Anda di halaman 1dari 5

PENGUKURAN DAN UJI PSIKOLOGI

A. Pengukuran Psikologis
Pengukuran adalah suatu prosedur pemberian
angka (kuantifikasi) terhadap atribut atau
variabel tertentu, sesuai aturan atau standar
yang berlaku.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang
hendak diukur dengan alat ukur, hasilnya
dinyatakan secara kuantitatif dan bersifat
deskriptif.
Pengukuran Psikologis adalah suatu proses
pengambilan keputusan terhadap hasil
pengukuran aspek Psikologis dan hasilnya
bersifat kuantitatif. Hasil tersebut harus
dibandingkan dengan standar yang ada.
Pengukuran psikologis bersifat kompleks dan
sangat tergantung pada aspek yang diukur.
Penilaian merupakan suatu aktivitas yang
dilakukan terhadap sesuatu yang bersifat
kualitatif
Kegiatan Pengukuran Psikologis sering disebut
juga TES PSIKOLOGI atau Psikotes .

1.
Tujuan Pengukuran Psikologi
Untuk mengenali aspek-aspek psikologis
seseorang
Membantu seseorang mengenali dan
mengelola informasi dirinya
Membantu seseorang menggunakan
informasi dirinya sebagai dasar perencanaan
dan pembuatan keputusan masa depan
Membantu seseorang menerima dan
mencintai keadaan dirinya secara
proporsional
2.
Sifat-Sifat Pengukuran Psikologis
Pengukuran Psikologis dilakukan secara tidak
langsung berdasarkan perilaku atau respon
yang nampak terhadap stimulus tertentu
yang diberikan
Pengukuran Psikologis tidak pernah
menunjukkan ketepatan 100%.
Bagaimanapun valid, reliabel dan baioknya
alat yang digunakan dan bagaimanapun
cermatnya pengadministrasian yang
dilakukan, masih selalu mengandung error
kesesatan tertentu.
Pengukuran Psiologis tidak memiliki satuan
mutlak. (seseorang yang mendapatkan

angka nol tidak berarti tidak memiliki nilai


sama sekali.
Hasil Pengukuran Psikologis tidak memiliki
Skala Rasio. Kita hanya bisa bisa
mengatakan seseorang (misal si A) lebih baik
daripada orang lain (misal si B). Tetapi tidak
dapat mengatakan berapa kali Si A lebih
pandai dari si B.
3.
Ciri-Ciri Alat Ukur: Alat ukur yang baik
harus menunjukkan hasil yang mengandung
1)
Validitas
2) Reliabilitas
3)
Norma
4.
PEMERIKSAAN
Eksperimental (Francis Galton)
Tes Mental (Cattel)
Tes-tes Kecerdasan
Tes Kelompok
Tes Bakat
Tes Prestasi
Tes Kepribadian
5.
MANFAAT
Membedakan individu yang satu dengan
yang lain
Membedakan reaksi seseorang
terhadapmberbagai situasi yang berbeda

Membedakan manusia normal dan abnormal


Menyiapkan treatmen tertentu terhadap hasil
pengukuran
6.
Klasifikasi Tes dalam Psikologi
Cronbach (1976) membagi Tes dalam 2
kelompok besar, yaitu:
a. Maximum Performance; Tes yang
mengukur Performance Maksimal
Tes ini dirancang untuk mengungkap apa
yang dilakukan oleh Subyek dan seberapa
baik ia melakukannya.
Contoh nya: Tes Intelegensi; Tes Kemampuan
Khusus (Bakat)
b. Typical Performances; Tes yang
mengukur Performance tertentu yang tipikal
Tes ini digunakan untuk mengungkap apa
yang cenderung dilakukan Subyek dalam
situasi tertentu. Tes ini mengungkap
perasaan, sikap, minat, reaksi situasional
seseorang.
Contoh: Inventori Minat, Skala Sikap,
Inventori kepribadian
Klasifikasi Umum yang sering digunakan
dalam bidang Psikologi
a.Tes yang mengukur Intelegensi Umum
(General Intellegence Test)

b.Tes yang mengukur Kemampuan Khusus


(Special Ability Test)
c. Tes yang mengukur Prestasi (Achievement
Test)
d.Tes yang mengungkap aspek Kepribadian
Personality Assesment)
7.
NILAI-NILAI DAN HASIL UJI
Uji Psikologi di artikan sebagai suatu cara
untuk mengetahui seseorang melalui aspekaspek Psikologisnya, misalnya Intelegensi,
kemampuan khusus, kepribadian, tingkat
kecemasan dan lain sebagainya.