Anda di halaman 1dari 2

Peran Perawat Sebagai Educator/ Pendidik

Peran ini dilakukan Guna meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan keluarga klien,
baik itu mengenai gejala penyakit, Pencegahan penyakit bahkan tindakan yang diberikan,
sehingga keluarga mengalami perubahan perilaku dari keluarga klien terhadap klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan. Pada kasus DM, Perawat sebagai pendidik, dapat memberikan
informasi tentang pola aktifitas untuk meminimalkan infeksi, kapan harus Control untuk
memeriksakan kesehatan serta memberikan informasi tentang Diet makanan.
Peran Perawat Sebagai Care Giver
Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar
manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan
proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan
dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian
dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. Pada pasien yang berpenyakit DM perawat Care
giver dapat melakukan pemberian layanan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dasar
manusia seperti memberikan cairan pengganti yang rendah gula untuk memenuhi kebutuhan
cairan tubuh pasien.
Peran Perawat Sebagai Konselor
Peran ini dilakukan perawat sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap
informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan. Pada pasien yang berpenyakit
DM perawat konselor memfasilitasi pertanyaan dan hal hal yang dikeluhkan pasien dengan
tindakan keperawatan yang diberikan, seperti menghentikan konsumsi gula pada pasien DM
karena dapat meningkatkatkan kadar Glukosa dalam darah sehingga keadaan pasien tambah
parah.
Peran Perawat Sebagai Advokat klien
Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam
menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya
dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga
dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas
pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk
menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian. Pada pasien

yang berpenyakit DM perawat Advokat dapat memberikan informasi dalam pengambilan


keputusan, misalnya apabila Pasien DM akan di amputasi bagian tubuhnya akibat parahnya
penyakit. Dalam hal ini perawat advokat dapat melindungi serta manghargai Hak-hak dan
keputusan yang diberikan oleh keluarga maupun pasien.
Peran Perawat Sebagai Kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari
dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan
keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk
pelayanan selanjutnya. Sehingga perawat tidak bisa menjalankan peranan ini bila tidak
bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang terkait. Pada pasien yang berpenyakit DM perawat
kolaborator, dapat berkolaborasi dengan ahli gizi dalam memberikan diet makanan yang tepat
untuk diberikan pada pasien.
Peran Perawat sebagai Koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi
pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah
serta sesuai dengan kebutuhan klien. Pada pasien yang berpenyakit DM ini perawat koordinator
dapat mengatur serta mengkoordinasikan pemberian tahap tahap nutrisi pada pasien DM
Peran perawat sebagai Pembaharu
Peran ini dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang
sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan. Pada pasien
yang berpenyakit DM perawat pembaharu dapat melakukan perencanaan yang baru,terarah dan
efektif dalam penyembuhan pasien seperti dalam perawatan luka, dapat menggunakan salep atau
kertas yang dapat menyerap Pus gangren lebih cepat.