Anda di halaman 1dari 11

SEJARAH ILMU EKONOMI (PEMIKIRAN2 KAUM INSTITUSIONAL dan VEBLEN))

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Ilmu Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia
yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah
"ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga"
dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai
"aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli
ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS, yang tidak
sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. Andaianandaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Tidak
ada lagi persaingan sempurna, pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar.
Perusahaan ini menentukan selera konsumen. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga
timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional, dan
para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat.
Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi, tetapi sebaliknya terjadi pencemaran
lingkungan, dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan
jasa publik. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti
kekuatan buruh, pemerintah, dan lembaga-lembaga konsumen. Namun demikian, untuk
menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan- perusahaan ini, mereka meminta pemerintah untuk
menstabilkannya.

B.

Rumusan masalah

1.

Untuk mengetahui alur sejarah pemikiran ekonomi kaum institusional.

2.

Mengetahui Berbagai pandangan tentang pemikiran ekonomi dari berbagai kaum.

3.

Pandangan Thorstein Bunde Veblen terhadap Negara yang sudah berkembang pesat
dalam kegiatan ekonominya.

4.

Mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat dalam pemikiran ekonomi kaum institusional.

5.

Mengetahui konsep dari pemikiran ekonomi Veblen.

C.

Tujuan
Dalam penulisan makalah ini ada beberapa point yang harus kita perhatikan dalam
mengembangkan pola pemikiran kita yaitu di mana semua proses dalam prekonomian atau
kegiatan ekonomi yang telah di terapkan di Negara kita pada saat sekarang ini, dan apakah
semua proses pelaksaan ekonomi sudah berjalan dengan baik, atau mungkin mengalami
kegagalan dalam bidang ekonomi kita saat ini, di sinilah tujuanya dalam pembuatan makalah ini
yaitu untuk mengetahui proses terapan yang di lakukan oleh pemerintah kita saat ini.apakah
sudah mengalami kemajuan atau mungkin kegagalan yang begitu berat untuk mensejahterakan
rakyat dan bangsa kita

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Sejarah pemikiran ekonomi kaum institusional


Aliran sejarah di kembangkan di daratan Amerika Serikat pada tahun 20-an muncul aliran
pemikiran ekonomi lain yang disebut aliran institusional. Ada sedikit persamaan antara aliran
institusional dengan aliran sejarah, sebab keduanya sama-sama menolak metode klasik. Akan
tetapi dasar falsafah dan kesimpulan kesimpulan politik kedua aliran tersebut berbeda. Aliran
institusional menolak ide eksperimen sebagaimana yang di anut oleh aliran sejarah. Begitu juga
pusat perhatian aliran institusional terhadap masalah-masalah ekonomi dalam kehidupan
masyarakat juga berbeda.
Orang yang paling berpengaruh dan mempunyai peran dominan terhadap keberadaan
aliran institusional adalah Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). Veblen pada intinya mengkritik
teori-teori yang digunakan kaum klasik dan neo-klasik dan model model teoritisnya dan
cenderung terlalu menyederhanakan fenomena-fenomena ekonomi. Pemikiran ekonomi klasik

dan neo-klasik juga dikritiknya karena di anggap mengabaikan aspek-aspek non ekonomi seperti
kelembagaan dan lingkungan. Padahal pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap
tingkah laku ekonomi masyarakat.
Bagi Veblen masyarakat adalah suatu kompleksitas dimana tiap orang hidup, dan tiap
orang dipengaruhi serta ikut mempengaruhi pandangan serta perilaku orang lain. Dari penelitian
dan pengamatannya ia menyimpulkan bahwa perilaku masyarakat berubah dari tahun ke tahun.
Penelitian tentang perubahan perilaku dilakukannya dengan pendekatan metode induksi. Bagi
Veblen masyarakat merupakan suatu fenomena evolusi, dimana segala sesuatunya terus menerus
mengalami perubahan.
Veblen adalah anak seorang petani miskin yang melakukan imigrasi dari Norwegia ke
Amerika. Dalam keluarga petani miskin ini, termasuk di dalamnya Veblen, ada Sembilan orang
bersaudara. Agaknya latar belakang kehidupan yang serba kekurangan inilah yang menjadi
pangkal tolak mengapa dalam kehidupannya ia sering bersikap getir, skeptis, dan bahkan ada
yang menilainya sebagai seorang fasis. Gelar yang diberikan pada Veblen sangat banyak. Selain
gelar-gelar diatas, ia juga sering digelari sebagai seorang maverick, yang kira-kira bisa diartikan
dengan orang yang suka lain dari yang lain
Gelar lain yang diberikan pada Veblen adalah iconoclast, yaitu orang yang suka
menyerang dan ingin menjatuhkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang-orang atau institusi
tradisional yang diterima secara umum (iconoclast = one who attacks and seeks to overthrow
traditional or popular ideas or institutions). Gelar radikal juga cocok untuk Veblen, sebab ia
sering atau bahkan terus menerus mempermasalahkan inti kebenaran dari tata susunan
masyarakat.
Dengan gelar-gelar sebagaimana disebutkan diatas Veblen sering diperbandingkan
dengan Karl Mark, tokoh sosialis/marxis yang juga mempunyai kemampuan intelektual yang
luar biasa dan sama-sama sering melawan arus serta revolusioner. Bahkan latar belakang
pendidikan di antara keduanya mempunyai kemiripan, yaitu mempunyai latar belakang
pendidikan yang luas di bidang sosiologis, politik, falsafah, sejarah dan antropologi disamping
ekonomi. Pendidikan awal yang ditempuh Veblen adalah bidang filsafat, yang diambilnya di
Johns Hopkins University dan Yale University. Kemudian ia memperdalam ekonomi di Cornel

University. Walaupun ia seorang brilian, tetapi anehnya jabatannya sebagai dosen tidak pernah
lebih tinggi dari pembantu professor, baik waktu ia mengajar di Chacago, Stanford maupun
Missouri. Karena namanya sangat terkenal waktu pendaftaran mahasiswa berbondong-bondong
mengambil mata kuliah yang diajarkannya. Tetapi yang ditemui mahasiswa adalah seorang
eksentrik yang selalu menggerutu.
Dari buku-buku yang ditulis telah membuat Veblen sangat terkenal. Beberapa buku yang
ditulis nya antara lain: The Theory of Leisure Class (1899), The Theory of Business Enterprise
(1904), The Instict of Workmanship and the state of the Industrial Art (terbit tahun 1914, dan
tahun 1920 dipublikasikan kembali dengan judul: The Vested Interests and the Comman Man);
The Enggeneer and The Price system (1921); Absentee Ownership in Recent Time; The Cese of
America (1923). Selain buku-buku yang disebutkan di atas masih banyak buku-buku lain yang
ditulisnya menyangkut masalah social, politik, bahkan juga tentang pertahanan keamanan, dunia
pendidikan dan sebagainya.
Dalam The Theory of Leisure Class Veblen menjelaskan hal-hal yang berhubungan
dengan dorongan dan pola prilaku konsumsi masyarakat. Menurut Veblen, dulu perilaku orang
terikat dengan masyarakat sekeliling, dan orang dalam tingkah lakunya orang berusaha ikut
menyumbang terhadap perkembangan masyarakat. Orang berusaha menghindari perbuatan yang
merugikan orang banyak. Tetapi apa yang dilihatnya sekarang dalam masyarakat kapitalis
financial di Amerika ialah orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri saja,
dan tidak tertarik dengan kepentingan \ masyarakat banyak. Yang diperhatikan oleh masyarakat
sekarang hanyalah uang.
B.

Perbedaan paham kaum Institusional dan kaum Klasik

1.

Menurut pandangan pemikiran ekonomi dari kaum Institusional


Veblen adalah anak seorang petani miskin yang melakukan imigrasi dari Norwegia ke
Amerika. Dalam keluarga petani miskin ini, termasuk di dalamnya Veblen, ada Sembilan orang
bersaudara. Agaknya latar belakang kehidupan yang serba kekurangan inilah yang menjadi
pangkal tolak mengapa dalam kehidupannya ia sering bersikap getir, skeptis, dan bahkan ada
yang menilainya sebagai seorang fasis. Gelar yang diberikan pada Veblen sangat banyak. Selain

gelar-gelar diatas, ia juga sering digelari sebagai seorang maverick, yang kira-kira bisa diartikan
dengan orang yang suka lain dari yang lain
Orang yang paling berpengaruh dan mempunyai peran dominan terhadap keberadaan
aliran institusional adalah Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). Veblen pada intinya mengkritik
teori-teori yang digunakan kaum klasik dan neo-klasik dan model model teoritisnya dan
cenderung terlalu menyederhanakan fenomena-fenomena ekonomi. Pemikiran ekonomi klasik
dan neo-klasik juga dikritiknya karena di anggap mengabaikan aspek-aspek non ekonomi seperti
kelembagaan dan lingkungan. Padahal pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap
tingkah laku ekonomi masyarakat.
Bagi Veblen masyarakat adalah suatu kompleksitas dimana tiap orang hidup, dan tiap
orang dipengaruhi serta ikut mempengaruhi pandangan serta perilaku orang lain. Dari penelitian
dan pengamatannya ia menyimpulkan bahwa perilaku masyarakat berubah dari tahun ke tahun.
Penelitian tentang perubahan perilaku dilakukannya dengan pendekatan metode induksi. Bagi
Veblen masyarakat merupakan suatu fenomena evolusi, dimana segala sesuatunya terus menerus
mengalami perubahan.
2.

Pandangan Pemikiran ekonomi dari kaum Klasik


Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada
abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth
of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai
seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The
Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut
dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga
peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa
yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini
menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya
peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble
hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen
utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang
menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai

penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of
Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu
menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi
sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu
ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new
keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori
pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama
dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
C.

Pandangan Thorstein Bunde Veblen terhadap Negara yang sudah mengalami peningkatan
dalam kegiatan ekonomi atau mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat.
Vablen melihat dalam masyarakat amerika yang tumbuh begitu pesat telah melahirkan
suatu golongan yang di sebut absentee ownership. Golongan absentee ownership adalah para
pengusaha yang memiliki modal besar dan menguasai sejumlah perusahaan,tapi tidak ikut terjun
langsung dalam kegiatan operasional di serahkan pada professional dan kariawan kepercayaan.
Dan golongan ini dalam kenyataan memperoleh keuntungan paling besar.
Vablen melihat bahwa para pengusaha yang hanya mementingkan laba tanpa
memperhatikan cara yang iya jalani. Mereka mendapat kemudahan dan hak istimewa, misalnya
dalam menguasai bahan mentah dan menguasai daerah pemasaran. Ia juga mampu mengatur
pejabat kehakiman untuk tidak mempersoalkan kependudukan monopolinya atau agar tidak
mangganggu manipulasi pajak dan keuangan yang di lakukannya.
Prilaku pengusaha amerika di masanya telah banyak mengalami perubahan. Dahulu para
pengusaha pada umumnya menghasilkan barang-barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan
melalui kerja keras. Investasi masuk ke dalam apa yang di maksud dengan production for use.
Tetapi, pada masa sekarang laba dan keuntungan sebagian tidak di peroleh melalui kerja keras,
tetapi dengan trik-trik bisnis. Produksi seperti ini disebut dengan production for profit.Vablen
melihat pada masa sekarang semakin banyak jumlah jenis pengusaha yang memperoleh
keuntungan dari berbagai macam cara tampa mempedulikan nasip orang lain.
Di beberapa Negara berkembang yang masih belum mempunyai aturan permainan atau
rule of law yang jelas, sering dijumpai adanya kerja sama antara pengusaha dengan militer demi

mengamankan bisnis monopolinya. Artinya, kalau ada pengusaha lain yang ikut dalam bisnis
yang di monopolinya, ia akan berurusan dengan militer.
Untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, ada pengusaha absentee ownership
tiddak segan-segan mematikan usaha pengusaha sungguhan yang memperoleh keuntungan
dengan kerja keras.
Salah satu cara nya adalah dengan melakukan akuisasi. Cara lain untuk mematikan pesaing ialah
dengan membanting harga, sehingga produk dari perusahaan pesaing tidak laku. Setelah pesaing
mati dan keluar pasar, biasanya mereka kembali menaikkan harga dan memperoleh laba sangat
besar.
Dengan monopoli power yang ada ditangan, mereka juga sering mengurangi pasokan
barang-barang, sehingga harga melambung. lagi-Iagi, pengusaha menerima keuntungan melebihi
kewajaran. Dengan singkat, uang atau modal ditangan pengusaha pemangsa lebih sebagai alat
pengeksploitasi keuntungan sebesar-besarnya dari pada sebagai asset yang dikelola dengan
efisien untuk memuaskan kebutuhan konsumen sebagaimana yang terjadi dalam perusahaan
sungguhan.
Maka tidak mengherankan Veblen menolak keras tesis kaum klasik. Tesis yang
ditentangnya menganggap bahwa usaha setiap orang yang mengejar kepentingannya masingmasing pada akhirnya akan melahirkan suatu harmoni dan keseimbangan dalam masyarakat
secara keseluruhan. la melihat bahwa perilaku pengusaha yang hanya mengejar kepentingan
pribadi sangat bertolak belakang dengan tujuan masyarakat secara keseluruhan. Sebaliknya, demi
mengejar kepentingan pribadi ada pengusaha yang menghambat dan mematikan kepentingan
orang banyak.
Veblen menilai bahwa para pengusaha absentee ownership yang biasa memperoleh
keuntungan dengan cara yang saling menguntungkan tersebut sangat berpotensi melahirkan
golongan leisure class. Secara psikologis orang yang bisa memperoleh sesuatu tanpa keringat
tidak begitu menghargai sesuatu yang diperolehnya. Maka tidak mengherankan kalau perilaku
konsumsinya akan bersifat conspicuous consumption. Hal ini berbeda dengan perilaku konsumsi
pengusaha murni yang sertus dan mati-matian dalam berusaha. Karena keberhasilan dicapai
melalui kerja keras, mereka akan lebih perhitungan dalam mengkonsumsi barang dan jasa.
D.

Tokoh-tokoh Institusional Lainnya

1.

Wesley Clair Mitchel

Wesley clair mitchel adalah murid, teman dan pengagum Veblen. la berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dan menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Salah
satu karyanya yang sudah menjadi klasik adalah : Business Cycles and Their Causes. Sesudah
PD2, Mitchel mengorganisasi sebuah badan penelitian "National Bureau of Economic Research".
Dari penelitian ini memungkinkan lebih dikembangkannya penelitianpenelitian tentang
pendapatan nasional, fluktuasi ekonomi atau Business cycles, perubahan produktivitas, analisis
harga.
2.

Gunnar Karl Myrdal


Gunnar karl myrdal banyak menulis buku, antara lain: An American Dilema,Value in
Social Theory, Challenge to Affluence, dan Asian Drama: An Inquiry into The Poverty of
Nations. Salah satu pesan Myrdal pada ahli-ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value
judgement. Jika itu tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak
realistis. Myrdal percaya bahwa pemikiran Institusional sangat diperlukan dalam melaksanakan
pembangunan di Negara berkembang. Myrdal meraih nobel dibidang Ekonomi pada tahun 1974
bersama F.A Hayek atas jasa-jasanya dalam menyumbang pemikiran ekonomi, terutama bagi
pembangunan Negara berkembng.

3.

Joseph A. Schumpeter Joseph A.


Schumpeter di masukkan ke dalam aliran institusional karena ia mengatakan bahwa
sumber utama kemakmuran bukan terletak dalam ekonomi itu sendiri, melainkan berada di
luarnya, yaitu dalam lingkungan dan institusi masyarakat. Sumber kemakmuran terletak dalam
jiwa kewiraswastaan para pelaku ekonomi yang mengarsiteki pembanguna

4.

Douglas Nort
penghargaan terhadap aliran institusional mencapai puncaknya tahun 1993 pada waktu
Douglas North menerima hadia nobel dalam bidang ekonomi. Selama ini kebanyakan pakar
ekonomi menganggap hanya mekanisme pasar sebagai satu-satunya penggerak roda ekonomi,
dan mengabaikan peran institusi. Hal ini dinilai North keliru, sebab peran institusi tidak kalah
penting dalam pembangunan ekonomi. la menyimpulkan bahwa Negara komunis hancur karena

tidak mempunyai institusi yang mendukung mekanisme pasar. Terhadap perubahan yang radikal
di Eropa Timur dan eks Soviet, North mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan
memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijakan ekonomi macro saja tapi juga
dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada
setiap pelaku ekonomi. Contoh institusi yang mampu memberikan insentif terse but adalah
hukum paten dan hak cipta, hukum kontrak dan pemilikan tanah.
Orang yang paling berpengaruh dan mempunyai peran dominan terhadap keberadaan
aliran institusional adalah Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). Veblen pada intinya mengkritik
teori-teori yang digunakan kaum klasik dan neo-klasik dan model model teoritisnya dan
cenderung terlalu menyederhanakan fenomena-fenomena ekonomi. Pemikiran ekonomi klasik
dan neo-klasik juga dikritiknya karena di anggap mengabaikan aspek-aspek non ekonomi seperti
kelembagaan dan lingkungan. Padahal pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap
tingkah laku ekonomi masyarakat.
Bagi Veblen masyarakat adalah suatu kompleksitas dimana tiap orang hidup, dan tiap
orang dipengaruhi serta ikut mempengaruhi pandangan serta perilaku orang lain. Dari penelitian
dan pengamatannya ia menyimpulkan bahwa perilaku masyarakat berubah dari tahun ke tahun.
Penelitian tentang perubahan perilaku dilakukannya dengan pendekatan metode induksi. Bagi
Veblen masyarakat merupakan suatu fenomena evolusi, dimana segala sesuatunya terus menerus
mengalami perubahan.

E.

Konsep Pemikiran Dari Teori Veblen

1.

Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat
dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi
juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan), maka Veblen tidak puas
terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi
ortodoks. Dengan demikian, ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang
ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks.

2.

Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas


lingkup pengkajian ilmu ekonomi, membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi,

andaian-andaian, dan perilaku variabel-variabel ekonomi. Veblen melihat pengkajian ilmu


ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Oleh karena itu pula
Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi, tetapi sebagai seorang
sociologist.
3.

Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks, seperti teori
konsumsi, perilaku bisnis, andaian-andaian laba maksimal, persaingan sempurna ditolaknya.
Persaingan sempurna hampir tidak terjadi, yang banyak terjadi adalah monopoli, bukan
persaingan harga, tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi
antara tenaga kerja dan pemilik modal, tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Karena dunia
bisnis telah dikuasai oleh mesin, maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi.

4.

Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi, karena
dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. Namun demikian, pandanganpandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat.
Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran- pemikirannya.

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

Dalam ilmu ekonomi tentunya banyak sekali yang harus di perhatikan yaitu dalam
kegiatan ekonomi atau model penerapan ekonomi yang baik agar dalam sturktu prekonomian
Negara. Di sini kita dapat melihat bahwa banyak pemikiran-pemikiran ekonomi dan juga
sekaligus kita mempelajarinya dalam mata kuliah sejarah ilmu ekonomi. Dari penyusunan
makalah kita ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa di sini mempelajar hal-hal atau pola
penerap ekonomi yang baik dan benar, tetapi banyak ahli yang saling bermunculan untuk
mengembangkan pola pemikirannya untuk menerapkan kegiatan ekonomi yang sejahtera.tapi di
sini banyak ahli yang berbeda pendapat dalam menilai bahwa prekonomian itu banyak factor
untuk mencapai kegiatan ekonomi yang baik dan sejahterah bagi masyarakat yang ada dalam
Negara kita. Kita harus bercermin untuk saat ini masih banyak suatu Negara mengalami
kegagalan dalam membangun ekonomi yang sejahtera untuk rakyat.

B.

Saran
Bagi seorang pemimpin tentunya memberikan suatu langkah yang positif bagi bangsa dan
Negaranya yaitu tujuan untuk membangun semua dari berbagai kalangan atau sector yang dapat
mendukung lanjunya prekonomian yang baik, di sinilah kita mengharapkan dari semua pihak
untuk ikut serta dan memberikan partisipasinya untuk bias membangun prekonomian masyarakat
pada khususnya.dan kita jangan memandag hanya dengan sebelah mata hal-hal dan kondisi
ekonomi kita yang sangat terpuruk untuk saat ini.
Di sini juga kami mengharapkan kepada teman-teman pembaca atau pun di lain pihak
agar memberikan suatu masukan atau hal-hal yang berkaitan dalam penulisan makalah ini,
karena disini kami membutuhkan kritik dan saran untuk membangun atau memberikan motivasi
ke depanya agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa sempurna.