Anda di halaman 1dari 3

REGULASI EKONOMI DARI PELAPORAN KEUANGAN

Oleh : Rosalina Nitiwaluyo 121110051

Aktivitas pelaporan keuangan merupakan suatu hal yang diatur. Namun, hingga saat ini
masih ada saja perdebatan terkait apakah regulasi itu diperlukan serta bagaimana cost dan benefit
dari adanya regulasi itu sendiri. Argumen yang menentang adanya regulasi dalam pelaporan
keuangan sebagian besar berkaitan dengan insentif bagi perusahaan untuk melaporkan informasi
mengenai dirinya sendiri kepada pemilik dan pasar modal secara umum. Ada tiga argumen,
yaitu :
1. Agency Theory
Teori agensi ilmu ekonomi memprediksikan dan menjelaskan perilaku bagian
yang terlibat dalam sebuah perusahaan. Secara hukum seorang agen adalah seseorang
yang bekerja untuk kepentingan orang lain. Teori agensi ilmu ekonomi dibangun di atas
konsep legal dari agensi. Teori agensi memandang perusahaan sebagai sebuah
persimpangan hubungan keagenan dan mencoba memahami perilaku organisasi dengan
menguji bagaimana bagian-bagian pada hubungan keagenan dalam perusahaan
memaksimalkan manfaat untuk masing-masing. Salah satu hubungan yang banyak adalah
antara kelompok manajemen dengan pemilik perusahaan. Manajer digaji oleh pemilik
untuk menjalankan mengelola aktivitas perusahaan, dengan demikian terbangunlah
hubungan keagenan. Tujuan manajer dan pemilik mungkin bukan merupakan
kesepakatan yang sempurna. Sangat mudah melihat bagaimana dalam maksimalisasi
manfaat untuknya, perilaku manajer akan menjadi konflik dengan kepentingan pemilik.
Pemilik berkepentingan intuk memaksimalkan ROI dan harga surat berharga, sementara
manajer mempunyai kebutuhan ekonomi dan psikologi yang lebih luas, termasuk
maksimalisasi total konpensasi mereka. Karena konflik yang potensial ini, pemilik
dimotivasi mengontrak manajer, seperti dengan jalan meminimalisasi konflik tujuan
antara kedua kelompok. Biaya yang dikeluarkan untuk memantau kontrak keagenan
dibebankan pada manajemen, dan biaya-biaya ini akan mengurangi kompensasi manajer.
Selanjutnya, manajer akan mendapatkan insentif dan menjaga agar biaya rendah dengan
tidak adanya konflik dengan pemilik. Teori agensi memposisikan konflik antara
manajemen dan pemilik dapat diredakan dengan pelaporan keuangan. Pelaporan

keuangan yang rutin adalah satu cara pemilk memonitor kontraknya dengan manajemen.
Akuntan merujuk pada tipe tradisional dari pelaporan sebagai pelayanan atau
pertanggungjawaban pada pemilik. Teori agensi juga digunakan untuk menjelaskan
permintaan untuk audit. Fungsi auditor adalah

pemeriksa independen dari laporan

keuangan yang disampaikan manajer pada pemilik. Sejarah perkembangan pelaporan


keuangan dan auditing didukung argumentasi teori agensi.
2. Signaling Theory
Menurut signaling theory, kemampuan perusahaan untuk mendapatkan dana dari
pasar modal akan meningkat jika pelaporan keuangan mereka baik. Selain itu, dengan
secara percaya diri melaporkan pada pasar modal, cost of capital perusahaan tersebut
akan lebih rendah karena ketidakpastian yang rendah, sehingga pada akhirnya resiko
investasi dan rate of return akan lebih rendah. Di pasar modal, perusahaan yang memiliki
performa baik akan memiliki insentif kuat untuk melaporkan hasilnya ke pasar modal.
Karena adanya kompetisi di pasar modal, maka ini menjadi desakan bagi perusahaan lain
untuk juga melaporkan hasil mereka. bagi perusahaan yang kinerjanya biasa-biasa,
melaporkan hasil mereka berarti menghindarkan diri dari kesan buruk para investor
karena perusahaan yang tidak berani melaporkan hasil mereka diasumsikan sebagai
perusahaan yang kinerjanya buruk. Perusahaan yang hasil kerjanya memang sudah buruk
juga dipaksa untuk melaporkan hasilnya untuk menjaga kredibilitas di mata investor.
Perusahaan harus melaporkan hasilnya secara sukarela agar kredibilitasnya terjaga.
Ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi citra perusahaan di pasar modal
pada saat itu :

Pengadopsian peraturan akuntansi.

Perusahaan yang mengadopsi peraturan lebih cepat diasumsikan sebagai perusahaan yang
baik.

Pemilihan metode akuntansi.

Perusahaan yang memilih metode akuntansi yang menyebabkan laba akhir menjadi lebih
kecil akan terlihat lebih kredibel.
Menurut penelitian Barton dan Waymire pada Oktober 1929, ada hubungan
positif antara kualitas pelaporan keuangan (faktor : transparansi, konservatisme

akuntansi, dan penggunaan audit eksternal) dengan insentif manajer untuk mengeluarkan
laporan keuangan.

3. Informasi yang tidak dilaporkan secara sukarela dapat diperoleh melalui private
contracting
Argumen ke-3 yang mendukung pasar non-regulasi adalah presumsi bahwa setiap
orang yang dengan sungguh-sungguh menginginkan informasi tentang sebuah perusahaan
akan dapat memperolehnya. Beberapa bagian dengan sendirinya akan membuat kontrak
untuk informasi dengan perusahaan , atau dengan pemilk atau secara tidak langsung
melalui perantara informasi, seperti analis saham. Jika informasi sungguh-sungguh
diinginkan harus tersedia publikasi dan gratis setiap pribadi dapat membeli informasi
yang diinginkan. Dengan cara ini, kekuatan pasar semestinya dihasilkan pada alokasi
yang optimal dari sumber-sumber kepada produksi informasi. Sebuah pengujian dari
pasar saham, menyatakan bahwa masyarakat memang akan melakukan kontrak secara
pribadi untuk informasi. Pasar surat berharga adalah lebih banyak sebagai pasar untuk
informasi sebagaimana sebuah pasar untuk surat berharga. Surat kabar investor hanya
tersedia untuk pelanggan, merupakan contoh yang baik dari membayar untuk informasi
pribadi. Pembelian yang agak kurang formal adalah perusahaan pialang untuk
pertimbangan investasi. Biaya untuk pertimbangan investasi tersebut merupakan biaya
yang seharusnya termasuk bea komisi.
Ada juga beberapa alasan yang mendukung dibuatknya regulasi untuk pelaporan
keuangan perusahaan, diantaranya terkait :

Adanya market failure

Kemungkinan bahwa pasar bebas bertentangan dengan social goals

Informasi yang ada di unregulated market tidak cukup comparable antar


perusahaan