Anda di halaman 1dari 10

RINITIS HIPERTROFI

Ayu rahma
putri
110610017

Perubahan mukosa konka inferior yang


mengalami hipertrofi karena proses
inflamasi kronis oleh bakteri
primer/sekunder.
Tanpa infeksi disebabkan karena lanjutan
rinitis vasomotr dan rinitis alergi

Gejala klinis

Sumbatan hidung
Mulut kering
Nyeri kepala
Gangguan tidur
Sekret banyak, mukopurulen

Terapi

Kaustik konka dg nitras argenti/trikloroasetat


Luksasi konka
Frakturasi konka multipel
Konkoplasti, konkotomi parsial
elektrokauterisasi

RINITIS ATROFI (OZAENA)


Atrofi progresif mukosa dan tulang konka akibat infeksi hidung
kronis
Epidemiologi:
wanita dewasa muda
Sosek rendah
Sanitasi lingkungan buruk
Etiologi :
klebsiella ozaena, stafilokokus, streptokokus, pseudomonas
aeruginosa.
Defisiensi Fe/ vit. A.
Sinusitis kronis
kel. Hormonal
Penyakit kolagen/autoimun

Gejala klinis
Sekret hidung kental,
hijaucepat kering
membentuk krusta. Bau
busuk.
Rongga hidung sangaat
lapang
Konka media/inferior
hipoplasti

HistoPA:
Metaplasia epitel torak
bersilia menjadi epitel
kubik/gepeng berlapis
Silia menghilang
Lapisan submukosa
lebih tipis
Kelenjar
berdegenerasi/atrofi

Diagnosis
Biopsi konka media
Pemeriksaan
mikrobiologi dan uji
resistensi
CT-scan

PENGOBATAN:
1. Konservatif dg AB
spektrum luas + obat
cuci hidung
2. Vit. A & preparat Fe
3. Operatif (bila AB tidak
ada perbaikan)
penutupan lubang
hidung

RINITIS ALERGI
Etiologi :
Atopi : tipe alergi diperantarai
antibodi
Reaksi alergi oleh rangsang
alergen
GEJALA KLINIS
o Bersin2
o Rinorea
o Gatal hidung
o Hidung tersumbat
o Lakrimasi
o Mata gatal
o Salute,crease, shiner.

Patofisiologi :
1. RAFC (<1 jam) peranan
histamin
2. RAFL (2-4 jam, puncak 6-8
jam) penambahan eosinofil,
neutrofil dll
Klasifikasi menurut sifat
berlangsung:
Intermiten : < 4 hari/minggu
atau < 4 minggu
persisten/ menetap: > 4
hari/minggu atau > 4 minggu
Derajat:
a. ringan: tidak ada gangguan
aktifitas harian
b. Sedang-berat: 1 / lebih
gangguan aktifitas

Pemeriksaan penunjang
1. In vivo
Alergi ingestan : uji
provokasi & eliminasi
(challenge test)
Alergi inhalan : skin end
point titration (SET)
2. In vitro
IgE spesifikELISA,
RAST
Basofil
: alergi
ingestan
Eosinofi : alergi inhalan
PMN
: infeksi
bakteri

Tatalaksana :
Menghindari kontak
Obat
1. AH1: G1: klorfeniramin
maleat
G2: loratadin
2. Dekongestan oral :
simpatomimetik alfaadrenergik
3. Kortikosteroid plihan akir
4. Operasi : konkotomi
parsial, konkoplasti,
kauterisasi dg AgNO3
25%atau triklor asetat

Anda mungkin juga menyukai