Anda di halaman 1dari 36

PERENCANAAN PROGRAM KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Untuk meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan, diperlukan
suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana yang menyeluruh
(komprehensif dan holistik). Perencanaan kesehatan adalah kegiatan yang perlu dilakukan
di masa yang akan datang, yang jelas tujuannya. Langkah-langkah perencanaan
sebetulnya bersifat generik, yaitu sama dengan alur pikir siklus pemecahan masalah,
langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan adalah :
1. Analisis situasi
2. Identifikasi masalah dan menetapkan prioritas
3. Menetapkan tujuan
4. Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik
5. Menyusun rencana operasional.
Kelima langkah pokok di atas harus dilaksanakan secara berurutan (sistematis). Setiap
langkah yang dilakukan memiliki tujuan sendiri. Analisis situasi sebagai langkah awal
dalam perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin, sehingga dapat diperoleh gambaran
tentang masalah kesehatan yang ada serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah
kesehatan tersebut, yang merupakan tujuan dari analisis ini, pada akhirnya akan diperoleh
hasil dari analisis ini yang merupakan titik tolak perencanaan kesehatan terpadu dan
dalam langkah selanjutnya diikuti oleh kegiatan untuk merumuskan masalah secara jelas,
sekaligus menentukan prioritas masalah-masalah tersebut. Yang dimaksud dengan
masalah dalam perencanaan kesehatan tidak terbatas pada masalah gangguan kesehatan
saja, akan tetapi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk
(lingkungan, perilaku, kependudukan dan pelayanan kesehatan).
Menurut definisi, masalah adalah terdapatnya kesenjangan (gap) antara harapan
dengan kenyataan. Oleh sebab itu, cara perumusan masalah yang baik adalah kalau
rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut
dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif. Identifikasi dan prioritas
masalah kesehatan merupakan bagian dari proses perencanaan harus dilaksanakan dengan
baik dan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang
ditetapkan untuk ditanggulangi betul-betul merupakan masalah dari masyarakat, sehingga
1

dalam pelaksanaan kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada,


masyarakat dapat berperan aktif didalamnya
Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen
diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut
memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya
mereka secara berhasil guna dan berdaya guna Untuk mendukung keberhasilan
pembaharuan kebijakan pembangunan, telah disusun system kesehatan nasional yang
baru yang mampu menjawab dan merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan
masa kini maupun untuk masa mendatang
1.2.

Tujuan Penulisan
Untuk penambahan wawasan bagi Mahasiswa dalam memahami Perencanaan
Program Kesehatan dan cara menentukan Prioritasnya.

1.3.

Rumusan Masalah
Pengertian Perencanaan Kesehatan,cirri-cirinya, aspek-aspek serta Menetapkan
prioritas masalah,analisa masalah.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai

kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan (Billy
E.

GoetZ)
Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut penyususnan konsep serta kegiatan

yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi masa depan
yang lebih baik (Le Breton)
Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok yang
dipandang paling penting yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan (Maloch dan Deacon)
Perencanaan adalah proses menetapkan berbagai hambatan yang diperkirakan ada
dalam menjalankan suatu program guna dipakai sebagai pedoman dalam suatu organisasi
(Ansoff dan Brendenbrg)
2

Jadi Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalahmasalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber
daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun
langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan akan
menjadi efektif jika perumusan masalah sudah dilakukan berdasarkan fakta-fakta dan
bukan berdasarkan emosi atau angan-angan saja. Fakta-fakta diungkap dengan
menggunakan data untuk menunjang perumusan masalah. Perencanaan juga merupakan
proses pemilihan alternative tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan. Perencanaan
juga merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan sesuatu di masa akan datang, yaitu
suatu tindakan yang diproyeksikan di masa yang akan datang. Salah satu tugas manajer
yang terpenting di bidang perencanaan adalah menetapkan tujuan jangka panjang dan
pendek organisasi berdasarkan analisis situasi di luar (eksternal) dan di dalam (internal)
organisasi. (sumber Muninjaya,gde.2004.Manajemen Kesehatan : Jakarta)Analisis situasi
dalam hal ini dilakukan untuk mengahsilkan rumusan tujuan (setting strategic and
operational objectives) untuk arah pengembangan organisasi.Setelah tujuan straregis dan
operasional dirumuskan, tim perencana kemudian merancang program pengembangan
(program atau product design) yang dibutuhkan organisasi dalam hal ini di bidang
kesehatan.
2.2.

Aspek-Aspek Perencanaan
Ada 3 aspek pokok yang di perhatikan dalam perencanaan :

1. Hasil perencanaan disebut plan, berbeda antara satu perencanaan kegiatan dengan
perencana kegiatan yang lain Ex : rencana kesehatan atau rencana pendidikan.
2. Perangkat pelaksanaan (Mechanic of planning) adalah suatu organisasi ditugaskan
bertanggung jawab menyelenggarakan pekerjaan pelaksanaan.
3. Proses perencanaan (process of planning) adalah langkah-langkah yang harus
dilaksanakan pada pekerjaan perencanaan
2.3.

Ciri Ciri Perencanaan

1. Bagian dari sistem administrasi


2. Dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan.
3. Berorentasi pada masa depan.
4. Mampu menyelesaikan masalah.
5. Mempunyai tujuan
6. Bersifat mampu kelola.
3

2.4.

Menetapakan Prioritas Masalah


Menetapkan prioritas masalah merupakan suatu proses yang melibatkan sekelompok
Orang dengan mempergunakan metode tertentu dengan tujuan mengurutkan masalah
yang ada menurut tingkat kepentingannya.
Dalam Kegiatan identifikasi masalah menghasilkan segudang masalah kesehatan yang

menunggu untuk ditangani. Oleh karena keterbatasan sumber daya baik biaya, tenaga dan
teknologi maka tidak semua masalah tersebut dapat dipecahkan sekaligus (direncanakan
pemecahannya). Untuk itu harus dipilih masalah mana yang "feasible" untuk dipecahkan.
Proses memilih masalah ini disebut memilih atau menetapkan prioritas masalah. Pemilihan
prioritas dapat dilakukan melalui 2 cara, yakni :
2.5.

Teknik Skoring
Yakni memberikan nilai (scor) terhadap masalah tersebut dengan menggunakan

ukuran (parameter) antara lain :


a. Prevalensi penyakit (prevalence) atau besarnya masalah.
b. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut (severity).
c. Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate increase).
d. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut (degree of unmeet need).
e. Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diatasi (social benefit).
f. Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah (technical feasiblity).
g. Sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah,
Masalahnya besar diberi 5 paling tinggi dan bila sangat kecil diberi nilai 1. Kemudian
nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Masalah yang memperoleh nilai tertinggi (terbesar)
adalah yang diprioritaskan, masalah yang memperoleh nilai terbesar kedua memperoleh
prioritas kedua dan selanjutnya.
2.6.

Teknik Non Skoring


Dengan menggunakan teknik ini masalah dinilai melalui diskusi kelompok, oleh
sebab itu juga disebut "nominal group tecnique (NGT)". Ada 2 NGT yakni :

a.

Delphi Technique

Yaitu masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai keahlian


yang sama. Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan prioritas masalah yang disepakati
bersama.
b.

Delbeq Technique
4

Menetapkan prioritas masalah menggunakan teknik ini adalah juga melalui diskusi
kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya
maka sebelumnya dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama
terhadap masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah
yang disepakati bersama.
2.7.
1.

Menetapkan Prioritas jalan Keluar


Menyusun Alternatif Jalan Keluar
Untuk menyusun alternatif jalan keluar, digunakan berpikir kreatif (creative thinking).

Salah satu tehnik berpikir kreatif diantaranya dikenal dengan teknik analogi atau populer
dengan sebutan Synectic Tecnhnique. Jika dengan teknik berfikir kreatif masih belum
dapat dihasilkan alternatif jalan keluar dapat ditempuh langkah-langkah sbb :
1. Menentukan berbagai penyebab masalah
2.Untuk menetukan penyebab masalah,dilakukan curah pendapat (Brain Storming) dengan
membahas data yang telah dikumpulkan.
Untuk penyebab penyakit, perlu diketahui penyebab tunggal atau multipel. Untuk
menetapkan apakah sebuah organisme hidup spesifik menyebabkan penyakit tertentu,
maka harus memenuhi kriteria-kriteria ini (Henle & Koch), yaitu ; organisme harus ada
dalam setiap kasus penyakit, organisme itu harus dapat diidilasi dan ditumbuhkan didalam
kultur murni, organisme itu harus menyebabkan penyakit tertentu saat diinokulasi kedalam
seekor hewan yang rentan dan organisme itu selanjutnya harus dapat ditemukan dari
hewan tersebut dan diidentifikasi. Ada 4 faktor-faktor yang memegang peranan penting
sebagai penyebab penyakit yaitu :
1. Faktor predisposisi, misalnya umur, jenis kelamin dan penyakit terakhir yang diidap.
2. Faktor yang memungkinkan, misalnya pendapatan rendah, gizi buruk, perumahan yang
kumuh dan perawatan medis yang tidak edukat yang memungkinkan mendorong kearah
terjadinya pengembangan penyakit.
3. Faktor-faktor pencetus, misalnya paparan terhadap agent penyakit yang spesifik atau
agent beracun yang mungkin berasosiasi dengan terjadinya penyakit atau keadaan tertentu.
4. Faktor-faktor pemberat, misalnya pengulangan paparan dan kerja keras yang tidak
beraturan sehingga dapat mendorong kearah terjadinya suatu penyakit yang tertentu atau
keadaan yang tertentu pula. (sumber Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan
dan Pelayanan
2.

Memilih Prioritas Jalan Keluar


5

Menetapkan prioritas jalan keluar dari berbagai alternatif yang tersedia tidaklah
mudah. Berbagai macam alternatif yang tersedia haruslah dianalisis secara seksama
sebelum keputusan terhadap alternatif yang terpilih diambil. Analisis terhadap alternatif
yang tersedia sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Terdapat relevansi antara hasil alternatif dengan tujuan pemecahan masalah yang
dilakukan artinya dapat membantu mengurangi atau mengatasi masalah yang ada.
2. Efektifitas
3. Relatif cost, dalam hal ini berapa besar biaya dari masing-masing alternatif, pilihlah
alternatif dengan biaya relatif murah namun tidak mengurangi efektifitasnya.
4. Technical feasibility, apakah secara teknik suatu alternative dapat dijalankan.
5. Ketersediaan sumber daya untuk menjalankan alternative yang dipilih.
6. Keuntungan yang dimiliki oleh suatu alternative dibandingkan dengan alternative
lainnya.
7. Kerugian yang mungkin timbul akibat pemilihan suatu alternative.
Untuk memilih prioritas jalan keluar, dapat memakai teknik kriteria matriks.
Ada 2 kriteria yang lazim dipergunakan yaitu ;
a) Efektivitas Jalan KeluarPrioritas jalan keluar adalah nilai efektifitasnya paling tinggi.
Untuk menentukan efektifitas jalan keluar, dipergunakan kriteria tambahan seperti ;
besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude), pentingnya jalan keluar
(importancy), sensitivitas jalan keluar (vulnerability).
b) Efisiensi jalan keluarNilai efisien ini biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang
diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Untuk mengukur nilai prioritas (P) untuk
setiap alternative jalan keluar dengan membagi hasil perkalian nilai M (Magnitude) x I
(Importancy) x V (Vulnirelability) dengan nilai C. Jalan keluar dengan nilai P tertinggi
adalah prioritas jalan keluar terpilih.
BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Perencanaan Kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah

kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang
tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah
praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aspek aspek pokok yang di
perhatikan dalam perencanaan:
6

1. Hasil dari pekerjaan perencanaan.


2. Perangkat pelaksanaan
3. Proses perencanaan
3.2.

Saran

1. Bagi petugas kesehatan agar dalam pelayanan kesehatan sebaiknya system perencanaan
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
2. Bagi Mahasiswa agar selalu belajar tentang program kesehatan supaya bisa
diterapkannya nanti di waktu bekerja
3. Dalam perencanaan kesehatan harus dilakukan upaya pengembangan produk pelayanan
kesehatan secara berkesinambungan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Agar sebuah Perencanaan Program kesehatan berhasil maka kita dapat menggunakan
Analisa SWOT :
1. Strengths ( Kekuatan )
2. Weaknesses (Kelemahan)
3. Opportunities (Peluang)
4. Threats (Ancaman)
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2006. Sisitim Informasi Kesehatan.( http://www.metakom.com )
Anonim, 2006. Gambaran Siklus Perencanaan( http://www.kompas.com )
Anonim, 2006. Rencana Strategi Depkes ( http://www.depkes.com )
Maidin, alimin . 2004. Dasar-Dasar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK):
Makassar
Entjang, indan. 2000. ilmu kesehatan masyarakat: Jakarta
Muninjaya, gde.2004. Manajemen kesehatan : jakarta
Notoatmodjo, soekidjo. 2003. Ilmu kesehatan masyarakat : Jakarta
Wijono, Djoko. 1999. Manaemen Mutu Pelayanan Kesehatan : Surabaya
http://fkmutu.blogspot.com

Analisis SWOT Dalam Perencanaan Mutu Kebidanan

Assalamualaikum , hai sahabat dalam postingan saya kali ini akan membahas tentang
peengertian SWOT , cara pengaplikasikan analisis SWOT , dan manfaat analisis SWOT
dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Yuk dibaca , semoga bermanfaat
Sebelum kita menganalisis manajemen SWOT dalam perencanaan mutu
kebidanan ada baiknya kalo kita mengerti dulu apa itu SWOT ? . Pengertian analisis SWOT
adalah salah satu bentuk analisis dalam manajemen dengan menggunakan prinsip SWOT
(Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Analsis SWOT digunakan untuk melihat
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi.
SWOT menurut Sutojo dan F. Kleinsteuber (2002 : 8) adalah untuk menentukan tujuan usaha
yang realistis, sesuai dengan kondisi dan oleh karenanya diharapkan lebih mudah tercapai.
Analisa SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa
1960-1970an. SWOT adalah singkatan dari kata-kata Strength (kekuatan perusahaan)
Weaknesses (kelemahan perusahaan), Opportunities (peluang bisnis) dan Threats (hambatan
untuk mencapai tujuan).
Apabila teknik swot analisis tersebut diterapkan dalam kasus menentukan tujuan
strategi manajemen kebidanan dapat diutarakan sebelum menentukan tujuan-tujuan yang
ingin dicapai hendaknya perlu menganalisis : kekuatan dan kelemahan, peluang yang ada,
berbagai macam hambatan yang mungkin timbul.
Kinerja bidan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua
faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari
lingkungan Internal Strengths dan Weaknesses serta lingkungan eksternal Opportunities dan
Thearts yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal
Peluang dan Ancaman dan faktor internal Kekuatan dan Kelemahan.
Teknik analisis SWOT yang digunakan adalah sebagai berikut :
Analisis Internal
Analisis Kekuatan (Strenght)
Setiap bidan perlu menilai kekuatan dari kelemahannya dibandingkan para pesaingnya.
Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya
finansial, kemampuan kemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelaggan yang
dimiliki. Strenght (kekuatan) adalah keahlian dan kelebihan yang dimiliki oleh bidan pesaing.
8

Analisis Kelemahan (Weaknesses)


Merupakan keadaan bidan dalam menghadapi pesaing mempunyai keterbatasan dan
kekurangan serta kemampuan menguasai pasar, sumber daya serta keahlian. Jika orang
berbicara tentang kelemahan yang terdapat dalam tubuh suatu satuan yang dimaksud ialah
keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi
penghalang serius bagi penampilan kinerja yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai
keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan prasarana
yang dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, keterampilan
pemasaran yang tidak sesuai dengan tuntutan pasar, dan tingkat perolehan keuntungan yang
kurang memadai.
Analisis Eksternal
Analisis Peluang (Opportunity)
Setiap bidan memiliki sumber daya yang membedakan dirinya dari bidan lain. Peluang
dan terobosan atau keunggulan bersaing tertentu dan beberapa peluang membutuhkan
sejumlah besar modal untuk dapat dimanfaatkan. Dipihak lain, bidan-bidan baru
bemunculan. Peluang pemasaran adalah suatu daerah kebutuhan pembeli di mana bidan dapat
beroperasi secara menguntungkan.
Analisis Ancaman (Threats)
Ancaman adalah tantangan yang diperlihatkan atau diragukan oleh suatu
kecenderungan atau suatu perkembangan yang tidak menguntung-kan dalam lingkungan yang
akan menyebabkan kemerosotan kedudukan seorang bidan. Pengertian ancaman merupakan
kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ancaman adalah
faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan.
Jika tidak diatasi, ancaman akan menjadi ganjalan bagi yang bersangkutan baik untuk
masa sekarang maupun di masa depan. Dengan melakukan kedua analisis tersebut maka
seorang dikenal dengan melakukan analisis SWOT.

Aplikasi Analisis SWOT untuk Meningkatkan Perencanaan Mutu


Pelayanan Bidan

KEKUATAN (STRENGHT)
Pantang menyerah jika terjadi kesulitan
9

berkomitmen pada ucapan


Mampu bekerja keras
Bertanggung jawab pada perbuatan / pekerjaan
Mampu memehami materi dan praktek kebidanan
Memiliki teknologi yang menunjang pelayanan kebidananan
Kondisi finanasial baik
BPM berkualitas

KELEMAHAN (WEAKNESS)
Terlalu egois dan mudah emosi
Terlalu mementingkan diri sendiri
KESEMPATAN (OPPORTUNITY)
Kurangnya bidan desa
Menurunkan AKI dan AKB
Kehamilan dan persalinan yang aman
Adanya dukungan dari keluarga
Lingkungan mendukung
ANCAMAN (THREAT)
Banyaknya lulusan kebidanan
Banyak bidan senior yang lebih berpengalaman
Meningkatnya persaingan di antara lulusan AKBID

Manfaat Analisa SWOT Dalam Meningkatkan Perencanaan Mutu


Pelayanan Kebidanan
Manfaat analisa SWOT dalam meningkatkan perencanaan mutu pelayanan kebidanan secara

umum adalah sebagai berikut :


Dapat mengidetifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimilik oleh bidan.
Dapat mengidentifikasi kesempatan dan ancaman yang di hadapi oleh bidan
Dapat bermanfaat untuk melakukan perencanaan dalam upaya mengantisipasi masa depan
berdasarkan pengkajian pengalam di masa lampau, di topang sumber daya dan kemampuan

yang dimiliki saat ini yang akan di proyeksikan di masa depan.


SWOT juga bermanfaat sebagai pendorong bagi bidan untuk menyusun berbagai kebijakan

yang strategis terkait rencana pelaksanaan di masa dating


Menjadi bentuk bahan evaluasi kebijakan strategis dalam system perencanaan pelayanan
kebidanan.

10

Memberikan informasi mengenai kondisi yang dialami bidan saat ini, selanjutnya melalui
informasi yang ada tersebut akan menjadi pedoman bagi bidan untuk melakukan berbagai

kebijakan baru sebagai solusi atas hasil analisa yang sudah ada.
Memberikan tantangan ide ide baru bagi pihak manajemen bidan. Adanya berbagai
permasalahan seperti kelemahan, peluang serta kekuatan yang kecil ataupun ancaman dari
pihak luar akan mendorong bagian manajemen bidan untuk menemukan berbagai
idemkebijakan yang lebih fresh dan akan lebih efektif menjadi solusi atas berbagai
permasalahan yang ada.
Demikian artikel saya tentang pengertian SWOT cara pengaplikasikan di bidang kebidanan
dan manfaat analisa SWOT dalam meningkatkan mutu perencanaan kebidanan. Semoga
bermanfaat
I hope you really really like it , see you next post
Waalaikumsalam

11

ANALISA SWOT KEBIDANAN


1. ANALISA SWOT
Yang disingkat dari berbagai rujukan kata.
SWOT adalah sebuah singkatan dari :
1. S adalah STRENGHT (Kekuatan),
2. W adalah WEAKNESS (Kelemahan),
3. O adalah OPPORTUNITY (Kesempatan), dan
4. T adalah THREAT (Ancaman).

Strengths (Kekuatan) adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi


yang sifatnya internal dan pribadi secara eklusif guna agar supaya
kegiatan organisasi maupun pribadi dapat berjalan secara maksimal dan
baik.

Weaknesses (Kelemahan) adalah terdapatnya kekurangan pada kondisi


internal, akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi maupun pribadi belum
maksimal terlaksana dg baik.

Opportunities (Kesempatan) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang


positif dan biasanya sering di sebut sebagai peluang.

Threatss (Ancaman) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang negatif


dan hadirnya dapat mengganggu stabilitas dari kinerja.

Analisis swot adalah adalah suatu instrument dan kerangka perencanaaan


strategi. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan
kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana
untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi.
Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa
saja yang perlu diperhatikan oleh mereka. SWOT ini biasa digunakan untuk
menganalisis suatu kondisi dimana akan dibuat sebuah rencana untuk
melakukan sesuatu, sebagai contoh, program kerja.
2.
Matrix strategi
Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor SWOT diatas ditetapkan strategi-strategi
seperti di bawah ini:
Matrix

Aplikasi Analisis SWOT untuk


Menjadi Bidan Terbaik
Oleh :Lutfi L.C
prodi: D3 kebidanan Unipdu

12

KEKUATAN (STRENGHT)

Dukungan dari kedua orang tua


Memiliki semangat yang tinggi
berusaha keras
Mampu melihat keadaan
cepat bertindak dalam melaksanakan praktek kebidanan
mampu berlaku sopan dan santun terhadap pasien

KELEMAHAN (WEAKNESS)
Kurang percaya diri bila berhadapan dengan senior
mudah pesimis bila tidak adanya support
masih membutuhkan partner dan bantuan dalam bertindak

KESEMPATAN (OPPORTUNITY)

Kurangnya bidan desa maupun tenaga medis di lingkungan


pedesaan
Adanya dukungan dari kedua orang

ANCAMAN (THREAT)

Banyaknya lulusan kebidanan


Banyak bidan senior yang lebih berpengalaman sehingga
mengakibatkan senioritas

13

Home Pendidikan CONTOH ANALISIS SWOT SEDERHANA

CONTOH ANALISIS SWOT SEDERHANA

Written By Wahyu Munazat on Selasa, 02 April 2013 |


02.21

OLEH : WAHYU MUNAZAT

I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah

satu

ciri

sekolah

yang

bermutu

adalah

dapat

merespon

kepercayaan masyarakat artinya, bagaimana pihak sekolah mampu memberikan


pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak
yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia IPTEK serta era
globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai
dengan tuntutan masyarakat maka pihak sekolah perlu melakukan pembenahanpembenahan dalam hal sumber daya manusia yang profesional, manajemen
yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap
lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta
14

ketersediaan

sarana-prasana

yang

setaraf

dengan

pendidikan

bertaraf

internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya


bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan urusan
pendidikan dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat atau peranti untuk
mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja
layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu
strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi
(sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan
berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan analisis
SWOT.
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor faktor sistematis
untuk merumuskan strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun
organisasi sosial. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan
kekuatan (Strength), dan Peluang (opportunities), Namun secara bersamaan
dapat meminimalkan kelemahan (weaknessess) dan ancaman (threats). Proses
pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan visi,
misi, tujuan, dan kebijakan program program sebuah organisasi. Dengan
demikian perencana strategis (Strategic planner) harus menganalisis faktor
faktor strategis organisasi (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam
kondisi yang ada saat ini. Model yang paling populer saat ini adalah analisis
SWOT.
Organisasi yang dipilih oleh pemakalah dalam kajian makalah ini adalah
SMP N 2 Sidamulih. Model analisis SWOT di atas digunakan untuk menganalisis
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), Opportunity (Kesempatan), dan
Threats

(ancaman)

dari

Sekolah

tersebut.

Sebagai

bahan

pertimbangan

pemilihan sekolah ini adalah melihat sejauh mana nilai PLUS yang terdapat di
sekolah tersebut dan bagaimana kondisi dan situasi dari sekolah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
2.

Apakah definisi analisis SWOT?


Bagaimana penerapan Visi dan Misi melalui analisis SWOT di SMP N 2
Sidamulih?
15

1.3 Tujuan
1.
2.

Mengetahui definisi analisis SWOT


Mengetahui bagaimana penerapan Visi dan Misi melalui analisis SWOT di SMP N
2 Sidamulih

1.4 Manfaat
Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang analisis SWOT, cara
penerapan Visi dan misi melalui analisis SWOT di suatu organisasi sekolah.
II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis SWOT


SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan),
Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang
digunakan

untuk

mengidentifikasi

isu-isu

internal

dan

eksternal

yang

mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT


adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif
(memberi gambaran).
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.
S = Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari
2.

organisasi atau program pada saat ini.


W = Weakness,.adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari

3.

organisasi atau program pada saat ini.


O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di
luar

4.

organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi

organisasi di masa depan.


T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang
datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa
depan.
Dalam dunia pendidikan analisis ini digunakan untuk mengevaluasi fungsi
pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan evaluasi, fungsi ketenagaan,
fungsi keuangan, fungsi proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan,
16

fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan


masyarakat dan sebagainya dilibatkan. Maka untuk mencapai tingkat kesiapan
setiap fungsi dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT (Depdiknas, 2002).
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat
kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi
ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap
fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap
fungsi, baik faktor internal maupun eksternal (Depdiknas, 2002).
2.2 Visi dan Misi SMP N 2 Sidamulih
Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah
penetapan visi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang
realistic dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . Visi harus dapat
memberi kepekaan yang kuat tentang area focus bisnis. Hal ini lebih lanjut
diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95), bahwa visi adalah
pernyataan yang merupakan sarana untuk:
1. Mengkomunikasikan alas an keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas
pokok.
2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders
(sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen, pihak lain yang terkait).
3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan
perkembangan.
Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema
yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi
dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi
organisasi. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi:
1.

Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan idial masa depan yang ingin

diwujudkan.
2.
Visi dapat

memberikan

arahan

mendorong

anggota

organisasi

menunjukkan kinerja yang baik.


3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
4. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
5. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

17

untuk

Suatu

visi

akan

menjadi

realistik,

dapat

dipercaya,

menyakinkan,

serta

mengandung daya tarik, maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan


semua stakeholders. Selain keterlibatan semua pihak, visi perlu secara intensif
dikomunikasikan kesemua anggota organisasi sehingga mereka merasa sebagai
pemilik visi tersebut. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar
mudah diingat dan dijadikan komitmen
Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines
yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam
pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi. Untuk hal itu dibutuhkan
misi. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan
dengan visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh
organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang.
Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan
ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi.
Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan
organisasi

dalam

mencapai

tujuan

organisasi.

Dalam

pernyataan

misi

terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang
diemban suatu organisasi dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu.
Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi,
karena

misi

mewakili

alasan

dasar

untuk

berdirinya organisasi.

Banyak

organisasi gagal karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan


kepentingan

dirinya

sendiri

dan

mengabaikan

kepentingan

masyarakat

pelanggan maupun stakeholder. Oleh karena itu, misi harus jelas menyatakan
kepedulian organisasi terhadap kepentingan pelanggan.
Pernyataan misi harus:
1.

Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi
dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.

2.

Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.

3.

Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama


yang digeluti organisasi tersebut.
Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga
memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan organisasi. Misi berubah
18

apabila

kehendak

langkah/komponen

organisasi
manajemen

berubah

atau

strategik

karena

yang

lain.

adanya

validasi

Pernyataan

misi

mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi.


Kriteria pembuatan misi meliputi:
1.

Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang sangat


dibutuhkan oleh masyarakat.

2.
3.

Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.


Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang
meyakinkan masyarakat.

4.

penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan
keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia.
Berikut adalah Visi dan Misi SMP N 2 Sidamulih

Visi SMP N 2 Sidamulih


Sehat = (Sukses Edukatif Hasil Aktivitas Tuntas).
Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah sebagai berikut :
1. Semua warga sekolah memiliki perilaku yang sesuai dengan norma-norma
agama
2. berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian
3. ingin mencapai keunggulan dalam bidang akademik dan non akademik
4. mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah
5. mendorong adanya peningkatan ke arah yang lebih baik di bidang Imtaq dan
Ipteks
6. mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah
Misi SMP N 2 Sidamulih
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2. Meningkatkan kualitas pendidikan
3. Meningkatkan prestasi siswa sesuai dengan bakat, minat dan kreativitas
4. Mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
5. Meningkatkan, memelihara, melengkapi sarana dan prasarana pendidikan
sebagai wujud meningkatnya layanan pendidikan
6. Mengembangkan dan memacu profesional personal sehingga memperoleh SDM
yang berkualitas.
7. Meningkatkan disiplin semua personal dan meningkatkan kinerja
8. Meningkatkan hubungan kerja sama antara sekolah , komite, orang tua siswa
dan masyarakat
9. Mewujudkan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala
10. Meningkatkan kesejahteraan personal
19

11. Meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan.


12. Mendorong dan membantu anak didik meraih prestasi sesuai dengan potensi
yang dimiliki
13. Menanamkan disiplin semua personil terkait
14. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler
2.3 Analisis SWOT Visi dan Misi
Suatu kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai
sasaran jika sebelumnya dilakukan suatu perencanaan yang matang. Tidak
terkecuali dalam dunia pendidikan, di mana menyusun perencanaan sebagai
langkah awal akan cukup diperhitungkan guna mencapai tujuan yang ingin
dicapai (Sanjaya, 2009). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai
sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya
masing-masing.
Satu hal yang harus diingat oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa
analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk
menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi
oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan
jalan keluar yang tepat bagi masalah masalah yang dihadapi oleh organisasi.
Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman pada suatu lembaga sehingga mampu
memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan
membangun peluang.
Analisis SWOT adalah bagian dari tahap tahap perencanaan strategis suatu
organisasi yang terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pengumpulan data, tahap
analisis, dan tahap pengambilan keputusan. Pada tahap ini data dapat dibedakan

menjadi dua yaitu data eksternal dan data internal.


Data eksternal dapat diperoleh dari lingkungan di luar sekolah seperti:
Peran masyarakat
Donatur
Pemerintah
Organisasi lain
Pengambilan data eksternal diambil dari Opportunity (Peluang) dan Threat
(Ancaman)
Data internal dapat diperoleh dari dalam sekolah itu sendiri, antara lain:

Laporan keuangan sekolah


Administrasi sekolah
Kegiatan Belajar mengajar
Keadaan guru dan siswa
Fasilitas dan prasarana sekolah
Administrasi guru dan lain lain
20

Pengambilan data eksternal diambil dari Strength (Kekuatan) dan Weakness


(Kelemahan)
2.1.1
a.

Strength (Kekuatan)
Motivasi guru dan siswa cukup tinggi sehingga mampu mengembangkan
metode pembelajaran yang evektif dan disertai dengan penerapan iman dan

b.

takwa sehingga siswanya cukup antusias dalam merespon setiap pembelajaran.


Hubungan yang baik antara guru dengan guru ataupun guru dengan siswa
sangat kondusif baik dalam kegiatan ektrakurikuler ataupun pembelajaran untuk

c.

membentuk kwalitas siswa yang positif


Dalam segi pendekatan, metode yang diajarkan guru yang bervariasi sehingga
guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa dapat
mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan

d.

dan teknologi
Mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang cukup luas
serta didasari daya dukung yang sangat positif dari masyarakat sehingga dapat
meningkatkan hubungan kerja sama antara sekolah , komite, orang tua

e.

siswa dan masyarakat


Tenaga pengajar yang usianya relatif muda sehingga memiliki kinerja yang
tinggi dan semangat serta secara kependidikannya 95% lulusan S1 dan 5%
lulusan

S2

dalam

meningkatkan

disiplin

semua

personal

dan

meningkatkan kinerja untuk membentuk siswa menjadi lebih berpengalaman


f.

dan mendapatkan ilmu yang sesuai dengan tingkatannya


Kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler yang sangat efektip dengan tenaga
operasional yang memadai khususnya renang sangat diutamakan untuk
meningkatkan

prestasi

siswa

sesuai

dengan

bakat,

minat

dan

kreativitas
2.1.2
Weakness (Kelemahan)
a. Rekrutmen guru dan staf yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan dan
b.

sarat dengan unsur kekeluargaan


Keadaan guru sebagian besar masih berstatus honorer dan mengajar ditempat
lain sehingga proses pembelajaran sering terganggu dalam waktu pembelajaran

c.

yang telah ditentukan


Penerimaan siswa Baru/pindahan Peneriman siswa belum dilakukan dengan
cara test tetapi masih adanya titipan dari berbagai pihak dan jangkauan lokasi
sekolah dengan tempat tinggal siswa sehingga kemampuan siswa dalam segi
pembelajaran banyak dibawah standar pola pikir siswa yang mengikuti test

d.

penerimaan siswa baru.


Pembiyaan Orang tua siswa dalam anggaran pembangunan sangat sulit
dikarnakan kondisi perekonomian kebanyakan dibawah rata-rata.

21

e.

Belum bisa memfasilitasi sarana dan prasarana yang mendukung

untuk

pembelajaran terutama di perpustakaan dan di loboratorium sehingga kurang


kondusif dalam kelengkapan buku dan juga alat praktik yang dimanfaatkan oleh
f.

siswa untuk penunjang pembelajaran.


Gedung sekolah sudah membutuhkan banyak perbaikan dan penambahan
ruang seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan juga ruang kantor

2.1.3
a.

yang masih kurang memadai.


Opportunity (Peluang)
Dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana Sekolah
dengan cara mengajukan prososal ke Pemerintah Daerah Tingkat I dan Tingkat II

b.

perlu dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah


Pembangunan dengan tanah yang luas bisa memunjang ke arah yang

c.

refrisentatif
Sarana dan prasarana merupakan kekuatan yang telah ada agar bisa

d.

dipergunakan dan pemanfaatannya yang ada harus di kembangkan terus.


Dukungan masyarakat yang ingin menjadikan siswa menjadi berkwalitas di
masyarakat dan ingin setelah lulus dari SMP N 2 Sidamulih bisa melanjutkan ke

e.

jenjang yang lebih tinggi


Mengingat lokasi yang srtrategis menjadi kekuatan dalam perkembangan

f.

sekolah dalam perekrutan lulusan SD berpeluang cukup besar


Daya dukung orang tua tinggi dan terbukti dengan mendaftarkan anaknya di

2.1.4
a.

SMP N 2 Sidamulih
Threat (Ancaman)
Jarak yang begitu dekat antara lembaga pendidikan yang setingkat dengan

b.

SMP dengan banyaknya SMP SMP yang berkwalitas


Lingkungan sosial sekolah belum memiliki lapangan olah raga yang begitu
memadai sehingga siswa yang mengikuti praktek olahraga harus menyebrang
jalan raya provinsi untuk pergi ke lapangan begitu juga tempat parkir yang tidak

c.

cukup luas
Persaingan masuk SMA dan setingkatnya banyak memperoleh persaingan

d.

dengan SMP-SMP yang lebih berkwalitas dalam tes masuk SMA Negeri
Kemajuan Teknologi Komputer dan Informatika Belum terlalu maksimal karena
belum ada guru Khusus mengajar TIK di sekolah ini, jadi kemapuan dalam
bersaing dengan SMP lainnya yang sudah mempunyai tenaga pengajar yang

khusus akan lebih sulit.


e.
Bangunan yang belum sempurna dengan tidak adnya benteng membuat
keamanan sekolah menjadi terganggu
III
PENUTUP
22

3.1 Simpulan
Setelah menganalisis SWOT pada VISI dam MISI di sekolah SMP N 2
Sidamulih dapat dilihat pada masingi bobot antara kekuatan dan kelemahan
yang ada sehingga dapat disimpulkan bahwa antara kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki SMP N 2 Sidamulih ini seimbang. Hal ini bisa dijadikan pelajaran
untuk pihak sekolah bahwa kekuatan yang ada kurang begitu dimaksimalkan
untuk meminimalisir kelemahan yang ada. Diharapkan dengan analisis ini
sekolah akan terus berusaha dan meningkatkan kekuatan sekolah dengan
seoptimal mungkin agar kelemahan yang ada dapat teratasi. Begitu juga
peluang dalam sarana dan prasarana adalah peluang yang paling besar yang
dimiliki oleh SMP N 2 Sidamulih walaupun ini peluang ini masih jauh dari sekali
tertinggi tetapi haruslah dimanfaatkan secara maksimal dengan kerjasama yang
baik antara pihak sekolah dengan pihak diluar sekolah, dimana peluang ini akan
memperkecil ancaman pada butir lima yaitu persaingan dalam bidang TIK yang
belum begitu baik. Ancaman ini dapat diminimalisir dengan peluang tersebut
dengan cara tidak hanya infrastruktur saja yang di pehatikan tapi tenaga
pengajar yang mumpuni juga harus di penuhi

3.2 Saran
Sekolah SMP N 2 Sidamulih harus bisa meningkatkan berbagai prestasi
siswanya, sehingga siswa bisa bersaing dengan siswa dari SMP-SMP lain yang
kwalitasnya di atas SMP N 2 Sidamulih. Jika prestasi sekolah ini meningkat maka
masyarakat

sekitar

mempunyai

ketertarikan

sehingga

masyarakat

yang

mempunyai anak yang sudah tamat Sekolah Dasar akan mendaftarkan anaknya
ke SMP N 2 Sidamulih dengan pertimbangan bahwa anaknya kalau sekolah di
SMP ini bisa menjadi anak yang berprestasi.

23

METODE ANALISIS SWOT PADA BPS


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
BPS adalah sebuah balai pemgobatan swsta yang melayani pemeriksaan
kebidanan seperti ANC, pertolongan persalinan normal, KB yang sesuai dengan
Standart Pelayanan Kebidanan.
Analisis SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey
pada dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini merupakan sebuah akronim dari huruf
awalnya yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunity
(kesempatan) dan Threat (Ancaman). Analisa SWOT merupakan salah satu tolak
ukur yang di pakai dalam menjaga mutu pelayanan kebidanan.Di sini kami akan
mengambil sebuah analisa dari pelayanan di BPS bidan "R".
Pada umumnya,sebuah pelayanan di BPS memiliki kekurangan serta
kelebihan yang mana dengan keduanya dapat dijadikan untuk merevisi segala
kekurangan yang ada dan meningkatkan mutu dalam pelayanan kebidanan, analisa
SWOT di dalamnya berisi tentangn: kekuatan, kelemahan, harapan serta ancaman.
Metode analisys SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yg paling
dasar, yg berguna untuk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg
berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan
kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi
kekurangan dan menghindari ancaman.Jika digunakan dgn benar, analisis SWOT
akan membantu kita untuk melihat sisi-sisi yg terlupakan atau tidak terlihat selama
ini.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai analisis SWOT pada BPS dalam
upaya peningkatan kulaitas pelayanan.
B. Rumusan masalah
Bagaimana hasil analisis SWOT pada pelayanan BPS?
C.
1.
2.
3.

Tujuan penulisan
Untuk mengetahui hasil analisis SWOT pada BPS.
Untuk menambah wawasan penulis tentang analisis SWOT.
Untuk memenuhi tugas final mata kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas.
24

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah indikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Stengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Analisis swot adalah adalah suatu instrument dan kerangka perencanaaan
strategi. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan
kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana
untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen
ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu
diperhatikan oleh mereka. SWOT ini biasa digunakan untuk menganalisis suatu
kondisi dimana akan dibuat sebuah rencana untuk melakukan sesuatu, sebagai
contoh, program kerja.
Teknik analisis SWOT yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Analisis Internal
Analisis Kekuatan (Strenght)
25

Setiap bidan perlu menilai kekuatan dari kelemahannya dibandingkan para


pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi,
sumber daya finansial, kemampuan kemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan
basis pelaggan yang dimiliki. Strenght (kekuatan) adalah keahlian dan kelebihan
yang dimiliki oleh bidan pesaing.
Analisis Kelemahan (Weaknesses)
Merupakan

keadaan

bidan

dalam

menghadapi

pesaing

mempunyai

keterbatasan dan kekurangan serta kemampuan menguasai pasar, sumber daya


serta keahlian. Jika orang berbicara tentang kelemahan yang terdapat dalam tubuh
suatu satuan yang dimaksud ialah keterbatasan atau kekurangan dalam hal
sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi
penampilan kinerja yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai keterbatasan dan
kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan prasarana yang
dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, keterampilan
pemasaran yang tidak sesuai

dengan tuntutan pasar, dan tingkat perolehan

keuntungan yang kurang memadai.


2. Analisis Eksternal
Analisis Peluang (Opportunity)
Setiap bidan memiliki sumber daya yang membedakan dirinya dari bidan lain.
Peluang dan terobosan atau keunggulan bersaing tertentu dan beberapa peluang
membutuhkan sejumlah besar modal untuk dapat dimanfaatkan. Dipihak lain, bidanbidan baru bemunculan. Peluang pemasaran adalah suatu daerah kebutuhan
pembeli di mana bidan dapat beroperasi secara menguntungkan.
Analisis Ancaman (Threats)
Ancaman adalah tantangan yang diperlihatkan atau diragukan oleh suatu
kecenderungan atau suatu perkembangan yang tidak menguntung-kan dalam
lingkungan yang akan menyebabkan kemerosotan kedudukan seorang bidan.
Pengertian ancaman merupakan kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak
menguntungkan.
Jika tidak diatasi, ancaman akan menjadi ganjalan bagi yang bersangkutan
baik untuk masa sekarang maupun di masa depan. Dengan melakukan kedua
analisis tersebut maka seorang dikenal
26

dengan melakukan analisis SWOT.


Matriks Analisis SWOT
B. Tujuan Analisis SWOT
Tujuan utama perencanaan strategi adalah untuk memperoleh keunggulan
bersaing dan memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan
dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada.
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap
kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta peluang dan ancaman
lingkungan eksternalnya. Proses pengambilan keputusan strategi selau berkaitan
dengan pengambilan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan
demikian perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor perusahaan
(kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.
Faktor eksternal adalah faktor lingkungan luar perusahaan baik langsung
maupun tidak langsung. Faktor eksternal ini dapat berdampak positif ataupun negatif
bagi perusahaan, artinya ada yang memberikan peluang dan sebaliknya ada yang
memberikan ancaman.
Faktor internal adalah lingkungan yang berada dari dalam perusahan itu
sendiri. Faktor inilah yang menunjukkan adanya kekuatan atau kelemahan
perusahaan itu sendiri, baik yang sudah lampau, kini maupun yang akan datang.
Analisis SWOT mengarahkan analisis strategi dengan cara memfokuskan
perhatian

pada

kekuatan

(strengths),

kelemahan

(weaknesses),

peluang

(opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal yang kritis bagi
keberhasilan perusahaan. Maka perlunya identifikasi terhadap peluang dan
ancaman yang dihadapi serta kekutan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan
27

melalui telaah terhadap lingkungan usaha dan potensi sumber daya perusahaan
dalam menetapkan sasaran dan merumuskan strategi perusahaan yang realistis
dalam mewujudkan misi dan visinya.
Maka tujuan analisis SWOT pada perusahaan adalah untuk membenarkan
faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang telah dianalisis. Apabila
terdapat kesalahan, agar perusahaan itu berjalan dengan baik maka perusahan itu
harus mengolah untuk mempertahankan serta memanfaatkan peluang yang ada
secara baik begitu juga pihak perusahaan harus mengetahui kelemahan yang
dihadapi agar menjadi kekuatan serta mengatasi ancaman menjadi peluang.
C. Manfaat Analisis SWOT
Analisis SWOT bermanfaat apabila telah secara jelas ditentukan dalam bisnis
apa perusahaan beroprasi, dan arah mana perusahaan menuju ke masa depan
serta ukuran apa saja yang digunakan untuk menilai keberhasilan manajemen dalam
menjalankan misinya dan mewujudkan visinya. Manfaat dari analisis SWOT adalah
merupakan strategi bagi para stakeholder untuk menetapkan sarana-sarana saat ini
atau kedepan terhadap kualitas internal maupun eksternal.
D. Fungsi Analisis SWOT
Ketika suatu perusahan mengorbitkan suatu produk tentunya pasti telah
mengalami proses penganalisaan terlebih dahulu oleh tim teknis corporate plan.
Sebagian dari pekerjaan perencanaan strategi terfokus kepada apakah perusahaan
mempunyai sumber daya dan kapabilitas memadai untuk menjalankan misinya dan
mewujudkan visinya. Pengenalan akan kekuatan yang dimiliki akan membantu
perusahaan untuk tetap menaruh perhatian dan melihat peluang-peluang baru.
Sedangkan penilaian yang jujur terhadap kelemahan-kelemahan yang ada akan
memberikan bobot realisme pada rencana-rencana yang akan dibuat perusahaan.
Maka, fungsi dari analisis SWOT adalah untuk menganalisa mengenai
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan yang dilakukan melalui telaah
terhadap kondisi internal perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman
yang dihadapi perusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap kondisi eksternal
perusahaan.
Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi
yang memberikan andil terhadap kualitas mutu pelayanan atau salah satu
komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.
Analisis SWOT dapat dibagi dalam lima langkah:
1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
28

4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.


5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.
E. Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan
Setiap mereka yang terlibat dalam layanan kesehatan seperti pasien,
masyarakat

dan

organisasi masyarakat,

profesi

layanan

kesehatan, dinas

kesehatan, dan pemerintah daerah, pasti mempunyai persepsi yang berbeda


tentang unsur penting dalam menentukan mutu layanan kesehatan. Perbedaan ini
antara lain disebabkan oleh terdapatnya perbedaan latar belakang, pendidikan,
pengetahuan, pekerjaan, pengalaman, lingkungan dan kepentingan.
1. Bagi Pemakai Jasa Pelayanan Kesehatan/Masyarakat
Pasien/masyarakat (konsumen) melihat layanan kesehatan yang bermutu sebagai
suatu layanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan dan diselenggarakan
dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu, tanggap dan mampu
menyembuhkan

keluhannya

serta

mencegah

berkembangnya

atau

meluas

penyakitnya.
2. Bagi Pemberi Layanan Kesehatan
Pemberi layanan kesehatan (provider) mengaitkan layanan kesehatan yang bermutu
dengan ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau protokol, kebebasan profesi
dalam melakukan setiap layanan kesehatan sesuai dengan teknologi kesehatan
mutakhir, dan bagaimana keluaran (outcome) atau hasil layanan kesehatan tersebut.
Komitmen

dan

motivasi

pemberi

layanan

kesehatan

bergantung

pada

kemampuannya dalam melaksanakan tugas dengan cara yang optimal. Profesi


layanan kesehatan membutuhkan dan mengaharapkan adanya dukungan teknis,
administratif, dan layanan pendukung lainnya yang efektif serta efisien dalam
menyelenggarakan layanan kesehatan yang bermutu tinggi.
3. Bagi Penyandang Dana Pelayanan Kesehatan
Penyandang dana atau asuransi kesehatan menganggap bahwa layanan kesehatan
yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Pasien
diharapkan dapat disembuhkan dalam waktu yang sesingkat mungkin sehingga
biaya pengobatan dapat menjadi efisien.
4. Bagi Pemilik Sarana Layanan Kesehatan
Pemilik sarana layanan kesehatan berpandangan bahwa layanan kesehatan yang
bermutu merupakan layanan kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang
mampu menutupi biaya operasional dan pemeliharaan, tetapi dengan tarif yang
masih terjangkau oleh pasien/masyarakat, yaitu pada tingkat biaya yang tidak
mendapat keluhan dari pasien dan masyarakat.
29

5. Bagi Administrator Layanan Kesehatan


Administrator dapat menyusun prioritas dalam menyediakan apa yang menjadi
kebutuhan dan harapan pasien serta pemberi layanan kesehatan.
1.

F. Manfaat Analisis Swot Dalam Perencanaan Mutu Pelayanan Kebidanan


Strengths (kekuatan)
a. Tenaga kesehatan terjun langsung kemasyarakat dengan melakukan pemeriksaan
secara langsung melalui posiandu kepada ibu hamil,post partum dan balita
b. Pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan mengalami peningkatan.
c. Bentuk pelayanan kesehatan bagi keluarga difokuskan pada pelayanan kesehatan
ibu (yaitu pelayanan kebidanan dasar, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas).
d. Bumil telah menerima pelayanan rujukan baik ke Puskesmas perawatan maupun ke
e.

rumah sakit.
Tenaga kesehatan memberikan pelayanan KIA langsung di tengah-tengah
masyarakat bekerja sama dengan masyarakat setempat baik individu, kelompok,

tenaga kesehatan lain (bidan desa, dukun beranak, dokter, dsb.


f. Pelayanan yang diberikan maksimal dari tenaga kesehatan ( mengenai penyampaian
informasi ).
g. Meningkatnaya motifasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan.
h. Pelayanan yang diberikan cukup maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
2.
a.
b.
c.
d.

mengenai masalah kesehatan


Weakness (kelemahan)
Pada ruang KIA tidak adanya tempat untuk menyimpan tabung tes urine
Tempat penyimpanan vaksin kurang tertata rapih
Masih ada ibu yang belum termotifasi tentang pentingnya imunisasi pada anak
Banyaknya kegiatan posyandu dan puskesmas tidak terlaksana jika tidak ada tenaga

kesehatan.
3. Opportunities (peluang)
a. Pemerintah daerah telah melatih banyak bidan, dan mengirim mereka ke seluruh
daearah pedesaan
b. Adanya pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam peningkatan kesehatan ibu.
c. Tersedianya fasilitas media massa yang dapat dipergunakan untuk memperoleh
informasi tentang kesehatan.
d. Adanya keterlibatan kader dalam kegiatan posyandu.
e. Masyarakat yang tidak mampu akan dibantu melalui sistem JPKM yang disubsidi
f.

oleh pemerinta, dan JAMPERSAL untuk ibu melahirkan.


Pemerintah telah menyukseskan program kesehatan ibu dan anak melalui

peningkatan dan memperluas sarana dan prasarana kesehatan


g. Adanya peraturan dari pemerintah yang menganjurkan persalinan ditolong oleh
bidan bukan oleh dukun.
h. Adanya kebijakan Jamkesmas.
4. Threats (ancaman)
30

a. Perekonomian, informasi dan teknologi yang rendah berdampak pada peningkatan


resiko lebih tingginya angka kematian ibu.
b. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil dan balita.
c. Persoalan kematian yang terjadi lantaran indikasi yang lazim muncul seperti
pendarahan, keracunan kehamilan yang disertai kejang - kejang, aborsi, dan infeksi.
d. Tidak semua kelahiran adalah darurat, namun berpotensi menjadi keadaan darurat.
G. Penggunaan Metode Analisis SWOT dalam BPS
Dalam menilai mutu pelayanan BPS Ny R , saya menggunakan analisis
SWOT. Sebagaimana yang dapat saya sebutkan sebagai berikut:
1. S = Strength (kekuatan yang di miliki oleh BPS Ny R)
a. Bidan Ny R merupakan orang yang ramah, sopan, mempunyai jiwa sosial yang
b.
c.
d.
e.
f.

tinggi.
Bidan Ny R mempunyai keterampilan/skill yang baik.
Bidan Ny R mempunyai kemampuan konseling yang bagus.
Bidan Ny R selalu melakukan tindakan sesuai standart pelayanan kebidanan.
Bidan Ny R selalu mengikuti perkembangan teori yang baru.
Bidan Ny R orang yang bertanggung jawab dalam melakukan tindakan.

2. W = Weaknes (kelemahan / kekurangan yang di miliki BPS Ny R)


Kelemahan dari BPS NyR adalah
a. BPS ini memiliki kekurangan dalam hal sarana / peralatan yang di miliki.
b. Bidan Ny R mempunyai kasibukan lain yaitu Sebagai Pegawai Negeri Sipil di salah
satu rumah sakit daerah sehingga waktunya kurang dan tidak bisa melayani pasien
dengan maksimal.
3. O = Opportunity (peluang yang bisa di raih)
a. Bidan Ny R memiliki keterampilan/skill yang baik sehingga klien tidak takut
terhadap tindakan yang dilakukan olehnya.
b. Bidan Ny R memiliki kemampuan konseling yang bagus, sehingga klien merasa
lebih puas.
c. Dan bidan NyS bekerja sama dengan bidan lainnya dan seorang dokter Obgyn
sehingga banyak klien/pasien yang tetap menjadi pelanggan tetap dan menjadi
pilihan banyak klien/pasien.
4. T = Threat (ancaman yang dapat merugikan BPS)
a. BPS Ny R berdekatan dengan BPS lainnya sehingga ada ancaman klien/pasiennya
pindah ke BPS lain.
b. Lokasi BPS Ny R agak jauh dari jalan raya sehingga kurang terlihat oleh klien
baru/kurang strategis.

31

BAB III
ANALISIS SITUASI

1. 1.

SWOT/BALANCED SCORE CARD

Analisis situasi yang dilakukan secara internal oleh Program Studi D-III Bidan bertujuan
untuk mendeskripsikan gambaran keberadaan / kualitas institusi program studi saat ini.
Dalam konteks perencanaan strategis, hal tersebut sekaligus merupakan analisis kesenjangan
antara keadaan saat ini dengan gambaran masa depan yang diinginkan.
1. Kekuatan
Kebutuhan yang mendesak akan peningkatan kompetensi Kebidanan mendapatkan dukungan
dari pihak Akbid Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Yayasan. Dukungan sarana dan
prasarana yang tersedia di lingkungan Akbid Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta, yang meliputi
dosen berkualifikasi bidan pendidik (D-IV), dosen S-2 Kesehatan dan jaringan kerjasama di
wilayah Kalimantan dan sekitarnya.
1. Kelemahan
Organisasi dan tata kelola yang belum terkoordinasi, efektif, dan efisien merupakan
kelemahan utama. Sarana dan prasarana yang terbatas masih menjadi kendala dalam
penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Sistem evaluasi yang dilakukan Lembaga
Penjaminan Mutu belum berjalan dengan baik dan masih terbatas pada mutu akademik. Hal
tersebut juga dimungkinkan akibat sistem manajemen yang berkaitan dengan tata kelola
belum optimal.
1. Kesempatan
Adanya permintaan yang tinggi dari pihak pengguna lulusan khususnya wilayah Kalimantan
dan sekitarnya terhadap lulusan D-III Kebidanan, yang memberikan peluang bagi Program
Studi D-III Kebidanan untuk terus berupaya mengembangkan program studi D-III Kebidanan
Akbid Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta .
1. Ancaman
Banyaknya institusi penyelenggara pendidikan D-III Kebidanan di Indonesia bahkan di
Jogjakarta sendiri, menjadikan lulusan D-III Kebidanan menghadapi tantangan di lahan kerja,
baik dalam berkompetisi maupun dalam membuktikan bahwa peningkatan kompetensi
pendidikan berbanding lurus dengan peningkatan profesionalisme. Masalah jumlah lahan
praktek mahasiwa baik di rumah sakit maupun di komunitas.
Selain Itu jumlah program studi kesehatan lainnya seperti kesehatan masyarakat, keperawatan
dan farmasi baik jenjang S-1, D-IV dan D-III, juga menambah daftar persaingan dalam upaya
memperoleh calon mahasiswa baru, baik di wilayah Jogjakarta khususnya maupun Jawa
Tengah umumnya.
32

Dari uraian analisis situasi tersebut di atas, dapat dilakukan kuantifikasi posisi Program Studi
D-III Kebidanan pada tahun 2010 berdasarkan Internal and External Factors Analysis
Summary sebagai berikut:

33

BOBOT
NO

FAKTOR-FAKTOR

BOBOT

RATING

x
RATING

STRENGHT
Tanah dan Bangunan berstatus milik
sendiri
Jumlah staf pengajar/dosen yang latar
belakang pendidikannya bidan
pendidik (D-IV kebidanan) mencukupi
rasio dosen dengan mahasiswa.
Jumlah MoU dengan RS Bersalin,
Klinik Bersalin, Dinas Kesehatan dan
stake holder lainnya sangat memadai.
Penyelenggaraan kegiatan pendidikan
telah menggunakan
Kurikulum Berbasis Kompetensi

4
TOTAL
1
2

4
5
6
7

2
3

4
5
6

0,6

0,2

0,6

0,2

0,6

0,3

1,2

1
WEAKNESS
Belum ada Dosen yang berkualifikasi
Pendidikan S-2 Kebidanan
Kualitas Tenaga administrasi yang
belum memadai
Kuantitas dan kualitas sarana dan
prasarana
pembelajaran belum cukup memadai
(ruang kuliah,
alat dan sarana di labskill, computer
dan LCD,dsb )
Pendanaan institusi masih tergantung
pada sumber dana dari mahasiswa
(SPP)
Organisasi dan tata kelola belum
terlaksana dengan baik
Jumlah lahan praktek mahasiswa dalam
pelaksanaan praktik profesi yang
belum optimal
Belum optimalnya jumlah dan kualitas
penelitian dan pengabdian masyarakat

TOTAL
1

0,3

0,2

0,6

0,1

0,2

0,3

1,2

0,1

0,3

0,2

0,8

0,05

0,1

0,05

0,2

1
Opportunity
Peluang dosen untuk mendapatkan
beasiswa studi lanjut semakin besar
Pembentukkan jaringan alumni Akbid
Adanya proyek Proposal Hibah
Bersaing dari DIKTI guna
memfasilitasi pengembangan institusi
Peluang pengembangan kerjasama
dengan institusi pendidikan kebidanan
34
di tingkat regional dan nasional
Kesempatan pembukaan prodi baru
Tingginya minat permintaan lulusan DIII Kebidanan dari stake holder

3,4

0,2

0,6

0,1

0,2

0,3

1,2

0,1

0,3

0,2

0,1

0,2

Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa program studi D-III Akbid
Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta memiliki skor:
Strength Weakness : 3 3,4 = 0,4
Opportunity Therats : 4,1 3,9 = 0,2
1. 2.

ISU STRATEGIS

Dengan memperhatikan hasil analisa di atas yang menggambarkan kondisi internal dan
eksternal Program Studi dapat dilakukan pengembangan yang dilandasi isu strategis yang
berdasar dari hasil Evaluasi Diri sebagai kemampuan dasar pengembangan insitusi untuk
mencapai Visi dan Misi, dikembangkan isu strategis.
Isu Strategis merupakan hal-hal strategisyang memerlukan antisipasi dalam bentuk Grand
Strategy, Strategi, Kebijakan, dan Program yang konkrit, spesifik, visibel, terukur serta
berkelanjutan.
1. Mutu Pendidikan D-III Kebidanan yang berstandar nasional, melalui :
1)
Pengembangan Program Studi untuk mampu merengkuh akreditasi tertinggi secara
nasional
2)
Penjaminan Mutu penyelenggaraan pendidikan yang : a) berbasis evidence dan
competency (KBK) b) mempromosikan progressive nature of education dan life-long
learning ;
3)
Penjaminan kualitas lulusan sebagai tenaga kebidanan yang berkompeten dan
mampu mengembangkan pelayanan berkualitas dan aktif memajukan kesehatan ibu dan anak
serta masyarakat yang dilayaninya sebagai : Midwifery Care Provider dan Communicators
1. Mutu Manajemen , melalui :
1) Pengembangan Kepemimpinan ( Leadership ) dalam institusi program studi;
2) Pengembangan Relevansi Pendidikan;
3) Pengembangan Akuntabilitas Kinerja Institusi Program Studi;
4) Pengembangan Manajemen Internal;
5) Pengembangan sustainabilitas institusi; dan
6) Pengembangan efisiensi dan produktivitas program studi.
7) Pengembangan Sistim Informasi
1. Mutu Sumberdaya manusia, melalui :

35

1) Pengembangan Kualitas dan Kuantitas SDM diseluruh unit kerja dengan pola
pengembangan karir yang jelas
2) Pengembangan kualifikasi kependidikan untuk sertifikasi dosen;
3) Pengembangan keilmuan dan keterampilan manajerial manajemen Program Studi;

36