Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia adalah negara tropis yang memiliki ragam buah khas yang tersebar
di berbagai pulau dan belum dikelola pengembangannya sebagaimana mestinya baik
menyangkut tata produksi, penanganan pascapanen, pengolahan dan pemasarannya.
Buah eksotik yang hanya tumbuh dan berproduksi di Nusantara menjadi aset nasional
yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemaslahatan rakyat. Tanaman buah
yang menghutan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mendambakan
buah organik. Sementara pengelolaan kebun tanaman buah menjadi upaya utama
untuk menjaga keberlanjutan pasokan buah bermutu kepada masyarakat pembeli baik
domestik maupun luar negeri (ekspor).
Keberhasilan bisnis buah mensyaratkan jumlah dan kontinyuitas pasokan dari
buah yang terjamin mutunya. Jaminan mutu buah dapat diperoleh melalui penanganan
pascapanen yang baik dan memadai dengan memperhatikan faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap mutu buah tersebut. Penanganan pascapanen buah dirancang
dalam bentuk rangkaian kegiatan dari panen hingga buah dikemas dan siap
distribusikan pemasarannya atau untuk mendapatkan perlakuan seperti penyimpanan,
pemeraman atau perlakuan khusus lainnya yang dituntut konsumen. Bangsal
penanganan buah untuk menampung rangkaian kegiatan tersebut agar dapat
dikendalikan dengan baik menjadi sarana penting yang harus dimiliki pelaku bisnis
buah.
Pemasaran sebagai bagian hilir dari sistem agribisnis harus didukung oleh
sistem transportasi yang handal dalam distribusinya, agar bisnis buah dapat terjamin
keberhasilannya.

Pengembangan

agribisnis

buah

dalam

berbagai

tingkatan

berdasarkan skala usaha termasuk kegiatan usaha pendukungnya menjadi telaahan


yang penting agar sistem agribisnis dapat berlangsung secara adil, proporsional dan
profesional serta melibatkan banyak pelaku usaha, sehingga diharapkan dapat menjadi
penyedia lapangan kerja bagi angkatan kerja perdesaan di daerah sentra produksi.

BAB II
PEMBAHASAN