Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN TETAP pH METER 1

Disusun Oleh
Kelas

: Kelompok 1
: 2 KD

Nama:
1. Ariyo dwisaputra
2. Jannatul fitri
3. Maria ulfa sri sundari
4. Mega silvia
5. Muhammad dody afrilyana
6. Rifa nurjihanti
7. Siti nurjanah

(061330401008)
(061330401011)
(061330401014)
(061330401016)
(061330401018)
(061330401021)
(061330401025)

Instruktur: Anerasari, B.Eng., M.Si.


Mata kuliah : Instrument dan Pengukuran

JURUSAN TEKNIK KIMIA


2013/2014
pH METER-632

1.

TUJUAN PERCOBAAN
-

2.

Mengkalibrasi pH meter-632
Mengukur pH sampel

PERALATAN DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

2.1 Peralatan Yang Digunakan


1. Gelas Kimia 100 ml
2. Termometer
3. pH meter-632
4. Elektroda Kaca Kombinasi
5. Pipet Ukur 10 ml
6. Labu ukur 50 ml
7. Neraca analitik
2.2 Alat Yang Digunakan
1. Larutan Buffer pH 4 dan 7
2. Sampel
3. HCl 0.0992 M
4. NaOH 0.1 M

3.

DASAR TEORI

pH didefinisikan sebagai keaktifan ion hydrogen. Untuk larutan encer,


keaktifan ion hydrogen merupakan konsentrasi dari ion hydrogen. pH meter
pada dasarnya merupakan voltmeter yang dapat digunakan bersama elektroda
kaca kombinasi. Yang diukur pada pH meter adalah potensial sel bukan pH
larutan. Sel elektroda kaca adalah Ag, AgCl, Cl, H+ dan membran kaca.
Elektroda sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi
merupakan bagian dari pemeliharaan alat, yang bertujuan untuk memastikan
bahwa hasil pengukuran dari alat tersebut dapat diterima dan masuk dalam
rentang validasi yang diperlukan. Kalibrasi pH meter harus dilakukan secara
rutin, setiap kali akan digunakan. Agar alat senantiasa terkalibrasi, perlu
dilakukan perawatan terhadap alat tersebut secara rutin. Setelah digunakan atau
selama tidak digunakan, elektroda harus tercelup ke dalam larutan KCl atau
NaCl jenuh.

Pengukuran ion hydrogen dibandingkan dengan ion hydrogen yang telah


diketahui konsentrasinya dan tetap. Bentuk elektroda kaca berupa wadah kecil
didalamnya berisi larutan dapar asetat/HCL 0,1 N.
pH normal memiliki nilai 7, sementara bila nilai pH > 7 menunjukkan zat
tersebut memiliki sifat basa, sedangkan nilai pH < 7 menunjukkan keasaman.
pH 0 menunjukkan derajat keasaman yang tinggi, dan pH 14 menunjukkan
derajat kebasaan tinggi.
Batas pengukuran pH elektroda gelas antara 2-12, hal ini disebabkan
karena bila lebih dari 12, ion hidroksida dengan konsentrasi tinggi mampu
mengikat ion Na+, sedangkan dibawah 1, semua ion Natrium pada lapisan gelas
ditukar oleh ion hydrogen, akibat tidak terjadinya pertukaran ion dengan larutan
yang akan diukur. Bila elektroda kaca sering digunakan terlalu lama direndam
dalam air, konsentrasi KCl akan berkurang, karena terjadi perembesan dari ion
Cl.

4.

PROSEDUR KERJA

Kalibrasi pH meter-632
Memasang elektroda gelas kombinasi pada pH meter 632
Memasang kabel yang menuju stop kontak
Menyalakan pH meter 632 dengan menekan tombol on/off
Menekan tombol pH (jangan menekan tombol U/mV)
Mencelupkan elektroda kelarutan buffer pH 7
Mengukur temperatur dan memasukkan harga temperatur
pada pH meter sesuai dengan temperatur larutan dengan menggunakan
tombol t/c
Mengatur tombol slope pada skala 1
Menekan tombol Meas baca pH pada display
Mengatur angka pada display sesuai dengan pH larutan
dengan menggunakan tombol ucomp
Menekan tombol stand by, bilas elektroda dengan
aquadest dan keringkan dengan tissue
Mencelupkan elektroda kelarutan buffer pH 4, tekan tombol
meas baca pH pada display
Mengatur angka pada display sesuai dengan pH larutan
buffer dengan memutar tombol slope
Menekan tombol stand by bilas elektroda dengan aquadest
dan keringkan dengan menggunakan tissue, pH meter-632 siap digunakan
Selama mengukur pH sampel jangan mengubah kembali
posisi tombol ucomp dan tombol slope

Mengukur pH Sampel dengan pH Meter- 632


Mengambil sampel HCl yang akan diukur pHnya
Memasukkan dalam gelas kimia 100 ml
Mencelupkan elektroda (sampai membran elektroda

tercelup)
Menekan tombol stand by, angkat elektroda, bilas dengan
aquadest dan keringkan dengan tissue
Menganalisa sampael lain (sesuai dengan perintah
instruktur)

Titrasi asam basa


- Memipet 10 ml HCl 0.1 M secara teliti, masukkan ke dalam
gelas kimia 100 ml dan tambahkan aquadest hingga
volumenya menjadi 50 ml
- Meletakkan larutan HCl diatas hot plate (jangan hidupkan
pemanas) aduk dengan menggunakan magnetic stirrer
- Mencelupkan elektroda tekan tombol meas dan baca pH
(merupakan pH awal larutan)
- Menambahkan NaOH sebanyak 1 ml sampai 15 ml (dengan
range kenaikkan volume 1 ml), selama penambahan penitran
larutan diaduk dan dibaca harga pH pada display
- Menggambarkan kurva titrasi secara praktium dan teoritis
dan tentukan titik ekivalen
- Menentukan konsentrasi HCl pada titik ekivalen

5.

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

DATA PENGAMATAN

Volume NaOH
(ml)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

pH praktek

pH teori

1.67
1.90
1.96
2.03
2.11
2.20
2.38
2.58
2.69
3.90
7.57
8.59
8.61
8.69
8.70
9.65

1.00
1.10
1.15
1.30
1.40
1.52
1.70
1.77
2.00
2.31
10.60
11.71
11.98
12.00
12.23
12.30

7.

PERHITUNGAN
- Menghitung mol HCl
n HCl

=MxV
= 0.0992 x 10
= 0.992 mol

- Menghitung pH teori
1. HCl 10 ml, 0.0992 M
NaOH 0 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 0
= 0 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0
= 0.992 mol

[H+] total

= 1.00 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.1]
=1

2. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 1 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 1
= 0.1 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.1

= 0.892 mol
[H+] total

= 0.08 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.08]
= 1.10

3. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 2 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 2
= 0.2 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.2
= 0.792 mol

[H+] total

= 0.07 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.07]
= 1.15

4. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 3 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV

= 0.1 x 3
= 0.3 mol
n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.3
= 0.692 mol

[H+] total

= 0.05 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.05]
= 1.30

5. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 4 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 4
= 0.4 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.4
= 0.592 mol

[H+] total

= 0.04 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.04]
= 1.40

6. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 5 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 5
= 0.5 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.5
= 0.492 mol

[H+] total

= 0.03 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.03]
= 1.52

7. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 6 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 6
= 0.6 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.6
= 0.392 mol

[H+] total

= 0.02 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.02]
= 1.70

8. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 7 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 7
= 0.7 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.7
= 0.292 mol

[H+] total

= 0.017 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.017]
= 1.77

9. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 8 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 8
= 0.8 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.8
= 0.192 mol

[H+] total

= 0.01 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.01]
= 2.00

10. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 9 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 9
= 0.9 mol

n total

= n HCl n NaOH
= 0.992 0.9
= 0.092 mol

[H+] total

= 0.0048 M
pH

= - log [H+]
= - log [0.0048]
= 2.31

11. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 10 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 10
= 1 mol

n total

= n NaOH n HCl
= 1 0.992
= 0.008 mol

[OH+] total

= 0.0004 M
pOH = - log [OH+]
= - log [0.0004]
= 3.40
pH

= 14 pOH
= 14 3.40
= 10.60

12. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 11 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 11
= 1.1 mol

n total

= n NaOH n HCl
= 1.1 0.992
= 0.108 mol

[OH+] total

= 0.00514 M
pOH = - log [OH+]

= - log [0.00514]
= 2.29
pH

= 14 pOH
= 14 2.29
= 11.71

13. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 12 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 12
= 1.2 mol

n total

= n NaOH n HCl
= 1.2 0.992
= 0.21 mol

[OH+] total

= 0.00945 M
pOH = - log [OH+]
= - log [0.00945]
= 2.02
pH

= 14 pOH
= 14 2.02
= 11.98

14. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 13 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 13
= 1.3 mol

n total

= n NaOH n HCl

= 1.3 0.992
= 0.308 mol
[OH+] total

= 0.01 M
pOH = - log [OH+]
= - log [0.01]
= 2.00
pH

= 14 pOH
= 14 2.00
= 12.00

15. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 14 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 14
= 1.4 mol

n total

= n NaOH n HCl
= 1.4 0.992
= 0.408 mol

[OH+] total

= 0.017 M
pOH = - log [OH+]
= - log [0.017]
= 1.77

pH

= 14 pOH
= 14 1.77
= 12.23

16. HCl 10 ml, 0.0992 M


NaOH 15 ml, 0.1 M
n NaOH

=MxV
= 0.1 x 15
= 1.5 mol

n total

= n NaOH n HCl
= 1.5 0.992
= 0.508 mol

[OH+] total

= 0.02 M
pOH = - log [OH+]
= - log [0.02]
= 1.70
pH

= 14 pOH
= 14 1.70
= 12.30

GRAFIK

8.

ANALISIS DATA

Pada percobaan kali ini dapat dianalisa bahwa pada saat melakukan
pengkalibrasian dengan menggunakan buffer 7 dan buffer 4 harus tepat karena
hal ini dapat mempengaruhi pH titrasi asam basa nantinya. Selain
ketidaktepatan dalam pengkalibrasian, pembuatan larutan yang tidak tepat juga
dapat mempengaruhi pH titrasi.
Kalibrasi merupakan bagian dari pemeliharaan alat yang bertujuan untuk
memastikan bahwa hasil pengukuran dari alat tersebut dapat diterima dan
masuk dalam rentang validasi yang diperlukan.
pH normal memliki nilai 7, sementara bila pH > 7 menunjukkan zat
tersebut bersifat basa. Sedangkan nilai pH < 7 menunjukkan keasamaan. pH = 0
menunjukkan derajat keasaman yang tinggi, dan pH 14 menunjukkan derajat
kebasaan yang tinggi.
Pada prinsipnya pengukuran suatu pH didasarkan pada potensial elektro
kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak
diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan
berinteraksi dengan ion hidrogen yang ukurannya relative kecil dan aktif,
elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion
hidrogen.
Larutan yang terbuat dari campuran penahan digunakan agar pH suatu
sampel tidak berubah. Campuran penahan (buffer) adalah larutan yang dapat
mempertahankan pH suatu larutan bila tertambahkan asam ataupun basa.
Larutan buffer biasanya terbuat dari asam lemah dengan garamnya atau basa
lemah dengan garamnya. Buffer dapat mempertahankan pH suatu larutan
dengan mempertahankan komponennya sehingga tidak berubah terlalu besar
bila ditambahkan asam atau basa.

9.

KESIMPULAN
Sebelum dilakukan pengukuran, alat-alat yang digunakan harus
dikalibrasi, agar data yang dapat dibaca dengan benar
Setelah pH meter-632 selesai digunakan, elektroda kaca kombinasi
harus direndam dalam larutan KCl agar perembesan dari ion Cl berkurang