Anda di halaman 1dari 4

Gerson Tappang

270110110048
Geologi B

Review Fosil dari Museum Geologi


1. Xystridura saint Smith. Ch ; Ellipsocephalus hoffi
Barande ; Phycodes circinnatus Richter
Trilobit adalah kelompok artropoda yang
hidup di laut dangkal dan merayap di lumpur.
Muncul sejak zaman Kambrium dan punah pada
akhir zaman Perm. Fosilnya merupakan fosil indeks
yang penting untuk masa Paleozoikum. Fosil ini
ditemukan di Australia dan Jerman.
Trilobit mempunyai tiga bagian, yaitu
kepala, tubuh, dan ekor, di mana tubuhnya terbagi
dalam tiga lobus, yaitu poros tengah, bagian kiri
dan tengah. Panjang tubuhnya bervariasi dari mulai
1 mm hingga mencapai 1 m.
2. Collenia sylindrica
Jenis ini adalah bagian dari kelompok
stromatolit yang berbentuk kerucut hingga
silindris dan tersusun oleh batugamping dan/atau
silika dengan struktur berlapis-lapis. Tinggi
khasnya 3 m (10ft). Hidup antara pada zaman
PraKambrium hingga Kambrium. Fosil ini
ditemukan di China. Stromatolit ini merupakan
fosil yang ditinggalkan oleh mikroorganisma alga
hijau-biru.
3. Pentacrinites subangularis
Krinoid adalah sekelompok hewan
ekinodermata (hewan berkulit duri) yang umum
disebut juga Lili Laut atau Bintang Bulu. Biasanya
hidup secara berkoloni dan tertambat di dasar
laut. Muncul pada zaman Ordovisium dan sangat
umu di daerah tropis.
Krinoid memiliki lengan/tangkai yang
panjang, bercabang dan berbulu yang berfungsi
untuk menangkap dan menyaring partikel
makanan dari dalam laut.

Gerson Tappang
270110110048
Geologi B

4. Ophiuroid sp.
Bintang laut merupakan hewan
invertebrata yang termasuk dalam filum
Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Fosil ini
ditemukan di Budebach, Jerman. Berasal dari zaman
Devon.
Ophiuroid sp. terdiri dari 2.000 spesies,
contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).
Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular)
berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya
lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil
dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul. Ophiuroid sp.
tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Hewan ini pun
juga dapat beregenerasi.
5. Halysites sp.
Halysites (chain coral) adalah genus yang
sudah punah dari jenis karang tabulasi. Koloni
berkisar kurang dari satu sampai puluhan sentimeter
dalam diameter. Mereka memakan plankton.
Termasuk filum Cnidaria dengan kelas
Anthozoa, Ordo Tabulasi, dan Famili Halysitidae. Fosil
ini berasal dari zaman Silur.

6. Metalegoceras evolutum Haniel


Ditemukan di Kojan, Timor. Fosil ini berasal dari zaman
Perm. Metalegoceras termasuk dalam famili Metalegoceratide.
Metalegoceratidae termasuk salah satu dari sebelas famili dari
superfamili Neococeratoidea. Mereka ada kelompok
Ammonoid yang sudah punah. Hewan ini adalah Cephalopoda
bercangkang yang berkaitan dengan cumi-cumi, belemnit,
gurita.

Gerson Tappang
270110110048
Geologi B

7. Monotis (Entomonotis) sp. Indet


Lokasi penemuan di Buton. Fosil ini berasal dari
zaman Trias Akhir. Fosil ini termasuk filum Mollusca,
kelas Bivalvia, ordo Psuedolamellibranchia, famili
Pteriidae.

8. Macrocephalites macrocephalis Schloth (putih);


Androgynoceras raricostatum Ziet (hitam)
Fosil ini berasal dari zaman Jura. Ditemukan di
Wadftiswijl, Aargau, Swiss (fosil yang berwarna putih)
dan di Nockartain fingen wurtemberg, Jerman. Kedua
fosil ini dari filum Mollusca, kelas Cephalopoda,
subkelas Ammonoidea, ordo Ammonitida, superfamili
Eoderocerataceae, dan famili Liparoceratidae.

9. Encrinus liliiformis Lammarck


Fosil ini ditemukan di Crailsheim, Wurtemberg,
Jerman. Diperkirakan fosil berasal dari zaman Trias Tengah.
Filum Echinodermata, kelas Crinoidea, ordo Cladida dan
famili Encrinidae. Krinoid ini memfosil dalam batugamping.
Habitat kehidupannya di laut dangkal.
Ciri khasnya mahkota terdiri dari 10 lengan yang
menutup rapat. Tangkainya bulat dan panjang.

Gerson Tappang
270110110048
Geologi B

10. Timorphyllum wanneri Gerth


Ditemukan di Timor. Fosil ini berasal dari
zaman Perm. Karang kecil yang hidup menyendiri
dengan bentuk yang agak tidak teratur, memanjang
bentuk silinder yang khas Timorphyllum.