Anda di halaman 1dari 9

KLASIFIKASI IKLIM

suryo ars itn

iklim
matahari
iklim matahari
iklim yang didasarkan atas
perbedaan panas matahari yang
diterima permukaan bumi
Daerah yang terletak pada
lintang yang tinggi mendapat
sinar matahari lebih sedikit dan
sebaliknya
iklim matahari terbagi menjadi:
iklim tropik;
iklim sub tropik;
iklim sedang
iklim dingin
suryo ars itn

iklim
koppen
iklim koppen
iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur

suryo ars itn

1.
2.
3.

4.

5.

Iklim A, yaitu iklim hujan tropis, dengan ciri temperatur bulanan rata-rata
lebih dari 18 oC, suhu tahunan 20 oC 25 oC dengan curah hujan bulanan
lebih dari 60 mm.
Iklim B, yaitu iklim kering/gurun Dengan ciri curah hujan lebih kecil daripada
penguapan daerah ini terbagi menjadi Iklim stepa dan gurun
Iklim C, yaitu iklim sedang basah
Dengan ciri temperatur bulan terdingin -3 oC - 18 oC, daerah ini terbagai
menjadi :
Cs (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)
Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering)
Cf (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)
Iklim D, yaitu iklim dingin
Dengan ciri temperatur bulan terdingin kurang dari 3 oC dan temperatur
bulan terpanas lebih dari 10 oC, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df

Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering

Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.


Iklim E, yaitu iklim kutub.
Dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10 oC Daerah ini
terbagi menjadi :

ET Iklim tundra

DF Iklim salju

suryo ars itn

iklim
schamidt - ferguson
membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan
yang dirumuskan sebagai berikut :

Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe Iklim :


A. kategori sangat basah, nilai Q = 0 14,3 %
B. kategori basah, nilai Q = 14,3 33,3 %
C. kategori agak basah nilai Q 33,3 60 %
D. kategori sedang, nilai Q = 60 100 %
E. kategori agak kering, nilai Q = 100 167 %
F. kategori kering, nilai Q = 167 300 %
G. kategori sangat kering, nilai Q = 300 700 %
suryo ars itn
H. kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700 %

iklim
oldeman
Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim yaitu :
Iklim A. Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali
berturut-turut
Iklim B. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
Iklim C. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
Iklim D. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut
berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan
ketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:
Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm
Bulan lembab bila curah hujan 100 200 mm
Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm

suryo ars itn

iklim
yunghunh
Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian tempat yang
ditandai dengan jenis vegetasi

suryo ars itn

Zone iklim panas.


Ketinggian 0 700 m,
suhu rata-rata tahunan lebih 22 C
( padi, jagung, tebu dan kelapa).
Zone iklim sedang.
Ketinggian 700-1500m,
suhu rata-rata tahunan antara 15 22 C
( kopi, teh, kina dan karet).
Zone iklim sejuk.
Ketinggian.1500 2500m,
suhu rata-rata tahunan 11 15 C
(cocok tanaman holtikultura).
Zone iklim dingin.
Ketinggian 2500 4000m,
suhu rata-rata tahunan 11 C
(zone ini tumbuhan yang ada berupa lumut).
Zone iklim salju tropis.
7
Ketinggian >4000m dari permukaan laut,
di daerah ini tidak terdapat tumbuhan.

iklim
mohr
Klasifikasi Mohr didasarkan pada hubungan antara
penguapan dan besarnya curah hujan, dari hubungan ini
didapatkan tiga jenis pembagian bulan dalam kurun waktu
satu tahun
bulan basah apabila curah hujan >100 mm per bulan,
bulan lembab bila curah hujan bulan berkisar antara 100
60 mm
bulan kering bila curah hujan < 60 mm per bulan

suryo ars itn

Segala puji bagi Allah Yang telah


menciptakan langit dan bumi dan
mengadakan gelap dan terang, .
suryo ars itn