Anda di halaman 1dari 11

Kapan Bayi Bisa Menggunakan Popok Kain?

BY MILISPOPOKKAIN

Popok kain sebenarnya bisa dipakai sejak bayi baru lahir. Namun untuk popok kain modern, bila
pilihan Anda adalah popok one size, umumnya akan kelihatan bulky pada bayi baru lahir. Untuk
mengatasinya:

Menggunakan popok kain tradisional (dgn tali, flat diapers) dulu sampai bayi mencapai
berat badan yang cukup utk popok kain modern one size (setting terkecil), atau
Menggunakan popok kain modern ukuran newborn dulu, kemudian beralih ke one size
setelah berat badan bayi memungkinkan.
Beberapa member milis menganjurkan untuk mulai memakaikan popok kain modern one
size saat bayi berusia 4 bulan karena pertimbangan ukuran. (Edit. Beberapa ibu memilih
lebih cepat, misalnya saat usia bayi 2 bulan atau 3 bulan. Tentunya atas pertimbangan
masing2 sesuai dengan keadaan).
Silakan Anda pertimbangkan sendiri dan putuskan yang terbaik bagi bayi Anda.
Salam Popok Kain!

Bagaimana Cara Memilih Popok Kain?


BY MILISPOPOKKAIN

Pertama, tentukan dulu pertimbangan utamanya apa:

Budget?
Kualitas?
Kemudahan pemakaian (praktis)?
dll
Tiga yang di atas itu adalah yang utama. Kalau Anda lebih condong ke budget, maka
segera lihat2 popok kain tradisional yang bertali atau popok kain modern buatan lokal
(Zigie Zag, Enphilia, Baby Oz, Nice Kids, Cluebebe, etc) atau Cina (Coolababy,
Babyland, QBaby, Metro Baby, etc). Selain itu, bisa juga menggunakan jenis flat diapers
atau prefold diapers (keuntungan serta perbedaan antara keduanya ada di bahasan lain).
Terkait dengan budget, Anda pastinya akan lebih condong ke jenis yang One Size (bisa
dipakai sampai bayi gedean, rata2 sampai berat bayi 13-16 kg). Kalau memang ini pilihan
Anda, jangan lupa mempelajari dengan seksama petunjuk setting kancingnya ya supaya
pipis bayi tidak bocor keluar.
Sedangkan untuk pertimbangan kualitas, sebagian ibu2 di milis memilih popok kain
import dari US atau Eropa. Ini terutama untuk pemakaian malam hari di saat bayi tidur
panjang sampai pagi.
Kalau pertimbangannya adalah kemudahan pemakaian, pilihlah yang pocket diapers
dan AIO. Di Indonesia, sebagian besar ibu memilih pocket diapers bagi bayi2nya.
Keuntungannya, selain mudah memakaikannya, proses pengeringan di jemuran juga
relatif lebih cepat dibanding jenis AIO atau fitted diapers.

Pertimbangan lain, kemudahan perawatan. Memang popok kain modern memerlukan


perawatan yang tepat dan hati2 sesuai dengan instruksi dari produsennya. Bila Anda
lebih memilih popok kain yang perawatannya simple, lebih baik mencari popok kain yang
berbahan katun saja (tanpa lapisan PUL). Namun hati-hati ya, sebaiknya melapisi lagi
dengan diaper cover supaya pipis bayi tidak bocor.

Kamus Popok Kain: Jenis


BY MILISPOPOKKAIN

All-in-One Diapers (AIO) : adalah clodi yang memiliki lapisan luar (outer) waterproof dan
lapisan penyerap yang sudah terintegrasi dalam clodi ini (dijahit bersama). AIO ideal
digunakan saat keluar rumah atau bepergian karena lebih praktis. Kekurangannya,
proses pengeringan sehabis dicuci tergolong lama. Contoh produk: Bumgenius AIO dan
Ananndapers AIO
All-in-Two Diapers (AI2) : adalah clodi yang memiliki 2 bagian, yaitu lapisan outer
waterproof dan lapisan penyerap (soaker). Umumnya, lapisan soaker dipasang dengan
menggunakan snap, namun ada juga yg tanpa snap. Contoh produk: Flip
Diaper dan Cluebebe Coveria.
Pocket Diapers : adalah clodi berbentuk kantung yang memiliki 2 lapisan berbeda,
pertama adalah lapisan inner berbahan stay dry (fleece, suede) dan yang kedua adalah
lapisan outer berbahan waterproof (PUL, TPU). Sementara itu, bagian lain yg terpisah,
yaitu insert, diselipkan di dalam kantungnya dan berfungsi sebagai penyerap cairan urine
bayi. Contoh produk: Rumparooz Colors dan GG One Size Pocket.
Fitted Diapers: adalah clodi tanpa lapisan outer waterproof. Oleh karena itu,
penggunaannya harus disertai dengan diaper cover untuk menghindari basah pada baju
bayi. Clodi jenis ini ideal bagi bayi heavy wetter karena seluruh bagian clodi dpt
menyerap pipis. Clodi ini juga cocok utk penggunaan malam hari. Contoh
produk: Babykicks Organic Fitted .
Contour Diapers: adalah clodi seperti fitted, namun tanpa menggunakan snap ataupun
velcro sebagai penutup serta tidak ada karet elastis di bagian paha dan/atau pinggang
belakang. Diperlukan snappi atau peniti untuk menguncinya serta diaper cover untuk
melapisi luarnya spy pipis bayi tidak bocor. Contoh produk: Kissaluvs Contour Diaper .
Prefold Diapers:adalah clodi berbentuk persegi panjang yang dibagi 3 bagian
memanjang. Bagian samping kanan dan kiri memiliki ketebalan 4 lapis. Bagian tengah
bisa memiliki 6 atau 8 lapis (lebih tebal untuk bagian penyerapan urine bayi). Umumnya
prefold dijelaskan dengan angka 4-6-4, 4-8-4 atau 2-4-2 (jarang). Angka-angka ini
merujuk pada jumlah lapisan kain di tiap bagian. Seperti pada Contour Diapers, clodi
jenis ini memerlukan snappi atau peniti untuk menguncinya, serta diaper cover. Contoh
produk: Cloth-eez Prefold dan Cilipopo prefold.
Flat Diapers: adalah clodi berbentuk selembar kain dan berbentuk bujur sangkar yang
seringkali digunakan pada jaman orang tua dan nenek kita masih kecil dulu. Bahannya
bisa dari tetra, muslin atau kain lainnya yang berdaya serap cukup. Serupa dengan
Prefold Diapers, clodi ini memerlukan snappi atau peniti, serta diaper cover. Flat diaper
sering disebut juga dengan nama Square Diaper atau Muslin Nappy. Contoh
produk: Disana dan PoQPoK flat.
Popok Bertali:adalah clodi berbentuk contour ataupun persegi panjang namun hanya
selembar dan memiliki tali di kanan kirinya sebagai pengikat. Bahannya bisa dari tetra,
kaos atau katun biasa.

EDIT: Popok flat dan bertali sangat mudah untuk dibuat sendiri. Bahan tetra dapat
diperoleh di Pasar Tanah Abang Jakarta atau pasar -pasar lain.
Sumber: Diaper Pin, Cloth Planet, Wild Flower Diapers

Kamus Popok Kain: Aksesoris


BY MILISPOPOKKAIN

Diaper Cover : adalah lapisan luar clodi yang sifatnya tahan air atau menolak air.
Digunakan pada clodi jenis Fitted, Contour, Prefold dan Flat. Seperti halnya clodi, cover
memiliki beragam pilihan. Ada yang berbentuk berkontur spt fitted diapers dan ditutup
dengan velcro atau snap. Ada juga yang berbentuk seperti underwear (celana dalam)
dengan snap samping.
Bahannya beragam, ada yang terbuat dari polyester atau vinyl untuk menghindari
kebocoran dan basah pada baju bayi (cocok untuk pemakaian siang hari), juga ada yang
dari bahan wol atau fleece polar (cocok utk bayi yang kulitnya sensitif dan untuk
pemakaian malam hari karena sifat bahannya yang lebih breathable).
Insert: adalah bahan penyerap cairan pada clodi jenis pocket. Umumnya terbuat dari
microfiber, bambu, hemp atau katun. Insert dapat dikombinasikan antara bahan yang
satu dengan yang lain untuk mendapatkan daya serap lebih tahan lama. Bentuk insert
ada yang sudah siap pakai (tinggal disisipkan dalam kantung clodi), ada juga yang harus
dilipat dahulu sebelum disisipkan. Beberapa clodi jenis pocket mengeluarkan insert
ukuran besar yang bisa dilipat (disesuaikan ukurannya).
Doubler: istilah yang sering kali tertukar dengan liner. Doubler adalah pad berbentuk
persegi panjang yang disisipkan antara pantat bayi dan bagian inner clodi yang gunanya
untuk menambah daya serap. Doubler ini sangat berguna untuk bayi yang pipisnya
banyak (heavy wetters) atau untuk pemakaian malam hari. Seringkali doubler bisa
berfungsi sebagai insert, atau tambahan insert.
Liners: adalah bahan tipis yang diletakkan antara pantat bayi dan bagian inner clodi
yang gunanya untuk menjaga pup bayi agar tidak mengenai inner clodi sehingga mudah
membersihkannya. Beberapa produsen clodi memproduksi liner biodegradable yang
dapat dibuang di toilet (flushable). Jenis lain dari liner yang saat ini populer adalah liner
berbahan microfleece. Bahan ini lebih tebal daripada jenis liner biodegradable dan
berguna untuk menjaga pantat bayi tetap kering (stay dry).
Soaker: merupalan istilah yang digunakan untuk dua hal yang berbeda. Pertama, kata ini
merujuk kepada lapisan tengah dari clodi yang terbuat dari bahan berbeda dengan
bagian clodi lainnya (lebih menyerap, contohnya lapisan tengah clodi jenis AIO dan
lapisan penyerap clodi jenis AI2). Kedua, kata ini juga digunakan untuk diaper cover yang
terbuat dari wool atau polar fleece.
Wet bag: adalah tas/ kantung yang terbuat dari bahan kedap air misalnya PUL, yang
berfungsi untuk menyimpan diaper kotor, baju renang basah, baju kotor, dan sebagainya.
Ukuran wet bag bervariasi, dari yang kecil (untuk 1-2 clodi) sampai yang besar.
Dry pail: atau wadah kering, digunakan untuk menyimpan baju atau diaper kotor dalam
keadaan kering hingga tiba waktunya mencuci.
Wet pail: atau wadah basah, digunakan untuk merendam baju atau diaper kotor hingga
tiba waktunya mencuci
Snappi: adalah alat lentur terdiri dari 3 sisi yang digunakan sebagai penjepit untuk
mengunci pada clodi jenis contour, prefolds atau flats. Snappi ini menggantikan fungsi
peniti.

Laundry tab: terdapat pada kaitan Hook and Loop (velcro, aplix) yang berfungsi untuk
mencegah pakaian lain menempel pada kaitan tersebut saat dicuci dalam mesin.
Snap: adalah kancing mata itik sebagai pengunci clodi atau diaper cover. Fungsi lainnya
adalah untuk menyesuaikan ukuran pada clodi one size.
Hook & Loop (velcro, aplix): adalah kaitan pengunci clodi atau diaper cover yang
terbuat dari bahan prepet.
Sumber: Diaper Pin, Cloth Planet, Wild Flower Diapers, About.com.
Disusun oleh: Sitha dan Anna

Kamus Popok Kain: Perawatan


BY MILISPOPOKKAIN

Ada beberapa istilah yang perlu diketahui terkait dengan perawatan popok kain, yaitu:
Prewashing
Prewashing adalah pencucian awal popok kain setelah dibeli dan sebelum dikenakan
oleh bayi. Beberapa produsen menyarankan prewashing tiga kali atau lebih (tergantung
jenis bahannya).
Tujuan dari prewashing adalah:
1. Untuk popok berbahan katun, prewashing akan menyusutkan bahan ke bentuk yang
sesungguhnya.
2. Untuk popok berbahan hemp dan prefold dari katun, prewashing berguna untuk
menghilangkan lapisan kimia yang digunakan dalam proses finishing (disebut fabric
sizing). Popok yang sudah dibersihkan dari fabric sizing akan bertambah daya serapnya.
3. Untuk popok berbahan katun tanpa bleach dan hemp, prewashing berguna untuk
menghilangkan natural wax. Hasilnya, popok akan lebih menyerap.
(Sumber: Diaper Junction)
Stripping
Menurut About.com, Stripping adalah suatu metode pencucian untuk menghilangkan
residu deterjen dari popok kain. Deterjen, pelembut dan bahan-bahan kimia lain yang ada
dalam air pencucian dapat tertinggal dan menumpuk dalam lapisan popok kain seiring
dengan waktu. Penumpukan itu dapat mengurangi penyerapan popok.
Penyebab lain yang dapat mengurangi penyerapan popok dan memerlukan stripping
adalah: penggunaan produk krim atau lotion pada kulit bayi yang mengenai popok.
Beberapa produk tersebut ada yang aman bagi popok kain, namun ada juga yang
berpotensi mempengaruhi performance popok.

Tanda-tanda popok kain perlu di-stripping (dari Babys World):


popok cepat bocor (pada pocket diapers: insert cepat penuh atau inner tdk meloloskan
cairan ke insert repelling)
popok berbau sangat pesing pdhal baru dipakai sebentar, atau malah baru selesai dicuci
popok kena pelembut, pewangi atau diaper cream
pantat bayi jadi kemerahan padahal sebelumnya tidak masalah

Beberapa tanda tersebut belum tentu sebagai indikasi mutlak dibutuhkannya treatment
stripping. Detail mengenai stripping akan dibahas dalam blog terpisah, bersama dengan
petunjuk atau cara stripping.

Kamus Popok Kain: Bahan (Part 1)


BY MILISPOPOKKAIN

Bahan kain untuk membuat popok dan aksesorisnya sangatlah beragam, tidak hanya
katun. Hal ini sering kali membuat sebagian orang kebingungan karena terlalu banyak
istilah baru dan tidak familiar.
Kamus kali ini berusaha memasukkan istilah-istilah bahan yang saat ini sudah ditemukan
di pasaran Indonesia. Agar lebih mudah, kami mengelompokkan tiap bahan dalam tiga
kategori yaitu: bahan penyerap, bahan waterproof dan bahan yang memberi efek kering
(stay dry, biasanya untuk inner).
Bahan Penyerap
Bahan penyerap adalah bahan kain yang digunakan sebagai lapisan penyerap pipis bayi
di dalam popok kain. Daya serap lapisan ini dapat berbeda-beda tergantung jenis bahan
dan jumlah lapisannya.

Katun: Bahan ini sangat umum ditemukan. Saat ini, beberapa produsen memilih katun
organik untuk bahan popok kainnya karena lebih eco-friendly. Katun organik dihasilkan
dari serat kapas yang dalam pertumbuhannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia
(pestisida, pupuk buatan).
Microfiber: Dari Green Foot Steps disebutkan bahwa Microfibres are not from
renewable resources they are usually constructed from the chemicals from petroleum
and they are not biodegradable. They last well with care and can always be recycled
as cleaning cloths.
Bambu: Bahan ini diperoleh dari serat bambu dan termasuk serat alami. Pertumbuhan
bambu tergolong cepat dan tidak membutuhkan bahan kimia seperti pestisida dan
pupuk buatan. Bahan ini biodegradable, daya serap lebih baik daripada katun dan
memiliki antibakteri alami.
Hemp: Bahan ini juga termasuk serat alami. Diperoleh dari tanaman hemp (nama
lainnya, serat rami). Daya serapnya sangat besar dan memiliki antibakteri alami.
Kelebihan lainnya adalah daya tahannya yang tinggi.
Zorb: Bahan ini tergolong baru di pasaran. Menurut Zany Zebra, Zorb is made of nonallergenic bamboo/cotton/viscose and poly micro fibers and absorbs much faster than
other diaper fabrics. A single layer of Zorb can hold three times as much liquid as other
diaper fabrics so it leaks and wicks less.
Bahan waterproof
PUL: PUL adalah singkatan dari Polyurethane Laminate. Dari situs Little for Now: PUL
is a waterproof barrier that can be laminated to polyester or cotton fabrics. Polyester
PUL is much less likely to leak, cotton PUL is often really cute but requires more
frequent diaper changes to prevent leaks.
Procare: Menurut situs Candle on The Hill, ProCare is 25% polyester (backing), 75%
vinyl Barrier. Bahan ini sangat durable dan sangat baik untuk membuat wet bag.

Wool: A natural fiber used in making diaper covers or water-resistant soakers.


Breathable and soft, quality wool diaper covers are great for overnights or for sensitive
skin as they allow moisture to be released. (dari situs Litlle for Now). Bahan wol ini
sebenarnya tidak sepenuhnya tepat dikatakan waterproof. Menurut Diaper Pin, Wools
structure produces an elegant combination of water repellence, breathability and
moisture absorbency.
Fleece: Fleece terbuat dari bahan sintetik (polyester) dan memiliki beberapa jenis. Jenis
fleece yang sesuai untuk fungsi waterproof adalah fleece yang memiliki ketebalan
tertentu, antara lain Windpro, Windbloc, Polartec (salah satu sumber point ini
adalah Little for Now).

Bahan stay dry


Microfleece: Menurut Zany Zebra: Microfleece is 100% polyester and a superior
moisture-wicking diaper fabric. It is used next to babys skin to keep baby feeling dry and
comfortable even in a wet diaper. Microfleece resists staining, and does not hold poo like
other diaper fabric can. Best of all, its so soft and cushy for baby.
Suedecloth: Bahan ini juga 100% polyester. Suedecloth is thinner than microfleece but
has many of the same qualities that make it perfect for diaper inners. Suedecloth wicks
moisture away from baby, resists staining, and does not hold poo. In addition,
suedecloth does not pill and stays new-looking longer than microfleece (dari situs Zany
Zebra).
Raw silk: Walau belum umum digunakan, namun bahan ini sudah mulai beredar di
pasaran. Menurut situs Kaykas Cloth Kits, This is a raw silk fiber fabric that is
somewhat course but is one of the only all-natural fabrics that is considered stay dry
and keeps moisture away from the skin. It is used as a diaper inner or a liner next to the
babys skin to keep the baby feeling dry.
Istilah bahan yang lain
Cotton Terry: Bahan katun ini sering digunakan untuk penyerap dalam popok kain dan
juga untuk inner-outer fitted diaper. Tergolong murah namun cukup efektif. Yang mudah
ditemukan adalah terry cotton yang biasa kita gunakan untuk handuk.
Cotton Sherpa: Bahan campuran katun dan polyester. Menurut Diaper Pin: Sherpa
Terry is knit terry fabric, just like a baby towel, that has been brushed and washed to
raise the fibers and give a fluffy super soft feel. Many loops of the terry remain, and
absorbency is not compromised. Generally the Sherpa Terry that is used in diapers has
a high cotton content, and a small polyester content. Sherpa terry that is 75% cotton and
25% polyester, to 80% cotton and 20% polyester is most commonly used in diapers.
Cotton Flannel: Salah satu bahan katun yang mudah ditemukan. Teksturnya lembut.
Umumnya digunakan sebagai outer dan inner popok kain, namun tidak tertutup
kemungkinan juga untuk digunakan sebagai penyerap.
Cotton Velour: Dari situs Very Baby: Velour feels similar to velvet, in that it is a pile
fabric. Soft and thick, velour is a luxurious fabric for diapers. Just be sure the velour you
are using has a high cotton content. No lower than 70% cotton. Bahan katun dengan
tekstur velour sangat halus dan lembut di kulit bayi. Selain katun, ada juga bamboo
velour dan hemp velour.
Minkee/Minky: Bahan ini tergolong populer. Dalam site Kaylas Cloth Kits dijelaskan:
This is a 100% polyester fabric with a very soft feel to the right side. It is used as a
diaper outer for fitted diapers sometimes but IS NOT WATERPROOF. It also makes a
nice diaper inner that is relatively stay dry.

Kamus Popok Kain: Inner, Outer?


BY MILISPOPOKKAIN

Bingung dengan istilah inner dan outer? Kedua istilah ini mulai digunakan begitu popok
kain modern populer di pasaran.

Inner adalah bagian popok kain modern yang menghadap ke bagian dalam,
bersentuhan dengan kulit bayi saat dikenakan.
Outer adalah bagian popok kain modern yang terlihat dari luar, dapat berupa lapisan
waterproof atau non-waterproof (fitted diapers, misalnya).

Harus Punya Berapa Popok?


BY MILISPOPOKKAIN

Pertanyaan ini sering sekali dikemukakan di dalam diskusi Milis Popok Kain. Sebenarnya
kebutuhan setiap bayi mungkin saja tidak sama, tergantung kondisi masing-masing
seperti frekuensi kuantitas pipis bayi, jenis popok kain, jadwal pencucian popok, atau
bahkan preferensi sang ibu sendiri.
Sebagai gambaran saja, berikut ini kami kutip dari blog Babys World tertanggal 10
Agustus 2009 yang berjudul Jumlah Popok Kain.

Sebenarnya berapa ya jumlah popok kain yang harus disediakan di rumah? Info dari
satu penjual popok menyebutkan minimal 15 bila mencuci dua hari sekali. Di buku
panduan saya dituliskan jumlah yg diperlukan sesuai jenis popok yg kita inginkan
(misalkan utk AIO integral berhubung keringnya lebih lama jadi perlu lebih banyak
dibanding jenis pocket).
Saya sendiri berusaha menganalisa kebutuhan pribadi dengan berdasarkan pengalaman
selama empat bulan ini. Pertimbangan saya begini:
Lihat dulu berapa banyak popok yg diperlukan dlm sehari. Bila penggantian popok
kurang lebih setiap 3 jam, maka berarti dalam sehari memerlukan 8 popok.
Kemudian lihat cuaca pada umumnya, bila lebih banyak panas, maka jemuran kering
lebih cepat. Jadi, stok popok tidak perlu banyak.
Lihat juga kemungkinan kondisi musim hujan atau musim dingin. Pastinya jemuran jadi
lama keringnya.
Oke, sekarang kalau kondisinya seperti saya:
mengganti popok setiap 3 jam sekali
hidup di negara 4 musim (dimana kondisi dingin lebih banyak, apalagi dgn perubahan
iklim spt skrg ini), serta
lebih banyak pakai flat dan fitted diapers (jadi kl yg fitted bambu dan hemp pasti
keringnya lebih lama).
O iya, kenapa 3 jam sekali ganti popok? Krn itu yg dianjurkan perawat dan dokter waktu
saya baru melahirkan di RS (menyusui setiap 3 jam kemudian ganti popoknya). Selain
itu, bayi saya type yang kalau basah dikit udah langsung bunyi (bukan nangis yah, asli
bunyi doang hehe). Dgn flat dan fitted diapers yg nota bene tanpa fleece, sudah
pasti langsung bunyi kalau pantat si kecil basah.

Oke, oke Perhitungannya jadi begini:


Hari pertama menggunakan 8 popok (kloter 1)
Hari kedua menggunakan 8 popok (kloter 2), sementara popok kloter 1 dicuci paginya
Hari ketiga menggunakan popok kloter 1 BILA sudah kering. Kalau belum, ya terpaksa
harus ada popok kloter 3. Sementara itu, popok kloter 2 dicuci.
Hari keempat, seharusnya popok kloter 1 sudah kering ya. Jadi popok tsb yang
digunakan.
Total berapa tuh, 16 kalau musim panas, 24 kalau sinar matahari tidak banyak. Ini untuk
kondisi pencucian popok sehari sekali. Kalau dua hari sekali?
Hari pertama, 8 popok kloter 1
Hari kedua, 8 popok kloter 2
Hari ketiga, 8 popok kloter 3, sementara popok kloter 1 dan 2 dicuci
Hari keempat, 8 popok kloter 1 BILA sudah kering. Kalau belum, harus ada 8 popok
kloter 4.
Hari kelima, seharusnya popok kloter 1 dan 2 sudah kering
Total berapa ya 24 kalau musim panas dan 32 kalau musim lainnya. Duh, banyak
juga Pantas popok di rumah kadang terasa kurang, terutama bila sinar matahari
sedang irit-iritnya
Jadi, beli lagi?
PS. Ini perhitungan berdasarkan pengalaman pribadi, pada bayi usia newborn sampai
sekitar 4 bulan, ASIX dan proses pencucian diapers menggunakan mesin cuci dengan
pilihan setting suhu dan setting jenis bahan/kain.
Contoh lain:
Jenis popok yang ingin dimiliki adalah pocket diapers semua. Tinggal di daerah yang
relatif panas dan banyak sinar matahari. Pencucian setiap pagi dengan tangan. Berapa
jumlah popok yang dibutuhkan?
Kalau penggantian popok pada anak tetap sama dengan di atas, yaitu sekitar 3 jam
sekali, maka kebutuhan per hari tetap 8 buah popok. Dengan rutin pencucian setiap hari,
sinar matahari bisa dikatakan cukup, sehingga popok kain yang dijemur selalu bisa kering
di sore hari. Jadi, pocket diapers yang dibutuhkan adalah 8 (hari pertama) plus 8 (hari
kedua) menjadi16 buah.

Popok Kain Lokal


BY MILISPOPOKKAIN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Berikut ini list merk popok kain lokal Indonesia yang beredar di pasaran.
Cluebebe
Metal Mom
Zigie Zag
GG
Baby Oz
Enphlia
Popochan

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Nicekids
Canchut
Ananndapers
Iconic Kids
Lusty Bunny
Popok handuk Canberra
Ummi
Ecokiddy
Baby Farros
Bayibayi
Pempem
Ziya
Babyboo
ACE
Bless
ZTwo
MomCare
Baby Aesh
Pumpkins Baby

Perawatan Harian Popok Kain Modern: Cara


Mencuci & Tips Praktis
BY MILISPOPOKKAIN

Disusun oleh: Inne Utomo


Menggunakan dan merawat popok kain modern (cloth diaper, clodi) ibarat pepatah alah
bisa karena biasa. Awalnya ada yang merasa, ribet, deh!. Kalau tidak mengerti betul, ada
juga yang merasa, mau praktis kok malah repot, sih? Cape, deeeh!. Meski demikian, ibuibu pengguna popok kain modern kini semakin banyak. Sebab, kerepotan yang terasa berat
di awal, sebenarnya adalah pekerjaan harian biasa yang mudah dikerjakan. Karena belum
terbiasa maka rasanya sulit sekali. Setelah terbiasa, secara otomatis Ibu atau asisten di
rumah akan jauh lebih mudah mengerjakannya.
Popok kain modern ada banyak jenisnya. Antara lain fitted diaper, prefold diaper, pocket
system, All in Two (AI2), All in One (AIO) dan cover system*. Tetapi pada intinya, cara
perawatannya sama: tidak perlu direndam lama, dicuci dengan sedikit deterjen dan dibilas
sampai hilang busanya.
Perbedaan dari macam-macam jenis tersebut diatas, biasanya mempengaruhi cepatlambatnya waktu pengeringan.
Nah, berikut ini detail cara pencucian dengan pilihan cuci dengan tangan dan dengan mesin
cuci. Umumnya, dengan cara berikut ini, popok tidak akan beraroma khas amonia setelah
kering.
Happy cloth diapering!
*****
Mencuci dengan Tangan

Jika si kecil buang air besar, buang kotoran ke dalam kloset, siram untuk menghilangkan
sisa kotoran yang menempel
Jika belum sempat mencuci selama 2 3 hari, sebelum ditaruh di ember, kucek
sebentar di bawah air mengalir untuk membuang sisa ompol
Kumpulkan popok kotor di ember kering (dry pail)
Saat hendak mencuci, siapkan ember berisi air dan gunakan 1/4 takaran deterjen tanpa
pemutih, pewangi dan pelembut, dan hindari deterjen dengan kandungan enzim
pengangkat kotoran. Rendam sebentar, sekitar 15 30 menit
Kucek popok, tidak perlu sekuat tenaga saat mengucek dan memeras. Simpanlah
energi dan tenaga dalam Ibu-ibu untuk bermain bersama si kecil saja.
Bilas 2 atau 3 kali sampai busa hilang. Kalau ada bau ompol membandel, bilas di bawah
air mengalir.
Peras popok secukupnya, jemur dengan inner menghadap matahari
Setelah kering, lipat dan simpan di lemari pakaian si kecil.
Mencuci dengan Mesin Cuci
Sharing dari Anna:
Untuk pencucian sehari-hari, aku menggunakan mesin cuci semi-automatic dua tabung.
Cara pencucian aku biasanya seperti ini:
Bekas pup dikucek sampai bersih, jadikan satu dengan popok kotor lainnya
Bilas popok kotor bekas ompol dengan air biasa tanpa deterjen sebanyak dua kali
Bilas dua kali tanpa deterjen
Baru dicuci bersama baju Seno lainnya
Cuci selama enam menit dengan deterjen 1/4 takaran dari yang dianjurkan
Bilas 2 3 kali hingga busa tidak ada atau hanya sedikit
Keringkan dengan spin selama 2 3 menit
Tentunya banyaknya air, deterjen, lamanya cuci dan bilas juga disesuaikan dengan
banyaknya popok kotor yah. Biasanya aku nyuci seperti ini utk 2 3 set popok modern.
Oh ya, ada juga yang menyarankan nyuci popok modern jangan dicampur pakaian biasa,
tapi aku campur untuk menghemat air, listrik, waktu dan tenaga
Selain itu kalo mau merendam popok di air deterjen jangan lama-lama, mungkin sekitar
lima menit aja. Sebaiknya sih ikuti saran pencucian yang biasanya tertera pada label
masing-masing merk popok. Ada yang mengklaim wash at any temperature seperti
Blueberry Minky, ada juga yang menyarankan cuci dengan air panas di suhu 40 60 C,
ada juga yang outer-nya sama sekali tidak boleh kena air panas seperti merk Coolababy.
Bila masih terdapat noda pup setelah dicuci, biarkan saja dulu, jemur di bawah terik
matahari, noda akan memudar. Kalaupun masih ada biasanya akan hilang pada
pencucian selanjutnya.
Oh ya, untuk mencuci dengan mesin cuci otomatis (fuzzy logic ya istilahnya?) aku belum
pernah jadi belum ada pengalaman. Kalo melihat cara kerjanya kayaknya lebih boros air.
Bila cucian tidak terlalu banyak menurutku sebaiknya dicuci dengan tangan.
Tentang PERENDAMAN
Tips dari Sitha Puspita:
Bisa juga ditambahkan bubuk anti bakteri saat merendam dan/atau saat mencucinya,
misalnya produk Mothercare Smart Nappy Soak atau Bambino Mio Fresh. Mungkin pakai
Tea Tree oil juga bisa, silakan browsing untuk detailnya.

Tips dari Adisty Budiman:


Fitted diaper dan reusable liner yg ada fleece-nya biasanya tetap aku rendam sih,
malahan semalaman, buat ngilangin pesing dan noda. Kalo pocket diaper dan diaper
cover yang PUL-laminated memang gak aku rendam karena memang demikian sesuai
anjuran kebanyakan produsen clodi, karena katanya bisa merusak atau melemahkan
daya waterproofing (kalo minjam istilahnya deteriorate).
*****
Nah, tulisan ini adalah beberapa tips dari Ibu-ibu yang terbiasa menggunakan popok
kain. Bisa dilihat, bahwa setiap Ibu punya cara sendiri, tetapi pada dasarnya tetap pada
prinsip menggunakan sedikit deterjen, membilas sampai busa hilang, tidak merendam
popok terlalu lama sebelum dicuci dan tidak menggunakan setrika setelah popok kering.
Silakan tentukan gaya Anda sendiri.
Cheers!
Inne Utomo