Anda di halaman 1dari 11

Materi Kuliah

JARINGAN KOMPUTER

Dikompilasi Oleh:
AGUNG PURBAYANA

Untuk kepentingan internal


Tidak untuk disebarluaskan dan diperjualbelikan

KATA PENGANTAR
Modul ini disusun dan dikompilasi untuk memberikan pengetahuan praktis mengenai jaringan
komputer pada mahasiswa Teknik Informatika/Komputer yang mengambil mata kuliah
Jaringan Komputer. Materi pada modul ini lebih banyak mengacu pada program pembelajaran
untuk mengambil ujian CCNA (Cisco Certified Network Associate).
Walaupun demikian para mahasiswa diharapkan lebih banyak lagi membaca buku-buku atau
literatur lainnya yang berhubungan dengan jaringan komputer untuk mendapatkan
pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai jaringan komputer khususnya
jaringan yang menggunakan produk Cisco.
Penggunaan praktis dari perintah-perintah yang tersedia pada modul ini akan dilakukan dengan
menggunakan program simulasi jaringan dari Cisco, yaitu Cisco Packet Tracer yang akan
membantu mahasiswa untuk melakukan simulasi penggunaan perangkat jaringan seperti
switch, router dan perangkat lainnya.
Akhir kata, semoga modul mata kuliah Jaringan Komputer ini bermanfaat bagi kita semua
khususnya para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Jaringan Komputer.

Denpasar, Pebruari 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ....................................................................................................................................................................i
Daftar Isi ............................................................................................................................................................................... ii
Pertemuan II: Model jaringan dan aplikasi ........................................................................................................ 13
Pokok Bahasan........................................................................................................................................................... 13
Poin Pembahasan ..................................................................................................................................................... 13
Model OSI dan TCP/IP ............................................................................................................................................ 13
Lapisan OSI .................................................................................................................................................................. 14
Lapisan TCP/IP dan Protokol .............................................................................................................................. 15
Protocol Data Units and Encapsulation ........................................................................................................... 16
Pertumbuhan Aplikasi Berbasis-Jaringan ...................................................................................................... 17
Quality of Service ...................................................................................................................................................... 17
Peningkatan Penggunaan Jaringan.................................................................................................................... 18
Dampak Suara dan Video pada Jaringan ......................................................................................................... 18

ii

JARINGAN KOMPUTER
PERTEMUAN II:

Model Jaringan
dan Aplikasi

Dikompilasi Oleh:
AGUNG PURBAYANA

Untuk kepentingan internal


Tidak disebarluaskan dan diperjualbelikan

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi

PERTEMUAN II:
MODEL JARINGAN DAN APLIKASI
POKOK BAHASAN
Menjelaskan aplikasi jaringan umum, termasuk aplikasi web.
Menjelaskan tujuan dan operasi dasar dari protokol dalam model OSI dan TCP.
Menjelaskan dampak aplikasi (Voice over IP dan Video over IP) pada jaringan.

POIN PEMBAHASAN
Model jaringan OSI dan TCP/IP
Lapisan pada OSI dan TCP/IP
Protokol dan aplikasi pada jaringan
Hal pertama yang kita pelajari pada topik ini adalah lapisan-lapisan yang terdapat pada
model jaringan OSI dan TCP/IP. Dengan demikian kita dapat memahami keuntungan dari
penggunaan kedua model ini, masing-masing dari kedua model ini akan membantu kita
memahami bagaimana jaringan itu bekerja. Setelah itu kita akan meninjau model OSI dan
TCP/IP dan protokol serta aplikasi yang umum digunakan di dalam jaringan.

MODEL OSI DAN TCP/IP


Untuk memahami bagaimana komunikasi terjadi pada jaringan, kita menggunakan model
lapisan sebagai kerangka kerja untuk merepresentasikan dan menjelaskan konsep jaringan
dan teknologinya. Model jaringan menyediakan berbagai keuntungan:
Mengurangi kerumitan
Menstandarkan antarmuka
Membantu pemahaman
Mendorong pengembangan produk secara cepat
Mendukung interoperabilitas
Memfasilitasi rekayasa modular
Awalnya, jaringan dibangun diatas standar dan perangkat keras proprietari (tertutup). Model
lapisan, seperti model ISO dan TCP/IP mendukung interoperabilitas diantara lini produk
yang saling bersaing.
Pengembangan model OSI dimulai pada tahun 1970-an dengan sasaran untuk menyediakan
suite berbasis standar untuk protokol-protokol yang akan memungkinkan komunikasi
diantara semua sistem komputer. Walaupun pemerintah Amerika Serikat diminta
menggunakan produk OSI pada tahun 1980-an dan 1990-an, Defense Advanced Research
Project Agency (DARPA) dibawah Departemen Pertahanan dengan bantuan dari peneliti
dari berbagai universitas telah mendesain model TCP/IP yang bersaing. Dengan berbagai
alasan, termasuk popularitas TCP/IP, pada tahun 1983 ARPANET telah memilih TCP/IP

13

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi


sebagai suite protokol utamanya. Pada tahun 1994, semua instansi pemerintah Amerika
Serikat diminta untuk berpindah dari protokol OSI ke TCP/IP.
Hari ini, kita menggunakan prinsip model OSI sebagai alat bantu untuk menjelaskan konsep
jaringan. Sedangkan protokol dari suite TCP/IP untuk aturan-aturan yang digunakan dalam
operasional jaringan saat ini. Karena kedua model ini penting, kita harus fasih mengenal
lapisan-lapisan dari masing-masing model dan bagaimana model mapping diantara
keduanya. Gambar 2.1 merangkum kedua model tersebut.
Gambar 2.1 Model ISO dan TCP/IP

Hal ini dapat membingungkan menggunakan dua model. Namun, aturan sederhana ini
mungkin bisa membantu. Ketika membahas lapisan sebuah model, kita biasanya merujuk
pada model OSI. Ketika membahas protokol, kita biasanya mengacu pada model TCP/IP. Jadi
sekarang kita bisa meninjau lapisan OSI dan protokol TCP/IP.

LAPISAN OSI
Tabel 2.1 merangkum lapisan dari model OSI dan menyediakan penjelasan fungsional secara
singkat.
Tabel 2.1 Lapisan Model OSI dan Fungsinya
Lapisan

Penjelasan Fungsional

Application (7)

Merujuk ke antarmuka antara jaringan dan perangkat lunak aplikasi.


Juga termasuk layanan otentifikasi

Presentation (6)

Mendefinisikan format dan organisasi data. Termasuk enkripsi.

Session (5)

Membangun dan mempertahankan arus dua arah ujung-ke-ujung


diantara titik akhir. Termasuk mengelola aliran transaksi.

Transport (4)

Menyediakan berbagai layanan diantara dua host komputer, termasuk


mempertahankan dan memutuskan, flow control, error recovery, dan

14

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi


membagi-bagi (segmentasi) blok data yang panjang kedalam bagianbagian kecil untuk ditransimiskan.
Network (3)

Merujuk ke pengalamatan logika, routing dan penentuan jalur.

Data link (2)

Membentuk data kedalam frame yang bersesuaian untuk ditransmisikan


kedalam beberapa media fisik. Menentukan aturan-aturan kapan media
bisa digunakan. Menentukan berarti bisa mengenali kesalahankesalahan pada saat transmisi.

Physical (2)

Menentukan tegangan, optikal, pengkabelan, konektor, dan prosedur


detil yang dibutuhkan untuk mentransmisikan bit. Direpresentasikan
sebagai suatu bentuk energi yang dilewatkan melalui media fisik.

Ungkapan frasa mnemonic berikut dimana huruf pertama menyatakan lapisan (A berarti
Application) dapat membantu untuk menghafal nama dan urutan lapisan dari atas
kebawah.

All People Seem To Need Data Processing

LAPISAN TCP/IP DAN PROTOKOL


Model TCP/IP mendefinisikan empat kategori dari fungsi-fungsi yang harus terjadi agar
komunikasi menjadi sukses. Kebanyakan model protokol menjelaskan tumpukan protokol
yang spesifik berdasarkan vendornya. Namun, karena model TCP/IP adalah standar terbuka,
tidak satu perusahaanpun mengontrol definisi dari model ini.
Tabel 2.2 merangkum lapisan TCP/IP, fungsinya dan protokol paling umum yang digunakan.
Tabel 2.2 Fungsi Lapisan TCP/IP
Lapisan TCP/IP

Fungsi

Contoh Protokol

Application

Representasi data ke pengguna dan dialog


kontrol

DNS,
Telnet,
SMTP,
POP3, IMAP, DHCP,
HTTP, FTP, SNMP

Transport

Mendukung komunikasi diantara perangkat


yang beragam dan sepanjang jaringan yang
beragam pula

UDP, TCP

Internet

Menentukan jalur terbaik melalui jaringan

IP, ARP, ICMP

Network access

Mengelola perangkat hardware dan media


yang membentuk jaringan

Ethernet, Frame Relay

Pada pertemuan berikutnya, kita akan meninjau protokol-protokol ini lebih lanjut. Saat ini,
berikut adalah penjelasan singkat mengenai protokol utama TCP/IP:
Domain Name System (DNS): Menyediakan alamat IP suatu website atau nama domain
sehingga sebuah host dapat berhubungan dengannya.

15

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi


Telnet: Memungkinkan administrator untuk masuk kedalam suatu host melalui lokasi
remote.
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Post Office Protocol (POP3), dan Internet
Message Access Protocol (IMAP): Digunakan untuk mengirim pesan email diantara klien
dan server.
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP): Memberikan alamat IP yang diminta oleh
klien.
Hypertext Transfer Protocol (HTTP): Digunakan untuk mentransfer informasi diantara
klien web dan server web.
File Transfer Protocol (FTP): Memungkinkan mengunduh dan mengunggah berkas
diantara klien FTP dan server FTP.
Simple Network Management Protocol (SNMP): Digunakan oleh sistem manajemen
jaringan untuk memantau perangkat yang dihubungkan ke jaringan.
Transmission Control Protocol (TCP): Memungkinkan koneksi virtual diantara host
pada jaringan untuk menyediakan pengiriman data yang terpercaya.
User Datagram Protocol (UDP): Memungkinkan pengiriman data secara cepat, tidak
terpercaya untuk data yang ringan dan sensitif terhadap waktu.
Internet Protocol (IP): Menyediakan alamat global yang unik pada komputer untuk
berkomunikasi melalui jaringan.
Address Resolution Protocol (ARP): Menemukan alamat hardware suatu host ketika
hanya diketahui alamat IP-nya.
Internet Control Message Protocol (ICMP): Digunakan untuk mengirim pesan kontrol
dan kesalahan termasuk pencapaian host lainnya dan layanan yang tersedia.
Ethernet: Standar LAN yang populer untuk framing dan penyiapan data untuk
ditransmisikan pada media.
Frame Relay: Merupakan standar framing juga, salah satu teknologi WAN dengan biaya
paling efektif yang digunakan untuk menghubungkan LAN.

PROTOCOL DATA UNITS AND ENCAPSULATION


Karena data aplikasi dilewatkan melalui tumpukan protokol dan dengan caranya masingmasing ditransmisikan melalui media jaringan, berbagai protokol menambahkan informasi
didalamnya pada setiap tingkatan. Hal ini dikenal secara umum sebagai proses enkapsulasi.
Struktur data yang diberikan pada sembaran layer disebut dengan protocol data unit (PDU).
Tabel 2.3 mendaftarkan PDU pada tiap lapisan dari model OSI.
Tabel 2.3 PDU Tiap Lapisan pada Model OSI
OSI Layer

PDU

Application

Data

Presentation

Data

Session

Data

Transport

Segment

Network

Packet

16

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi


Data link

Frame

Physical

Bits

Proses komunikasi dari suatu sumber ke suatu tujuan dapat dirangkum dengan lengkahlangkah berikut:
1. Pembuatan data pada lapisan aplikasi dari sumber asal perangkat ujung.
2. Segmentasi dan enkapsulasi data yang akan dilewatkan kedalam tumpukan protokol pada
sumber perangkat ujung.
3. Pembangkitan data kedalam media pada lapisan akses network dari tumpukan.
4. Transportasi data melalui internetwork, yang terdiri dari media dan perangkat perantara.
5. Penerimaan data pada lapisan akses network pada perangkat ujung tujuan.
6. Dekapsulasi dan pembongkaran data yang telah dilewatkan dan dikeluarkan melalui
tumpukan pada perangkat tujuan.
7. Meneruskan data ini ke aplikasi tujuan pada lapisan aplikasi dari perangkat ujung tujuan.

PERTUMBUHAN APLIKASI BERBASIS-JARINGAN


Disamping semua semua aplikasi umum yang telah kita bahas pada pembelajaran jaringan
diatas, programmer dan entrepreneur terus menerus mengembangkan aplikasi untuk
mengambil manfaat dari sumber daya jariingan dan Internet. Hari ini, orang membuat,
menyimpan, dan mengakses informasi serta berkomunikasi dengan yang lainnya pada
jaringan menggunakan berbagai aplikasi. Sebagai tambahan pada aplikasi tradisional email
dan web browser, orang-orang secara meningkat menggunakan bentuk-bentuk komunikasi
terbaru termasuk instant messaging, blogs, podcasting, berbagi file peer-to-peer, wiki dan
alat bantu kolaborasi yang memungkinkan menampilkan dan bekerja pada dokumen secara
simultan.
Industri game online telah bertumbuh secara eksponensial pada beberapa tahun yang lalu.
Semua aplikasi dan pengalaman online membuat permintaan yang sangat besar pada
infrastruktur dan sumber daya jaringan. Salah satu cara untuk menangani volume data yang
terus berubah adalah dengan melakukan ranking paket berdasakan quality of service yang
dibutuhkan oleh aplikasi sumber terutama mengingat peningkatan penggunaan jaringan
pada umumnya dan naiknya aplikasi suara dan video yang memiliki toleransi yang sangat
rendah untuk delay dan jitter.

QUALITY OF SERVICE
Prioritas dan tingkat jaminan layanan dari aliran data melalui jaringan semakin penting
karena aplikasi baru menempatkan tuntutan lebih besar pada pengolahan daya dan
bandwidth pada jaringan yang kita gunakan.
Ketika kita membuat suatu panggilan melalui telpon IP, kita menginginkan paling tidak
layanan sebaik yang kita terima pada saat menggunakan jalur telpon tradisional. Karena itu,
jaringan perlu menggunakan mekanisme quality of service (QoS) untuk memastikan bahwa
sumber daya yang terbatas diprioritaskan berdasarkan konten trafik. Tanpa implementasi
QoS , sebuah pesan email atau halaman web yang diminta melalui switch atau router akan
mempunyai prioritas yang sama dengan trafik suara atau video.

17

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi

Setiap tipe aplikasi dapat dianalisa untuk kebutuhan QoS-nya pada jaringan, jadi jika jaringan
memenuhi kebutuhan tersebut, maka aplikasi akan bekerja dengan baik.

PENINGKATAN PENGGUNAAN JARINGAN


Aplikasi cenderung meningkat akan kebutuhan bandwidthnya sementara menuntut
penundaan yang lebih rendah. Berikut adalah beberapa tipe aplikasi data dan dampaknya
pada jaringan:
Terminal dengan kemampuan grafis dan printer: Peningkatan kebutuhan bytes untuk
interaksi yang sama dibandingkan dengan terminal lama berbasis teks dan printer.
Transfer file: Memperkenalkan lebih besar volume data, tetapi dengan kebutuhan waktu
respon yang tidak signifikan.
Kematangan teknologi database: Membuat sejumlah besar data tersedia untuk pengguna
kasual, secara cepat meningkatkan jumlah penguna yang ingin mengakses data.
Migrasi aplikasi umum ke web browsers: Mendorong lebih banyak pengguna untuk
mengakses data.
Pertumbuhan email: Penerimaan email secara umum baik sebagai layanan komunikasi
pribadi maupun bisnis telah membuat peningkatan secara besar pada jumlah trafik email.
Percepatan komersialisasi pada Internet: Memungkinkan perusahaan untuk menawarkan
data secara langsung kepada pelanggannya melalui jaringan data daripada melalui
panggilan telpon.

DAMPAK SUARA DAN VIDEO PADA JARINGAN


Saat ini, suara dan video berada ditengah-tengah migrasi ke jaringan data IP tradisional.
Sebelum akhir tahun 1990-an, suara dan video menggunakan fasilitas jaringan yang terpisah.
Banyak perusahaan saat ini sedang migrasi atau berencana untuk migrasi ke telpon IP, yang
akan melewatkan data suara melalui jaringan data didalam paket-paket IP mengunakan
protokol aplikasi yang secara umum dirujuk sebagai voice over IP (VoIP).
Gambar 2.2 memperlihatkan beberapa rincian bagaimana VoIP bekerja dari rumha dengan
koneksi Internet berkecepatan tinggi, dengan adaptor pembangkit suara generik (voice
adapter) mengkonversi sinyal analog dari telpon normal menjadi sebuah paket IP.
Gambar 2.2 Konversi dari Suara ke Paket dengan Voice Adapter

VoIP tidak menempatkan permintaan penambahan kapasitas pada jaringan. Sebuah


panggilan suara pada umumnya mengkonsumsi kurang dari 30kbps bandwidth. Tetapi VoIP
sangat rentan terhadap delay jitter dan packet loss:

18

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom

Pertemuan II: Model Jaringan dan Aplikasi


Low delay: VoIP membutuhkan delay yang sangat rendah antara pengiriman dan
penerimaan telpon umumnya kurang dari 200 milidetik (0.2 detik). Ini sangat rendah sekali
dibandingkan yang dibutuhkan oleh aplikasi data pada umumnya.
Low jitter: Jitter adalah variasi pada delay. VoIP membutuhkan jitter yang sangat rendah,
sedangkan pada aplikasi data dapat mentoleransi jitter yang sangat tinggi. Contoh, jitter
untuk konsekutif paket VoIP harus tidak boleh lebih dari 30 milidetik (0.3 detik) atau
kualitas akan menurun.
Loss: Jika sebuah paket VoIP hilang pada saat transit karena kesalahan atau karena router
tidak mempunyai cukup ruang untuk menempatkan paket sementara menunggu untuk
mengirimkannya, maka paket VoIP yang hilang tidak akan ditransmisi ulang pada jaringan.
Kehilangan paket dapat terdengar seperti putus pada suara panggilan VoIP.
Video over IP mempunyai issue performansi seperti pada suara. Namun, video
membutuhkan sedikit lebih banyak bandwidth dimana-mana mulai dari 300 kbps sampai
10 Mbps, tergantung kualitas yang diminta.
Untuk mendukung kebutuhan QoS dari suara, video dan kualitas lainnya atau aplikasi yang
sensitif waktu, router dan switch dapat dikonfigurasi dengan variasi tools QoS.

19

Disusun dan dikompilasi oleh I Dewa Ketut Agung Purbayana, S.Kom