Anda di halaman 1dari 1

Khemoterapi: Pada umumnya sitotastika hanya merupakan terapi ajuvan.

Khemoterapi yang sering dipergunakan ada karsinoma serviks uteri adalah


Methotrexate, Cyclophosphamide, Adramycin dan Mitomycin-C. Sitostatika
biasanya diberi kombinasi. (Tambunan, dr. Gani, W. : 1995:22)
Penatalaksanaan kemoterapi :
1. Instruksikan kemungkinan efek samping tindakan untuk setiap pengobatan.
2. Berikan informasi tertulis mengenai masing-masing obat meliputi kerja,
tujuan, dan efek samping.
3. Instruksikan pasien untuk tidak memakan obat lain kecuali kalau diberikan
oleh dokter termasuk obat antagonis yang berlebihan.
4. Beritahu pasien untuk tidak menelan obat aspirin atau obat antiinflamasi non
steroid, cek label obat secara hati-hati untuk obat ini.
5. Beritahu pasien terhadap perubahan yang harus dilaporkan pada tim
kesehatan sesegera mungkin : tanda infeksi, mual, dan muntah yang menetap,
perdarahan yang tidak biasa, atau adanya laserasi, diare atau perubahan
mental atau status emosional akut.
6. Menciptakan lingkungan yang terapeutik agar ibu dapat beristirahat dengan
tenang dan merasa nyaman dengan membatasi pengunjung.
Hasil: Ibu merasa lebih nyaman setelah dilakukan pemeriksaan.
(Gale, Danielle,1999:48)
7. Memberitahu ibu mengenai efek samping umum yang tampak dengan
kemoterapi yaitu rambut rontok, mual, muntah (Gale, Danielle, 1999:42).
Efek samping yang paling umum adalah meliputi stomatitis, supresi sumsum
tulang dan diare. (Gale, Danielle, 1999:44). Efek samping ini rupanya tidak
akan kelihatan dalam beberapa hari setelah terapi dan sering terjadi setelah
pemulangan dari rumah sakit atau pasien rawat jalan. (Gale, Danielle,
1999:45).