Anda di halaman 1dari 26

LIBERASI, DISOLUSI DAN ABSORPSI

(LDA)

ORGAN PENGABSORPSI

Amount reaching systemic circulation = pulmonary + oral (GI) BA fractions


Ref: American J. Of Respiratory & Critical Care Medicine, 03/98, vol. 157, 3 (2), 7-244

Tahap Penentu Absorpsi


Zat aktif + pembawa Zat aktif lepas ZA larut ZA
terserap obat/sediaan
Jika pelepasan lambat, pelarutan cepat
tahap penentu : pelepasan
2. Jika pelepasan cepat, pelarutan lambat
tahap penentu : pelarutan
3. Apabila Pelarutan/disolusi tidak mempengaruhi absorpsi maka
pengurangan partikel tidak diperlukan (tidak berpengaruh). Ex.
Basa lemah terdisosiasi dalam lambung tetapi tidak diserap
dalam lambung, maka pengurangan ukuran partikel tidak
berpengaruh.
1.

Laju

pelarutan/disolusi, laju difusi, dan penyerapan


dm/dt = K . A (Cs - C)
K = Koefisien partisi, A = Luas permukaan
Cs = Konsentrasi lapisan zat, C = Kons. larutan
Jika media larutan jenuh maka disolusi ZA tidak
akan terjadi, tetapi menunggu ZA diserap dulu melalui
membran biologi, baru akan terjadi disolusi lagi.
Jika ZA tidak segera diserap maka konsentrasi akan
menjadi jenuh sehingga proses disolusi akan terhambat
sehingga berhenti.

Faktor-faktor yang menentukan


laju disolusi
1. Pengaruh kelarutan zat aktif
(Cs - C) = merupakan perbedaan antara konsentrasi ZA
dan konsentrasi pelarut.
Pengaruh daya larut obat bergantung pada sifat kimia atau
modifikasi kimiawi obat (perubahan struktur molekul
obat) dan sifat fisika atau modifikasi fisik obat
(melibatkan bentuk sediaan atau formulasi obat)
sehingga dapat mempengaruhi respon biologis.

Kelarutan zat aktif dipengaruhi oleh :


a. Kimia
- Pembentukan garam
Tujuan : untuk mengubah asam/basa yang sukar larut
menjadi suatu garam yang mudah larut.
Garam bertindak sebagai dapar dan dapat
meningkatkan pH, sehingga molekul-molekul yang
terionkan dapat segera berdifusi/melarut pada cairan
biologi.
- Pembentukan ester
Tujuan : untuk mempengaruhi kelarutan, dapat
menurunkan laju pelarutan.

Selain itu pembentukan ester dapat menghindari penguraian


ZA dalam lambung, dapat memperpanjang waktu aksi, dan dapat
memperbaiki rasa.
b. Fisika
- Bentuk kristal/amorf
kristal memiliki bentuk atau struktur yang teratur dan
kelarutan zat aktif akan sulit. Sedangkan amorf memiliki bentuk
yang tidak teratur namun bisa berubah membentuk kristal, amorf
akan lebih mudah larut dalam pelarut.
- Polimorfisme
Hanya bentuk metastabil yang mudah larut.
- Solvat dan Hidrat
Hidrat merupakan molekul yang terperangkap dalam pelarut
air, sedangkan solvat mengandung pelarut bukan air.

c. Teknologi dan Farmasetika


1. Pembentukan eutektik/larutan padat
Eutektik adalah campuran padat dari dua senyawa
yang mempunyai suhu lebur dibawah suhu lebur
masing-masing senyawa. Ex. Mentol dan kamper
kalau digabungkan akan meleleh.
2. Pembentukan kompleks
Zat aktif dikombinasi dengan suatu molekul dengan
ikatan hidrogen dan ikatan vanderwalls tetapi tidak
dengan ikatan kovalen dan ionik karena bersifat
irreversibel.
3. Bahan yang dapat mengubah tetapan dielektrik

4. Menambahkan bahan pelarut miselar/surfaktan


- Surfaktan dapat memperpanjang waktu pengosongan
lambung
- Dapat menurunkan tegangan permukaan sehingga zat
aktif akan mudah terbasahi dan zat aktif akan mudah
bercampur dengan cairan biologis.
5. Penyalutan dengan bahan hidrofil
Tujuan : untuk mempercepat proses pembasahan
sehingga mudah terdisolusi.

2. Ukuran partikel
Laju disolusi berbanding lurus dengan luas permukaan
zat aktif, ukuran partikel diperkecil akibatnya laju
disolusi meningkat maka absorpsi meningkat. Disini
luas permukaan yang kontak dengan cairan.Semakin
kecil partikel, semakin luas permukaan obat, semakin
mudah larut. Dengan memperkecil ukuran partikel,
dosis obat yang diberikan dapat diperkecil pula,
sehingga akan lebih ekonomis.

FAKTOR FISIKA KIMIA LAIN


a. pKa dan Derajat Ionisasi Obat berupa larutan dalam
air, dapat diklasifikasi menjadi 3 kategori, yaitu
Elektrolit kuat ; seluruhnya berupa ion (contoh :Na, K,
Cl), Non elektrolit ; tidak terdisosiasi (contoh : gula,
steroid) dan Elektrolit lemah ; campuran bentuk ion
&molekul
Konsentrasi relatif bentuk ion/molekul bergantungpada
pKa obat dan pH lingkungan. Kebanyakan obatdalam
bentuk asam lemah atau basa lemah, yangterabsorpsi
secara difusi aktif, sehingga hanya bentuk molekul
(tidak terionisasi) yang terabsorpsi. Akibatnya
perbandingan ion/molekulsangat menentukan absorpsi

Persamaan Henderson-Hasselbalch
-

Asam Lemah : pKa = pH + log Cu/Ci


Basa Lemah : pKa = pH + log Ci/Cu

b. Koefisien Partisi Lemak-Air (P)


Koefisien partisi menunjukkan rasio konsentrasi obat
dalam 2 cairan yang tidak bercampur. Koefisien partisi
merupakan indeks dari solubilitas komparatif suatu zat
dalam 2 solven (Chloroform/Air). Koefisien partisi
lemak-air digunakan sebgai indikator penumpukan obat
didalam lemak tubuh.
Semakin besar nilai koefisien Partisinya dari suatu zat
aktif akan menentukan kecepatan terjadinya difusi atau
absorpsinya.

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI LDA
1.
2.
3.

Faktor Fisiopatologi
Faktor Fisikokimia
Faktor teknologi farmasi

1. FAKTOR FISIOPATOLOGI
- FAKTOR FISIOLOGI
1. Perbedaan Spesies
Setiap spesies memiliki sistem biotransformasi
tersendiri
a. Perubahan Hayati
Sistem enzimatik dan jenis perubahan relatif
berbeda
b. Eliminasi
pH dan air kemih

2. Faktor Individu

a. Umur : Harus hati-hati penggunaan obat terhadap


bayi atau usia lanjut
b. Jenis kelamin : Efek samping yang terjadi lebih
banyak pada perempuan
c. Morfotife (Bentuk fisik)
d. Kelainan genetik : Mempengaruhi metabolisme
e. Kehamilan : Kandungan air dalam tubuh lebih tinggi
sehingga dapat meningkatkan penyebaran materi
dalam tubuh
f. Keadaan gizi : Mempengaruhi metabolisme terutama
penyerapan dan fase perubahan.

- Faktor Patologi
1.

Faktor penyulit dan penurunan efek obat


Menyebabkan penurunan efek yang diakibatkan oleh
penyerapan pada saluran cerna dan peniadaan melalui ginjal
kurang baik
Absorpsi Saluran cerna terganggu karena adanya perubahan
transit :
a. Transit
b. Pengeluaran getah lambung
Asam lambung dan getah empedu akan
menghalangi
penyerapan Vit. A
c. Keadaan mukosa
Misal pada kondisi gastritis akan menghalangi penyerapan
beberapa zat.

2.

Faktor penyulit dan peningkatan efek


obat
Efek obat akan meningkat karena
disebabkan oleh :
a. Penyerapan yang berlebih
b. Kegagalan ginjal

2. FAKTOR FISIKOKIMIA
Yang mempengaruhinya adalah :
1. Sifat kimia
- Pembentuk garam
Tujuan : untuk merubah asam/basa yang sukar larut
menjadi suatu garam yang mudah larut
Garam bertindak sebagai dapar, dan dengan
pembentukan garam molekul yang terionkan dapat
berdifusi meninggalkan partikel obatnya.
- Pembentukan ester
Tujuan : untuk mempengaruhi kelarutan tetapi
menurunkan laju pelarutan, menghindari penguraian
zat aktif dalam lambung, memperpanjang aksi dan
mempengaruhi rasa.

2. Sifat Fisika
- Bentuk Kristal/Amorf
- Polimorfisme
Hanya bentuk metastabil yang mudah larut
- Solvat dan Hidrat
Solvat : Pelarut bukan air
Hidrat : Molekul yang terperangkap dalam pelarut
air

3. FAKTOR TEKNOLOGI
/FARMASETIKA
1.
2.
3.
4.

5.

Pembentukan Eutektik/Larutan padat


Pembentukan komplek
Bahan yang dapat mengubah tetapan dielektrika
Menambahkan pelarut miselar/Surfaktan
Akan menurunkan tegangan permukaan sehingga zat
aktif akan mudah terbasahi
Penyalutan dengan bahan hidrofil
Untuk mempercepat proses pembasahan sehingga
mudah terdisolusi

Faktor-faktor manufaktur (pembuatan obat) dapat


mengurangi bioavailabilitas obat, diantaranya :
1. Peningkatan
kompresi
(tekanan)
pada
waktupembuatan meningkatkan kekerasan tablet.
Halini
menyebabkan
waktu
disolusi
dan
disintegrasimenjadi lebih lama.
2. Penambahan
jumlah
bahan
pengikat
pada
formulatablet atau granul akan meningkatkan
kekerasantablet,
mengakibatkan
perpanjangan
waktudisintegrasidan disolusi

3. Peningkatan jumlah pelincir (lubricant) padaformula


tablet akan mengurangi sifat hidrofilik tablet sehingga
sulit terbasahi (wetted). Hal inimemperpanjang waktu
disintegrasi dan disolusi
4. Granul yang keras dengan waktu kompresi yangcepat
serta kekuatan yang tinggi akanmenyebbakan
peningkatan suhu kompresi,sehingga obat yang
berbentuk kristal mikro akanmembentuk agregat yang
lebih besar

EXCIPIENT (Zat Tambahan)


Obat jarang diberikan tunggal dalam bahan aktif.
Biasanya dibuat dalam bentuk sediaan tertentu yang
membutuhkan bahan-bahan tambahan (excipients).
Obat harus dilepaskan (liberated) dari bentuk bentuk
sediaannya sebelum mengalami disolusi, sehingga
excipients dapat mengakibatkan perubahan disolusi dan
absorpsi obat

BENTUK SEDIAAN
Kecepatan
disolusi
sangat
dipengaruhi
oleh
bentuk sediaan obat. Kecepatan disolusi dari berbagai
sediaan oral menurun dengan urutan berikut : Larutan <
suspensi < emulsi < serbuk < kapsul <tablet < film
coated (salut film) < dragee (salutgula) < enteric coated
(salut selaput) < sustainedrelease/retard.
Tablet, meskipun murah dan praktis, tetapi lebih rendah
efektivitasnya dibandingkan sediaan cair, serbuk, dan
kapsul

TERIMA KASIH