Anda di halaman 1dari 7

IV.

ANALISA CORE

4.1 Maksud dan Tujuan


Maksud dari analisa core yaitu untuk mengetahui dan memahami proses kegiatan
analisa core.
Tujuan dari analisa core ini adalah untuk mendeskripsikan core hasil pemboran di
lapangan baik komposisi mineral, jenis ataupun nama batuan tersebut.
4.2 Landasan Teori
4.2.1 Coring
Coring merupakan metode yang digunakan untuk mengambil batu inti (Core) dari
dalam lubang bor (Bateman,1985). Core sampel inilah yang nantinya diuji dalam
laboratorium untuk mengetahui sifat fisik batuannya. Analisa inti batuan adalah
tahapan analisa setelah contoh formasi dibawah permukaan (core) diperoleh.
Prosedur analisa inti batuan pada dasarnya terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Analisa inti batuan rutin.
Analisa rutin menentukan sifat-sifat fisik batuan yang umum untuk menentukan
storage capacity dan flow capacity antara lain

porositas, saturasi dan

permeabilitas .
2. Analisa inti batuan spesial
Analisa khusus ini menentukan sifat sifat khusus dari batuan reservoir antara lain
tekanan kapiler, wettability, kompresilititas, sifat kelistrikan dan lain-lain.
Test yang dilakukan dalam aanalisa khusus ini dibedakan menjadi dua yaitu static
test dan dimanik test. Statik test menentukan antara lain kompresibilitas, tekanan
kapiler , sifat kelistrikan . Sedang dinamik test mencakup permeabilitas relative,
flooding dan EOR.

Hubungan dari analisa rutin dan analisa khusus adalah bahwa hasil analisa rutin
akan dipilih untuk digunakan dalam analisa khusus dengan jalan plot antara
permeabilitas dengan porositas atau ( k/ ). Sampel dipilih dengan range harga
permeabilitas dan porositas serta litologi batuan tertentu.
4.2.2

Macam - Macam Coring

Ada dua macam cara pengambilan conto batuan ( coring) yaitu :


1. Coring yang dilakukan bersamaan dengan pemboran dikenal sebagai Bottom
coring
Sesuai dengan alat yang digunakan maka bottom core dibedakan menjadi:
Conventional coring yaitu coring yang menggunakan core bit biasa atau
diamond bit. Ukuran core yang didapat adalah diameter antara 3 5 inci dan
panjang
Wire-line Retrievable coring dimana pada cara ini alat diturunkan kedasar
sumur tanpa mengangkat drill string. Ukuran core yang diperoleh dengan cara ini
lebih kecil yaitu 1 1/8 - 1 inch dan panjang 10 - 20 ft.
2. Sidewall Coring yaitu coring yang dilakukan setelah pemboran umumnya
digunakan untuk mengambil conto pada interval tertentu (yang dipilih ) yang telah
dibor. Sample diambil dari dinding lubang bor dengan diameter - 1 3/16 inch
dan panjang - 1 inch.

Gambar 4.1 Peralatan Sidewall coring

4.2.3 Perawatan Core ( Core Handling)


Kualitas atau keakuratan core yang diperoleh adalah sangat penting agar analisa
yang dilakukan memberikan hasil yang representative dan akurat. Pada saat core
sampai dipermukaan harus segera dilakukan konservasi atau pengawetan agar
kondisi tidak berubah karena perubahan tekanan & temperature. Cara pengawetan
atau konservasi core dilapangan umumnya dilakukan dengan beberapa cara yaitu
antara lain :
1. Dengan dibungkus plastic tipis ( glad warp), lalu dibungkus lagi dengan
aluminium foil ( kertas aluminium), diberi label ( nama sumur, kedalaman) dan
diberi tanda panah arah top & bottom) setelah itu core di bungkus dalam plastic
wax ( seal peel ). Core yang sudah dibungkus disusun dalam kotak kayu
diurutkan sesuai dengan kedalamannya. cara ini umumnya digunakan untuk
batuan yang cukup kompak dan sidewall core.
2. Pengawetan core dengan cara memasukkan core kedalam pipa paralon yang
kedua ujungnya ditutup rapat dan diluar paralon diberi label.
3. Pengawetan dengan menggunakan pipa karet ( rubber sleeve) yang lansung
dipasang dalam core barrel. Jadi sampai permukaan core sudah langsung
terbungkus dalam pipa karet. Core dalam rubber sleeve dipotong setiap 3 ft dan
ujungnya ditutup rapat. Dalam pengiriman core ini disimpan dalam kotak kayu.

Gambar 4.2 Penyimpanan core dalam kotak kayu

4.3

Peralatan dan Fungsi

Alat-alat yang digunakan dalam analisa core adalah sebagai berikut :

4.4

Lempung jenuh digunakan sebagai sampel untuk di uji.

Core barrel berfungsi sebagai tempat penyimpanan sampel

Aluminium foil berfungsi untuk membungkus sampel yang akan disimpan

Spidol digunakan untuk menandai sampel

Cutting machine berfungsi untuk memotong core.

Isolasi digunakan untuk merekatkan pembungkus.

Gunting digunakan untuk memotong pembungkus.

Penggaris digunakan untuk mengukur core yang akan diuji.


Prosedur Percobaan

Berikut adalah prosedur kerja pada analisa coring


1) Menyiapkan core
2) Memisahkan atau mengeluarkan core dari Core Barrel
3) Mendeskripsikan core untuk mengetahui mineral yang terdapat pada core
tersebut
4) Mengukur core untuk mengetahui panjang, diameter core dan menghitung
nilai RQD untuk mengetahui nilai kualitas batuan
5) Membungkus core dengan cara memasukkan kedalam pembungkus
(plastik) dan mengisolasi pembungkus core agar tidak terjadi patahan
sewaktu dikirim
6) Menentukan top and bottom pada core

7) Melakukan pemotongan core dengan menggunakan cutting machine


8) Membungkus core menggunakan alluminium foil, dan mementukan
pengujian yang akan dilkukan di laboratorium.
4.5

Data

Data pada pengujian analisa core adalah sebagai berikut:


4.5.1

Dimensi

Diameter core

: 4 cm

Panjang core

:1m

4.5.2

Nilai RQD

4.5.3 Deskripi Batuan


Nomor Batuan
Deskripsi Batuan
Warna Batuan
Tekstur Batuan
- Ukuran butir
- Bentuk biutir
- Sortasi/Kemas
- Struktur Batuan
Komposisi Batuan
- Fragmen
- Matriks
- Semen
-

: 01
: Batuan Sedimen klastik
: Putih kecoklatan
: <1/265 mm
: Sub rounded
: well sorted /tertutup
: Masiv

: Lempung
:
: Oksida besi, Silika

Deskripsi komposisi :
- Lempung
- Berwarna putih kecoklatan
- Penyebaran merata
Keterangan gambar
Lempung
Oksida besi
Silika

(Sumber: Gambar didapat dari percobaan modul analisa core)

Jenis Batuan

: Batuan Sedimen Klastik

Nama Batuan

: Batu Lempung

Genesa Batuan : Terbentuk melalui 4 proses yaitu kimiawi, tererosi, dan


tertransportasi menuju cekungan pengendapan, berbutir sangat
halus dan mempunyai ukuran butir yang seragam.
4.6

Pembahasan

RQD (Rock Quality Designation) adalah jumlah panjang core > 100 mm (10 cm)
bagi panjang core >100 cm. Syarat panjang sampel pengujian RQD = >1 m.

Dari hasil praktikum pemboran yang dilaksanakan di laboratorium pemboran


Institut Teknologi Medan diperoleh jumlah total RQD (Rock Quality Designation)
yaitu 91,5 %. Dengan diameter core 4 cm dan panjang core 100 cm.

4.7

Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari modul analisa core adalah sebagai berikut:
Coring merupakan metode yang digunakan untuk mengambil batu inti (Core)
dari dalam lubang bor (Bateman,1985).
Prosedur analisa inti batuan pada dasarnya terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Analisa inti batuan rutin.
2. Analisa inti batuan spesial
Nilai RQD yang didapat adalah 91,5 % dan menunjukkan bahwa kualitas
batuan sangat baik.

RQD (%) Klasifikasi Batuan


< 25
Sangat jelek
25 - 50 jelek
50 - 75 sedang
75 - 90 baik
90 - 100 sangat baik