Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN OS VITREKTOMI PARS PLANA (VPP)+FAE+EL+SO

A. Biodata :
Nama klien

: Ny. Ms

Tanggal lahir

: 13-08-1983 (31 Tahun)

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Agama

: Islam

Alamat

: Kolaka

No. RM.

: 027200

Diagnosa medis : ODS Ablatio Retina Rheymatogen


Tindakan operasi : OS Vitrektomi
B. Riwayat Penyakit dan Tujuan Pembedahan :
1. Riwayat Penyakit
1. Klien mengatakan kedua matanya sudah mengalami penglihatan kabur sejak 1 tahun lalu
secara berlahan-lahan, klien mengatakan saat membaca tulisan terlihat seperti
menyambung, dan kadang-kadang kepala terasa berat saat sujud. Riwayat DM (-), HT (), trauma (-), mata merah tidak ada Hasil pemeriksaan : VOD : 20/150, VOS 20/150,
NCT 16/16, kornea jernih, lensa jernih.

2. Tujuan

Pembedahan

vitrektomi

tanggal

03/12/2014,

visus/penglihatan, urgensi pembedahan yaitu required

C. Pre Operation
1. Persiapan Pre Op :

untuk

memperbaiki

a. Fisik :
1) Keadaan umum

Kesadaran

: Composmentis (GCS 15)

TD

: 130/100 mmHg

Nadi

: 80x/i

Pernafasan

: 20x/i

Suhu

: 36,5 OC

2) Hasil Pemeriksaan tanggal 29 November 2014 :

NCT (Tonometri Non Contec): 16/16

Visus : : VOS 20/150, VOD: 20/150

FODS : Ablatio retina

Laboratorium : HbsAg dan Anti HCV : non reaktif, GDS : 95mg/dl

3) Persiapan pre operasi : jam 08.00 klien diberi tetes mata midriatil sebanyak 2 tetes
untuk melebarkan pupil mata, klien direncanakan operasi jam 09.00
b. Psikologis : klien mengatakan cemas karena baru kali ini klien akan dioperasi, klien
mengatakan khawatir operasi tidak akan berjalan dengan baik dan khawatir akan
terjadi pemadaman listrik saat operasi. Klien juga menyatakan kekhawatiran mengenai
lamanya pasien sadar setelah pembiusan.
2. Analisa data
DS :
Klien mengatakan cemas karena baru pertama kali dioperasi
klien mengatakan khawatir operasi tidak akan berjalan dengan baik
Klien mengatakan khawatir akan terjadi pemadaman listrik saat operasi
Klien mengatakan khawatir mengenai lamanya klien sadar setelah pembiusan post
op.
DO:
Ekspresi wajah tegang
TTV:

TD : 130/100 mmHg
Nadi

: 80x/i

Pernafasan: 20x/i

Suhu : 36,5 OC
Klien rencana operasi jam 09.00
Diagnose keperawatan
Ansietas b/d kurang pengetahuan prosedur operasi
3. Askep Pre Op :
1. Diagnosa Keperawatan : Ansietas b/d kurang pengetahuan prosedur operasi
2. Intervensi :
Kaji tingkat kecemasan
Dampingi klien, bicara dengan tenang
Beri dorongan untuk mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk
mengekstralisasikan kecemasannya.
Yakinkan klien melalui sentuhan, dan sikap empatik secara verbal dan nonverbal.
Beritahu klien mengenai prosedur yang akan dilakukan, dan yakinkan bahwa klien
akan ditangani oleh dokter dan perawat yang professional
Beritahu pasien mengenai manajemen aliran lisrik di RSP unhas (ketika terjadi
pemadaman lampu, aliran listrik dari mesin Genset otomatis akan menyala dalam
waktu 20 detik).
Anjurkan bercakap-cakap dengan pasien lain yang mempunyai penyakit yang sama
dengan klien
3. Implementasi :
Mengkaji tingkat kecemasan klien
Hasil : kecemasan ringan,
Mendampingi klien, bicara dengan tenang
Hasil : mendampingi klien saat akan diberi tetes mata, pengukuran TTV dan pada
saat klien akan dibawah ke kamar operasi
Memberi dorongan untuk mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk
mengekstralisasikan kecemasannya.
Hasil : klien mengatakan cemas karena ini merupakan pertama kalinya dioperasi
Meyakinkan klien melalui sentuhan, dan sikap empatik secara verbal dan
nonverbal.

Hasil : memberitahu klien bahwa operasinya akan ditangani oleh dokter dan
perawat yang berkompeten dan profesional
Memberitahu klien mengenai prosedur yang akan dilakukan
Hasil : memberitahu klien bahwa tindakan yang dilakukan merupakan tindakan
yang bertujuan untuk meletakkan kembali retina yang lepas dan mengupas jaringan
ikat pada permukaan retina serta membersihkan viterus yang keruh akibat
perdarahan atau infeksi dan hanya menggunakan anastesi sub tenon block yaitu
hanya dimata yang akan dioperasi saja sehingga klien tetap sadar.
Memberitahukan pasien mengenai manajemen aliran lisrik di RSP unhas (ketika
terjadi pemadaman lampu, aliran listrik dari mesin Genset otomatis akan menyala
dalam waktu 20 detik).
Anjurkan bercakap-cakap dengan pasien lain yang mempunyai penyakit yang sama
dengan klien
Hasil : klien bercakap-cakap dengan pasien lain yang akan dilakukan opersia
vitrektomi juga sama dengan klien.
4. Evaluasi :
S : klien mengatakan sudah merasa tenang karena banyak juga yang seperti dirinya,
dan tetap sadar saat akan dioperasi.
O : klien tenang
A : Kecemasan teratasi
P:D. Intra Operatif Care
1. Ringkasan Pembedahan dan Askep
a. Ringkasan Pembedahan :
1) Time out jam 10.15 wita,
2) Pasien berbaring dengan posisi supine dalam pengaruh general anastesi
3) Perawat scrub melakukan desinfeksi pada mata kiri dengan bethadine : Ringer
Lactat (1:1)
4) Memasang duk steril pada seluruh tubuh kecuali lapang operasi
5) Perawat memasang eye drape & eyelid speculum di mata kiri

6) Memasang trokar di 3 tempat, inferotemporal, seperonasal & superotemporal


7) Masukkan vitrektor & lighter, identifikasi keadaan retina.
8) Lakukan vitrektomi sampai viterus bersih dengan power 2500 catting/menit
9) Melakukan retinotomi di daerah superonasal tampak cairan subretina terevakuasi.
Lakukan fluid air exchange
10) Lakukan endolaser, masukkan silicone oil
11) Lepaskan trokar, jahit bekas sklerotomi degan benang veryl 8.0
12) Tetes mata dengan antibiotic, lepaskan eyelid speculum dan eye drape dan tutup
mata dengan kassa
13) Jam 11.00 wita operasi selesai
14) Perawat sirkuler melepas draping pada pasien lalu merapikan pasien..
15) Perawat sirkuler mengantar klien ke ruang PACU
b. Askep
1) Pengkajian : TTV : TD 150/70 mmhg, HR 80x/mnt, RR 18x/mnt, akral hangat.
Dilakukan tindakan VPP+FAE+EL+SO
2) Diagnosa Keperawatan :

risiko infeksi berhubungan dengan faktor risiko adanya luka akibat tindakan
pembedahan pada mata kiri

3) Intervensi
Risiko infeksi :
Kerjakan tehnik secara aseptik
Kaji kerentanan terhadap infeksi
Lakukan persiapan kulit, cegah dari kontaminasi silang
Minimalkan prosedur invasif
Berikan profilaksis sesuai order
Rawat tempat luka
4) Implementasi
Risiko infeksi :
Mengerjakan tindakan secara aseptik

Hasil : semua alat yang digunakan merupakan set steril, perawat dan dokter
operator melakukan tindakan secara steril, klien menggunakan baju khusus yang
disediakan di kamar operasi.
Mengkaji kerentanan terhadap infeksi
Hasil : klien tidak rentan terhadap infeksi menurut usia 30 tahun
Melakukan persiapan kulit, cegah dari kontaminasi silang
Hasil : area mata yang akan dioperasi didesinfeksi menggunakan betahdin : RL
(1:1) sampai pada kulit sekitar mata.
Meminimalkan prosedur invasif
Hasil : dokter melakukan insisi pemasangan trocar di 3 tempat
Memberikan profilaksis sesuai order
Hasil : Setelah selesai tindakan operasi ditetesi kembali dengan menggunakan
antibiotik 2 tetes pada mata kiri.
Merawat luka
Hasil : setelah tindakan operasi mata didesinfeksi kembali lalu menutup mata
kiri dengan eye doff
5) Evaluasi :
S:O: TD 140/90 mmHg, HR 80x/mnt, RR 20x/mnt, T 36,60C
Nampak bekas luka jahit area sklera
A : masalah masih menjadi risiko
P : pertahankan intervensi
1. Cegah dari kontaminasi silang
2. Berikan profilaksis sesuai order
3. Rawat tempat luka

2. Identifikasi instrumen dan prosedur Pelaksanaan pembedahan


Alatalat yang digunakan adalah :
a. Persiapan perlengkapan ruang operasi

Operating table

Anesthetic machine : 1 unit

Patient monitor

: 1 unit

Suction pump

: 1 unit

Mayo table

: 3 unit

: 1 unit

b. Instrument bedah
Instrumen dasar :
1.

Pinset plaque

2.

Pinset kornea lurus

3.

Pinset konjunctiva lurus

4.

Pinset lurus tak bergigi

5.

Pinset konjuctiva bengkok

6.

Pinset kornea/collibri

7.

Pinset gigi kecil

8.

Vannass

9.

Gunting kornea

10. Gunting konjunctiva


11. Gunting drape
12. Gunting sclera
13. Caliper
14. Fluid-air tubing
Instrumen khusus :

Mesin Vitrectomy Accurus : 1 set

Mikroskop

: 1 set

Kondom mikroskop

: 5 buah

3. Peran Mahasiswa : menjadi perawat sirkuler


E. Post Operation care
1. Pengkajian :
a. Keadaan umum : composmentis (GCS 15)
b. TTV : TD 130/80 mmHg, S : 36 C, N : 86x/mnt, R : 22x/mnt
c. Mata kiri ditutup dengan Verban
d. Klien bertanya kapan harus datang untuk kontrol lagi
e. Klien mengatakan belum tahu cara perawatan pada matanya yang tepat telah
dilakukan tindakan operasi
f. Klien mengatakan tidak tau cara melakukan pemberian obat tetes mata yang benar
2. Analisa data
Data Subjektif :

Klien bertanya kapan harus datang untuk kontrol lagi

Klien mengatakan belum tahu cara perawatan pada matanya yang tepat telah
dilakukan tindakan operasi

Klien mengatakan tidak tau cara melakukan pemberian obat tetes mata yang benar

Data Objektif :

Keadaan umum : composmentis (GCS 15)

TTV : TD 130/80 mmHg,


S : 36 C

N : 86x/mnt,
R : 22x/mnt

Mata kiri ditutup dengan Verban

Klien bertanya tentang cara perawatan matanya yang telah dioperasi.

Diagnose Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang cara perawatan post operasi dan
cara memberi obat tetes mata b/d kurang familier dengan sumber-sumber informasi
kesehatan
3. Intervensi
a. Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang cara perawatan dan cara memberi obat
tetes pada mata
b. Beri informasi tentang cara perawatan post operasi dan cara melakukan tetes mata
pada klien dan keluarga
c. Beri informasi kapan harus menghubungi petugas kesehatan
d. Beri informasi akan hal-hal yang harus diperhatikan dan yang tidak boleh dilakukan
untuk mempercepat proses penyembuhan
e. Anjurkan untuk mengikuti program terapi sesuai dengan instruksi dan rutin melakukan
kontrol kembali.
4. Implementasi
a. Mengkaji pengetahuan klien dan keluarga tentang cara perawatan dan cara memberi
obat tetes pada mata
Hasil : Klien mengatakan belum mendapat informasi mengenai cara perawatan
matanya yang telah dioperasi di rumah
b. Memberi informasi tentang cara perawatan post operasi dan cara melakukan tetes mata
pada klien dan keluarga
Hasil : Mata yang sudah dioprasi tidak boleh terkena air, digosok-gosok,
terpukul/terbentur dan harus tidur telungkup 8 jam / hari selama 1 minggu. Untuk
memberikan obat tetes mata diberikan 3 jam stelah operasi dengan cara melakukannya
yaitu meneteskan obat pas di tengah mata sambil melihat ke atas atau ke bawah obat
tetes harus benar-benar masuk ke mata sehingga klien memerlukan bantuan keluarga
untuk memberi obat tetes dan salep mata dengan cara : pada mata klien dengan cara
membuka kelopak mata bawah lalu memberi salep tepat di dalam kelopak mata setelah

itu klien diminta untuk mengedip-edipkan matanya agar obat menyebar secara rata
pada mata
c. Memberi informasi kapan harus menghubungi petugas kesehatan
Hasil : bila empat sampai lima jam setelah operasi terdapat keluhan mata terasa sakit
luar biasa sampai muntah segera menghubungi dokter atau ke bagian perawatan mata
dengan nomor telepon 0411 591331 atau langsung kembali ke Rumah Sakit tempat
klien dioperasi. Untuk pasien yang sedang di rawat di RS, ketika mengalami keluhan
segera lapor pada perawat yang sedang jaga di ruangan tersebut.
d. Memberi informasi akan hal-hal yang harus diperhatikan dan yang tidak boleh
dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan
Hasil : mata yang telah dioperasi tidak boleh kena air selama 1 minggu untuk
mencegah infeksi dan iritasi sehingga mempercepat proses penyembuhan, mata tidak
boleh terpukul/terbentur dan digosok-gosok.
e. Menganjurkan untuk mengikuti program terapi sesuai dengan instruksi dan rutin
melakukan kontrol kembali.
Hasil : harus rutin minum obat dan memberi obat tetes pada mata sesuai aturan yaitu
Cendo. Floxa 6x1 tts/OS dan Cendo polidex 6x1 tts/OS, ciprofloxacin 2x500 mg,
natrium diklofenak 2x50 mg dan kontrol 1 hari setelah opersi.
5. Evaluasi :
S:

Klien dan keluarga mengatakan sudah mengerti tentang cara memberi tetes dan
akan memperhatikan hal-hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan
untuk mempercepat penyembuhan,

Klien mengatakan akan rutin meminum obatnya.

Klien mengatakan bila terdapat keluhan seperti nyeri hebat dan sampai muntah
akan segera menghubungi perawat yang ada di ruangan.

O : Klien dan keluarga dapat mengungkapkan kembali cara memberi obat tetes dan siapa
yang akan dihubungi jika klien mengalami nyeri hebat
A : Kurang pengetahuan mengenai cara perawatan teratasi.
P:-