Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PENCELUPAN DAN PEWARNAAN TEKSTIL

PENGARUH ALKALI DALAM PROSES PENCELUPAN SUTRA


DENGAN ZAT WARNA REAKTIF DINGIN
Disusun oleh

PUPUT ENDANG PUSPITASARI

(13050007)

NUR INDAH WAHYUNI

(13050009)

MOCHAMMAD NUR CHAFIDIN

(13050011)

Grup

: 2B1

Jurusan

: DIII Teknologi Produksi Tekstil

Dosen
M. Ichwan., A.T. M.S.Eng
Wulan, S.ST
Ana S

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSIL


BANDUNG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari praktikum ini adalah untuk mengetahui mekanisme pencelupan kain sutra
dengan zat warna reaktif dingin jika divariasikan alkalinya

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah


-

Mengetahui pengaruh alkali terhadap pencelupan sutra dengan zat warna reaktif
dingin

Mengetahui mekanisme pencelupan sutra denga zat warna reaktif dingin

Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil praktikum pencelupan tersebut

1.2.TEORI DASAR
a. Serat protein
Serat wol dan sutra merupakan serat protein yang strukturnya berupa polipeptida,
bersifat hidrofil dan daya serap airnya besar, moisture regain (MR) wol 16% sedang
sutra 11%. Gugus amina (-NH2) dan karboksil (-COOH) pada serat protein merupakan
gugus fungsi yang berperan untuk mengadakan ikatan dengan ion zat warna berupa
ikatan ionik (elektrovalen).
Serat protein umunya lebih tahan asam tapi kurang tahan suasana alkali, sehingga
pengerjaan proses pencelupannya biasa dilakukan dalam suasana asam. Dibanding serat
wol, serat sutra urang tahan asam, pada pengerjaan dengan amonium sulfat pekat serat
akan rusak, tetapi agak lebih tahan alkali. Namun demikian dalam suasana dalam agak
alkalis dan suhu tinggi serat sutra juga akan rusak.

b. Zat Warna Reaktif Dingin


Zat warna reaktif dingin larut dalam air, warnanya cerah dengan ketahanan luntur
warna yang baik,kecuali terhadap kaporit(khlor). Ketahana luntur warna yang tinggi
diperoleh karena zat warna reaktif dapat berikatan kovalen dengan serat.

Berdasarkan sistem reaktifnya, ada golongan zat warna reaktif yang fiksasi dalam
suasana asam yang cocok untuk mencelup wol dan sutra, antara lain zat warna reaktif
dengan sistem reaktif metilol, bromoasetil dan fosfonat., tetapi zat warna reaktif jenis
tersebut saat ini susah didapat, oleh karena itu, maka zat warna reaktif yang saat ini
dipakai intuk mencelup serat wol dan sutra adalah zat warna reaktif yang fiksasi dalam
suasana alkali, namun tentu saja harus dipilh zat warna reaktif yang dapat fiksasi dalam
suasana alkali lemah dan suhunya rendah. Karena wol dan sutra kurang tahan suasana
alkali kuat. Dalam hal ini pilihan yang tepat adalah menggunakan zat warna reaktif
dingin
Struktur kimia zat warna reaktif
Pada umumnya struktur zat warna reaktif yang larut dalam air mempunyai

Bagian-bagian dengan fungsi tertentu dan dapat digambarkan sebagai berikut:


SKPRX
S = susunan pelarut, misal gugusan asam sulfonat, karboksilat.
K = Khromofor, misalnya sistem-sistem yang mengandung gugusan azo,
antrakinon dan halosianin.
P = gugusan penghubung antara khromofor dan sistem yang reaktif misalnya
gugusan amina, sulfoamina, dan amida.
R = sistem yang reaktif, misalnya triazin, pirimidin, kinoksianin dan vinil.
X = gugusan reaktif yang mudah terlepas dari sistem yang reaktif misalnya
gugusan klor dan sulfat.
Beberapa jenis zat warna reaktif yang cocok digunakan untuk pencelupan sutra
dan wol antara lain yang fiksasi dengan mekanisme subtitusi yaitu zat warna reaktif
dingin jenis dikloro triazin (DCT) dan difluoro-monokloro-primidin (DPMCP) serta
yang fiksasi dengan mekanisme adisi yaitu jenis bromotilaktiolil. Reaksi fiksasinya
adalah sebagai berikut :

Sedikit berbeda dengan fiksasi pada wol, selain dapat membentuk ikatan kovalen
dengan gugus amin pada sutra, zat warna reaktif dingin juga bisa membentuk ikatan
kovalen dengan gugus fenolikdari tirosin pada sutra.

Berikut ini contoh struktur zat warna reaktif dingin


Cl

SO3

HO

H
N=N

N
N

H
HO3

SO3

Cl

Struktur molekul zat warna reaktif dingin C.I Reactive red 1

Mekanisme pencelupan zat warna reaktif dingin


1. Tahap awal proses pencelupan
Pada awal proses sesuai dengan sifat serat wol dan sutra yang tidak tahan alkali,
suasana larutan celup dibuat dalam suasana asam dalam kondisi tersebut zat warna
reaktif dingin akan berperilaku seperti zw asam, sehingga dapat mencelup serat wol dan
sutra karena adanya tempat-tempat positif pada bahan.
Jumlah tempat positif pada bahan sangat bergantung pada 2 faktor yaitu jumlah
gugus amina dalam serat serta keasaman dari larutan celup. Mekanisme terbentuknya
tempat-tempat bermuatan positif pada bahan adalah sebagai berikut.
Pada larutan dengan suasana asam terbentuk muatan positif pada serat, akibat
adanya ion H+ yang terserap gugus amina dari wol atau sutra.
H+ + Cl-

HCl

HOOC - - - - - Wol - - - - - NH2 + H+

HOOC - - - - - Wol - - - - - N+H3

Adanya tempat-tempat positif pada serat wol/sutra memungkinkan terjadinya ikatan


ionik antara anion zw reaktif dingin dengan wol atau sutra yang sudah menyerap ion H+
D

D - SO3- + H+

SO3Na
D - SO3

Ikatan ionik
HOOC - - - - - Wol - - - - - N+H3

2. Tahap fiksasi zat warna


Pada 20 menit terakhir proses pencelupan kedalam larutan celup ditambahkan
alkali lemah seperti NH4OH atau NAHCO2 sehingga akan mengubah suasana larutan
celup dari suasana asam ke suasana agak alkalis, sehingga warna reaktif dingin yang
sudah masuk kedalam serat akan fiksasi dan ikatan ionik dengan serat berubah menjadi
ikatan kovalen
3. Tahap pencucian dengan sabun
Guna memperbaiki ketahanan luntur warnanya zat warna yang hanya menempel
di permukaan serat harus dihilangkan, untuk itu perlu dilakukan pencucian ringan
dengan sabun netral, mengingat wol dan sutra kurang tahan alkali
Faktor faktor yang mempengaruhi
Pencelupan zat warna reaktif ini dipengaruhi faktor sebagai berikut :

Alkali (pH)
Alkali digunakan untuk mendapatkan kondisi yang tepat selama proses pencelupan. Juga
berpengaruh dalam fiksasi zat warna dengan serat, akan tetapi warnanya akan luntur
apabila tidak ditambahkan alkali.

Suhu
Suhu selama proses pencelupan berpengaruh pada fiksasi zat warna. Pada pencelupan
dengan zat warna reaktif dingin suhu tidak boleh lebih dari 40 oC karena pada temperatur
tersebut zat warna mudah bereaksi dengan air

Vlot
Zat warna reaktif dingin pada pemakaiannya mempunyai kereaktifan yang tinggi
dibandingkan dengan zat warna reaktif panas.

BAB II
PRAKTIKUM
2.1. ALAT DAN BAHAN
No.
Nama
Alat yang digunakan
Gelas piala 500 ml
1.
Pengaduk kaca
2.
Thermometer
3.
Gelas ukur 100 ml
4.
Gelas piala 100 ml
5.
Timbangan digital
6.
Pipet tetes
7.
Bahan yang digunakan
Kain sutra
1.
Zat warna reaktif
2.
Zat pembantu
3.

Jumlah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

Sesuai resep
Sesuai resep

2.2. FUNGSI ZAT

Ammonium sulfat

: sebagai donor asam untuk mendapatkan suasana agak

asam pada awal proses celup

Pembasah

: meratakan dan mempercepat proses pembasahan kain

NaCl

: pH >3 untuk mendorong penyerapan zat warna

Amonium hidroksida

: alkali lemah untuk memberi suasana agak alkali larutan

pencelupan pada akhir proses pencelupan

Sabun lunak/ netral

: untuk proses pencucian setelah proses pencelupan untuk

menghilangkan zat warna reaktif dingin yang menempel di permukaan kain hasil
pencelupan

2.3. DIAGRAM ALIR

Persiapan
larutan celup
dan bahan

Pencelupan

Pencucian
dengan
sabun

Pengeringan

Evaluasi
ketuaan
warna

2.4. SKEMA PROSES


Zw reaktif dingin
Pembasah

(NH4)2SO4
NH4OH
NaCl
30oC

10

60

80

t (menit)

Suasana asam ikatan ionik

Suasana alkali ikatan kovalen

2.5. RESEP UMUM


No. Nama
Resep Pencelupan
Berat bahan
1.
ZW reaktif dingin
2.
Pembasah
3.
NaCl
4.
(NH4)2SO4
5.
NH4OH
6.
Vlot
7.
Resep Pencucian
Sabun netral
1.
Vlot
2.
Suhu
3.
Waktu
4.

Resep 1

Resep II

Resep III

3,44 g
1%
1 ml/l
30 g/l
2 g/l
0 ml/l
1:20

3,59 g
1%
1 ml/l
30 g/l
2 g/l
5 ml/l
1:20

3,54 g
1%
1 ml/l
30 g/l
2 g/l
10 ml/l
1:20

1 g/l
1:20
60oC
10 menit

1 g/l
1:20
60oC
10 menit

1 g/l
1:20
60oC
10 menit

2.6. PERHITUNGAN RESEP


No. Nama
Resep Pencelupan
1. Berat bahan
2. Larutan
3.

ZW reaktif dingin

Resep 1
3,44 g
3,44 x 20 = 68,8 ml
1% x 3,44 x 100 =
3,44 ml

Resep II
3,59 g
3,59 x 20 = 71,8 ml
1% x 3,59 x 100 =
3,59 ml

Resep III
3,54 g
3,54 x 20 = 70,8 ml
1% x 3,54 x 100 =
3,54 ml

4.

Pembasah

5.

NaCl

6.

(NH4)2SO4

7.

NH4OH

1/1000 x 68,8 = 0,068 1/1000 x 71,8 = 0,071


ml
ml
30/1000 x 68,8 = 2,06 30/1000 x 71,8 = 2,15
g
g
2/1000 x 68,8 = 0,13 2/1000 x 71,8 = 0,14 g
g
5/1000 x 71,8 = 0,35
ml
1:20
1:20

8. Vlot
Resep Pencucian
1.
2.
3.
4.

Sabun netral
Vlot
Suhu
Waktu

1/1000 x 68,8 = 0,068 g


1:20
60oC
10 menit

1/1000 x 71,8 = 0,071 g 1/1000 x 70,8 = 0,07 g


1:20
1:20
o
60 C
60oC
10 menit
10 menit

2.7. DATA PERCOBAAN DAN SAMPEL UJI


No.

Sample uji

1/1000 x 70,8 = 0,07


ml
30/ 1000 x 70,8 =
2,12 g
2/1000 x 70,8 = 0,14
g
10/1000 x 70,8 =
0,070 ml

Ketuaan warna

R.1

R.2

R.3.

BAB III
DISKUSI

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapat hasil resep 1 dengan tanpa alkali
menghasilkan warna paling muda, dan kain dengan resep alkali paling banyak menghasilkan
warna paling tua.

Hal ini membuktikan bahwa dalam pencelupan dengan zat warna reaktif dingin
membutuhkan alkali dalam prosesnya. Alkali ini akan membantu dalam pembentukan ikatan
antara zat warna dengan serat.

Hail pencelupan resep 1 warnamya muda karena tidak menggunakan alkali pada prosesnya,
sehingga zat warna yang sudah terbentuk ikatan ionik tidak mampu berfiksasi menjadi ikatan
kovalen. Akibatnya saat pencucian banyak zat warna yang keluar kembali.

Haisil celup resep 2 dan 3 lebih tua dari resep 1, akan tetapi resep 3 paling tua diantara
ketiganya. Karena penambahan alkali pada resepnya paling besar. Akibatnya ikatan ionik
yang sudah terbentuk berubah menjadi ikatan kovalen yang kuat. Sehingga saat pencucian
tidak banyak zat warna yang keluar.

Akan tetapi perlu diingat, penggunaan alkalinya yang lemah karena sifat serat sutra yang
tidak tahan terhadap suasana alkalis/

BAB IV
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
-

Alkali berperan penting dalam pembentukan ikatan kovalen zat warna dengan serat

Penggunaan alkali dengan konsentrasi lemah mengingat sutra yang tidak tahan
terhadap suasa alkalis

Ikatan zat warna berperan dalam ketahanan lunturnya

DAFTAR PUSTAKA

Karyana, dede. 2005. Bahan Ajar Praktikum Pencelupan I: Pencelupan Serat Kapas, Wol,
dan Sutra. Bandung: STT Tekstil.
Fatonah, ani. Dkk. 2012. Laporan Pencelupan Kain Sutra dengan Zat Warna Reaktid Dingin.