Anda di halaman 1dari 3

EDIBLE FILM ANTIMIKROBA DENGAN PADUAN POLI ASAM LAKTAT,

KITOSAN, DAN PATI SINGKONG

DISUSUN OLEH :
Setiowati Dwi Utami
&
Erika Yuliandari

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


INSTITUT PERTANIAN BOGOR
DEPARTEMEN KIMIA

PENDAHULUAN
Plastik telah menjadi kebutuhan hidup yang terus meningkat jumlahnya.
Plastik yang digunakan saat ini merupakan polimer sintetik yang terbuat dari
minyak bumi (non-renewable) yang tidak dapat terdegradasi mikroorganisme di
lingkungan. Kondisi demikian ini menyebabkan kemasan plastik sintetik tersebut
tidak dapat dipertahankan penggunaannya secara meluas karena akan menambah
persoalan lingkungan dan kesehatan diwaktu mendatang. Berdasarkan fakta dan
kajian ilmiah yang ada serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan dan lingkungan lestari merupakan faktor pendorong untuk dilakukannya
penelitian dan pengembangan teknologi bahan kemasan yang biodegradable
(Latief, 2001). Plastik biodegradable merupakan film kemasan yang dapat didaur
ulang dan dapat dihancurkan oleh aktivitas mikoorganisme. Salah satu
perkembangan plastik biodegradable adalah plastik biodegradable yang bersifat
antimikroba
Plastik yang bersifat antimikroba berpotensi dapat mencegah kontaminasi
patogen pada berbagai bahan pahan yang memiliki kadar air yang sangat tinggi
seperti jagung, buah-buahan, dan sayuran. Kombinasi antimikroba dengan
pengemasan dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba pada
makanan, memperpanjang umur simpan bahan makanan, dan memperbaiki mutu
pangan (Quintavalla dan Vicini. 2002). Jenis bahan antimikroba yang dapat
ditambahkan pada plastik adalah kitosan, poli asam laktat, dan pati (Campos et al.
2011). Penelitian aplikasi mengenai plastik antimikroba sudah cukup banyak
dikembangkan di Indonesia dengan menggunakan berbagai jenis pati seperti
tapioka, buah nangka kupas yang dilakukan oleh pikni pada tahun 2004, lempuk
durian yang dilakukan oleh harris pada tahun 2001, dan salak pondok yang telah
dilakukan oleh rahmawati pada tahun 2010. Sekarang telah dikembangkan
teknologi plastik antimikroba berbahan dasar kitosan.
Kitosan merupakan senyawa polimer yang dihasilkan dari ekstraksi hewan
bercangkang keras (krustasea). Kitosan memiliki sifat antimikroba dengan spektrm
yang luas, baik terhadap bakteri, jamur maupun kapang. Sifat antimikroba kitosan
berasal dari struktur polimer yang mempunyai gugus amin bermuatan positif.
Gugus amin kitosan dapat berinteraksi dengan muatan negative suatu molekul
seperti protein dari protein yang menyebabkan bocornya protein dan struktur
intraseluler dari mikroba ( Angka dan Suhartono 2000). Mekanisme kitosan dalam
menghambat mikroba dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu inaktivasi enzim-

enzim, perusakan bahan-bahan genetic mikroba, dan interaksi dengan menghambat


membrane sel (Vasconez et al.2009).

METODE PENELITIAN
Bahan
Bahan bahan yang digunakan adalah pati singkong, khitosan yang diisolasi
dari limbah kulit udang, asam laktat 98% yang dipolimerisasi menjadi asam poli
laktat, gliserol, katalis Sncl2, Hcl, NaoH
Alat- alat