Anda di halaman 1dari 8

FRAKTUR TULANG TEMPORAL

Basis tulang tengkorak: os sphenoid, os temporal, os


occipital, os frontal
Fraktur os temporal 20%
Epidemiologi & etiologi:
FR: pria, <21thn
Etiologi sering: kecelakaan motor / sepeda,
terjatuh, kejang

trauma tumpul ke lateral tengkorak (sering)


fraktur longitudinal (80%)
Mengikuti axis CAE ke celah telinga tengah
berjalan ke anterior bersama2 dg ganglion
geniculatus, tuba eustachian berakhir /
mengarah ke foramen lacerum
Disini otik kapsul tidak terkena
Trauma ke occipital terdorong ke arah f. magnum
fraktur temporal transversal (20%)
Fraktur menyeberang langsung ke arah petrous
fraktur kapsul otik

Gambaran Klinis & Pemeriksaan


Tanda & Gejala:
Hearing loss, mual-muntah, vertigo
Battle sign (ekimosis postaurikuler)
Racoon sign (periorbital ecchimosis) fraktur melibatkan fossa cranial anterior /
medial

Pemeriksaan:
Laserasi CAE, bony debris di canal, hemotympanum
CSF otorrhea / rhinorrhea, paralisis n.7 kadang2

Pem. Penunjang lain:


CT scan kepala u/ cek perdarahan intrakranial (bth op segera)
hRCTscan os temporal hanya u/ kasus yg kemungkinan komplikasi (fraktur otik
kapsul, cedera n.7, kebocoran CSF)
Ps dg hemotimpanum, tanpa nistagmus & CSF, weber lateralisasi ke telinga sakit, n.7
normal (-) perlu CT temporal

Pemeriksaan Lain
Audiometri
Harus dilakukan, namun tak perlu segera kecuali:
(+) tanda & gejala disfungsi telinga dalam
Apabila pem: gg konduktif, (-) ada fraktur kapsul
otik audiometri dapat dilakukan bbrp mgg
setelahnya memberi waktu hemotimpanum
sembuh

Facial nerve testing

Komplikasi
Gg pendengaran konduktif
(sering) ok hemotimpanum. Kadang ok perforasi m.timpani,
diskontinuitas osikula ( dislokasi incudostapedial)
Gg pendengaran sensorineural
Fraktur transversal dg keterlibatan fraktur otic capsule, bs
juga tanpa fraktur otic (ok conccusion labirin)
Concussion labirin gg membran koklear / sel rambut ok
tekanan gg pendengaran frekuensi tinggi
Cedera n. VII
Fraktur longitudinal (20%), fraktur transversal (50%)
Ada onset akut / delayed. Sering (-) disadari ok ps sering
ditemukan dalam keadaan koma

Kebocoran CSF (20%) biasanya 48 jam pasca


trauma
Post traumatic encephalocele
Dapat terjadi ok defek besar pada dasar fosa
cranial media herniasi dura & lobus temporal
t. tengah & mastoid
Kadang terlihat di otoskop massa putih dg p.d
dibelakang m.timpani
Perilymphatic fistula
Apabila tdp fraktur kapsul optik, atau subluksasi
stapes ke jendela oval
Gejala: vertigo fluktuatif & tuli sensorineural

Tatalaksana
Tuli konduktif
Hemotimpanum biasanya sembuh spontan 3-4mgg
tanpa sekuela
Perforasi m.timpani sembuh spontan dalam 3 bln
(94%) jika tidak: myringoplasty
Paralisis n.7
Tipe delayed konservatif, sembuh spontan (94100%). Namun ps dg (+) degenerasi neural > 90%
prog. Buruk
Bbrp rekomendasi obs, bbrp rekomen explorasi &
dekompresi

Tipe immediate op