatan, pencegahan
penyakit, pengobatan dan rehabilitasi
6. Menangani penyakit akut dan kronik

7. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar


siap dikirim ke rumah sakit
8. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan
ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS
9. Memantau pasien yang telah dirujuk atau di
konsultasikan
10. Bertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan
bagi pasiennya
11. Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk
kepentingan pasien
12. Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi
standar
13. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu

WEWENANG
1. Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi
standar,
2. Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi
masyarakat,
3. Melaksanakan tindak pencegahan penyakit,
4. Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer,
5. Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal,
6. Melakukan tindak prabedah, beda minor, rawat
pascabedah di unit pelayanan primer,
7. Melakukan perawatan sementara,
8. Menerbitkan surat keterangan medis,
9. Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat
inap,

2. PRINSIP & STANDAR


PELAYANAN DOKTER KELUARGA
PRINSIP
1. Dokter kontak pertama (first contact)
2. Layanan bersifat pribadi (personal care)
3. Pelayanan paripurna (comprehensive)
4. Pelayanan bersinambungan (continuous care)
5. Mengutamakan pencegahan (prevention first)
6. Koordinasi
7. Kolaborasi
8. Family oriented
9. Community oriented

a. Comprehensive

b. Medical
1. Pemeliharaan
Kesehatan di Klinik

c. Holistic
d. Integration
e. Continum
a. Pasien
b. Mitra Kerja

STANDAR
2. Perilaku
dalam Praktik

c. Perkembangan Ilmu& Ketrampilan


d. Community Leader
e. Sejawat

3. Pengelolaan
Praktik

a. SDM
b. Manajemen Keuangan
a. Fasilitas

4. Sarana &
Prasarana

b. Peralatan Klinik

c. Proses Penunjang Klinik

3. KOMPETENSI & PERAN DK DI


KESEHATAN PRIMER
7 KOMPETENSI DASAR :
Memiliki kualitas komunikasi dan ketrampilan
Memliki ketrampilan dan kompetensi dasara
Keterampilan menerapkan dasar-dasar lmu biomedik,
ilmu klinik, ilmu perilaku dan epidemiologi dalam
praktek kedokteran keluarga
Keterampilan mengelola masalah kesehatan pada
individu, keluarga ataupun masyarakat secara
komprehensif, holistik, bersinambung, terkoordinir
dan bekerja sama dalam konteks Pelayanan
Kesehatan Primer
Berpikiran kritis dan memliki kemampuan
management yang baik
Mau belajar sepanjang hayat

KETRAMPILAN KLINIS Layanan Primer Lanjut :


Health screening
Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut
Membaca hasil EKG
Membaca hasil USG
ACLS, ATLS, dan APLS

PERAN
a. Care Provider (Penyelenggara Pelayanan
Kesehatan)
b. Comunicator (Penghubung atau Penyampai Pesan)
c. Decision Maker (Pembuat Keputusan)
d. Manager
e. Community Leader (Pemimpin Masyarakat)

DAFTAR PUSTAKA
Azwar A, 1996. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga, Yayasan

Penerbit IDI, Cetakan 1.


Danasari, Standar Kompetensi Dokter Keluarga Perhimpunan
Dokter Keluarga Indonesia 2008.
Depkes, IDI, Fakultas Kedokteran Seri Pendidikan Kedokteran
Bersinambung 2001
Qomariyah, Sekilas Kedokteran Keluarga FK Universitas Yarsi
2011.