Anda di halaman 1dari 5

35

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Objek Penelitian
Objek yang diteliti berupa semua variabel yang menentukan Rock Mass

Rating dan Slope Mass Rating, yang didapatkan dari pemetaan geologi teknik ,
serta analisis geotechnical drilling log, kemudian dari data tersebut dijadikan
pedoman dalam membuat desain lereng final.

3.2

Tahap-tahap Penelitian
Terdapat tiga tahap penelitian, yaitu tahap pendahuluan, tahap penelitian di

lapangan, dan tahap pengolahan data.

3.2.1

Tahap Pendahuluan
Pengetahuan lebih akan daerah penelitian sangat berguna untuk

menentukan langkah lebih lanjut, oleh karena itu, hasil-hasil penelitian terdahulu
dinilai sangat penting sebagai referensi dan perbandingan. Adapun pengenalan
lapangan dan persiapan-persiapan yang dilakukan, diantaranya:
1.

Persiapan perizinan dan induksi untuk memasuki daerah tambang


perusahaan

2.

Peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan, antara lain:


a.

kompas geologi

35

36

3.

b.

palu geologi

c.

peta topografi daerah penelitian skala 1 : 1000

d.

pita ukur / meteran

e.

loupe

f.

buku catatan jurnal kegiatan

g.

alat-alat tulis

h.

penggaris

i.

busur derajat

j.

HCl 0,1 N

k.

komparator skala besar butir Wentworth

l.

perlengkapan keamanan (sepatu boots, helm dan rompi safety)

m.

kamera digital

n.

komputer / laptop

o.

Schmidt Hammer

p.

GPS

Studi pustaka atau literatur daerah penelitian dan geologi regionalnya, untuk
dapat mengetahui kondisi geologi daerah penelitian berdasarkan informasiinformasi yang ada, tujuannya antara lain untuk:
a.

mempelajari sejarah geologi daerah penelitian yang menyangkut


proses sampai terjadinya situasi geologi saat ini

b.

menentukan stratigrafi regional dan distribusi unit batuan utama, serta


sifat fisik dan mekanik batuan

c.

mempelajari geomorfologi daerah penelitian

36

37

d.

3.2.2

memperoleh keterangan dan data-data kondisi air tanah

Penelitian Lapangan
Kegiatan penelitian di lapangan meliputi kegiatan pemetaan geoteknik ,

pengumpulan data data parameter Rock Mass Rating dan pengamatan


geotechnical drillling log.

3.2.2.1 Pemetaan Geoteknik dan Geomekanik


Pemetaan geoteknik dilakukan untuk mengetahui beberapa parameter
geoteknik di lapangan, seperti lithologi, tingkat pelapukan (weathering stage),
kekuatan batuan (strength) dengan menggunakan Schmidt Hammer sebagai bahan
korelasi lain dengan hasil laboratorium, bentuk dari blok batuannya (block shape),
tipe dari diskontinuitas, serta bentuk dan orientasi dari diskontinuitas.
Parameter geomekanik yang digunakan adalah parameter RMR (Rock
Mass Rating) dimana mencakup dari RQD (Rock Quality Designation), UCS
(Unconfined

Compresive

Strength)

kondisi

diskontinuitas,

spasi

dari

diskontinuitas, dan kondisi groundwater. Selain itu dibutuhkan juga parameter


parameter SMR (Slope Mass Rating) yaitu Orientasi Slope dan Orientasi Joint
nya, serta jenis ekskavasi yang digunakan.

37

38

3.2.2.2 Pengamatan Geotechnical Drilling Log


Dilakukan untuk menganalisa beberapa variabel, Rock Mass Rating yaitu
RQD (Rock Quality Designation), Kekuatan dari massa batuan (dari hasil lab)
kondisi diskontinuitas, spasi dari diskontinuitas, dan kondisi groundwater.

3.2.3

Pengolahan Data
Setelah mendapatkan data dari penelitian lapangan, maka dilakukan cross

check antara hasil pemetaan geologi dengan data drilling log.


Dari semua data variabel yang menentukan nilai Rock Mass Rating-nya,
kemudian dilakukan pembobotan nilai, berdasarkan rating yang diberikan.
Maka, berdasarkan semua data hasil analisis yang telah ada, dapat dilihat
bagaimana nilai Klas batuan pada daerah penelitian, dan juga nilai sudut
maksimum lereng pada daerah penelitian, dimana sudut yang dihasilkan akan
menjadi acuan dalam membentuk geometri lereng desain final. Hasil data
geoteknik tiap lithologi diolah dengan software Roclab 1.0. Nilai yang dihasilkan
kemudian digunakan untuk pemodelan dengan software Slope/W, untuk
mengetahui Safety Factor (FS) dari kemiringan Lereng yang dibentuk.

3.2.3.1 Pengolahan Data dengan Software


Dalam penelitian kali ini penulis menggunakan bantuan dua software yaitu
Roclab 1.0 dan Slope/w 2004
A.

Roclab 1.0

38

39

Roclab 1.0 adalah salah satu software yang dikeluarkan oleh Rocscience
dimana fungsi dari Roclab 1.0 adalah untuk menentukan nilai C (Kohesi)
dan phi (Sudut geser dalam) dari suatu massa batuan.
Nilai C dan phi diperoleh dari berbagai parameter yaitu UCS, GSI
(Geologi Strength Index), mi (Modulus Intensitas), dan Disturbance factor.
Serta pengaplikasiannya (apakah untuk lereng, tunnel atau fondasi).
B.

Slope/W 2004
Slope/W 2004 adalah suatu software yang dikeluarkan oleh Geostudio
dimana fungsi dari Slope/W 2004 adalah untuk mengetahui tingkat
keamanan dari suatu model lereng. Metode yang digunakan adalah metode
irisan, berdasarkan dari teori dari Fellenius, Janbu, Bishop, Spencer, dan
Morgenstern and Price.

39