Anda di halaman 1dari 5
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipl) Universitas Gunadarma — Depok 18 — 19 Oktober 2011 Vol. 4 Oktober 2011 ISSN: 1858-2559 EVALUASI SISTEM MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT (STUDY KASUS PADA RSUP PERSAHABATAN) Desi Erika Idawaty' Henny Medyawati” 'Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Akuntansi, Univ. Gunadarma *Lembaga Pengembangan Manajemen dan Akuntansi-LEPMA, Univ. Gunadarma 12 thenmedya, desi_fika }@staff.gunadarma.ac.id Abstrak Pelaksanaan sistem manajemen lingkungan di rumah sakit perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan tujuan dari rumah sakit tersebut. Objek penelitian ini adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan yang terletak di Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis apakah sistem manajemen lingkungan rumah sakit sudah sesuai dengan peraturan pengelolaan lingkungan dan apakah sistem manajemen lingkungan rumah sakit sudah diterapkan secara benar dan dipelihara antara kebijakan dengan pelaksanaannya. Metode yang digunakan yaitu wawancara dengan kuesioner (ICQ dan compliance test), dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen lingkungan di rumah sakit ini sudah sesuai dengan kebijakan rumah sakit itu sendiri dan sesuai dengan peraturan — peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kata Kunci : rumah sakit, manajemen lingkungan, limbah PENDAHULUAN Sistem Manajemen Lingkungan dia- dopsi dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai salah satu sertifikasi internasional di bidang pengelo- laan lingkungan dengan nomor seri 14001 (EMS-Environmental Management Sistem). Rumah sakit merupakan salah satu penghasil limbah terbesar dan limbah ini memiliki permasalahan yang kompleks, yaitu sangat sensitif dengan peraturan pemerintahan dika- renakan bahan yang digunakan dan limbah yang dikeluarkan rumah sakit tergolong limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) maupun non-B3. Potensial limbah tersebut menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitarya yang akan merugikan masyarakat bahkan rumah sakit itu sendiri. Di Korea Selatan, pengelolaan limbah medis sangat diperhatikan karena potensi bahaya ling- kungan dan risiko kesehatan masyarakat. Pada masa lalu, di Korea limbah medis sering dicampur dengan limbah padat perkotaan dan. dibuang di tempat pembuangan akhir atau di tempat pengolahan yang tidak tepat (misalnya tidak cukup dikontrol oleh insinerator) (Yong-Chul Jang, Cargro Lee, Oh-Sub Yoon dan Hwidong Kim, 2006). Di Mesir, kese- Idawaty & Medyawati, Evaluasi Sistem Manajemen... hatan pengelolaan limbah sangat dipenga- ruhi oleh budaya, keadaan sosial, dan ekonomi. Sebuah limbah yang dikelola dengan baik melalui manajemen kebijakan, kerangka kerja legislatif, dan rencana sangat penting untuk penanganan limbah medis. Fasilitas medis dan penelitian yang bergerak menuju pencapaian lingkungan yang schat dan aman bagi karyawan dan masyarakat (Labib, Ossama A., Ahmed H. Hussein, Waffaa I. El-shall, Adel Zakaria, dan Mona G. Mohamed, 2005) Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74/2001, limbah B3_perlu dikelola sesuai dengan aturan yang ada sehingga pengelolaan lingkungan hidup di rumah sakit perlu dilakukan secara sistematis dan berkelan-jutan. Sistem Manajemen Ling- kungan Rumah Sakit adalah sistem penge- lolaan lingkungan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan manajemen di rumah sakit. Sistem Manajemen Lingkungan Rumah Sakit seperti halnya Sistem Manajemen Lingkungan yang dilakukan pada sektor industri barang dan manufaktur. Pelaksanaan sistem manajemen ling- kungan di rumah sakit memerlukan adanya evaluasi untuk mengetahui kesesuaian sistem Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipi) Universitas Gunadarma — Depok 18 ~ 19 Oktober 2011 manajemen tersebut dengan tujuan dari rumah sakit tersebut. Salah satu cara evaluasi yaitu melalui audit lingkungan rumah sakit. Pengertian Audit Lingkungan menurut Wiku Adisasmito adalah suatu instrumen untuk me- nguji penaatan suatu kegiatan rumah sakit terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan lingkungan, standar, dan baku mutu lingkungan. Audit lingkungan juga meru- pakan suatu instrumen untuk mendapatkan informasi sejauh mana potensi permasalahan ketidaktaatan (non-compliance) yang ada pada suatu rumah sakit (Wiku 2008: 16). Akuntansi Manajemen Lingkungan (AML) menurut Ikhsan (2008) digunakan untuk menyediakan informasi dalam pengambilan putusan satu organisasi walaupun informasi dihasilkan untuk tujuan yang lain. Diannita ‘Thiodorus (2002) dalam penelitiannya mela- kukan evaluasi tehadap control system yang ada pada perusahaan ternak dan menganalisis kebijakan pengelolaan atas lingkungan yang telah diterapkan perusahaan dengan meng- ambil segi positifnya. Madena (2009) menya- takan bahwa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan sumber daya alam yang berle- bihan dan peningkatan industri tersebut adalah limbah. Penelitian yang dilakukan meliputi pelaksanaan audit lingkungan ber- dasarkan Undang-undang No. 23 tahun 1997 dan melalui pengamatan langsung untuk menilai sistem pengelolaan limbah cair yang diterapkan oleh PT BIY. Berdasarkan uraian pada latar bela- kang, maka rumusan masalah dalam peneli- tian ini adalah (1) apakah Sistem Manajemen Lingkungan Rumah Sakit sudah sesuai dengan peraturan pengelolaan lingkungan?; (2) Apakah Sistem Manajemen Lingkungan Rumah Sakit sudah diterapkan secara benar dan dipelihara antara kebijakan dengan pelaksanaannya? Adapun tujuan penelitian ini merujuk permasalahan tersebut adalah menganalisis Sistem Manajemen Lingkungan Rumah Sakit, membandingkan sistem terse- but dengan peraturan pengelolaan lingkungan sesuai dengan peraturan pemerintah dan ISO dan menganalisis penerapan dan peme- liharaan antara kebijakan rumah sakit dengan pelaksanaannya. E-136 Vol. 4 Oktober 2011 ISSN: 1858-2559 METODE PENELITIAN Objek dan Data Penelitian Objek penelitian adalah rumah sakit milik pemerintah yang terletak di Jakarta Timur yaitu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Data primer yang diperoleh yaitu berasal dari Bagian Pengo- lahan Limbah RSUP Persahabatan yakni berupa peraturan atau kebijakan yang dimiliki oleh rumah sakit, struktur organisasi, dan data mengenai sistem manajemen rumah sakit yang digunakan. Kuesener yang digunakan dalam penelitian ini adalah Internal Control Quetionnaire (ICQ), meliputi: (1) Policy; (2) Organization and physical facilities; (3) Ope- ration and implementations; (4) Checking and corrective actions. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kegiatan Rumah Sakit atas Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Pada bagian ini dibahas mengenai kegiatan yang dilakukan rumah sakit dalam pengelolaan limbah dengan adanya kebijakan manajemen dari limbah cair (air limbah) sampai incinerator dan limbah medis. Kebijakan Manajemen atas Sistem Pengelolaan Air Limbah Rumah Sakit Adapun —ringkasan —_kebijaksanaan manajemen atas sistem pengelolaan air pada RSUP Persahabatan (Instalasi Sanitasi RSUP Persahabatan, 2007) yaitu: (1) Pre~Treatment (Pengolahan Pendahuluan); (2) Fasilitas Pe- nyaring; (3) Sistem FBBR (Fluiding Bed Bio- ‘film Reactor); (4) Bak Pengendap; (5) Bak Air Terolah (Treated Water Basin); (6) Up- Flow Filter; (1) Disinfectant Basin (Bak Desinfektasi); (8) Sludge Storage Basin (Bak Penampung Sludge); (9) Sludge Dewatering system; (10) City Water Basin; (11)Effluent (Keluaran) Kebijakan Manajemen atas Sistem Pengelolaan Incinerator dan Limbah Medis Rumah Sakit Berikut ini adalah ringkasan prosedur pengelolaan limbah medis (Instalasi Sanitasi RSUP Persahabatan, 2007): (1) Pemilahan Limbah Medis; (2) Pewadahan Limbah Me- dis; (3) Pengumpulan Limbah Medis; (4) Pengangkutan Limbah Medis; (5) Penyim- Idawaty & Medyawati, Evaluasi Sistem Manajemen. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil) Universitas Gunadarma - Depok 18 — 19 Oktober 2011 panan Limbah Medis di RSUP Persahabatan; (6) Memasukkan Sampah Medis ke dalam Incinerator; (7) Mengoperasikan Incinerator; (8) Mematikan Incinerator; (9) Merawat Incinerator Analisis Indikator Ketaatan Evaluasi terhadap Internal Control Sistem yang ada di RSUP Persahabatan dila- kukan dengan menggunakan ICQ yang berfungsi sebagai penuntun dan petunjuk di dalam pelaksanaan audit. Setelah dilakukan evaluasi, proses berikutnya adalah pengujian ketaatan (Compliance test) dengan mela- kukan obervasi di tempat actual (tempat pengolahan limbah di dalam areal RSUP Persahabatan). Berikut ini penjelasan untuk setiap pertanyaan sesuai kuesener (lampiran). I. Policy Policy terdiri dari: (1) perusahaan telah memiliki kebijakan tertulis atas usaha pengolahan limbah rumah sakit yaitu Surat Keputusan, (2) kebijakan tersebut dikeluar- kan oleh Direktur Utama RS Persahabatan No. HK.00.06.00.90A Tentang Program Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit di RSUP Persahabatan Direktur Utama Rumah Sakit Persahabatan, (3) kebijakan atas pengolahan limbah tersebut berisi tanggung jawab rumah sakit yang disesuaikan dengan program penyehatan lingkungan rumah sakit di RSUP Persahabatan, (4) kebijakan rumah sakit sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku yaitu Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204 / MENKES / SK / X / 2004, (5) rumah sakit selalu mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah (seperti tertulis pada pertanyaan no.6), (6) rumah sakit telah mengadakan monitor dengan baik, bahkan pelaksanaan monitor dilakukan tidak hanya dari intem namun dari ekstern juga seperti SUDW Kesehatan Jakarta Timur, BPUTD, dan Kementrian Lingkungan Hidup (seperti tertulis pada pertanyaan no.7), (7) kebijakan rumah sakit yang telah ada saat ini telah mempertimbangkan faktor—faktor intern dan ekstern perusahaan. (seperti tertulis pada pertanyaan no.8), (8) rumah sakit telah memiliki izin pembuangan limbah (seperti tertulis pada pertanyaan no.9) yaitu : Limbah medis padat sudah memiliki izin Incenerator dan untuk IPAL sedang dalam proses IPLC Idawaty & Medyawati, Evaluasi Sistem Manajemen.. Vol. 4 Oktober 2011 ISSN: 1858-2559 IL. Organization and Phyical Facillities Terdiri dari: (1) rumah sakit_mempunyai prosedur yang cukup untuk mengiden- tifikasikan aspek lingkungan dari aktivitas rumah sakit yaitu dengan adanya SOP, (2) rumah sakit mempunyai tujuan dan target yang harus dicapai dalam _pelaksanaan kebijakan perusahaan, (3) pada tahap awal rumah sakit didirikan telah mempertim- bangkan faktor-faktor negatif yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas rumah sakit tethadap lingkungan di sekitar rumah sakit, (4) pihak rumah sakit telah menyediakan perlengkapan khusus bagi karyawannya (karyawan yang bekerja di dalam lokasi pengolahan limbah) untuk menjaga kesehatan para karyawan seperti masker, topi (helm kerja), sepatu, sarung tangan, dan baju kerja, (5) pengaturan fasilitas di lokasi rumah sakit dan pengolahan limbah sudah baik, terdiri dari: (@) pihak rumah sakit menyediakan genset sebagai cadangan saat terjadi pema- daman listrik PLN (seperti tertulis pada pertanyaan no.5), (b) pihak rumah sakit menyediakan kotak P3K apabila terjadi kecelakaan kecil, apabila terjadi kecelakaan besar maka tenaga kerja langsung dibawa ke IGD rumah sakit (seperti tertulis pada pertanyaan no.6), dan (c) pihak rumah sakit telah menyediakan alat pemadam kebakaran, Hal ini sangat baik untuk menjaga aset rumah sakit (seperti tertulis pada pertanyaan no.7). (6) Baik wakil kepala pelayanan maupun penanggung jawab masing-masing pengo- lahan limbah memeriksa tempat pembuangan limbah untuk memastikan bahwa limbah dibuang dengan benar (seperti tertulis pada pertanyaan no.8). II. Operation and Implementasi Terdiri dari: (1) kebijakan rumah sakit didukung dengan jumlah tenaga yang memadai (seperti tertulis pada pertanyaan no.2): (a) Bagian sanitasi 19 tenaga kerja; (b) Bagian IPAL 7 tenaga kerja (dibagi per shift), (2) pihak rumah sakit telah menunjuk orang yang memberi tugas dan tanggung jawab secara khusus atas usaha pengolahan limbah tersebut dan atas kebersihan lokasi pengo- lahan limbah (seperti tertulis pada pertanyaan no.3), (3) rumah sakit mempunyai sistem pembakaran yaitu Incenerator sebanyak 2 buah yang sudah memiliki izin (seperti tertulis pada pertanyaan no.4), dan (4) rumah E-137 Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipl) Universitas Gunadarma — Depok 18 - 19 Oktober 2011 sakit mempunyai instalasi pengolahan limbah yaitu Instalasi. Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada dibawah pengawasan bagian Sanitasi (seperti tertulis pada pertanyaan no.5). IV. Checking and Corrective Actions Terdiri dari: (1) jika ada karyawan yang melakukan pelanggaran atas kebijakan atau prosedur yng telah ditetapkan maka akan diberikan teguran secara lisan baik oleh wakil kepala pelayanan maupun penanggung jawab (seperti tertulis pada pertanyaan no.4), dan (2) sejauh ini belum ada masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit yang mengajukan protes atas pengaruh yang ditimbulkan terhadap lingkungan disckitarnya (seperti tertulis pada pertanyaan no.5) Selanjutnya adalah pengujian efek- tivitas sistem pengelolaan air limbah dengan melakukan uji ketaatan (compliance test) dengan bukti dokumen untuk mengetahui keseuaian Kegiatan yang dilakukan rumah sakit dengan peraturan yang ada. Adapun uji ketaatan tersebut yaitu: (1) Uji ketaatan ati hasil_pemeriksaan kualitas air limbah. Adapun tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah air limbah yang diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah mencapai baku mutu yang ditetapkan oleh SK Gubernur DKI Jakarta No.122 Tahun 2005. Hasil analisis menun- jukkan bahwa kualitas air limbah hasil olahan IPAL RSUP Persahabatan pada semester I tahun 2010 tetap memenuhi baku mutu limbah sesuai SK GUB DKI No. 122 Tahun 2005. Sistem kerja IPAL RSUP Persahabatan dapat dikatakan masih optimal berkaitan dengan terjaganya —operasional_— dan pemeliharaan peralatan dan monitoring sistemnya. Dan (2) Uji ketaatan atas hasil pemeriksaan jumlah sampah medis dan jam operasional mesin incinerator. Adapun tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui fluktuasi volume sampah medis yang dima- sukkan ke dalam incinerator dan mengetahui fluktuasi jumlah jam operasional. Hasil analisis (tabel terlampir) menunjukkan bahwa fluktuasi volume sampah medis yang diha- silkan baik dari dalam maupun iuar RSUP Persahabatan pada semester I tahun 2010 mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun 2009 yakni pada kisaran rata-rata Vol. 4 Oktober 2011 ISSN: 1858-2559 3,860 — 4,020 Kg/Bulan. Kondisi ini diper- kirakan adanya kenaikan kegiatan pelayanan RS luar yang bekerja sama dengan inci- nerator RSUP Persahabatan. Analisis pada jumlah jam operasional mesin incinerator RSUP Persahabatan pada semester I tahun 2010 menunjukkan peningkatan bila diban- dingkan pada tahun 2009 yakni kisaran 41 ~ 43 jam/bulan. Hal ini berhubungan dengan fluktuasisampah medis yang diha-silkan yang cenderung meningkat. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sistem manajemen lingkungan yang ada pada rumah sakit sesuai dengan kebijakan manajemen atas sistem pengelolaan limbah yang dilakukan RSUP Persahabatan dan sistem manajemen lingkungan tersebut sudah cukup baik melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan. Kondisi ini sejalan dengan teori bahwa sistem manajemen lingkungan meru- pakan kerangka kerja atau metode untuk menuntun suatu organisasi untuk mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Tunggal, 2003). Sistem’ manajemen lingkungan pada RSUP Persahabatan sudah diterapkan secara benar dan dipelihara antara kebijakan dengan pelaksanaannya. Hal ini dapat dilihat ber- dasarkan beberapa pertimbangan berikut : (a) rumah sakit mempunyai kebijakan tertulis atas usaha pengolahan limbah berupa Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan (Kepu- tusan Direktur Utama RS Persahabatan No. HK. 00.06.00.90A) dan selalu mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seper- ti Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004, (b) rumah sakit mempunyai prosedur yang cukup untuk mengidentifikasikan aspek lingkungan dari aktivitas rumah sakit yaitu dengan adanya SOP, dan monitoring yang dilakukan tidak hanya dari intern namun dari ekstern juga seperti SUDW Kesehatan Jakarta Timur, BPUTD, dan Kementrian Lingkungan Hidup, dan (c) rumah sakit telah memiliki izin pembuangan limbah yaitu limbah medis padat sudah memiliki izin Incenerator. Idawaty & Medyawati, Evaluasi Sistem Manajemen... Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil) Universitas Gunadarma — Depok 18-19 Oktober 2011 Saran Pembuatan laporan kinerja khususnya untuk bagian pengelolaan limbah incinerator seharusnya disertai dengan nilai baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah, kemudian dilakukan pengecekan sehingga dapat diketahui apakah pengolahan limbah incinerator telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah tersebut DAFTAR PUSTAKA Adisasmito, W. 2008 Audit Lingkungan Rumah Sakit Rajawali Pers, Jakarta. Thiodorus, D. 2002 Audit Lingkungan atas Usaha Pengolahan Limbah (Kotoran Ternak) Perusahaan Peternakan Adi Mix Farm Skripsi (Tidak dipublikasikan). Ikhsan, A. 2008 Akuntansi Manajemen Lingkungan Graba Ilmu, Jakarta. Keputusan Direktur Utama RS Persahabatan No. HK. 00.06.00.90A tentang Program Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit di RSUP Persahabatan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204 / MENKES / SK / X / 2004 tentang Idawaty & Medyawati, Evaluasi Sistem Manajemen. Vol. 4 Oktober 2011 ISSN: 1858-2559 Persyaratan Kesehatan Rumah Sakit Labib, O. A., Ahmed H. H., Waffaa I. E., Zakaria, A. dan Mohamed, M. G., 2005 The Journal of the Egyptian Public Health Association (JEPHASs.) Vol.80 No.3& 4, 2005 Peraturan Pemerintah Nomor 74/2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Madena 2005 Audit Lingkungan Terhadap Sistem Pengelolaan Limbah Cair PT BIY. Skripsi (tidak dipublikasikan) Instalasi Sanitasi RSUP Persahabatan 2007 Pendoman Pengelolaan Sampah RSUP Persahabatan Jakarta Lingkungan 2007 Pedoman Pengelolaan Incinerator dan Limbah Medis RSUP Persahabatan Jakarta Tunggal, A. W. 2003 Audit Manajemen Kontemporer Harvarindo, Jakarta Yong-Chul Jang, Cargro Lee, Oh-Sub Yoon dan Hwidong Kim. 2006 “Medical waste management in Korea”. Journal of Environmental Management Volume 80, Issue 2, July 2006, Pages 107- 115. E-139