Anda di halaman 1dari 6

ACARA IX

BERAT VOLUME ( BD )
A.
1.
2.
3.

TUJUAN
Mahasiswa mengetahui cara mencari bulk density tanah
Mahasiswa mengetahui hubungan BD dengan PD dan pori tanah
Mengetahui pengaruh bahan organik, tekstur tanah , tipe lempung dan
praktek manajemen lahan terhadap BD tanah.
4. Menerangkan pengaruh BD terhadap pertumbuhan tanaman

B.

WAKTU DAN TEMPAT


Tempat :
Leb. Klebangan Fakultas Kehutanan UGM
Waktu :
Senin, 24 Maret 2014
Pukul :
13.00 Selesai

C. DASAR TEORI
Kepadatan (density) merupaka massa suatu obyek per unit volume. Air
merupakan tolak ukur untuk kepadatan dan material yang lain sering
dibandingkan dengan kepadatan dari air. Kepadatan mineral tanah lebih besar
dibandingkan dengan air. Kepadatan tanah ada dua macam yaitu kepadatan
partikel dan kepadatan volume.PD merupakan kepadatan tanah yang diukur
hanya partikel padat dan tidak termasuk pori-porinya (berisi air dan udara).
Pada umumnya patikel density dari mineral tanah baik kuarsa, feldspar, mika,
dan mineral lempung mendekati 2,65 g/cm3 (Foth, Henry.1998)
BD meupakan volume tanah secara alami termasuk pori-porinya dan bahan
organik yang terkandung dalam tanah tersebut.BD diukur berdasarkan berat
kering oven (mutlak) dan diasumsi tidak berubah meskipun dalam kondisi
kering. Akan tetapi asumsi ini tidak benar apabila ditetapka pada tanah yang
mengalami kembang kerut.BD digunakan untuk mengetahui kepadatantanag
(dihubungkan dengan kemampuan penetrasi akar), menghitung kandungan
nutriri (kg/ha) dan menghitung jumlah pupuk yang diberikan(kg/ha) (Agus,
Cahyono.2004)
Drainase tanah yaitu sifat fisik tanah yang dikaitkan dengan mudah
tidaknya air melewati atau meresap kedalam tanah. Drainase tanah sangat erat
hubungannya dengan :
a.
Kerapatan volume (bulk density)
Yaitu perbandingan antara berat tanah kering oven dengan volume tanah
termasuk pori-pori tanah.
b.
Kerapatan partikel (pastide density)
Yaitu berat tanah kering per satuan volume partikel-partikel padat tanah
tanpa pori-pori (Poerwowidodo.1992)

D. BAHAN DAN ALAT


1.
Ring sampel
2.
Cetok
3.
Palu (hammer)
4.
Pisau ( cutter )
5.
Spidol
E. CARA KERJA
Metode yang digunakan dalam penentuan BD adalah metode tabung
silinder menggunakan ring sampel.
1.
Menyiapkan sampel tanah tidak terusik dengan ring sampel ( acara
1) dan menimbang berat basahnya (W1)
2.
Mengeringovenkan tanah dan ring sampel pada suhu 105C selama
2 hari dan itimbang (W2).
3.
Menimbang berat ing sampel (W3) dan mengukur volume silinder
(V)
4.
Menghitung BD = { (W2-W3)/V} (g/cm3)

F. DATA DAN PERHITUNGAN


Tabel pengamatan contoh tanah tak terusik
Lokasi

Ring
A

Rerumputan
B
Bawah
Tegakan

B
Jalan Setapak

A
B

Diameter
(cm)
L: 5
D : 4.5
L: 5
D : 4.5
L : 4.5
D:5
L : 4.5
D : 4.6
L : 5.3
D : 4.53
L : 4.49
D : 4.51

W1 (gr)

W2 (gr)

W3 (gr)

137.5

133

40

94.817

184

182

40

87.072

198.2

188.2

25.9

88.557

171

133.2

332

81.257

178.6

168.9

30.2

88.557

169.3

161.2

30.5

88.557

Perhitungan Data :
1. Rerumputan
Atas
Rata rata diameter =

= 4,75

Diket : W2 = 133 , W3 : 40
Jawab : V = . .d2.t
= . 3,14.(4,75)2.5
= 88.557 cm2
BD =
=
= 1.03 gr/cm3
Bawah
Rata rata diameter = 4.75
Diket : W2 = 182 , W3 = 40
Jawab : V =
= 88.557
BD =
= 1.603

.5

2. Bawah Tegakan
Atas
Rata rata diameter = 4.75
Diket : W2 =188.2 , W3 = 25.9
Jawab : V = . 3,14 . (4,75)2. 5
= 88.557
Bawah
Rata rata diameter = 4.55
Diket : W2= 133.2, W3=33.2
Jawab : V= . 3,14 . (4.55)2 . 5
BD =
= 1,230
3. Jalan Setapak
Atas
Rata rata diameter = 4.914
Diket : W2 = 168.9 , W3 = 30.2
Jawab : V = . 3,14 . (4.914)2 . 5
= 94, 817
BD =
= 1.462
Bawah
Rata rata diameter = 4.71
Diket : W2 = 161,2 . W3 = 30,5
Jawab : V = . 3,14 . (4.71)2. 5
= 87.072
BD =
= 1.501

G. PEMBAHASAN
Kami kelompok 4B melakukan praktikum Ilmu Tanah Hutan
tentang Berat Volume (BV). Dalam praktikum kali ini digunakan 3 sampel
tanah tidak terusik yang merupakan hasil dari percobaan / praktikum
kelompok pertama ( acara 1 ). Dan praktikum ini dilakukan pada tempat
yang berbeda yaitu dibawah tegakan, jalan setapak, dan rerumputan. Dari
ketiga lokasi tersebut diambil masing masing 2 lapisan tanah dengan 2
ring sampel. Dan setelah diperoleh sampel, dan setelah diperoleh sampel,
kemudian ring dioven agar mendapatkan berat kering dimana berat kering
ini digunakan untuk menghitung bulk density dan berat kering yang
dipakai adalah berat kering pada hari ke 2 pengamatan. Bulk density ( BD )
dihitung dengan rumus ;
BD = ( Berat tanah dari ring yang telah dioven berat ring sampel )
: volume ring
BD =

Bulk density merupakan petunjuk kepadatan tanah, semakin sulit


untuk meneruskan air atau semakin sulit akar tanaman bisa menembus
tanah tersebut. Akibatnya pertumbuhan tanaman tersebut tidak maksimal
atau bisa juga mati. Bulk density juga digunakan untuk menghitung
kandungan nutrisi dan menghitung jumlah pupuk yan diberikan dalam
kg/ha. Selain BD jga dikenal PD, yaitu partikel density yang merupakan
padatan tanah yang diukur hanya dari partikel padat tidaknya suatu tanah
dan tidak termasuk kandungan pori pori tanahnya.
Dalam kenyataanya bahan organic, tekstur dan tipe lempung juga
mempengaruhi BD suatu lahan. Lahan yang kandungan bahan organiknya
mempunyai BD yang rendah sehingga sangat baik untuk ditanami. Begitu
juga untuk tipe tipe lempung tertentu. BD sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman karena dengan mengetahui BD kita dapat
menetukan tingkat kepadatan tanah yang nantinya dapat berpengaruh
terhadap kemampuan penetrasi akar, kandungan butrisi yang ada, dan
jumlah pupuk yang diberikan.
Dalam percobaan ini diperoleh nilai BD dari masing masing
tanah / ring sampel dari 3 lokasi percobaan. Pada jalan setapak diperoleh
BD atas sebesar 1,5014 r/cm3 dan bawah sebesar 1,462 r/cm3. Dibawah
tegakan, BD ring atas sebesar 1,832 g/cm3 dan bawah sebesar 1 g/cm3. Dan
direrumputan BD ring atas sebesar 1,050 g/cm3 dan bawah sebesar 1,603
g/cm3.

H. KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum ini dapat disimpulkan bahwa :
a. Cara mencari BD (Bulk Density) dapat digunakan metode tabung silinder
dengan ring sampel :
Rumus : BD =
b. Particle Density adalah salah satu aspek yang menentukan BD
c. Semkin kecil nialai BD, semakin banyak bahan organik dan makin bagus
untuk pertumbuhan tumbuhan.
d. Bahan organik, tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman, dan dengan mengetahui jenis dan kandungan dapat menentukan
jenis tanaman apa yang cocok untuk lahan tersebut.

I.

DAFTAR PUSTAKA
Agus,Cahyono dkk.2004. Bahan Asistensi dan Petunjuk Praktikum Ilmu
Tanah
Hutan.jurusan
budidaya
hutan.fakultas
kehutanan
UGM.Yogyakarta
Foth,Henry D.1998.Dasar-dasar Ilmu Tanah Hutan.Gadjah Mada
University. press.Yogyakarta
Poerwidodo.1992.Metode Selidik Tanah.Penerbit usaha nasional.Surabaya