Anda di halaman 1dari 13

TULISAN

ORGANISASI YANG BERKEMBANG

Kelompok

: Ariska Rizky A. (11113370)


Wahyu Ratnasari (19113209)
Rio Indra Pratama (17113759)

Kelas

: 2KA31

Jurusan

: Sistem Informasi

Fakultas

: Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2014/ 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Berkembangnya sebuah perusahaan bergantung kepada kegiatan internal dan
eksternal pada perusahaan tersebut. Internal meliputi kegiatan dan sumber daya yang menjadi
pondasi perusahaan tersebut dan eksternal yang merupakan perkembangan dalam dunia usaha
secara umum. Perkembangan dalam dunia usaha itu lah yang menuntut agar sebuah
perusahaan lebih meningkatkan kualitas pengelolaannya.
Dalam hal ini ativitas-aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan haruslah berjalan
dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan perusahaan dalam suatu
perekonomian yang bersaing adalah untuk memperoleh laba maksimal sesuai dengan
pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan hal tersebut maka perlulah suatu
pengenalan mengenai perusahaan yang berkembang baik dari ciri ciri, pengembangan usaha
serta perluasan pasar.
Berdasarkan tugas yang kami peroleh, kami hanya membatasi penjelasan mengenai
ciri ciri dari perusahaan berkembang dari segi pengembangan usaha, cara kinerja dan
perluasan pasar.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan yang terdapat pada latar belakang masalah diatas, kami
dihadapkan untuk mencari penjelasan dan mencari ciri-ciri dari perusahaan yang berkembang
tersebut. Baik mengenai kinerja keuangan yang meliputi laporan keuangan dan peningkatan
keuangan perusahaan tersebut. Begitu juga dengan perluasan baik dalam pengembang produk
dan pengembang daerah pemasaran. Serta pengembangan usaha yang terbagi atas Go Public
dan Kerjasama.
1.3 Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam makalah yang kami buat ini, kami hanya akanmembahas tentang konsep
kinerja kerja, kinerja keuangan, perluasan pasar dan pengembangan usaha pada perusahaan
berkembang.
1.4 Metodologi Pemecahan Masalah
Dalam membahas permasalahan yang kami bahas mengenai Perusahaan yang
Berkembang ini kami mendapatkan referensi berdasarkan pencarian melalui internet.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perusahaan Berkembang
2.1.1 Kinerja Keuangan
Sebagai individu maupun sebuah perusahaan, untuk mampu bertahan dan berkembang
di era persaingan ini perlu menunjukkan kinerja yang meningkat. Sebagai seorang individu,
modal dasar untuk mampu menunjukkan kinerja adalah penguasaan keahlian (kompetensi)
yang mencakup: kompetensi secara teknikal yaitu penguasaan atas bidang keilmuan tertentu
seperti bidang teknologi, bidang hukum, bidang ekonomi, dll. Kompetensi secara manajerial,
hal ini dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam bidang kepemimpinannya untuk
memberdayakan segala sumberdaya yang tersedia. Kompetensi perilaku, dalam hal ini
menyangkut etika, penguasaan emosi, motivasi dan tingkat kebijaksanaan seseorang.
Penguasaan individu atas ketiga hal tersebut, menyebabkan seseorang akan mampu
menunjukan kinerja yang baik dimanapun berada.
Dalam sebuah perusahaan yang dibangun oleh sebuah sistem yang terdiri dari SDM,
peralatan dan sarana-prasarana, keuangan, dan mekanisme kerja, akan menjadi sebuah
organisasi yang berkinerja baik jika terjasi sidnergi antara komponen tersebut. Organisasi
yang dinamis akan selslu meningkatkan produktivitasnya serta mempertahankan hal yang
menjadi keunggulan kompetitif mereka. Memperhatikan sumber daya fisik, keuangan,
kemampuan memasarkan, serta sumber daya manusia adalah beberapa faktor penting yang
disyaratkan bagi organisasi untuk tetap kompetitif (Fisher, Schoenfeldt, dan Shaw,
2006).Banyak perusahaan dan organisasi bisnis menggunakan konsep dan ide-ide baru untuk
membantu mengelola lebih baik dari hari ke hari kegiatan atau bisnisnya.
2.1.2 Konsep Kinerja Perusahaan
Konsep kinerja (Performance) sebagai sebuah pencapaian hasil atau degree of
accomplishtment (Rue dan byars, 1981 dalam Keban 1995).Hal ini berarti bahwa, kinerja
suatu organisasi itu dapat dilihat dari tingkatan sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan
yang didasarkan pada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.Mengingat bahwa misi suatu
organisasi itu adalah untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya,
maka informasi tentang kinerja organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting.
Informasi tentang kinerja organisasi dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah proses
kerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau
belum. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan
tidak jarang ada yang tidak mempunyai informasi tentang kinerja dalam organisasinya.
Untuk menilai kinerja organisasi ini tentu saja diperlukan indikator-indikator atau
kriteria-kriteria untuk mengukurnya secara jelas. Tanpa indikator dan kriteria yang jelas tidak
akan ada arah yang dapat digunakan untuk menentukan mana yang relatif lebih efektif

diantara : alternatif alokasi sumber daya yang berbeda; alternatif desain-desain organisasi
yang berbeda; dan diantara pilihan-pilihan pendistribusian tugas dan wewenang yang berbeda
(Bryson, 2002). Sekarang permasalahannya adalah kriteria apa yang digunakan untuk menilai
organisasi. Sebagai sebuah pedoman, dalam menilai kinerja organisasi harus dikembalikan
pada tujuan atau alasan dibentuknya suatu organisasi.Misalnya, untuk sebuah organisasi
privat/swasta yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dan barang yang dihasilkan,
maka ukuran kinerjanya adalah seberapa besar organisasi tersebut mampu memproduksi
barang untuk menghasilkan keuntungan bagi organisasi. Indikator yang masih bertalian
dengan sebelumnya adalah seberapa besar efficiency pemanfaatan input untuk meraih
keuntungan itu dan seberapa besar effectivity process yang dilakukan untuk meraih
keuntungan tersebut.
2.1.3 Konsep Peningkatan Kinerja Perusahaan
Kinerja bisa juga dikatakan sebagai sebuah hasil (output) dari suatu proses tertentu
yang dilakukan oleh seluruh komponen organisasi terhadap sumber-sumber tertentu yang
digunakan (input). Selanjutnya, kinerja juga merupakan hasil dari serangkaian proses
kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu organisasi. Bagi suatu organisasi,
kinerja merupakan hasil dari kegiatan kerjasama diantara anggota atau komponen organisasi
dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.Sederhananya, kinerja merupakan produk dari
kegiatan administrasi, yaitu kegiatan kerjasama untuk mencapai tujuan yang pengelolaannya
biasa disebut sebagai manajemen.
Sebagai produk dari kegiatan organisasi dan manajemen, kinerja organisasi selain
dipengaruhi oleh faktor-faktor input juga sangat dipengaruhi oleh proses-proses administrasi
dan manajemen yang berlangsung. Sebagus apapun input yang tersedia tidak akan
menghasilkan suatu produk kinerja yang diharapkan secara memuaskan, apabila dalam proses
administrasi dan manajemennya tidak bisa berjalan dengan baik. Antara input dan proses
mempunyai keterkaitan yang erat dan sangat menentukan dalam menghasilkan suatu output
kinerja yang sesuai harapan atau tidak.
Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa proses manajemen yang berlangsung
tersebut, merupakan pelaksanaan dari fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing,
actuating, dan controlling (POAC) atau lebih detailnya lagi adalahplanning, organizing,
staffing, directing, coordinating, regulating, danbudgetting (POSDCoRB).
Mengingat bahwa kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor input dan proses-proses
manajemen dalam organisasi, maka upaya peningkatan kinerja organisasi juga terkait erat
dengan peningkatan kualitas faktor input dan kualitas proses manajemen dalam organisasi
tersebut.

2.1.4 Contoh Perusahaan Berkembang


Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk \merupakan
Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di
Indonesia.TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed
wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data
dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak
perusahaan.
Sebagai BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham
mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya
dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan diBursa Efek Indonesia (BEI),
New York Stock Exchange (NYSE), London Stock Exchange (LSE) dan Tokyo Stock
Exchange (tanpa listing).
2.2 Perluasan Pasar
2.2.1 Penetrasi Pasar / Market Penetration
Penetrasi pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan di
mana perusahaan berfokus pada penjualan produk-produk yang ada di pasar-pasar yang telah
ada sebelumnya.
Penetrasi pasar berusaha untuk mencapai empat tujuan utama:
1. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produk ini, hal ini dapat dicapai
oleh kombinasi dari strategi harga yang kompetitif, iklan, promosi penjualan dan
mungkin lebih banyak sumber daya pribadi yang didedikasikan untuk menjual.
2. Aman dari dominasi pertumbuhan pasar.
3. Restrukturisasi pasar yang matang oleh maneuver dari competitor, ini akan
memerlukan agresifitas kampanye promosi yang gencar, didukung oleh sebuah
strategi harga yang dirancang untuk membuat pasar kurang menarik bagi
kompetitor.
4. Meningkatkan penggunaan oleh pelanggan yang ada, contohnya: memperkenalkan
program loyalitas konsumen Implementasi penetrasi pasar sebagai strategi pemasaran
di kondisikan sebagai "bisnis seperti biasa". Penetrasi pasar haruslah di eksekusi pada
bisnis yang berfokus hanya pada pasar dan produk yang sangat di pahami oleh
marketer tersebut. diperlukan juga intelegent pemasaran untuk mendapatkan
informasi tentang kompetitor dan kebutuhan pelanggan. Karena itu, strategi ini akan
memerlukan banyak investasi baru dalam penerapannya sebab harus didahului oleh
riset pasar.

2.2.2 Perngembangan Pasar / Market Development


Pengembangan pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan,
di mana unit bisnis berusaha untuk menjual produk-produk yang telah ada di pasar-pasar
yang baru.
Ada banyak cara untuk mengaplikasikan strategi ini, termasuk :

Geografis pasar baru misalnya produk ekspor ke negara yang baru

Dimensi atau kemasan produk yang baru

Saluran distribusinya yang baru

2.2.3 Perngembangan Produk / Product Development


Pengembangan produk adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi
pertumbuhan di mana sebuah unit bisnis memperkenalkan produk baru ke pasar-pasar yang
telah ada. Hal ini mungkin memerlukan strategi pengembangan kompetensi baru dan
memerlukan program pemasaran yang baru pula untuk mengembangkan produk yang dapat
diubah / dikembangkan ke pasar yang telah ada.
2.2.4 Diversifikasi / Diversification
Diversifikasi adalah nama yang diberikan kepada strategi pertumbuhan di mana
sebuah bisnis, produk-produknya baru dan di pasar-pasar yang baru pula. Ini merupakan
langkah pemasaran yang lebih berisiko karena, strategi bisnis yang bergerak dalam pasar
yang baru memiliki sedikit atau mungkin tidak ada pengalaman atas produk produk baru
tersebut.
Bila sebuah unit bisnis akan mengaplikasikan strategi diversifikasi, maka harus memiliki
visi yang jelas tentang apa yang akan di dapatkan dari strategi yang jujur dan penilaian atas
resiko bilamana dalam faktanya menemui kegagalan.
2.2.5 Perkembangan Strategi Matriks Ansoff
Beberapa pemasar menggunakan nine box gird untuk analisis yang lebih canggih.
Matriks ini menambahkan "modified product" atau modifikasi produk antara yang sudah ada
dan baru (misalnya, rasa yang berbeda dari saus pasta yang ada daripada meluncurkan sup),
dan "expanded market" atau perluasan pasar antara yang sudah ada dan baru (misalnya,
membuka toko lain di dekatnya kota, daripada pergi ke penjualan online).

Hal ini berguna karena menunjukkan perbedaan antara ekstensi produk dan
pengembangan produk yang benar, dan juga antara ekspansi pasar dan benar-benar
menjelajah ke pasar baru.Namun, berhati-hati dari "pilihan" tiga abu-abu, karena mereka
melibatkan mencoba untuk melakukan dua hal sekaligus tanpa manfaat salah satu strategi
diversifikasi yang benar (melarikan diri penurunan dalam satu pasar produk).
2.3 Pengembangan Usaha
2.3.1 Go Public
a. Go Public adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh
Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat
berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan. Pelaksanaan
Penawaran Umum mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
Periode Pasar Perdana yaitu ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi
melalui para Agen Penjual yang ditunjuk
Penjatahan Saham yaitu pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah
Efek yang tersedia. Pencatatan Efek di Bursa, yaitu saat Efek tersebut mulai
diperdagangkan di Bursa.
Adapun syarat-syarat sebuah perusahaan untuk Go Public, yaitu:
Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam
maupun dari luar perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya
dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan. Sedangkan alternatif pendanaan dari
luar perusahaan dapat berasal dari kreditur berupa hutang, pembiayaan bentuk lain atau
dengan penerbitan surat-surat utang, maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam
bentuk saham (equity). Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan
dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go
public

Untuk go publik, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan penyiapan


dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go publik atau penawaran umum, serta
memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan BAPEPAM.
b. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, dalam tahap ini, perusahaan bersama
underwriter membawa dokumen yang terangkum dalam prospektus ringkas perusahaan ke
Bapepam-LK. Prospektus ringkas merupakan keterangan ringkas mengenai perusahaan
dalam minimal dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk itu prospektus harus secara
ringkas dan padat memuat berbagai informasi terkait dengan perusahaan, mulai dari company
profile, kinerja operasional perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi kinerja perusahaan
serta untuk kepentingan apa dana masyarakat itu dibutuhkan. Pada tahap ini jangan heran
kalau perusahaan beserta penjamin emisinya, konsultan hukum, notaris dan akuntan publik
serta appraisal, akan sering modar-mandir ke Bapepam-LK. Sebab pada tahap ini seluruh
pernyataan para profesi pendukung pasar modal itu (notaris, konsultan hukum dan akuntan),

termasuk appraisal dan penjamin emisi mulai diperiksa secara detil, satu per satu lengkap
dengan dokumen pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau
penjamin emisi memperkirakan harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen
pendukung tentang itu harus ada, jelas dan transparan.
Aspek full disclosure akan mulai terungkap di sini. Jadi dapat dipastikan para profesi
penunjang pasar modal itu, tidak akan main-main dalam memberikan pendapatnya. Meleset
sedikit saja, atau berbeda dengan kaidah yang berlaku ancaman bagi para profesional pasar
modal itu cukup berat, dan harus dibayar mahal.Adapun sanksinya bisa berupa denda hingga
sanksi pidana atau pencabutan izin.
c. Tahap Penawaran Saham. Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah
memberikan jawaban atas pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public
ini. Kalau setelah melakukan pendaftaran dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu
tersebut, pernyataan tersebut otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah
dinyatakan efektif, berarti saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. Penjualan dilakukan
melalui penawaran umum (initial public offering/IPO).
Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut dengan
penjualan saham di pasar perdana, atau biasa juga disebut dengan pasar perdana.Penjualan
saham dalam pasar perdana mekanismenya diatur oleh penjamin emisi. Penjamin emisi yang
akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh agen penjual. Agen penjual adalah
perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk sebelumnya dan tercantum dalam prospektus
ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi perusahaan yang akan tercatat di BEI penjualan saham
dalam IPO ini waktunya relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi perusahaan yang
setelah menjual sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan sahamnya bisa lebih
lama lagi. Dan tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang diajukan pada
pernyataan pendaftaran.
Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan publik.Gelar di
belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka).Sebagaimana diungkap
sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di BEI setelah IPO bisa juga
tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama sekali tidak ada keharusan bagi saham
sebuah perusahaan untuk langsung tercatat (listed). Ingat ketika PT Abdi Bangsa Tbk
perusahaan penerbit harian Republika pertama kali go public tidak langsung tercatat di BEI,
melainkan beberapa tahun kemudian. Kendati tidak langsung listing namun perusahaan yang
telah IPO tersebut tetap mengikuti aturan mengenai keterbukaan di pasar modal.Itu berarti
laporan keuangan, corporate action dan ketebukaan informasi lainnya harus disampaikan ke
publik.
d. Tahap Pencatatan saham di Bursa Efek, setelah selesai penjualan saham di pasar
perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.Setelah melakukan
penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten itu akan langsung mencatatkan
sahamnya maka yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah apakah perusahaan yang

melakukan IPO tersebut memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di BEI (listing
requirement). Kalau memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan papan perdagangan yang
menjadi papan pencatatan emiten itu. Dewasa ini papan pencatatan BEI terdiri dari dua
papan: Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board).
Sebagaimana namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang
volume sahamnya cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan
pengembangan adalah khusus bagi pencatatan saham-saham yang tengah berkembang.
Kendati terdapat dua papan pencatatan namun perdagangan sahamnya antara papan utama
dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda, sama-sama dalam satu pasar.
Selain itu, ada pula keuntungan dan kerugian dari Go Public tersebut.

Berikut merupakan bebrapa keuntungannya:


Perusahaan dapat meningkatkan Likuiditas dan memungkinkan para pendiri perusahaan
untuk menikmati hasil yang mereka capai. Dan semakin banyak investor yang membeli
saham tersebut, maka semakin banyak modal yang diterima perusahaan dari investor luar.
Para pendiri perusahaan dapat melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko portofolio
mereka.
Memberi nilai suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat dinilai dari harga saham dikalikan
dengan jumlah lembar saham yang dijual dipasaran.
Perusahaan dapat melakukan merger ataupun negosiasi dengan perusahaan lainnya dengan
hanya menggunakan saham.
Meningkatkan potensi pasar. Banyak perusahaan yang merasa lebih mudah untuk
memasarkan produk dan jasa mereka setelah menjadi perusahaan Go Public atau Tbk.
Dan berikut merupakan beberapa kerugiannya:

Laporan Rutin.

Terbuka

Keterbatasan kekuasaan Pemilik.

Hubungan antar Investor

Sementara itu, konsekuensi dari Go Public antara lain:

Keharusan untuk melakukan keterbukaan (full disclosure)

Keharusan untuk mengikuti peraturan pasar modal mengenai kewajiban pelaporan

Gaya manejemen perusahaan berubah dari informal menjadi formal

Kewajiban membayar deviden bila perusahaan mendapatkan laba

Senantiasa berusaha meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan

Membutuhkan tenaga, waktu, pengorbanan dan biaya.

2.3.2 Kerja sama


Kerja sama dalam perusahaan berkembang ini merupakan kegiatan perusahaan dalam
menjalankan satu tujuan dan metode yang sama dengan menjalin hubungan dengan
perusahaan atau pihak luar perusahaan. Kerja sama merupakan tugasdan tanggung jawab
setiap individu di suatu perusahaan untuk mengimplementasikan kerjasama dalam suatu
wujud nyata pelaksanaan kerja harian. Untuk mencapai kerjasama yang optimal perlu adanya
komitmen bersama dan persamaan persepsi tentang arti dan makna teamwork antar pekerja,
baik karyawan maupun atasan yang memiliki jabatan lebih tinggi.
Berikut merupakan beberapa jenis kerja sama, antara lain sebagai berikut:
Kartel
Sering dibentuk oleh para tender bertujuan untuk memanipulasi pemenang tender yang
menguntungkan salah satu anggota kartel tersebut. Praktik kartel ini juga digolongkan
sebagai korupsi yang dapat dilakukan dengan atau bahkan tanpa adanya keterlibatan pejabat
Negara didalamnya.Sementara itu, kolusi biasanya merupakan bentuk kesepakatan dari
peserta tender untuk menetapkan giliran pemenang tender atau kesepakatan pembayaran
kompensasi kepada pihak yang kalah dalam tender karena memasukkan penawaran yang
lebih tinggi.Contohnya praktik monopoli.
Trust
Trust atau kepercayaan merupakan suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahannya atau
sebaliknya. Hubungan tersebut adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kerjasama
yang efektif dalam sebuah perusahaan. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi jika
atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan
kepercayaan. Contohnya ialah memberikan kepercayaan kepada karyawan atas penugasan
yang diberikan kepada karyawan tersebut oleh atasan.
Holding Company
Perusahaan yang membuka perusahaan baru dibawahnya dan membentuk suatu grup
perusahaan.Artinya perusahaan tersebut mengelompokkan perusahaan ke dalam induk
perusahaan untuk meningkatkan nilai pasar perusahaan (Market Value Creation).Contoh
MNC yang terdiri atas RCTI, Global TV dan MNC TV.
Joint Venture
Bergabungnya suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk menjalankan aktivitas
ekonomi bersama. Dengan persetujuan pihak pihak yang terkait, kelompok dapan
menyumbang keadilan kepemilikan beserta saham dalam penerimaan, biaya dan control
perusahaan.Contohnya perusahaan ASUS dan Gigabyte.

Merger
Menurut Brealym Myers dan Marcus (1999) merger ialah penggabungan dua perusahaan
menjadi satu, dimana perusahaan yang menjalani merger tersebut membeli dan mengambil
semua asset dan lialibilities perusahaan yang dibeli. Setidaknya perusahaan memiliki 50%
saham dan perusahaan yang di merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya
menerima sejumlah uang tunai dari perusahaan yang baru.
Adapun menurut Harianto dan Sudomo (2001), merger ialah penyerapan dari suatu
perusahaan oleh perusahaan lain yang mana perusahaan yang membeli akan melanjutkan
nama dan identitasnya. Dan perusahaan yang dibeli juga akan mengambil aset maupun
kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah di merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan
atau berhenti beroperasi.
Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok
investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau
jaminan produk akan diserap oleh pasar.
Jenis jenis akuisi antara lain sebagai berikut:

Merger

Konsolidasi

Tender offer

Acquisistion of assets

BAB III
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Berkembangnya sebuah perusahaan bisa ditinjau dari kinerja keuangan dan kinerja kerja dari
perusahaan itu sendiri.Sebab perusahaan berkembang haruslah memiliki daya saing yang
unggul serta pengelolaan yang terstruktur agar terwujudnya tujuan perusahaan
tersebut.Perusahaan yang berkembang juga harus memiliki strategi dalam mengembangkan
dan memasarkan produk. Baik secara go public serta dengan menjalin kerja sama.
Go public terdiri atas beberapa tahap yaitu; tahap persiapan, tahap pengajuan pernyataan
pendaftaran, tahap penawaran saham dan tahap pencatatan saham di bursa. Sementara itu,
kerja sama memiliki beberapa jenis yaitu kartel, trust, holding company, joint venture, merger
dan akuisisi.
SARAN
Dalam mengembangkan perusahaan sebuah perusahaan haruslah memiliki pengetahuan
tentang strategi baik dalam pengelolaan data maupun produksi. Karena perusahaan yang
berkembang akan menghadapi persaingan dengan perusahaan berkembang lainnya yang
mungkin memiliki strategi yang lebih baik. Untuk itu dibutuhkan faktor internal dan eksternal
yang baik guna mempermudah proses produksi dan proses ekonomi perusahaan sebagaimana
semestinya.

DAFTAR PUSTAKA
http://patriarizko12.blogspot.com/2010/09/pengertian-holding-company-trust-kartel.html
http://lisvitria.blogspot.com/2010/05/merger-dan-akuisisi.html
http://metyalutviani93.blogspot.com/2012/04/perusahaan-go-public.html
http://varianandre.wordpress.com/2013/01/25/organisasi-yang-berkembang/
http://www.sentrapolimer.com/index.php/artikel/100-peningkatan-kinerja-organisasi.html?
lang
http://jamaltugas99.blogspot.com/2011/11/perusahaan-yang-berkembang.html
http://ardianazis.blogspot.com/2014/02/organisasi-berkembang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Merger_dan_akuisisi