Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PROSES KIMIA

Materi:
ESTERIFIKASI
Disusun oleh:
Kelompok 18 Rabu
Mochammad Arief A.

21030112130101

Ririana Ayu Larassati

21030112140180

Taufik Nuraziz

21030112140179

LABORATORIUM PROSES KIMIA


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM PROSES KIMIA

Materi:
ESTERIFIKASI
Disusun oleh:
Kelompok 18 Rabu
Mochammad Arief A.

21030112130101

Ririana Ayu Larassati

21030112140180

Taufik Nuraziz

21030112140179

LABORATORIUM PROSES KIMIA


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

ESTERIFIKASI

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan resmi Praktikum Proses Kimia dengan judul materi Esterifikasi yang disusun
oleh:
Nama dan NIM : 1. Mochammad Arief A.

21030112130101

2. Ririana Ayu Larassati

21030112140180

3. Taufik Nuraziz

20130112140179

Kelompok

: 18/Rabu

telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada Asisten Laboratorium Proses Kimia dan Dosen
Pengampu materi Esterifikasi maka dinyatakan diterima.

Semarang, Desember 2014


Dosen Pembimbing,

Asisten Pembimbing

Dr. Ir. Ratnawati, M.S

Mutia Annisa Marsya

NIP. 19600412 198603 2 001

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

NIM. 21030111140160

ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat dan rahmat-Nya Laporan Resmi
Praktikum Proses Kimia berjudul Esterifikasi dapat selesai dengan baik. Penyusunan Laporan
Resmi Praktikum Proses Kimia ini berdasarkan analis hasil percobaan yang dilakukan saat
praktikum dan pembahasan yang bersumber pada literatur-literatur yang ada. Penyusun
sampaikan terima kasih kepada:
1. Orang tua yang selalu memberikan dukungan.
2. Ibu Dr. Ir. Ratnawati, M.S. sebagai dosen pembimbing laporan esterifikasi
3. Laboran Laboratorium Proses Kimia
4. Asisten Laboratorium Proses Kimia.
5. Teman-teman angkatan 2012 yang membantu dalam penyusunan laporan ini
Laporan ini berisi tentang proses esterifikasi dengan variabel jenis katalis yaitu HCl dan
H2SO4. Berdasarkan data hasil percobaan dapat diketahui pengaruh waktu reaksi terhadap
konversi reaksi esterifikasi serta pengaruh jenis katalis terhadap konversi, konstanta laju dan
konstanta kesetimbangan.
Laporan resmi ini merupakan laporan terbaik yang saat ini dapat diajukan, namun
penyusun menyadari pasti ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Maka dari itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun sangat penyusun harapkan.

Semarang, Desember 2014

Penyusun

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

3
33

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................................
i HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................................
ii

KATA

...............................................................................................................iii

PENGANTAR
DAFTAR

.............................................................................................................................

iv

ISI

DAFTAR

GAMBAR.................................................................................................................. v DAFTAR
TABEL

.....................................................................................................................

vi

INTISARI ................................................................................................................................ vii


SUMMARY ........................................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
I.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 1
I.2 Tujuan Percobaan.......................................................................................................... 1
I.3 Manfaat Percobaan ....................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................... 2
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ..................................................................................
8
III.1 Bahan dan Alat yang Digunakan ............................................................................... 8
III.2 Variabel Operasi......................................................................................................... 8
III.3 Respon Uji Hasil ....................................................................................................... 9
III.4 Cara Kerja ................................................................................................................. 9
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN ........................................................ 11
IV.1 Hasil Percobaan........................................................................................................ 11
IV.2 Pembahasan ............................................................................................................. 12
BAB V PENUTUP .................................................................................................................. 17
V.1 Kesimpulan................................................................................................................ 17
V.2 Saran ......................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 18
LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN ...................................................................................
19
LEMBAR PERHITUNGAN ....................................................................................................
21

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Rangkaian Alat Hdrolisa ....................................................................................... 9
Gambar 3.2 Rangkaian Alat Titrasi ......................................................................................... 9
Gambar 4.1 Hubungan antara Waktu dan Konversi pada Reaksi Esterifikasi Asam Asetat . 12
Gambar 4.2 Hubungan antara Waktu dan Konversi pada Reaksi Esterifikasi Asam Asetat . 13
Gambar 4.3 Hubungan antara Jenis Katalis dan Konstanta Laju Reaksi pada Reaksi
Esterifikasi Asam Asetat .................................................................................... 14
Gambar 4.4 Hubungan antara Jenis Katalis dan Konstanta Kesetimbangan pada Reaksi
Esterifikasi Asam Asetat .................................................................................... 15

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Hasil Percobaan Esterifikasi dengan Katalis HCl .................................................... 11
Tabel 4.2 Hasil Percobaan Esterifikasi dengan Katalis H2SO4 ............................................... 11

INTISARI
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester. Tujuan dari percobaan esterifikasi adalah
untuk mempelajari pengaruh jenis katalis terhadap konversi yang didapat, menghitung konstanta
kesetimbangan dan konstanta laju reaksi. Dalam industri, etil asetat baik digunakan sebagai pelarut
pada polyurethane coating system.
Esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol dan menghasilkan ester
dan air. Reaksi esterifikasi berjalan lambat sehingga dibutuhkan katalis untuk dapat mempercepat
reaksi. Variabel yang dapat mempercepat reaksi esterifikasi adalah perubahan konsentrasi, katalis,
kecepatan pengadukan, waktu serta suhu reaksi. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi endotermis dan
merupakan reaksi reversibel.
Bahan yang digunakan dalam proses esterifikasi adalah asam asetat, etanol, HCl 0,25 N dan
H2SO4 0,25 N, NaOH 0,3 N, indikator PP dan aquadest. Langkah kerja dalam praktikum ini adalah
merangkai alat, kemudian mencampurkan asam asetat dengan katalis HCl, panaskan hingga suhu
60C, kemudian campurkan etanol 60C dengan perbandingan asam asetat dengan etanol 1 : 2 yang
disertai pengadukan lalu dilakukan proses esterifikasi. Setelah dicampurkan ambil 5 ml sampel mulai
dari t = 0 menit sampai dengan waktu pengambilan 5 kali setiap 12 menit, tambahkan 3 tetes
indikator PP lalu titrasi dengan NaOH 0,3 N hingga warna merah muda. Langkah tersebut diulangi
untuk variabel katalis H2SO4.
Dari hasil percobaan yang dilakukan, konversi pembentukan etil asetat dari asam asetat dan
etanol semakin besar seiring dengan bertambahnya waktu, namun setelah mencapai kondisi steady
konversi tidak lagi berubah fungsi waktu. Konversi reaksi dengan katalis HCl menghasilkan konversi
yang lebih besar dari reaksi dengan katalis H2SO4 karena HCl lebih reaktif disebabkan tingkat
-4
keasaman yang tinggi. Pada percobaan dengan katalis HCl didapatkan k1 sebesar 6,543x10
-4
-4
-4
sedangkan k2 5,239x10 , untuk katalis H2SO4 k1 sebesar 5,087x10 dan k2 sebesar 4,7418x10 . Nilai
konstanta laju reaksi dengan katalis HCl lebih tinggi dari katalis H2SO4 karena HCl lebih reaktif
dengan tingkat keasaman yang tinggi. Konstanta keseimbangan reaksi dengan katalis HCl sebesar
1,249 lebih besar dari reaksi dengan katalis H2SO4 yaitu 1,073 karena konversi yang dihasilkan lebih
besar reaksi dengan katalis HCl.
Kesimpulan yang kami peroleh adalah konversi ester pada kedua variabel katalis akan
bertambah seiring bertambahnya waktu operasi. Reaksi dengan katalis HCl menghasilkan konversi
yang lebih besar dari reaksi dengan katalis H2SO4. Konstanta laju reaksi dengan katalis HCl lebih
besar dari reaksi dengan katalis H2SO4. Konstanta keseimbangan reaksi dengan katalis HCl lebih
besar dari reaksi dengan katalis H2SO4. Saran yang kami berikan adalah hati-hati dengan reagen
yang berbahaya, memperhatikan kebersihan alat dan teliti dalam menentukan titik akhir titrasi.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

vii

SUMMARY
Esterification is the reaction of forming esters. The purpose of the experiment was to study the
effect of esterifications catalyst type to the conversion obtained, calculate the equilibrium constant
and the reaction rate constant. In the industry, ethyl acetate usually used as a solvent for polyurethane
coating system.
Esterification is a reaction between the carboxylic acid with alcohol and produce ester and
water. Esterification reaction runs slow so it takes a catalyst to accelerate the reaction. Variables that
can accelerate the esterification reaction are the change in concentration, catalyst, stirring speed,
reaction time and temperature. The esterification reaction is an endothermic reaction and is a
reversible reaction.
Materials used in the esterification process are asetic acid, ethanol, 0,25 N HCl and 0,25 N
H2SO4,0,3 N NaOH, PP indicator and distilled water. The steps for this practice are stringing the
tool, then mix the acetic acid with the catalyst HCl, heated to 60 C, then mix the 60 C ethanol with
ratio of acetic acid and ethanol is 1:2 which accompanied by stirring and then do the esterification
process. After mixing done, take 5 ml sample start from t = 0 min up to 5 times of taking in every 12
minutes, add 3 drops of PP indicator and titrate with 0,3 N NaOH until the color is pink. Repeat the
steps for catalyst H2SO4.
From the results of experiments, the conversion of the formation of ethyl acetate from acetic
acid and ethanol will bigger with time increasing, but after reaching the steady state condition the
conversion will not changing again with time increasing. Reaction conversion using HCl catalyst
produce bigger conversion than reaction using H2SO4 catalyst, because HCl is more reactive based on
-4
the high acidity level. From experiment using HCl catalyst the k1 value is 6,543x10 while k2 is
-4
-4
-4
5,239x10 , for H2SO4 catalyst k1 value is 5,087x10 and k2 is 4,741x10 . The reaction rate constant
value with HCl catalyst is bigger than using H2SO4 catalyst because HCl is more reactive based on the
high acidity level. The equilibrium constant by using HCl catalyst is 1,249 bigger than the reaction
using H2SO4 1,073 because the conversion that produce is bigger if using HCl catalyst.
The conclusion we get is the overall conversion of the ester for the two catalyst variable will
increase while the time increasing. Reaction using HCl catalyst produce bigger conversion than
reaction using H2SO4 catalyst. The reaction rate constant with HCl catalyst is bigger than reaction
with H2SO4 catalyst. The equilibrium constant with HCl catalyst is bigger than reaction with H2SO4
catalyst. The advice we give is beware with the hazardous reagent, paying attention on tool
cleanliness, and accurate on observations of end point titration.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

viii

BAB I
PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan
alkohol. Contohnya reaksi antara asam asetat dengan etanol. Produk reaksi berupa ester
dan air. Persamaan umum reaksi ini dapat ditentukan sebagai berikut:
R-COOH + HO-R* R-COOR* + H2O
Reaksi ini bersifat bolak balik (reversibel) dan umumnya sangat lambat sehingga
memerlukan katalis agar diperoleh ester yang maksimal maka perlu dipelajari faktorfaktor yang mempengaruhi proses esterifikasi. Salah satu faktor yang akan dibahas pada
percobaan kali ini adalah jenis katalis.
Senyawa ester secara komersial telah banyak diproduksi oleh industri karena
memiliki banyak kegunaan di industri. Salah satunya diantaranya yaitu etil asetat yang
sangat baik digunakan sebagai pelarut pada polyurethane coating system. Selain itu,
pada industri makanan dan minuman, etil asetat banyak digunakan untuk memberi rasa
pada makanan atau minuman (flavouring). Oleh karena itu, seorang sarjana teknik kimia
harus dapat memahami reaksi esterifikasi, karena produk dari proses esterifikasi banyak
digunakan di dalam industri.

I.2

Tujuan Percobaan
1. Mengetahui pengaruh jenis katalis reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.
2. Mengetahui pengaruh jenis katalis terhadap konstanta keseimbangan pada proses
esterifikasi.
3. Mengetahui pengaruh jenis katalis terhadap konstanta reaksi pada proses esterifikasi.
4. Mengetahui pengaruh waktu reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.

I.3

Manfaat Percobaan
1. Dapat memahami pengaruh jenis katalis terhadap konversi ester yang terbentuk.
2. Dapat mempelajari cara menghitung konstanta keseimbangan dan laju reaksi (k).
3. Dapat melakukan kajian numerik dari percobaan yang telah dilakukan.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2014

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Kinetika Reaksi
Esterifikasi atau pembuatan ester merupakan reaksi antara asam karboksilat dan
alkohol dengan hasil reaksi ester dan air. Contohnya yaitu reaksi antara asam asetat
dengan etanol. Reaksi esterifikasi antara lain sebagai berikut:
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O
A

Persamaan kecepatan reasi kimia:

Keterangan:
rc

= kecepatan reaksi pembentukan ester

[A] = konsentrasi asam asetat [CH3COOH]


[B] = konsentrasi etanol [C2H5OH]
[C] = konsentrasi etil asetat [CH3COOC2H5]
[D] = konsentrasi air [H2O]
k1 = konstanta kecepatan reaksi ke kanan (arah produk)
k2 = konstanta kecepatan reaksi ke kiri (arah reaktan)
t

= waktu reaksi
Ditinjau dari kinetika reaksi, kecepatan reaksi pembentukan ester akan makin

besar dengan kenaikan suhu, adanya pengadukan dan ditambahakan katalis. Hal ini
dapat dijelaskan oleh persamaan Arrhenius yaitu

Dengan:
k

= kontanta laju reaksi

= Faktor frekuensi tumbukan

= Suhu

EA = Energi Aktivasi
R

= konstanta gas ideal

Berdasarkan persamaaan Arrhenius dapat dilihat bahwa konstanta laju reaksi


dipengaruhi oleh nilai A, EA, dan T. Semakin besar faktor tumbukan (A) maka
konstanta laju reaksinya semakin besar. Nilai energi aktivasi (E A) dipengaruhi oleh
penggunaan katalis, adanya katalis akan menurunkan energi aktivasi sehingga nilai k
semakin besar. Semakin tinggi suhu (T) maka nilai k juga semakin besar.

II.2 Tinjauan Thermodinamika


Berdasarkan tinjauan thermodinamika kita dapat mengetahui apakah reaksi
tersebut searah atau bolak-balik dengan meninjau melalui perubahan energi gibbs
(G). Reaksi esterifikasi antara asam asetat dan etanol terjadi menurut reaksi berikut:
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O
Gf reaksi = Gf produk - Gf reaktan
o

Diketahui data G standar (Smith, 2010):


CH3COOH
= -389900 J/mol
Gof 298
o
C H OH
= -174780 J/mol
G
f 298

o
f 298
o

G f 298
maka:
G

298

CH COOC H

= -327600 J/mol

H2O

= -237129 J/mol

CH COOC H + Go

= (G

f 298

H O)-(G
f 298

CH COOH + G
f 298

o
f 298

C2H5OH)
= (-327600-237129)-(-389900-174780)
= -49 J/mol
Dari persamaan vant Hoff:
.......(1)

ln =

G
)
(49

ln =

(8,314.

) . 298,15

K = 1,01997
o

Dari perhitungan energi gibbs (G ) didapat nilai k 1 maka dapat di simpulkan reaksi
esterifikasi asam asetat dengan etanol merupakan reaksi reversible.
o

Selanjutnya menghitung nilai H untuk menentukan reaksi berjalan endotermis

atau eksotermis. Pada reaksi:


CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

H f reaksi = Hof produk - Ho f reaktan


o standar :
Diketahui data H f
Hof298
o

H
H

= -484500 J/mol

C H OH

= -277690 J/mol

f298

o
f298
o

H f298
maka:
H

CH3COOH
2

CH COOC H

= -446900 J/mol

H2O

= -285830 J/mol

= (H

298

CH COOC H + Ho

f298

H O) - (H
f298

CH COOH + H

f298

o
f298

C2H5OH )
= (-446900-285830) (-484500-277690)
= 29460 J/mol
o

Dari perhitungan perubahan entalpy H 298

bernilai positif yang menandakan bahwa

reaksi esterifikasi asam astetat dengan etanol bersifat endotermis.


Karena temperatur keadaan standar adalah temperatur campuran keseimbangan,
o

maka perubahan property standar dari reaksi, seperti G dan H , bervariasi dengan
temperatur keseimbangan. Ketergantungan pada T dinyatakan dengan persamaan
berikut:
0

G
(

RT
0

..... (2)
2

G
Jika
persamaan
maka
d(ln K)
= d( 0(1) didiferensiasikan,
)
..... (3)
Jika persamaan (2) disubtitusikan ke persamaan (3) menjadi:
..... (4)
H
(ln

Persamaan (4) menyatakan pengaruh temperatur terhadap konstanta keseimbangan, dan


juga konversi keseimbangan. Apabila kondisi reaksinya endotermis, maka K naik ketika
o

T naik. Jika H dianggap tidak tergantung terhadap T, intergrasi persamaan (4) dari
temperatur T ke T akan menghasilkan:

ln = 1

0
H
(

..... (5)
o

Dengan persamaan (5) maka harga K pada suhu 60 C (333,15K) dapat dihitung:
0

ln

1,0199
7

=1

nl

= - 29460 J/mol

8,314 /

298,15

333,15
1

= 3,55499

Konversi maksimum asam asetat dan etanol secara teoritis, dilambangkan dengan
Xe atau yaitu:
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 +H2O
v = vi = 1+1-1-1 = 0
mol asam asetat : mol etanol = 1 : 2
basis 1 mol asam asetat mula-mula
no = nio = 1 + 2 = 3

CH3 COOH =

C2 H5OH

2
3

C2 H5COOCH3 =

H2 O = 3

C H CO O C H3
O 2 5
3

. = ( H

2 5

CH .COOH .C H OH
2

C H CO O C H

KH O
. =

.CH3COOH .C2H5OH
o

Pada suhu 60 C
2
23+ 2

= 3,55499

= (2 3 + )3,55499
2

7
2 = 7,10998 10,66497 + 3,55499 2
07= 2,55499 2 10,66497 + 7,10998

= Xe = 0,8328

II.3 Mekanisme Reaksi


Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol
membentuk ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam karboksilat. Ester
asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus -COOR dengan R dapat
berbentuk alkil ataupun aril. Pada percobaan ini, menggunakan asam karboksilat berupa
asam asetat yang direaksikan dengan sebuah alkohol berupa etanol menggunakan katalis

asam. Untuk pembuatan etil asetat, reaksi esterifikasi yang terjadi dalam percobaan ini
dan mekanisme katalis asam pada hidrolisa ester adalah sebagai berikut:

Mekanisme katalis asam pada hidrolisa ester adalah sebagai berikut:


1. Oksigen karbonil diprotonasi oleh asam

2. Alkohol nukleo filik menyerang

3. Eliminasi molekul air diikuti penarikan H dari H2O akan menghasilkan ester

II.4 Variabel Yang Berpengaruh


1. Perbandingan mol zat pereaksi
Perbandingan mol zat pereaksi akan mempengaruhi hasil reaksi. Bila ditinjau
dari segi kesetimbangan. Dalam penjelasan Le Chateleur, yang lebih sering dikenal
dengan prinsip atau asas Le Chateleur, jika suatu system dalam kesetimbangan,
diganggu dari luar sistem, maka system tersebut akan berusaha menghilangkan
gangguan sampai dicapai kesetimbangan baru. Salah satu gangguan dari luar yang
dapat mempengaruhi kesetimbangan adalah perubahan mol reaktan. Reaksi
esterifikasi antara asam asetat dan alkohol (etanol) dapat bergeser ke kanan dengan
cara memberikan alkohol berlebih. Pemakaian salah satu reaktan berlebih akan
memperbesar kemungkinan tumbukan antar molekul zat yang bereaksi sehingga
kecepatan reaksinya bertambah besar.

2. Konsentrasi katalis
Katalis berfungsi untuk menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi berjalan
lebih cepat. Besarnya konsentrasi katalis dapat mempengaruhi kecepatan reaksi.
3. Kecepatan pengadukan
Pengadukan dilakukan untuk memperbesar kemungkinan terjadinya tumbukan
molekul pereaksi, sehingga kecepatan reaksinya bertambah besar.
4. Suhu reaksi
Dalam rentang suhu yang diinginkan, jika suhu reaksi semakin tinggi maka
kecepatan reaksi akan semakin besar, sehingga reaksi akan berjalan semakin cepat.

BAB III
METODE PERCOBAAN
III.1 Bahan Dan Alat Yang Digunakan
a. Bahan:
1.

Asam asetat

2.

Etanol

3.

Indikator PP

4.

Katalis HCl & H2SO4 (0,25 N)

5.

NaOH 0,3 N (dalam 500 ml)

6.

Aquadest

b. Alat
1.

Labu leher tiga

2.

Pendingin balik

3.

Kompor listrik

4.

Magnetic stirrer

5.

Termometer

6.

Pengaduk

7.

Buret

8.

Pipet

9.

Satif dan klem

10. Erlenmeyer

III.2 Variabel Operasi


a. Variabel Tetap
Jenis alkohol

= Etanol

Volume Total

= 300 ml

Volume sampel diambil

= 5 ml

Waktu pengambilan sampel

= 12 menit

Suhu

= 60C

Perbandingan mol asam asetat : alkohol

=1:2

b. Variabel Berubah
Jenis Katalis

= HCl 0,25 N & H2SO4 0,25 N

III.3 Respon Uji Hasil


Mengamati konsentrasi sisa asam asetat (CH3COOH) dengan titrasi menggunakan
NaOH

III.4 Cara Kerja


1. Merangkai alat seperti pada gambar.

Gambar 3.2. Rangkaian Alat Titrasi

Gambar 3.1. Rangkaian Alat Hidrolisa


Keterangan:

Keterangan:

1. Magnetic stirer + heater

1. Statif

2. Waterbatch

2. Klem

3. Labu leher tiga

3. Buret

4. Termometer

4. Erlenmeyer

5. Pendingin balik
6. Klem
7. Statif
2. Mencampurkan asam asetat 100,79 ml dan katalis HCl 9,61 ml, panaskan sampai
o

suhu 60 C.
o

3. Panaskan etanol 189,6 ml sampai suhu 60 C.


4. Setelah suhu kedua reaktan sama campurkan kedua reaktan tersebut ke dalam labu
leher tiga.

5. Amati suhu campuran. Setelah tercapai suhu 60 C kembali, sampel diambil 5 ml


mulai dari to dengan waktu pengambilan setiap 12 menit dan dihentikan setelah
mendapat hasil volume titran konstan sebanyak 3 kali.
6. Metode analisis
Mengambil 5 ml sampel lalu ditambahkan 3 tetes indikator PP, kemudian sampel
dititrasi dengan NaOH 0,3 N. Amati perubahan warna yang terjadi yaitu dari tidak
berwarna menjadi warna merah muda hampir hilang. Catat kebutuhan titran.
Menghentikan pengambilan sampel setelah 5 kali pengambilan.
7. Ulangi langkah di atas untuk variabel jenis katalis H2SO4 dengan volume asetat
103,37 ml, katalis H2SO4 2,13 ml dan etanol 194,5 ml.

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Percobaan
IV.1.1 Variabel 1 (Katalis HCl)
Tabel 4.1 Hasil Percobaan Esterifikasi dengan Katalis HCl
t (menit)

Volume
NaOH (ml)

CA

XA

49,5

2,72

0,509

12

34,8

1,838

0,668

24

33,9

1,784

0,678

36

32,7

1,712

0,691

48

32

1,67

0,699

k1

k2

-4

6,543x10

-4

5,239x10

1,249

IV.1.2 Variabel 2 (Katalis H2SO4)


Tabel 4.2 Hasil Percobaan Esterifikasi dengan Katalis H2SO4
t (menit)

Volume
NaOH (ml)

CA

XA

79,8

4,538

0,202

12

64,9

3,644

0,359

24

42,4

2,294

0,596

36

40,2

2,162

0,62

48

34,8

1,838

0,677

k1

k2

-4

5,087x10

-4

4,741x10

1,073

IV.2 Pembahasan
IV.2.1 Pengaruh Waktu terhadap Konversi
Konversi (Xa)

0,8
0,7
0,6
0,5
0,4

HCl

0,3

H2SO4

0,2
0,1
0
0

20
60
Waktu
(t)

40

Gambar 4.1 Hubungan antara Waktu dan Konversi pada Reaksi Esterifikasi
Asam Asetat
Berdasarkan grafik hubungan waktu dan konversi reaksi esterifikasi
terlihat bahwa semakin lama waktu reaksi maka konversi akan semakin tinggi.
Pada reaksi dengan katalis H2SO4 dari awal reaksi hingga waktu 48 menit
dengan rentang waktu 12 menit, konversi mengalami peningkatan dari 0,202;
0,359; 0,596; 0,62; hingga 0,677. Begitupun pada reaksi dengan katalis HCl
terjadi peningkatan harga konversi dari 0,509; 0,668; 0,678; 0,691; hingga
0,699.
Konversi mengalami peningkatan pada awal reaksi kemudian nilai Xa
tidak lagi mengalami peningkatan karena reaksi sudah mencapai kondisi steady.
Dalam kondisi ini reaksi mencapai kesetimbangan dan tidak ada perubahan
konsentrasi reaktan maupun produk, sehingga konversi tidak berubah fungsi
waktu. Berdasarkan grafik reaksi dengan katalis H2SO4 mencapai kondisi steady
pada waktu 24 menit sedangkan reaksi dengan katalis HCl mencapai kondisi
steady pada waktu 12 menit. Hal ini menunjukan reaksi dengan katalis HCl
berjalan lebih cepat daripada reaksi dengan katalis H2SO4. Berdasarkan data
percobaan yang ada, maka semakin lama waktu maka nilai konversi akan
semakin tinggi, namun setelah mencapai kondisi steady konversi tidak lagi
berubah fungsi waktu (Hill, G.C., 1977).

IV.2.2 Pengaruh Jenis Katalis terhadap Konversi


Konversi (Xa)

0,8
0,7
0,6
0,5
0,4

HCl

0,3

H2SO4

0,2
0,1
0

20
60
Waktu
(t)

40

Gambar 4.2 Hubungan antara Waktu dan Konversi pada Reaksi Esterifikasi
Asam Asetat
Berdasarkan grafik pada gambar 4.1 terlihat bahwa reaksi dengan katalis
HCl menghasilkan konversi lebih besar dari pada dengan katalis H2SO4. Pada
reaksi dengan katalis H2SO4, konversi mengalami peningkatan dari 0,202; 0,359;
0,596; 0,62; hingga 0,677. Begitupun pada reaksi dengan katalis HCl terjadi
peningkatan harga konversi dari 0,509; 0,668; 0,678; 0,691; hingga 0,699.
Katalis H2SO4 dan HCl mempunyai normalitas yang sama namun katalis
HCl lebih reaktif dibandingkan H2SO4. Kereaktifan ini disebabkan tingkat
keasaman yang berbeda. HCl memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi
daripada H2SO4 ditunjukkan dengan nilai pKa yaitu -6,3 sedangkan nilai pKa
H2SO4 sebesar -3. HCl memiliki nilai pKa yang lebih kecil atau Ka yang lebih
besar. Semakin besar nilai Ka maka akan semakin mudah memutus ikatan H-A
+

dan melepaskan proton H sehingga HCl menjadi lebih asam (Miessler G.L. and
Tarr D.A., 1998). Hal ini menyebabkan reaksi esterifikasi dengan katalis HCl
berjalan lebih cepat dan menghasilkan konversi yang lebih tinggi daripada
menggunakan katalis H2SO4.

Konstanta Laju Reaksi (k)

IV.2.3 Pengaruh Jenis Katalis terhadap Konstanta Laju Reaksi


0,0007
0,0006
0,0005
0,0004

k1

0,0003

k2

0,0002
0,0001
0

HCl
H2SO4
Jenis
Katalis

Gambar 4.3 Hubungan antara Jenis Katalis dan Konstanta Laju Reaksi pada
Reaksi Esterifikasi Asam Asetat
Berdasarkan grafik hubungan jenis katalis dan nilai konstanta laju reaksi
terlihat bahwa reaksi dengan katalis HCl memiliki nilai konstanta laju reaksi
yang lebih tinggi daripada reaksi dengan katalis H2SO4. Reaksi dengan
-4

katalis HCl memiliki nilai konstanta laju reaksi 6,543 x 10 . Sedangkan reaksi
-4

dengan katalis H2SO4 memiliki nilai konstanta laju reaksi 5,087 x 10 .


Adanya katalis dapat meningkatkan konstanta laju reaksi karena katalis
dapat menurunkan energi aktivasi. Katalis membentuk senyawa intermediet
berupa radikal bebas. Terbentuknya radikal bebas dapat mempercepat jalannya
reaksi karena meningkatnya kereaktifan sehingga energi yang diperlukan untuk
berlangsungnya reaksi atau energi aktivasi menjadi lebih kecil. Menurunnya
energi aktivasi akan meningkatkan nilai konstanta laju reaksi sesuai persamaan
Arhenius:

= .

Katalis HCl lebih reakif daripada katalis H2SO4 karena HCl memiliki
tingkat keasaman yang lebih tinggi, terlihat dari nilai pKa dan Ka. Semakin
reaktif maka energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi semakin
kecil dan konstanta laju reaksi semakin besar sesuai persamaan Arhenius.
Sehingga reaksi dengan katalis HCl mempunyai nilai konstanta laju reaksi
yang lebih tinggi daripada reaksi dengan katalis H2SO4 (Levenspiel, 1970).

Konstanta Keseimbangan (K)

IV.2.4 Pengaruh Jenis Katalis terhadap Konstanta Keseimbangan


1,3
1,2
1,1
1
0,9
0,8
0,7
0,6
0,5

HCl
H2SO4

HCl
H2SO4
Jenis
Katalis

Gambar 4.4 Hubungan antara Jenis Katalis dan Konstanta Keseimbangan pada
Reaksi Esterifikasi Asam Asetat
Berdasarkan grafik hubungan antara jenis katalis dengan nilai konstanta
kesetimbangan, terlihat bahwa reaksi esterifikasi dengan katalis H2SO4
memiliki nilai konstanta kesetimbangan yang lebih rendah daripada reaksi
dengan katalis HCl. Reaksi dengan katalis H2SO4 memiliki nilai konstanta
kesetimbangan 1,073 sedangkan reaksi dengan katalis HCl memiliki nilai
konstanta

kesetimbangan

1,249.

Konstanta

kesetimbangan

diperoleh

berdasarkan perbandingan mol produk dengan mol reaktan pada saat


kesetimbangan.
Menurut

Le

Chatelier,

suatu

sistem

kesetimbangan

akan

tetap

mempertahankan posisinya jika terdapat perubahan yang mengakibatkan


terjadinya pergeseran

reaksi kesetimbangan. Faktor-faktor

yang dapat

mempengaruhi reaksi kesetimbangan salah satunya adalah katalis. Penambahan


katalis tidak akan menggeser reaksi kesetimbangan karena katalis hanya
berfungsi mempercepat laju reaksi. Laju reaksi yang semakin cepat akan
meningkatkan jumlah produk dan menurunkan jumlah reaktan. Dari rumus
umum Kc, ada hubungan antara konstanta kesetimbangan dengan jumlah
produk dan reaktan. Untuk produk berbanding lurus dengan nilai Kc, sehingga
semakin besar produk maka Kc semakin besar. Sedangkan hubungan Kc dengan
reaktan berbanding terbalik, jika jumlah reaktan kecil, maka nilai Kc akan
besar. Katalis HCl lebih baik dibandingkan dengan H2SO4, sehingga konversi
lebi besar dan jumlah produk yg dihasilkan lebih banyak. Efek lain adalah
jumlah reaktan lebih sedikit, sehingga pada variabel HCl nilai Kc nya lebih
besar dibandingkan dengan variabel H2SO4.

BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
1. Nilai konversi pada waktu 0, 12, 24, 36 dan 48 menit pada reaksi dengan katalis HCl
berturut-turut adalah 0,509; 0,668; 0,678; 0,691 dan 0,699. Sedangkan pada reaksi
dengan katalis H2SO4 berturut-turut adalah 0,202; 0,359; 0,596; 0,62 dan 0,677.
Semakin lama waktu reaksi maka konversi akan semain tinggi, namun setelah
mencapai kondisi steady konversi tidak lagi berubah fungsi waktu.
2. Reaksi esterifikasi dengan katalis HCl menghasilkan konversi lebih besar daripada
dengan katalis H2SO4, karena HCl lebih reaktif disebabkan tingkat keasaman yang
tinggi.
-4

3. Nilai k1 pada reaksi esterifikasi dengan katalis HCl adalah 6,543x10 sedangkan nilai
-4

-4

k2 sebesar 5,293x10 . Pada reaksi dengan katalis H2SO4 nilai k1 adalah 5,087x10
-4

sedangkan nilai k2 adalah 4,741x10 . Nilai konstanta laju reaksi dengan katalis HCl
lebih tinggi dari pada reaksi dengan katalis H2SO4 karena HCl lebih reaktif
disebabkan tingkat keasaman yang tinggi.
4. Nilai konstanta kesetimbangan pada reaksi esterifikasi dengan katalis HCl adalah
1,249 sedangkan dengan katalis H2SO4 sebesar 1,073. Reaksi esterifikasi dengan
katalis HCl memiliki konversi yang besar sehingga menghasilkan produk yang lebih
banyak sehingga konstanta kesetimbangannya lebih besar dari reaksi esterifikasi
dengan katalis H2SO4.

V.2 Saran
1. Berhati-hati dengan reagen yang berbahaya di laboratorium.
2. Memperhatikan kebersihan alat agar tidak terkontaminasi.
3. Teliti dalam menentukan titik akhir titrasi.

DAFTAR PUSTAKA
Artini, N. J., Dewi N. A., & Parmayasa, K. 2008. Konstanta Keseimbangan. Dikutip dari:
http://juni-artini.blogspot.com/2010/07/konstanta-keseimbangan-kc.html. Diakses pada
tanggal 19 Oktober 2014 pukul 17.00
Hill, G.C. 1977. An Introduction to Chemical Engineering Kinetics and Reactor Design. Mc
Graw Hill Book Company
Levenspiel, O., 1970, Chemical Reaction Engineering 2nd ed, Mc Graw Hill Book
Kogakusha Ltd, Tokyo.
Miessler G.L. and Tarr D.A, 1998, Inorganic Chemistry 2nd ed, Prentice-Hall, p.170. ISBN
1-13-84189-8
Smith, J.M., Van Ness, H.C., Abbott, M.M., 2001, Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics Sixth Edition, McGraw-Hill Co-Singapore.
Tim Penyusun. 2005. Buku Ptunjuk Praktikum Teknik Kimia I. Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Semarang.

LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN


1. Pembuatan NaOH 0,3 N sebanyak 500 ml

0,3 =
40

1000

1000

50

= 6

2. Perhitungan Densitas
V picno = 25 ml
Massa

Massa Zat +

Massa

Densitas

Picno (gr)

Picno (gr)

Zat (gr)

(gr/ml)

HCl

23,338

51,809

28,471

1,139

H2SO4

22,313

66,288

43,975

1,759

CH3COOH

23,338

49,111

25,773

1,031

C2H5OH

22,313

42,881

20,568

0,823

Zat

3. Perhitungan Kebutuhan Katalis


a. Variabel 1 (Katalis HCl)

0,25 =
36,5

= 10,95
0

1000

%
1000

1 0,25

30

10 , 95
=
1,139 /

= 9,61

b. Variabel 2 (Katalis H2SO4)

0,25 =

1000

%
1000

2 0,98

98
= 3,75 30
0

3 , 75
=
1,759 /

4. Perhitungan Volume Reaktor


Asetat : Alkohol = 1 : 2

= 2,13

=2

=(

2( )

2(
0, 96

1, 031

=(

0, 823 0, 98

60

46

0,03299 =
0,0175
5
= 0,5315 5

a. Variabel 1 (Katalis HCl)


Vt = VAs + VAl + Vkat
Vt Vkat = VAs + VAl
300 9,61 = VAs + VAl
290,39 = 0,5315 VAl + VAl
290,39 = 1,5315 VAl
VAl = 189,6 ml VAs
= 0,5315 VAl VAs =
0,5315.189,6
VAs = 100,79 ml

b. Variabel 2 (Katalis H2SO4)


Vt = VAs + VAl + Vkat
Vt Vkat = VAs + VAl
300 2,13 = VAs + VAl
297,87 = 0,5315 VAl + VAl
297,87 = 1,5315 VAl
VAl = 194,5 ml VAs
= 0,5315 VAl VAs =
0,5315.194,5
VAs = 103,37 ml

LEMBAR PERHITUNGAN
Reaksi
CH3COOH + C2H5OH C2H5COOCH3 + H2O
A
B
C
D
1. Variabel 1 (Katalis HCl)

1000

1000

1,031

100,79

0,96

60

1000
/

300

0 = 5,542 /

1000

0
=

1000

0,823

189,6

0,98

46

1000
/

300

0 = 11,081 /
() ( )

0, 3
(5 0, 25 )
5

= 0,06 0,25

= 1

Volume

(menit)

Titran (ml)

49,5

12

34,8

24

C = 0,06V
A

NaOH

XA

2,72

0,509

1,838

0,668

33,9

1,784

0,678

36

32,7

1,712

0,691

48

32

1,67

0,699

0,25

1
0(

= 5,542 1
(

02
= 0 0
0 2
= 11,081 5,542

= 5,542

= 0
2 0
= 11
5,54
0
, 2
081

= 1,999

0 5,542

=
1


2

= 1 (

1
0

dengan
=
2

(1 ) (

= (

)0

0 2 2

= 1 (0 (1 ) 0

0 (

) 2

=
1 0

((1 ) (

((1 ) ( )

1 0

Pada saat kesetimbangan

K=

( )(

=
)

( )
2
)
(

(1 )(
( ))

(1 )(

(0, 699)
2
(10,699)(
1,9990,699)

= 1,249

Mencari nilai
2

[(1 )( )
=

Konstanta kesetimbangan saat t = 48menit


K = (1

2 =

5,542 [(1

)(1,999 )

(1 )( )

1,249

+ 2 0,8 2 )

5,542(1,999
2,999

+1,108 2 )

(11,078
16,62

1,108 (9,998
15

+ 2 )

( 2 15 +
1,108 9,998)
Rumus ABC

= 1

( 15 + 9,998) = ( 14,301)( 0,699)


2

0,903
]

0
( 14,301)
( 0,699)

= 0,903 [
0

14,301

(
0,699

14 , 301 )
( 14,301)
( 0,699)

14,30
1

( 0. 699)+ (

( 14,301)( 0,699)

0,69
9

1 = ( 0.699) + ( 14,301)
Jika XA 0,699 = 0 maka XA = 0,699

1 = -13,601 B

B = - 0,0735

Jika XA 14,301 = 0 maka XA = 14,301

1 = 13,602 A

A = 0,0735

Sehingga persamaan menjadi

0, 0735

0,903[

0, 0735

( 14,301)

0,903[0,0735

( 0,699)

( 14,301)

] = k1 .t

] = k .t

( 0,699)

0,0664 ln[((( (
0, 699
)( 14 , 301 )] = k . t y = mx
)(0,699)
14,301

XA

xy

0,509

-0,0842

12

0,668

-0,2045

-2,4535

144

24

0,678

-0,2298

-5,5156

576

36

0,691

-0,2943

-10,593

1296

48

0,699

2304

120
18,562
4,714
. 0,8127
= 7200 = 6,543 x 10-4 mol/men
k1 = m =

2 2
.
()
1

K=
k

=
2

6, 543 10
1,249

2. Variabel 2 (Katalis H2SO4)

t (x)

1000

-4

= 5,239 x 10 mol/men

=
2

4320

1000

1,031

103,37

0,96

60

0 = 5,684 /
0

1000

1000

300

1000


0,823

194,5

1000

0,98

46

300

0 = 11,368 /
() ( )

0, 3
(5 0, 25 )

= 0,06 0,25

= 1

Volume

(menit)

Titran (ml)

79,8

12

64,9

24

C = 0,06V
A

XA

NaOH

4,538

0,202

3,644

0,359

42,4

2,294

0,596

36

40,2

2,162

0,619

48

34,8

1,838

0,677

0,25

1
0(

= 5,684 1

= 0 0 4
0
= 11,368 5,684
04
= 0
0
4 = 5,684
04
= 0
4 = 11
5,684

0 0
, 368

=2

0 5,684

=
1


2

= 1 (

= (
1
0

)0

dengan
=
2

(1 ) (

0
0

0 2

= 1 (0 (1 )

0 (

((1 ) (
=

1 0
=

0
0

((1 ) ( )

1 0

Pada saat kesetimbangan

K=

( )(

=
)

(1 )(
( ))

= (1 )(
Konstanta kesetimbangan saat t = 48menit
( )
( 0, 677 ) = 1,073
2
2 =
K = (1 )(
(10,677)(
)

2 =

(1 )( )

20,677)

Mencari nilai
2

[(1 )( )
=

5,684 [(1

)(2 )

]
1,073

5,684(2
3

+ 2 0,932 2 )

+0,387 2 )

(11,368
17,052

+ 2 )

0,387 (29,375
44,062

( 2 44,062 +
0,387 29,375)
Rumus ABC

= 1

( 44,062
+ 29,375) = ( 43,385)(
0,677)

2,584
]

= 2,584 [
0

( 43,385)

( 0,677)
1

43 , 375 )

0,677

43,385

( 0, 677 )+ (

( 43,385)
( 0,677)

43,38
5

0,67
7

( 43,385)( 0,677)

1 = (
( 0,677) + ((
( ( 43,385)

Jika XA 0,677 maka XA = 0,677

1 = -42,708 B

B = - 0,0234

Jika XA 43,385 maka XA = 43,385

1 = 42,708 A

A = 0,0234

Sehingga persamaan menjadi

0, 0234

2,584[

0, 0234

( 43,385)

( 0,677)

2,584[0,0234

( 43,385)

(( ( 43 , 385 )( 0, 677 )

0,0605 ln[ ((( 0,677)(43,385

] = k1 .t

] = k .t
1
( 0,677)

] = k . t y = mx

XA

xy

0,202

0,0211

12

0,359

0,0452

0,5423

144

24

0,596

0,1279

3,0702

576

36

0,62

0,1485

5,3445

1296

48

0,677

2304

120
0,3427
8,957
. 3,661
= 7200 = 5,087 x 10-4 mol/men
k1 = m =

2 2
.
()

K=
k

t (x)

5, 087 10

1,07

-4

= 4,741 x 10 mol/men

=
2

4320

LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM PROSES KIMIA

Materi:
ESTERIFIKASI

NAMA

GROUP

: Mochammad Arief A.

NIM: 21030112130101

Ririana Ayu Larassati

NIM: 21030112140180

Taufik Nuraziz

NIM: 21030112140179

: 18/RABU

LABORATORIUM PROSES KIMIA


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

I.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui pengaruh jenis katalis reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.
2. Mengetahui pengaruh jenis katalis terhadap konstanta keseimbangan pada proses
esterifikasi.
3. Mengetahui pengaruh jenis katalis terhadap konstanta reaksi pada proses esterifikasi.
4. Mengetahui pengaruh waktu reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.

II. PERCOBAAN
2.1 Bahan Yang Digunakan
1. Asam Asetat
2. Etanol
3. Indikator PP
4. Katalis HCl & H2SO4 (0,25 N)
5. NaOH 0,3 N (dalam 500 ml)
6. Aquadest
2.2 Alat Yang Dipakai
1. Labu leher tiga
2. Pendingin balik
3. Kompor listrik
4. Magnetic stirrer
5. Termometer
6. Pengaduk
7. Buret
8. Pipet
9. Satif dan klem
10. Erlenmeyer
2.3 Cara Kerja
1. Merangkai alat
2. Mencampurkan asam asetat 100,79 ml dan katalis HCl 9,61 ml, panaskan sampai
o

suhu 60 C.
o

3. Panaskan etanol 189,6 ml sampai suhu 60 C.

4. Setelah suhu kedua reaktan sama campurkan kedua reaktan tersebut ke dalam labu
leher tiga.
o

5. Amati suhu campuran. Setelah tercapai suhu 60 C kembali, sampel diambil 5 ml


mulai dari to dengan waktu pengambilan setiap 12 menit dan dihentikan setelah
mendapat hasil volume titran konstan sebanyak 3 kali.
6. Metode analisis
Mengambil 5 ml sampel lalu ditambahkan 3 tetes indikator PP, kemudian sampel
dititrasi dengan NaOH 0,3 N. Amati perubahan warna yang terjadi yaitu dari tidak
berwarna menjadi warna merah muda hampir hilang. Catat kebutuhan titran.
Menghentikan pengambilan sampel setelah 5 kali pengambilan.
7. Ulangi langkah di atas untuk variabel jenis katalis H2SO4 dengan volume asetat
103,37 ml, katalis H2SO4 2,13 ml dan etanol 194,5 ml.

2.4 Hasil Percobaan


Picno kosong (biru) = 23,338 gr
Picno kosong (putih) = 22,313 gr
a. HCl
Picno isi = 51,809 gr

51 , 809 23 ,338

1,139 /

b. Asam Asetat 25

Picno isi = 49,111 gr

= 1,031 /

25

c. H2SO4

Picno isi = 66,288 gr

49 , 111 23 ,338

66 , 288 22 ,313

= 1,759 /

25

d. Etanol

Picno isi = 42,881 gr

42 , 881 22 ,313
25

1. HCl
=

1000

= 0,823 /

0,25 =

1000

1 0,25

36,5
= 10,95 30
0

10 , 95
=
1,139 /

= 9,61

Vt = VAs + VAl + Vkat


Vt Vkat = VAs + VAl
300 9,61 = VAs + VAl
290,39 = VAs + VAl
VAs = x
VAl = 290,39 x
Asetat : Alkohol = 1 : 2

=2

=(

2( )

1, 031

2(

0, 96

=(

0, 823 (290, 39 ) 0 , 98

60

46

0,032992x = 5,1 0,0175x


0,05052x = 5,1
x = 100,79 ml = VAs
VAl = 290,39 x =189,6 ml
2. H2SO4

0,25 =

1000

%
1000

2 0,98

98
= 3,75 30
0

3, 75
=
1,759 /

Vt = VAs + VAl + Vkat


Vt Vkat = VAs + VAl
300 2,13 = VAs + VAl
290,87 = VAs + VAl
VAs = x

= 2,13

VAl = 290,87 x

Asetat : Alkohol = 1 : 2

=2

=(

2( )

2(

1, 031

0, 96

=(

0, 823 (290, 87 ) 0, 98

60

46

0,032992x = 5,2226 0,0175x


0,05052x = 5,2226
x = 103,37 ml = VAs
VAl = 290,87 x =194,5 ml
Waktu

Volume (ml)

(menit)

HCl

49,5

79,8

12

34,8

64,9

24

33,9

42,4

36

32,7

40,2

48

32

34,8

H2SO4

MENGETAHUI
PRAKTIKAN

ARIEF, RIRI, TAUFIK

ASISTEN

MUTIA ANNISA MARSYA

KONSTANTA KESEIMBANGAN, Kc
PERCOBAAN KONSTANTA
KESEIMBANGAN, KC

OLEH

NI PUTU JUNI ARTINI


NI GUSTI AYU EKA DEWI
KADEK PARMAYASA
UNDIKSHA, SINGARAJA
2008
A. Tujuan Percobaan
1. Mengukur konstanta keseimbangan.
2. Memperlihatkan bahwa konstanta keseimbangan tidak bergantung pada konsentrasi
awal reaktan.
B. Dasar Teori
Reaksi kimia terdiri dari 2 macam yaitu, reaksi irreversible dan reaksireversible. Reaksi
irreversible adalah reaksi kimia yang tidak dapat dapat kembali lagi menjadi reaktan
setelah terbentuknya suatu produk. Reaksi reversible adalah suatu reaksi kimia yang
berlangsung dua arah, yaitu produk dapat membentuk reaktan kembali. Pada reaksi
kesetimbangan kimia, dapat terjadi reaksi dua arah (reversible). Berdasarkan fasa reaktan
dan produk suatu reaksi, reaksi kesetimbangan dibedakan menjadi kesetimbangan
homogen dan kesetimbangan heterogen. Kesetimbangan homogen adalah reaksi
kesetimbangan yang memiliki fasa reaktan dan produk sama. Misalkan reaktan berwujud
gas dan produk juga berwujud gas. Kesetimbangan heterogen adalah reaksi kesetimbangan
yang memiliki fasa reaktan dan produk tidak sama. Misalkan reaktan berwujud padat dan
produk berwujud gas. Hukum kesetimbangan menyatakan jika reaksi sudah mencapai
kesetimbangan, tidak akan terjadi perubahan konsentrasi reaktan dan produk.
Tetapan kesetimbangan (K) adalah hasil kali produk dipangkatkan koefisien reaksinya
dibagi hasil kali reaktan dipangkatkan koefisien reaksinya. Tetapan kesetimbangan
mempunyai nilai yang tetap pada suhu tertentu. Jika reaktan dan produk dinyatakan dengan
konsentrasi,

maka tetapan

kesetimbangan

ditulis

dengan

simbol

Kc. Tetapan

kesetimbangan yang dinyatakan dengan tekanan parsial ditulis dengan simbol Kp. Pada
reaksi heterogen, tetapan kesetimbangan tidak menyertakan zat yang berwujud padat atau
cair. Tetapan kesetimbangan memiliki beberapa manfaat antara lain yaitu:
1. Meramalkan reaksi kesetimbangan secara kualitatif, yaitu jika harga Kc besar, maka
reaksi kesetimbangan banyak mengandung produk, dan sebaliknya.
2. Meramalkan arah reaksi kesetimbangan, yaitu jika QKc, maka reaksi berlangsung ke
kiri. Q adalah hasil bagi antara konsentrasi produk dan reaktan pada keadaan apapun.
3. Menghitung konsentrasi pada reaksi kesetimbangan.
Menurut Le Chatelier, suatu sistem kesetimbangan akan tetap mempertahankan posisinya
jika terdapat perubahan yang mengakibatkan terjadinya pergeseran reaksi kesetimbangan.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reaksi kesetimbangan adalah sebagai berikut.
1. Perubahan

Konsentrasi.

Jika

konsentrasi

reaktan

diperbesar,

maka

reaksi

kesetimbangan akan bergeser ke produk, demikian sebaliknya.


2. Perubahan volume. Jika volume diperbesar, reaksi kesetimbangan bergeser ke jumlah
koefisien zat yang besar, sebaliknya jika diperkecil volumenya, maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien zat yang kecil. Tetapi
perubahan volume tidak berpengaruh jika jumlah koefisien reaktan dan produk sama.
3. Perubahan tekanan. Merupakan kebalikan dari perubahan volume. Jika tekanan
diperbesar maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien zat
yang lebih kecil, demikian sebaliknya.
4. Perubahan suhu. Jika suhu dinaikkan, reaksi bergeser ke reaksi endoterm. Sedangkan
jika suhu diturunkan, reaksi bergeser ke eksoterm. Perubahan suhu mengakibatkan
perubahan harga tetapan kesetimbangan.
5. Katalis. Penambahan katalis tidak akan menggeser reaksi kesetimbangan karena
katalis hanya berfungsi mempercepat laju reaksi.
Dalam pengukuran konstanta kesetimbangan, pada prakteknya akan ditemui beberapa
kesulitan. Dalam menentukan harga Kc suatu reaksi, pertama-tama reaksi harus ditunggu
sampai mencapai kesetimbangan. Kemudian konsentrasi reaktan dan produk diukur dan
baru nilai Kc dapat ditentukan. Akan tetapi, dalam pengukuran konsentrasi reaktan atau
produk sering kali sejumlah larutan diambil untuk dianalisis. Pengambilan larutan ini akan
mempengaruhi kesetibangan. Idealnya harus digunakan suatu metode yang tidak

melibatkan pengambilan larutan untuk dianalisis. Salahsatu metode yang tidak melibatkan
pengambilan larutan dalam menentukan konsentrasi reaktan atau produk adalah metode
kalorimeter. Pada percobaan ini akan dipelajari reaksi kesetimbangan:

Reaksi ini berlangsung sangat lambat, tetapi dapat dikatalisis oleh ion H . Walaupun telah
dikatalisis, untuk mencapai keseimbangan masih dibutuhkan beberapa hari. Karena reaksi
berlangsung sangat lambat, konsentrasi reaktan maupun produk dapat ditentukan dengan
titrasi yang dilakukan dengan cepat. Titrasi yang dilakukan dengan cepat diharapkan tidak
mengganggu kesetimbangan secara nyata. Konstanta keseimbangan dapat dicari dengan
menggunakan persamaan:

DIPERIKSA
NO

TANGGAL

1.

10 Desember 2014

KETERANGAN
- Perbaiki margin
- Lembar pengesahan/halaman
pengesahan
- Isinya samakan dengan yang
lain, TTD dosbing saja atau
dengan asisten pengampu

2.

11 Desember 2014

ACC

TANDA
TANGAN