Anda di halaman 1dari 7

Pelaporan Terintegrasi

a) Definisi Pelaporan Terintegrasi


Pelaporan terintegrasi adalah komunikasi ringkas tentang bagaimana strategi
sebuah organisasi, pemerintahan, kemungkinan dan kinerja, dalam kontek dari
lingkungan external, menuntun untuk membuat nilai akhir jangka pendek,
menengah dan jangka panjang.
Pelaporan terintegrasi harus dipersiapkan sesuai dengan kerangka
konseptualnya.
b) Kerangka Konseptual Pelaporan Terintegrasi
Tujan dari kerangka konseptual pelaporan terintegrasi adalah untuk
menetapkan prinsip-prinsip yang mengarahkan dan mengandung elementelement pengendalilan seluruh isi dari pelaporan terintegrasi, dan untuk
menjelaskan konsep-konsep dasar yang mendukung laporan tersebut.
Kerangka konseptual :
1. Mengidentifikasi informasi yang akan dimasukkan dalam laporan
terintegrasi untuk dingunakan dalam menilai kemampuan organisasi
untuk menciptakan nilai; tidak menetapkan standar untuk hal seperti
kualitas strategi organisasi atau tingkat kinerja.
2. Ditulis terutama dalam kontek dari sector swasta, untuk keuntungan
perusahaan berbagai ukuran tetapi juga dapat diterapkan, perlu
disesuaikan, dengn organisasi bukan untuk mencari keuntungan dan
profit oriented.
c) Konsep Dasar Laporan Terintegrasi
Konsep dasar pada chapter ini mendukung dan menguatkan persyaratan dan
mengarahkan dalam kerangka konseptual pelaporan terintegrasi. Pelaporan
terintegrasi menjelaskan bagaiman organisasi menbentuk nilai dari waktu ke
waktu. Nilai tidak dibentuk atau dengan secara sendirinya dalam organisasi.
Ini adalah
1. Dipengaruhi oleh lingkungan ekternal
2. Diciptakan melalui hubungan dengan stakeholders
3. Tergantung dari berbagai sumber

Pelaporan terintegrasi bertujuan untuk menyediakan wawasan tentang:


1. Lingkungan external yang mempengaruhi organisasi
2. Sumberdaya dan hubungan yang digunakan dan dipengaruhi oleh
organisasi, yang disebutkan secara kolektif dalam kerangka konseptual
sebagai modal dan dikategorikan dalam bagian 2C sebagai keuangan,
manufaktur, intelektual, manusia, sosial, hubungan dan alam.
3. Bagaimana organisasi berinteraksi dengan lingkungan ekternal dan
untuk modal membentuk nilai jangka pendek, menengah dan jangka
panjang.
Menbangun nilai untuk organisasi dan untuk yang lain. Membangun nilai oleh
sebuah organisasi dari waktu ke waktu memanifestasikan dirinya dalam
peningkatan, penurunan dari tranformasi modal disebabkan oleh ativitas bisnis
dan output dari organisasi. Nilai memiliki dua aspek yang saling terkait yang
bangun untuk:
1. Organisasi itu sendiri, yang menyediakan pengembalian keuangan
kepada pemilik modal.
2. Lainnya (stakeholders dan masyarakat luas).
Pemilik modal tertarik pada membangun nilai organisasi dari diri sendiri.
Mereka juga tertarik pada organisasi yang membangun nilai untuk yang lain
ketika kemampuan organisasi untuk membangun nilai sendiri, atau
berhubungan untuk tujuan lain dari organisasi (misalnya sebuah tujuan sosial
explicit) yang mempengaruhi penilaian mereka.
Kemampuan dari organisasi untuk membangun nilai untuk dirinya sendiri
terhubung dengan membangun nilai bagi yang lain. Seperti ilustrasi dalam
figure 1, hal ini terjadi melalui berbagai kegiatan, interaksi dan hubungan
yang lain, seperti penjualan untuk pelanggan, yang secara langsung
berhubungan dengan perubahan modal keuangan. Ini termasuk, misalnya
untuk efek dari aktivitas bisnis dan output dari organisasi untuk kepuasan
pelanggan, kesedian pemasok untuk berjualan dengan organisasi dan
ketentuan dan syarat diman mereka melakukannya, inisiatif yang disetujui

oleh patner bisnis untuk dilakukan dengan organisasi, reputasi organisai,


kondisi yang dikehendaki dalam organisasi sosial liseni untuk beroperasi, dan
pengenaan pemasok supply chain atau legal requirements.
Figure 1: Value created for the organization and for others

Ketika interaksi ini, aktivitas dan hubungan yang material untuk membangun
nilai organisasi sendiri, mereka termasuk dalam pelaporan integrasi. Termasuk
mengambil akun yang efeknya pada modal yang telah diekternalisasi (yaitu
biaya atau efek lain pada modal yang tidak dimiliki oleh organisasi).
Modal adalah saham dari nilai yang meningkat menurun atau diubah melalui
kegiatan output organisasi mereka dikategorikan dalam kerangka ini sebagai
keuangan, manufaktur, intellectual, manusia, sosial dan hubungan, dan sumber
alami, meskipun organisasi mempersiapkan laporan terpadu tidak diharuskan
untuk mengadopsi categori ini untuk struktur laporan keuangan sepanjang
garis modal.
Kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai bagi dirinya sendiri
memungkinkanpengembalian keuangankepada pemilikmodal keuangan. Hal

ini terkait dengan nilai yang organisasi bangun kepada stakeholders dam
masyarakat luas, melalui berbagai kegiatan, interaksi dan hubungan. Ketika
material ini untuk membangun nilai organisasi untuk dirinya sendiri, mereka
termasuk dalam pelaporan terintegrasi.
d) Prinsip Pedoman Pelaporan Terintegrasi
Berikut prinsip pedoman yang mendukung mempersiapkan pelaporan
terintegrasi, menginformasikan isi laporan dan bagaimana informasi disajikan:

Fokus Strategis dan orientasi masa depan: Sebuah laporan yang


terintegrasi harus memberikan wawasan ke dalam strategi organisasi,
dan bagaimana kaitannya dengan kemampuan organisasi untuk
menciptakan nilai dalam jangka pendek, menengah dan panjang, dan
penggunaannya dalam dan efek pada modal

Konektivitas informasi: Sebuah laporan yang terintegrasi harus


menunjukkan gambaran holistik dari kombinasi, keterkaitan dan
ketergantungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan
organisasi untuk menciptakan nilai dari waktu ke waktu

Hubungan Stakeholder: Sebuah laporan terpadu harus memberikan


pemahaman sifat dan kualitas hubungan organisasi dengan para
pemangku kepentingan kunci, termasuk bagaimana dan sejauh mana
organisasi memahami, memperhitungkan dan menanggapi kebutuhan
mereka yang sah dan kepentingan

Materialitas:
mengungkapkan

Sebuah

laporan

informasi

tentang

yang
hal-hal

terintegrasi
yang

harus

substansial

mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai


dalam jangka pendek, menengah dan panjang

keringkasan: Sebuah laporan yang terintegrasi harus singkat

Keandalan dan kelengkapan: Sebuah laporan yang terintegrasi harus


mencakup semua hal yang material, baik positif maupun negatif,
dalam secara seimbang dan tanpa kesalahan material

Konsistensi dan komparabilitas: Informasi dalam laporan terpadu


harus disajikan: (a) pada dasar yang konsisten dari waktu ke waktu;

dan (b) dengan cara yang memungkinkan perbandingan dengan


organisasi lain sepanjang itu adalah bahan untuk kemampuan
organisasi sendiri untuk menciptakan nilai dari waktu ke waktu.
e) Content Element
Sebuah laporan yang terintegrasi mencakup delapan Elemen Konten yang
pada dasarnya berhubungan dengan satu sama lain dan tidak saling
eksklusif:

Gambaran organisasi dan lingkungan eksternal: Apa organisasi yang


dan apa situasi di mana ia beroperasi?

Pemerintahan: Bagaimana struktur tata kelola organisasi mendukung


kemampuannya untuk menciptakan nilai dalam jangka pendek,
menengah dan jangka panjang?

Model Bisnis: Apa model bisnis organisasi?

Risiko dan Peluang: Apa risiko spesifik dan peluang yang


mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai dalam
jangka pendek, menengah dan panjang, dan bagaimana organisasi
berurusan dengan mereka?

Strategi dan alokasi sumber daya: mana organisasi ingin pergi dan
bagaimana cara bermaksud untuk sampai ke sana?

Kinerja: Sejauh mana organisasi mencapai tujuan strategis untuk


periode dan apa yang hasil-hasil dalam hal efek pada Modal ?

Outlook: Apa tantangan dan ketidakpastian merupakan organisasi


mungkin menghadapi dalam mengejar strategi, dan apa implikasi
potensial untuk model bisnis dan kinerja di masa mendatang?

Dasar presentasi: Bagaimana organisasi menentukan apa hal-hal yang


akan disertakan dalam laporan terpadu dan bagaimana hal-hal tersebut
diukur atau dievaluasi?

f) IR menggabungkan sejumlah laporan (keuangan, catatan manajemen,


tatakelola dan remunerasi, dan pelaporan berkelanjutan) ke dalam satu
paket pelaporan untuk menjelaskan kemampuan suatu organisasi dalam
penciptaan nilai dan mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.
Menyajikan secara bersama informasi material tentang strategi, tatakelola

dan remunerasi, kinerja, risiko dan prospek suatu organisasi yang


mencerminkan konteks komersial, sosial dan lingkungan dimana
organisasi itu beropreasi
g) Evolusi pelaporan perusahaan
Meskipun sudah terjadi 4 evolusi pelaporan, pelaporan yang terakhir
masih terdapat kekurangan di dalamnya sehingga muncullah evolusi baru
yaitu integrated reporting menurut Lako, 2013 sebagai berikut :

h) Alasan mengembangkan integrated reporting :

Menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan bisnis kepada para


stakeholder

Membantu mengintegrasikan sustainabilitas bisnis

ke dalam

strategi and operasi

Meningkatkan relasi dengan para stakeholder utama

Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan

Menyederhanakan pelaporan eksternal (LK, LM, SR)

Menunjukkan posisi perusahaan sebagai leader and innovator

Meningkatkan relasi dengan komunitas investor, kreditor dan mitra


usaha

Meningkatkan akses modal/pendanaan

Meningkatkan reputasi dan memperkuat brand perusahaan

Patuh terhadap regulasi