Anda di halaman 1dari 3

Tahapan Penyusunan Rencana PTS

REALITA
(apa yang dirasakan, dialami, diamati atau dipelajari)
Hasil observasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah terhadap administrasi 66 guru pada pemberkasan hasil
evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa sekitar 82% guru di SMA Negeri Unggul Aceh Timur tidak memiliki
pemahaman yang benar terhadap cara penilaian hasil belajar siswa secara keseluruhan berdasarkan kurikulum 2013,
sekitar 73% diantara guru tersebut menurut Kepala Sekolah SMAN Unggul tidak mengacu pada pola penilaian kurikulum
2013.
Berdasarkan Permendikbud No. 104 tahun 2014 tentang penilaian kurikulum 2013, konsep penilaian yang
digunakan adalah penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk
menilai mulai darimasukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh.
Keterpaduan penilaian ketiga komponen (inputprosesoutput) tersebut akan menggambarkankapasitas, gaya, dan hasil
belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effects) dan dampak pengiring
(nurturant effects) dari pembelajaran.
Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Evaluasi dipandang
sebagai masukan yang diperoleh dari proses pembelajaran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kekuatan dan
kelemahan berbagai komponen yang terdapat dalam suatu proses belajar mengajar.(Mulyasa, 2007: 4)
Sedemikian pentingnya evaluasi ini sehingga kelas yang baik tidak cukup hanya didukung oleh perencanaan
pembelajaran, kemampuan guru mengembangkan proses pembelajaran serta penguasaannya terhadap bahan ajar, dan juga
tidak cukup dengan kemampuan guru dalam menguasai kelas, tanpa diimbangi dengan kemampuan melakukan evaluasi
terhadap perencanaan kompetensi siswa yang sangat menentukan dalam konteks perencanaan berikutnya, atau kebijakan
perlakuan terhadap siswa terkait dengan konsep belajar tuntas. (Ngalim, 2004: 3) Atau dengan kata lain tidak ada satupun
usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar yang dapat dilakukan dengan baik tanpa disertai langkah evaluasi.

FOKUS AREA
Upaya peningkatkan
kemampuan guru
dalam evaluasi
melalui Bimtek
Penilaian Kurikulum
di SMA Negeri 1
Nurussalam
Kabupaten Aceh
Timur

Guru-guru di SMA Negeri 1 Nurussalam telah mendapatkan pelatihan pada bidang studinya masing-masing. Artinya
melalui muatan-muatan yang diperoleh pada pelatihan, seharusnya guru-guru di SMA Negeri 1 Nurussalam telah memiliki
kecakapan dalam mengevaluasi pembelajaran. Namun kenyataannya, pelatihan yang diberikan tidak mampu memberi
imbas terhadap kemampuan guru dalam melakukan evaluasi penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum, hal tersebut
karena kualitas pelatihan belum mampu mengakomodir peningkatan pemahaman guru dalam hal evaluasi.

FOKUS AREA
Upaya peningkatkan kemampuan guru dalam evaluasi melalui Bimtek
Penilaian Kurikulum di SMA Negeri 1 Nurussalam Kabupaten Aceh Timur
PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana peningkatan kemampuan guru dalam evaluasi melalui Bimtek
Penilaian Kurikulum di SMA Negeri 1 Nurussalam Aceh Timur ?

TUJUAN PENELITIAN
Bagaimana peningkatan kemampuan guru dalam evaluasi melalui Bimtek
Penilaian Kurikulum di SMA Negeri 1 Nurussalam Aceh Timur ?

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN


Bagaimana peningkatan kemampuan guru dalam evaluasi melalui
Bimtek Penilaian Kurikulum di SMA Negeri 1 Nurussalam Aceh
Timur ?
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Nurussalam ini
bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam
evaluasi melalui Bimtek Penilaian Kurikulum
JUDUL PENELITIAN
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Evaluasi Melalui Bimtek
Penilaian Kurikulum di SMA Negeri 1 Nurussalam Kabupaten
Aceh Timur