Anda di halaman 1dari 17

NAMA : RESKI OKTONIL MARTIN

NIM

: 20120110276

PERMASALAH DALAM TRANPORTASI


A.

Kerusakan Jalan
Kita sering menjumpai kerusakan jalan pada suatu ruas jalan, kerusakan ini bermacam

macam, umumnya ada kerusakan jalan berupa retak-retak (cracking), berupa gelombang
(corrugation), juga kerusakan berupa alur/cekungan arah memanjang jalan sekitar jejak roda
kendaraan (rutting) ada juga berupa genangan aspal dipermukaan jalan (bleeding), dan ada
juga berupa lobang-lobang (pothole). Kerusakan tersebut bisa terjadi pada muka jalan yang
menggunakan beton aspal sebagai lapis permukaannya.
1.

Penyebab Kerusakan Jalan


Terdapat tiga penyebab kerusakan jalan, yaitu:

a)

Kondisi drainase permukaan jalan dan sekitarnya


Kondisi drainase permukaan jalan dan sekitarnya. Faktor utama

berarti air. Air yang menggenang dipermukan jalan dalam waktu lama
akan menyebabkan rusaknya strukutur jalan. Terutama pada lapisan yang
bawah (sub-grade dan sub-base) karena kualitas material yang rendah.
Sehingga apabila sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, air akan
menggenang dan merusak jalan. Itu sebabnya pada musim hujan
kerusakan jalan semakin parah. Adanya aliran air disekitar badan jalan
dapat mengakibatkan rembesan air ke badan jalan. Inilah yang merusak
ikatan antara butir-butir agregat dan aspal lepas, sehingga lapisan
perkerasan jadi tidak kedap air lagi. Yang kemudian menyebabkan
melemahkan daya dukung tanah dasar.
b)

Mutu pelaksanaan konstruksi jalan


Mutu pelaksanaan konstruksi jalan. Hal ini bisa saja terjadi apabila

dalam pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan desain dan spesifikasi


yang ditentukan. Jadi perlu adanya kometmen bagi pihak-pihak yang
terkait

yaitu

kontraktor

dan

pengawas

dalam

menjalankan

tugas

dikerjakan dengan baik. Tanpa ada embel-embel apapun. Karena jalan


yang dibuat untuk kepentingan bersama dengan sumber dana dari rakyat.
c)

Beban jalan
Beban jalan. Kelebihan beban (overload) pemakaian jalan. Batas

beban mutan yang dapat ditoleransi pada konstruksi jalan ditentukan


dengan

angka

Muatan

Sumbu

Terberat

(MST).

Untuk

jalan

yang

berkualitas di Indonesia MST-nya 10-12 ton. Dalam pengertian setiap


sumbu roda kendaraan maksimal 10-12 ton. Secara teori peluang
kerusakan jalan adalah pangkat empat dari besarnya kenaikan beban.
Sebenarnya apabila kita mengetahui jalan tersebut akan menerima beban
yang berat (volume lalu lintas tinggi) sudah diperhitungkan dalam
perencanaan. Dengan dasar prediksi volume lalu lintas pada umur
rencana yang berpatokan dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Jadi
overload diharapkan bisa teratasi. Ya tentunya fungsikan juga jembatan
timbang dengan benar.
2.

Upaya Penanggulang Jalan yang Tidak Layak Pakai (Jalan


Rusak)

a)

Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen


Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen

(Pd T-05-2004-B) prosedur pelaksanaan perkerasan beton mencakup


persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan
pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk
lalu-lintas.
a)

Hal utama yang harus dilakukan dalam pengawasan selama


pelaksanaan perkerasan beton semen adalah sebagai
berikut:
1. pekerjaan awal:
- mempelajari gambar rencana dan spsefikasi
- pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan
kemiringan

- peralatan dan organisasi kontraktor


- penentuan tugas dan tanggung jawab
- mementukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
2. bahan:
semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan
kesesuaian dengan persyaratan, penanganan, penimbangan dan
pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut meliputi:
- semen
- agregat
- air
- bahan tambah
- tulangan, ruji dan bahan pengikat
- material perawatan beton
- bahan sambungan
perbandingan campuran:

3.

pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar


lempung

data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi


agregat, air, rongga udara, kelecakan dan kekuatan

volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam


takaran dan koreksi kadar air agregat
unit penakaran/penimbangan meliputi:

4.

pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur


semen, agregat, air dan bahan tambah

pemeriksaan peralatan untuk penanganan material,


pengangkut dan unit pencampuran:

pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu


pencampuran, alat pengatur waktu dan penghitungan jumllah
takaran sebelum pengecoran beton skala timbangan

semen;

5.

acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji


tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan
kadar air

sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen,


dudukan dan ruji

6.

pembetonan:

persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja


dan bahan pelindung cauca

pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara,


pemisahan butir (segregasi) dan ketrlambatan

pengangkutan meliputi bats waktu, pengecekan pemisahan butir


dan perubahan konsistensi

pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir,


kelurusan

dan

kerataan,

lingkungan,

pengteksturan

dan

perapihan tepi

pembentukan
sambungan,

sambungan
alinyemen,

susut

perapihan

meliputi
tepi

dan

pembentukan
pemeriksaan

permukaan sambungan
7. setelah pembetonan:
waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman,
waktu mulai perawatan dan lama waktu perawatan
perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca
dingin, cuaca panas dan pencatatan temperature

sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan


penutup, pembersihan sambungan dan penutup
pemeriksaan

permukaan

meliputi

kelurusan

dan

kerataan,

perbaikan atau penggantian


8.

pengujian beton semen:


campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan
kadar udara
pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji,
penyimpanan dan perawatan benda uji, pengujian kuat tekan,
pengujian

kuat

tarik

lentur,

pengambilan

contoh

inti

dan

penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.

LAMPIRAN GAMBAR
GAMBAR 1.1 Jalan Rusak

B.

KEMACETAN
Masalah kemacetan lalu lintas memang sudah menjadi masalah yang sering terjadi di

wilayah perkotaan. Bahkan ini sudah menjadi problem yang serius diwilayah perkotaan.
Karena kemacetan selalu memberikan kerugian yang cukup signifikan bagi negara. Masalah
kemacetan lalu lintas selalu menyulitkan pemerintah dalam melakukan penanganan. Segala
kebijakan pemerintah telah dilakukan namun pada kenyataanya kemacetan belum bisa
ditanggulangi. Hal ini dikarenakan kesadaran bagi para pengendara kendaraan yang masih
belum sadar dalam menggunakan jalan sebagai sarana transportasi. Selain itu, penyediaan
transportasi umum yang seharusnya menjadi transportasi yang dapat mengurangi jumlah
kemacetan lalu lintas transportasi di jalan raya juga sangat diperlukan. Namun lagi-lagi
karena sarana transportasi umum yang masih jauh dari memadai membuat para pengguna
kendaraan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Tentu ini jelas akan membuat
jalan akan lebih macet lagi.
1.
Sebab-Sebab Kemacetan
Kemacetan transportasi lalu lintas merupakan suatu masalah yang sering terjadi di
wilayah perkotaan. Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kemacetan transportasi
lalu lintas itu bisa terjadi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas itu
antara lain:
a)
Adanya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Hal ini sering kali menjadi
masalah yang ada di wilayah perkotaan. Kemacetan lalu lintas terjadi karena di kota
sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak heran bila kapasitas jalan

yang ada di kota tidak bisa menampung semua kendaraan yang ada. Sehingga
b)

kemacetan pun tak bisa dihindari.


Adanya pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab dari kemacetan transporasi lalu lintas adalah
adanya pedagang kaki lima yang berjualan dipinggri jalan raya. Biasanya mereka
mengambil trotoar sebagai tempat untuk berjualan. Selain sudah menyebabkan
kemacetan lalu lintas, pedagang kaki lima ini juga telah mengambil hak pejalan kaki.
Sehingga pejalan kaki tidak lagi bisa melewati trotoar, melainkan berjalan melewati
jalan raya. Hal itu tentu membahayakan keselamatan para pejalan kaki . Mengapa
dengan adanya pedagang kaki lima bisa menyebabkan terjadinya kemacetan lalu
lintas. Hal itu bisa terjadi karena banyak dari pengguna jalan raya yang berhenti
dipinggir jalan untuk membeli barang kepada pedagang kaki lima. Selain itu
pengguna jalan yang membeli barang di pedagang kaki lima biasanya memakirkan
kendaraannya di pinggir jalan raya sehingga itu bisa menyebabkan kemacetan lalu

c)

lintas.
Terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadinya kecelakaan lalu lintas juga dapat
menyebabkan terjadinya kemacetan transportasi lalu lintas. Karena ketika ada
kecelakaan biasanya akan banyak para pengguna jalan yang memelankan laju

d)

kendaraanya sehingga itu akan memicu terjadinya kemacetan lalu lintas.


Adanya kendaraan yang diparkir sembarangan di pinggir jalan. Hal ini sudah tentu
seringkali menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Di wilayah perkotaan
biasnya seringkali ditemui kendaraan yang diparkir secara sembarangan. Hal tersebut
bisa terjadi karena minimnya tempat untuk parkir bagi kendaraan yang ada di wilayah
perkotaan. Kendaraan yang diparkir di pinggir jalan sudah tentu akan memakan
sebagian dari badan jalan yang mana itu akan memicu terjadi kemacetan transportasi

e)

lalu lintas.
Beralihnya masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi pribadi.
Adanya peralihan masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi
pribadi telah memberikan permasalahan baru bagi dunia lalu lintas. Mengapa hal itu
terjadi, ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat lebih memilih
menggunakan trasportasi pribadi. Diantaranya adalah karena menggunakan kendaraan
pribadi dirasa lebih cepat dan murah. Kendaraan pribadi juga lebih mudah untuk
menjangkau daerah tujuan. Namun demikian, ketika semua orang berusaha untuk
beralih menggunakan transportasi pribadi. Tidak salah jika jalan-jalan yang ada saat
ini menjadi padat dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan pribadi.

2.

Upaya Menanggulangi Kemacetan Transportasi Lalu Lintas


Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah

kemacetan lalu lintas. Diantaranya adalah pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh
pemerintah. Namun kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah sering kali diabaian
oleh para penggunan jalan raya. Segala upaya yang dilakukan sebenarnya untuk mengurangi
volume kendaraan yang ada dijalan raya. Namun apa daya karena jumlah kendaraan yang tiap
hari tidak semakin berkurang membuat masalah kemacetan lalu lintas semakin sulit untuk
diatasi. Berikut beberapa solusi yang dapat digunakan untuk menanggulangi masalah
kemacetan lalu lintas:
a) Penyediaan sarana transortasi umum yang layak. Hal ini dilakukan untuk menarik
para penggunan jalan raya agar beralih dari kendaraan pribadi kekendaraan umum.
b) Penggunaan jalur satu arah. Penggunaan jalur satu arah pada jalan raya ini sangatlah
diperlukan untuk menanggulangi masalah kemacetan lalu lintas. Karena jika jalan
c)

dijadikan satu arah memungkinkan kendaraan dapat berjalan lebih rapi.


Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi perlu dilakukan karena
penyebab kemacetan adalah adanya banyak kendaraan pribadi yang menumpuk di
jalanan. Hal ini dikarenakan mudahnya orang memperoleh kendaraan pribadi. Jika
pemilikan kendaraan pribadi ini dapat dilakukan, maka ini akan dapat menekan angka

kemacetan transportasi lalu lintas di jalan raya.


d) Memperbanyak armada kendaraan masal yang memadai. Misalnya saja busway
seperti yang ada di Jakarta. Atau mungkin juga kereta bawah tanah. Hal ini perlu
e)

dilakukan agar pengguna jalan raya mau menggunakan sarana transportasi umum.
Larangan tegas bagi pedagang kaki lima berjualan dipinggir jalan dan parkir liar yang
seringkali menghambat laju kendaraan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi
angka kemacetan lalu lintas.
LAMPIRAN GAMBAR

Gambar

1.2
Kemacetan

C.

POLUSI
Salah satu dampak dari transportasi adalah polusi atau pencemaran

dan degradasi lingkungan, baik polusi udara maupun polusi suara. Hal ini
tidak terasa tetapi besar akibatnya bagi kesehatan dan kehidupan
manusia, hewan dan tumbuhan. Oleh karena itu, perlu antisipasi supaya
kelestarian lingkungan terjaga untuk anak cucu.
1.

POLUSI UDARA
Dari hasil penelitian asap yang dihasilkan knalpot kendaraan merupakan

penyumbang terbesar dari polusi udara, oleh karena itu pengendalian asap
knalpot menjadi sangat penting, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.

a. Penyebaran Polutan
Polutan

yang

berasal

dari

kendaraan

terkonsentrasi

kendaraan. Penyebarannya sesuai dengan jaraknya.

Konsentrasi
CO

di

sekitar

Jarak dari pusat jalan


Keterangan :
-

Polutan tersebut menyebar ke Atmosfer

Polutan tersebut secara kimiawi mungkin dapat berubah

Polutan tersebut mungkin tinggal di udara


Polutan tersebut mungkin tinggal di tanah, organisme dan

secara

kimiawi berubah
-

Polutan tersebut mungkin masuk ke perairan laut

b. Sumber Polutan (dari kendaraan)


-

gas buangan

evaporasi bensin / solar dari karburator

pembakaran tak sempurna bensin / solar

debu yang berasal dari ban, rem dan permukaan jalan

industri, kendaraan.

c. Polutan yang dihasilkan Kendaraan


Jenis polutan yang dihasilkan adalah CO2, H2O, CO, NOx, debu, partikel.
d. Baku Mutu (Standar) Udara
( Kep-02 / MENKLH / I / 1998 )
Persayaratan standar yang ditetapkan oleh kementrian Lingkungan
Hidup adalah sebagai berikut :

Parameter

Waktu Pengukuran

Batas mutu

CO

8 jam

20 ppm ( 2260 g / m3 )

NOx

24 jam

0,05 ppm ( 92,5 g / m3 )

Debu

24 jam

0,26 mg/m3

HC

3 jam

0,24 ppm (160 g / m3)

e. Pengaruh Polusi Udara


-

terhadap kesehatan

terhadap bau, kenampakan, kebersihan

ketakutan terhadap pengaruh yang tidak terasa

e1. CO
Salah satu yang berbahaya adalah Carbon monoxide ( CO ), racun
ini mempunyai daya ikat terhadap Hb, jauh lebih tinggi dari O2. Kadar CO
dalam darah akan menyebabkan terganggunya kesehatan.

% CO dlm darah
5 10

Pengaruh
Fungsi penglihatan, reaksi dan
kewaspadaan berkurang.

10 30

Fungsi

rasa

berkurang,

sakit

kepala dan mengurangi kinerja


saat latihan

30 60

Tak sadarkan diri

> 60

Menyebabkan kematian

Bagi orang yang mempunyai penyakit paru-paru


2,5 3

- sakit di dada secara tiba-tiba

10 %

- mempengaruhi bayi dalam kandungan.

Besarnya pengaruh ini pada umumnya tergantung pada :


o

volume, komposisi kualitas (untuk kendaraan)

cuaca (kelembaban, arah dan kecepatan angin)

lay-out.

e.2. Hidro carbon & Aldehyde


merupakan unsur kimia organik
e.3. NOx
- terbentuk di ruang pembakaran di mesin (NO)
- di udara, NO berubah jadi NO2 yang lebih beracun dari pada NO,
karena

merusak paru-paru

mengurangi daya tahan infeksi

susah bernafas % ISPA

*Pada konsentrasi rendah tidak berbau, tetapi bila > 0,10 ppm berbau

a)

PENGARUH JARAK TERHADAP BESARAN POLUSI


Jarak sangat berpengaruh terhadap efek polusi. Semakin jauh dari

sumber polusi pengaruh polusi semakin kecil

CO berkurang 2/3 pada jarak 50 m

HC berkurang 2/3 pada jarak 50 m

NOx berkurang 1/3 pada jarak 50 m

Partikel debu berkurang 2/3 pada jarak 50 m

Asap berkurang pada jarak 20 m

Debu berkurang menjadi 0 pada jarak 60 m

Sampai saat ini kesadaran akan bahaya polusi ini masih belum baik,
terbukti

masih

sedikitnya

penerapan

uji

kendaraan

umum

yang

mensyaratkannya bebas polusi / masih dalam batas standar baku mutu


yang diminta.
b)

PENANGANAN KEBISINGAN
Ada tiga cara untuk menangani kebisingan, yaitu :
1. Pada sumbernya
Penanganan pada sumbernya berarti treatment pada asal bunyi,
sebagai

contoh

adalah

knalpot

kendaraan

diusahakan

supaya

bunyinya sehalus mungkin, ini menjadi tugas para teknisi dan pabrik
pembuat kendaraan. Contoh yang lain adalah bunyi mesin, bunyi ban
di aspal dan lain-lain. Dengan teknologi yang semakin maju, bunyi
mesin dan bunyi knalpot semakin halus.

2. Arus pancaran kebisingan (media)


Bunyi merambat dari asal bunyi menuju penerima. Selain karena
jaraknya, keras atau tidaknya bunyi yang diterima dipengaruhi oleh
benda-benda yang ada diantara sumber bunyi dan penerima bunyi.
Jika

terdapat

benda-benda

yang

dapat

menyerap

bunyi atau

penghalang, maka bunyi yang diterima akan melemah. Benda-benda


yang menyerap bunyi ini antara lain;

rumput

pohon-pohonan

gundukan tanah

atau sengaja dibuat tembok

Pada rumah sakit biasanya, dibuat barier yang berupa gundukan


tanah dengan ditanami rumput dan juga tanaman perdu agar pasien
tidak terganggu oleh kebisingan yang ada.
3. Pada obyek yang terkena dampak (gedung, rumah dll).
Penanganan yang ketiga adalah penanganan pada penerima bunyi.
Pada penerima bunyi dibuat sedemikian rupa supaya bunyi yang
diterima melemah. Sebagai contoh untuk menerima bunyi yang di
rumah, daun jendela dapat dibuat dobel sehingga bunyi yang
diterima melemah demikian juga pada pintu. Dapat juga dinding
dibuat kedap suara dan lain-lain.
2.

POLUSI SUARA
Polusi suara ini merupakan kebisingan yang disbebebabkan oleh
arus lalulintas kendaraan. Kebisingan ini dipengaruhi beberapa hal antara
lain adalah ;
1)

2)

Jenis kendaraan
-

tipe jenis kendaraan

knalpot dan klakson

sistem pendingin

jenis ban
Kecepatan kendaraan
Pada kecepatan lebih besar dari 70 km/jam pada jalan datar
kebisingan yang terjadi akibat ban sangat dominan.

3)

Jenis perkerasan jalan


Semakin kasar permukaan jalan akan semakin keras bunyi gesekan
yang dihasilkan.

4)

Geometric jalan (tanjakan, turunan, tikungan)

1.

5)

Arah dan kecepatan angin

6)

Kondisi medan antara sumber dan penerima (media)

Upaya Penanggulangan Polusi Udara


Banyak sekali upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak
dan mengurangi potensi terjadinya polusi udara, diantaranya:
a. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya. Menanam dan
merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di
rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna
untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita. Jika
lahan kosong benar-benar tidak ada, Anda bisa memelihara tanaman dalam pot
dan meletakkannya atau bisa juga menggantungnya di teras atau beranda
rumah.
b. Gunakan kendaraan bermotor, mobil ataupun motor, seefisian mungkin. Jika
memiliki 2 mobil, satu untuk Anda dan satu lagi milik pasangan Anda.
c. Gunakan transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi
Anda di rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu
mengurangi jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke
angkasa. Ikutlah komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah
lingkungan seperti sepeda akan sangat membantu untuk mengurangi polusi
udara di kota, terlebih dengan bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini
bagus untuk jantung.

LAMPIRAN GAMBAR

Gambar 1.3 Polusi Udara

Gambar 1.3 Polusi Udara

Gambar 1.4 Polusi Suara dan Udara