Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.

)
DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR ITIK MOJOSARI
Pramadya Jodi Aditiano1), Irfan H. Djunaidi 2), dan Eko Widodo2)
1)
2)

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang


Staf pengajar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang
(Email: pramadya_jodi_aditiano@yahoo.co.id)

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan tepung buah mengkudu
dalam pakan terhadap kualitas internal telur itik Mojosari. Variabel yang diukur adalah kadar lemak
dan kolesterol, serta indeks warna kuning telur itik Mojosari. Sebanyak 100 ekor itik Mojosari
berumur 25 minggu digunakan pada penelitian ini. Bahan pakan yang digunakan sebagai komponen
pakan basal adalah dedak halus separasi berkualitas tinggi dan konsentrat CP144. Metode penelitian
yang digunakan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan
penambahan tepung buah mengkudu dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = pakan
basal, P1 = pakan basal + penambahan tepung buah mengkudu 2%, P2 = pakan basal + penambahan
tepung buah mengkudu 4%, P3 = pakan basal + penambahan tepung buah mengkudu 6%. Data hasil
penelitian akan dianalisa menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan jika
terdapat perbedaan nyata (P<0,05) atau sangat nyata (P<0,01). Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap seluruh variabel yang diukur.
Kadar lemak dan kolesterol mengalami penurunan sementara indeks warna kuning telur meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung buah mengkudu dalam
pakan dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol serta meningkatkan indeks warna kuning telur
itik Mojosari.
Kata kunci : Tambahan Pakan, Komponen Bioaktif, Lemak, Kolesterol, Indeks Warna Kuning Telur

EFFECTS OF NONI FRUIT POWDER (Morinda citrifolia L.) ADDITION ON FEED


TOWARDS INTERNAL QUALITIES OF MOJOSARI DUCK EGGS
Pramadya Jodi Aditiano1), Irfan H. Djunaidi 2), and Eko Widodo2)
1)
2)

Student at Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya Malang


Lecturer at Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya Malang
(Email: pramadya_jodi_aditiano@yahoo.co.id)

ABSTRACT
The aim of this research was to study effect of noni fruit powder addition on feed towards
internal quality of Mojosari duck egg. Measured variables were fat, cholesterol content and yolk color
index. One hundred Mojosari ducks 26 weeks old were used during this research. Fine separated rice
bran and CP141 concentrate were provided as basal ration components. This research method was
experiment using Completely Randomized Design with 4 additions of noni fruit powder treatments
and 5 replications. Given treatments were P0 = basal ration, P1 = basal ration + 2% noni fruit powder
addition, P2 = basal ration + 4% noni fruit powder addition, and P3 = basal ration + 6% noni fruit
powder addition. The result of research was analyzed using ANOVA and Duncan Multiple Range test
if the results were significantly different (P<0.05) or very significantly different (P<0.01). The result
of this research showed that the treatments were very significant effects (P<0.01) towards all variables.
Fat and cholesterol contents were decreased while the yolk color index was increased. Based on the
research result, it can be concluded that noni fruit powder addition on feed have reducing effects in
egg fat and cholesterol contents while increasing yolk color index of Mojosari duck egg.
Keywords : Feed Additive, Bioactive Components , Fat, Cholesterol, Yolk Color Index

internal telur itik Mojosari adalah zat-zat


bioaktif seperti anthraquinon, saponin, dan
scopoletin, berbagai macam vitamin, dan
mineral. Hasil penelitian sebelumnya yang
dilakukan
oleh
Santoso
(2004)
menunjukkan bahwa penambahan tepung
buah mengkudu dalam pakan menurunkan
kadar kolesterol telur ayam ras secara
nyata.
Berdasarkan kajian diatas, maka
dilakukan penelitian mengenai pengaruh
penambahan tepung buah mengkudu dalam
pakan agar diperoleh telur itik Mojosari
dengan kualitas internal yang lebih baik,
yaitu yang rendah lemak dan kolesterol,
serta indeks warna kuning telur yang lebih
baik.

PENDAHULUAN
Salah satu komoditi peternakan
unggas di Indonesia adalah itik. Menurut
Ketaren (2007), telur itik memenuhi
kebutuhan telur nasional sebanyak 16%
sementara telur ayam baik ayam ras
maupun buras memenuhi kebutuhan telur
nasional sebanyak 84%. Itik Mojosari
adalah salah satu itik lokal yang memiliki
keunggulan dibandingkan dengan itik
lainnya yaitu bobot badan yang relatif
lebih kecil dibandingkan itik petelur
lainnya (rata-rata 1,7 kg per ekor pada
masa produksi) namun ukuran telurnya
cukup besar (rata-rata 65 g/butir) dan
dengan tingkat produksi yang tinggi (ratarata 230-250 butir/tahun dengan masa
produksi 11 bulan/tahun) (Prihatman,
2001).
Salah satu kekurangan telur itik
dibandingkan
telur
ayam
adalah
kandungan lemak jenuh dan kolesterol
yang lebih tinggi (1081 mg/g kuning telur)
(Kazmierska et al., 2005), sehingga
memiliki pengaruh negatif terhadap
konsumen. Selain itu, salah satu faktor
yang
mempengaruhi
penerimaan
masyarakat terhadap telur itik adalah
warna kuning telur (yolk). Konsumen pada
umumnya lebih memilih telur itik yang
kuning telurnya berwarna kemerahan
sehingga memiliki indeks warna kuning
dengan skor antara 11 13, sementara itik
yang diternakkan secara intensif biasanya
kuning telurnya berwarna kuning pucat
sehingga memiliki skor indeks warna
kuning telur hanya dalam kisaran 7-9
(Muharlien, 2010).
Salah satu tanaman herbal yang
dapat dimanfaatkan sebagai tambahan
dalam pakan adalah buah mengkudu.
Kandungan dari buah mengkudu yang
berperan dalam meningkatkan kualitas

MATERI DAN METODE


Materi
Penelitian ini menggunakan itik
Mojosari fase layer sebanyak 100 ekor
dengan umur sekitar 26 minggu yang
diamati selama 8 minggu. Kandang yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
kandang tipe postal yang telah dipetakpetak sesuai perlakuan dan ulangan
sebanyak 20. Satu petak berukuran 3 x 1 x
0,6 m dan diisi 5 ekor itik.
Pakan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah campuran antara
dedak halus separasi (kebi) dan konsentrat
dari PT. Charoen Pokphand Indonesia
(CP144). Pemberian pakan sebanyak
150g/ekor dan diberikan 2x/hari pada
pukul 07.00 dan 14.00. Pemberian air
minum secara ad libitum. Proporsi bahan
pakan yang digunakan untuk pakan basal
yaitu 70% dedak halus separasi dan 30%
konsentrat. Pakan diberikan secara basah
dengan cara menambahkan air sebanyak
400 mL untuk pakan sebanyak 1,5 Kg.
Penambahan tepung buah mengkudu
2

(TBM) dengan langsung dicampurkan


dalam pakan basah sesuai perlakuan.

P3 : Pakan Basal + 6% TBM


Variabel penelitian yang diamati
dalam penelitian ini meliputi kadar lemak,
kadar kolesterol, dan indeks warna kuning
telur. Data yang diperoleh dari penelitian
dianalisis menggunakan Analisis Ragam
(ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap
dan apabila terdapat perbedaan pengaruh
yang nyata atau sangat nyata dilanjutkan
dengan Uji Jarak Berganda Duncan.
Kandungan zat makanan bahan
pakan penyusun pakan perlakuan disajikan
pada Tabel 1 dan kandungan zat makanan
pakan perlakuan disajikan pada Tabel 2.

Metode
Metode
penelitian
yang
digunakan adalah percobaan dengan
Rancangan Acak Lengkap dengan 4
perlakuan, dan setiap perlakuan diulang
sebanyak 5 kali. Perlakuan yang dilakukan
dalam penelitian ini dibedakan berdasarkan
tingkat
penambahan
tepung
buah
mengkudu (TBM) yaitu :
P0 : Pakan Basal
P1 : Pakan Basal + 2% TBM
P2 : Pakan Basal + 4% TBM

Tabel 1. Kandungan Zat Nutrisi dalam Bahan Pakan


Dedak
Konsentrat CP144
Tepung Buah
Kandungan Zat Nutrisi
Halus
Mengkudu
1
2
Separasi
Energi Metabolis* (Kkal/Kg)
2407,93
2078,50
3046,40
Kadar Air
(%)
11,80
max 12,00
10,50
21,60
Protein Kasar
(%)
14
37,00-39,00
37,56
8,78
Lemak Kasar
(%)
11,90
min 2,00
4,95
4,23
Serat Kasar
(%)
5,62
max 6,00
4,75
31,16
Abu
(%)
12,28
max 35,00
13,05
8,64
Kalsium
(%)
min 12,00
Phospor
(%)
min 1,20
Sumber : (1) Label pakan konsentrat itik petelur fase layer produksi PT. Charoen Pokphand
Indonesia.
(2) Hasil analisis Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan,
Universitas Brawijaya, Malang.
(*) Dihitung berdasarkan rumus Schaible (1978) yaitu energi metabolis sebesar
70% dari energi bruto
Tabel 2. Susunan Pakan Basal dan Kandungan Zat Makanan Setiap Perlakuan
Susunan Pakan Basal
Komposisi (%)
Dedak Halus Separasi
70
70
70
Konsentrat CP144
30
30
30
Tepung Buah Mengkudu
0
2
4
Kandungan Zat Makanan
P0
P1
P2
Energi Metabolis
(Kkal/Kg) 2309,11
2370,03
2430,95
Kadar Air
(%)
11,41
11,84
12,27
Protein Kasar
(%)
21,07
21,24
21,42
Lemak Kasar
(%)
9,82
9,90
9,99
Serat Kasar
(%)
5,36
5,98
6,61
Abu
(%)
12,51
13,68
12,86
Keterangan : Perhitungan berdasarkan tabel 2
3

70
30
6
P3
2491,88
12,71
21,60
10,07
7,22
13,03

HASIL DAN PEMBAHASAN


Data hasil penelitian pengaruh penambahan tepung buah mengkudu dalam pakan
terhadap kualitas internal telur itik Mojosari dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 3. Pengaruh Perlakuan terhadap Kadar Lemak, Kolesterol, dan Indeks Warna Kuning
Telur Itik Mojosari
Perlakuan
Variabel
Pengamatan
P0
P1
P2
P3
Kadar Lemak (%)
Kadar Kolesterol
(mg/100 g yolk)
Indeks Warna
Kuning Telur

23,180,54c

20,880,36b

18,550,65a

17,710,33a

1053,1614,73d

952,1518,57c

884,1915,33b

848,0010,32a

7,370,34b

8,270,37b

9,600,64a

10,300,30a

Keterangan : Superskrip berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01)

akan lebih sedikit sehingga menurunkan


kadar lemak pada telur (Salleh, 2002).
Kandungan bioaktif flavonoid
yang terdapat dalam buah mengkudu
berfungsi untuk menghambat biosintesis
lemak dalam tubuh (Mandukhail et al.,
2010). Flavonoid bertindak sebagai
phytoestrogen yang memicu biosintesis
vitellogenin di hati. Vitellogenin kemudian
dibawa oleh aliran darah menuju ovarium
sebagai salah satu prekursor dari kuning
telur sesuai dengan pernyataan Elkin
(2006).
Dalam
ovarium,
senyawa
phytoestrogen
akan
menstimulasi
pembentukan folikel sehingga jumlah
developing follicle akan meningkat,
menyebabkan lemak dan kolesterol yang
membentuk
kuning
telur
akan
didistribusikan ke developing follicle yang
lebih banyak sehingga kadar lemak dan
kolesterol dalam telur akan mengalami
penurunan (Saraswati dkk, 2013).

Pengaruh Perlakuan terhadap Kadar


Lemak Telur Itik Mojosari
Secara deskriptif berdasarkan data
hasil penelitian yang disajikan pada tabel
3, kadar lemak telur pada setiap perlakuan
semakin menurun dengan penambahan
tepung buah mengkudu yang semakin
tinggi yaitu P0 23,180,54 ; P1
20,880,36; P2 18,550,65; dan P3
17,710,33%. Berdasarkan hasil analisa
statistika
terhadap
data
penelitian,
penambahan tepung buah mengkudu dalam
pakan memberikan pengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap kadar lemak telur itik
Mojosari. Hal tersebut menandakan bahwa
penambahan tepung buah mengkudu dalam
pakan dapat menurunkan kadar lemak telur
itik Mojosari.
Kadar lemak telur itik yang
semakin menurun dengan penambahan
tepung buah mengkudu ini disebabkan
kandungan saponin dalam buah mengkudu
yang berfungsi menghambat absorbsi
lemak pakan saat di usus halus. Dengan
lemak yang diabsorbsi oleh usus halus
menjadi lebih sedikit, maka lemak yang
akan digunakan saat pembentukan telur

Pengaruh Perlakuan terhadap Kadar


Kolesterol Telur Itik Mojosari
Secara deskriptif berdasarkan data
hasil penelitian yang disajikan pada tabel
4

3, penambahan tepung buah mengkudu


yang semakin tinggi dalam pakan akan
semakin menurunkan kadar kolesterol telur
itik Mojosari. Tabel 3 menunjukkan kadar
kolesterol pada setiap perlakuan yaitu P0
1053,1614,7; P1 952,1518,57; P2
884,1915,33; dan P3 848,0010,32
mg/100g kuning telur. Berdasarkan analisa
statistika terhadap data hasil penelitian,
penambahan tepung buah mengkudu dalam
pakan memberikan pengaruh yang sangat
nyata (P<0,01) terhadap kadar kolesterol
telur itik Mojosari.
Hal tersebut
menandakan bahwa penambahan tepung
buah mengkudu dalam pakan dapat
menurunkan kadar kolesterol dalam telur
itik Mojosari.
Penurunan kadar kolesterol dalam
telur itik Mojosari yang diberi penambahan
tepung buah mengkudu dalam pakan ini
disebabkan oleh kandungan zat-zat aktif
yang terdapat dalam buah mengkudu.
Senyawa saponin berfungsi menghambat
absorbsi lemak pakan saat di usus halus
sehingga
menurunkan
kandungan
kolesterol yang terbentuk dalam telur
(Salleh, 2002). Sesuai dengan pernyataan
Ahsani et al., (2013), kolesterol dalam
telur sangat dipengaruhi oleh sistem
pencernaan, dimana usus halus akan
mengabsorbsi zat-zat yang terkandung
dalam pakan dan mendistribusikannya
melalui aliran darah. Senyawa xeronin
menurunkan kadar kolesterol dalam darah
karena memicu pembentukan hormon
insulin. Hormon insulin ini akan
meningkatkan jumlah reseptor Very Low
Density Lipoprotein (VLDL) (Solomon,
2002). VLDL adalah partikel kaya
trigliserida yang akan dibawa oleh aliran
darah dari hati menuju ovarium dan
menjadi komponen kuning telur (Elkin,
2006). Senyawa coumarin meningkatkan
sekresi empedu dan zat Nitric Oxide, yang

akan memicu eksresi kolesterol dalam


darah melalui tinja. Dengan kadar
kolesterol dalam darah yang lebih rendah,
maka jumlah kolesterol yang masuk
kedalam ovarium menjadi lebih rendah.
Ovarium
sendiri
adalah
tempat
pembentukan kuning telur. (Maslachah,
2005).
Zat-zat lain yang berperan dalam
menurunkan kadar kolesterol dalam telur
itik adalah beta-karoten dan flavonoid.
Sesuai dengan hasil penelitian Nurhayati
yang dikutip oleh Zainuddin (2005),
kandungan beta-karoten dalam mengkudu
berfungsi dalam menurunkan kadar
kolesterol dalam darah. Beta-karoten dapat
menghambat kerja enzim HMG-KoA
reduktase
yang
berperan
dalam
pembentukan mevalonat pada proses
biosintesis
kolesterol.
Pembentukan
mevalonat
yang
terhambat
akan
menghambat pembentukan skualen dan
lanosterol. Kedua senyawa tersebut akan
membentuk kolesterol melalui serangkaian
reaksi (Nuraini dkk, 2008). Senyawa
flavonoid bertindak sebagai phytoestrogen
yang memicu biosentesis vitellogenin di
hati dan menstimulasi pembentukan folikel
hierarkis. Peningkatan jumlah developing
follicle akan menyebabkan lemak dan
kolesterol yang akan membentuk kuning
telur didistribusikan ke developing follicle
yang lebih banyak.
Kandungan serat kasar yang
tinggi dalam tepung buah mengkudu juga
dapat menurunkan kadar kolesterol dalam
telur. Hal ini didukung oleh penelitian
yang dilakukan oleh Zahera (2012) yaitu
kandungan serat kasar yang tinggi dalam
tepung kulit pisang memberi kontribusi
dalam menurunkan kadar kolesterol telur
ayam arab.

Nurhayati yang dikutip oleh Zainuddin


(2005), beta-karoten selain berperan
sebagai prekursor vitamin A juga sebagai
pigmen pada kuning telur. Flavonoid selain
berfungsi dalam menurunkan kadar lemak
dan kolesterol telur, juga berperan dalam
meningkatkan indeks warna kuning telur
karena sifatnya sebagai pigmen pembentuk
warna kuning alami.

Pengaruh Perlakuan terhadap Indeks


Warna Kuning Telur Itik Mojosari
Secara deskriptif berdasarkan data
hasil penelitian yang disajikan pada tabel
3, penambahan tepung buah mengkudu
yang semakin tinggi dalam pakan akan
semakin meningkatkan indeks warna
kuning telur. Tabel 3 menunjukkan indeks
warna kuning telur pada setiap perlakuan
yaitu P0 7,370,34; P1 8,270,37; P2
9,600,64; P3 10,300,30. Berdasarkan
hasil analisa statistika terhadap data
penelitian, penambahan tepung buah
mengkudu dalam pakan memberikan
pengaruh yang nyata (P<0,01) terhadap
indeks warna kuning telur. Hal tersebut
menandakan bahwa penambahan tepung
buah mengkudu dalam pakan dapat
meningkatkan indeks warna kuning telur
itik Mojosari.
Penelitian
sebelumnya
yang
dilakukan oleh Bintang dkk (2008),
menunjukkan bahwa pemanfaatan ampas
mengkudu (limbah dari proses pembuatan
sari buah mengkudu yang masih
mengandung zat-zat nutrisi) dalam pakan
dapat meningkatkan indeks warna kuning
telur ayam ras secara nyata. Indeks warna
kuning telur pada perlakuan kontrol
menunjukkan angka 4,77 sementara pada
perlakuan penambahan ampas mengkudu
sebanyak 15g/kg pakan menunjukkan
angka 5,40.
Zat-zat nutrisi yang berperan
dalam meningkatkan indeks warna kuning
telur itik Mojosari dalam mengkudu adalah
beta-karoten
dan
flavonoid.
Hasil
penelitian Aalbersberg yang dikutip oleh
Djauhariya
dan
Rosman
(2010)
menunjukkan bahwa kandungan betakaroten pada buah mengkudu lebih tinggi
dibanding dengan yang terkandung dalam
sayuran Brassica cinensis dan Colocasia
esculenta. Sesuai dengan hasil penelitian

KESIMPULAN
Penambahan tepung buah mengkudu
dalam pakan menurunkan kadar lemak dan
kolesterol, serta meningkatkan indeks
warna kuning telur itik Mojosari.
SARAN
Perlu dilakukan ekstraksi zat-zat
bioaktif yang terdapat dalam tepung buah
mengkudu untuk penelitian lebih lanjut
dalam meningkatkan kualitas internal telur
itik Mojosari.
DAFTAR PUSTAKA
Ahsani, M., N. Iriyanti, dan S. Mugiyono,
2013. Penggunaan Berbagai Jenis
Probiotik
dalam
Ransum
Terhadap Kadar Lemak dan
Kolesterol Kuning Telur Ayam
Arab. Jurnal Ilmiah Peternak 1(1):
323-331.
Bintang, I.A.K., A.P. Sinurat dan T.
Purwadaria. 2008. Penambahan
Antibiotika dan Bioaktif Ampans
Mengkudu Terhadap Kualitas
Telur Ayam. Seminar nasional
Teknologi
Peternakan
dan
Veteriner 2008 hal. 593-598
Djauhariya, E. dan Rosman, R. 2010.
Status Perkembangan Teknologi
Tanaman
Mengkudu.
http://balittro.litbangdeptan.go.id/i
6

nd/images/stories/ed/sus/vol.19.no
(1)/2000. Diunduh tanggal 17
Juni 2014.

Prihatman, K. 2001. Laporan Hasil


Kegiatan
Gelar
Teknologi
Penerapan Sistem Usahatani Itik
Petelur di DKI Jakarta. Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian
DKI Jakarta.

Elkin, R.G. 2006. Reducing Shell Egg


Cholesterol Content. I. Overview,
Genetic
Approaches,
and
Nutritional Strategies. Worlds
Poultry Science Journal 62(04),
665-687.

Salleh, E.L. 2002. Inhibition of Lowdensity Lipoprotein Oxidation and


Up-regulation of Low-density
Lipoprotein Receptor in HepG2
Cells by Tropical Plant Extracts.
Journal of Agricultural and Food
Chemistry 50: 3693-3697

Kazmierska, M., M. Korzeniowska, and T.


Trziszka, 2005. Comparative
Analysis of Fatty Acid Profile and
Cholesterol Content of Egg Yolks
of Different Bird Species. Polish
Journal of Food and Nutrition
Sciences 14(55): 69-73.

Santoso, U. 2004. Pengaruh Pemberian


Tepung
Mengkudu
terhadap
Kadar Kolesterol Telur. Fakultas
Pertanian Universitas Bengkulu.

Ketaren, P.P. 2007. Peran Itik Sebagai


Penghasil Telur dan Daging
Nasional. WARTAZOA Vol. 17
No. 3 Th. 2007.

Saraswati, T.R. W. Manalu, D.R. Ekastuti


and N. Kusumorini. 2013. The
Role of Turmeric Powder in Lipid
Metabolism and its Effect on
Quality of the First Quails Egg.
Journal of Indonesian Tropical
Animal Agriculture 38(2): 123130.

Mandukhail, S.R., N. Aziz, and A.H.


Gilani.
2010.
Studies
on
Antidyslipidemic
Effects
of
Morinda citrifolia (Noni) Fruit,
Leaves, and Root Extracts. Lipids
in Health and Disease 9:88.

Schaible, P.K. 1979. Poultry Feed and


Nutrition. The Avi Publishing Inc.

Maslachah, L. 2005. Potensi Ekstrak


Mengkudu (Morinda citrifolia)
terhadap Sekresi Nitric Oxide
(NO) dan Endothel Pembuluh
Darah
Hiperkolesterolemia.
Media Kedokteran hewan 22(3):
136.

Solomon, N. 2002. Tahitian Noni Juice:


How Much, How Often, For
What. Vineyard, UT: Direct
Source Publishing, Inc.
Zahera, R. 2012. Pemanfaatan BetaKaroten dalam Tepung Kulit
Pisang
Sebagai
Pengganti
Sebagian
Jagung
untuk
Menghasilkan Telur Ayam Arab
Rendah
Kolesterol
[skripsi].
Fakultas
Peternakan
Institut
Pertanian Bogor.

Muharlien. 2010. Meningktkan Kualitas


Telur Melalui Penambahan Teh
Hijau dalam Pakan Ayam Petelur.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil
Ternak 5(1): 32-37.
Nuraini, Sabrina dan S.A. Latif. 2008.
Performa Ayam dan Kualitas
Telur yang Menggunakan Ransum
Mengandung Onggok Fermentasi
dengan
Neurospora
crassa.
Media Peternakan 31(3): 195-202.

Zainuddin, D. 2005. Tanaman Obat


Meningkatkan Efisiensi Pakan
dan Kesehatan Ternak Unggas.
Lokakarya
Nasional
Inovasi
Teknologi dalam Mendukung
Usahaternak
Unggas
Berdayasaing hal. 202-209.
7