Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rumput laut (sea weeds) yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal sebagai Algae
sangat populer dalam dunia perdagangan akhir akhir ini. Rumput laut dikenal pertama kali
oleh bangsa Cina kira kira tahun 2700 SM. Pada saat itu rumput laut banyak digunakan
untuk sayuran dan obat obatan. Pada tahun 65 SM, bangsa Romawi memanfaatkannya
sebagai bahan baku kosmetik. Namun dengan perkembangan waktu, pengetahuan tentang
rumput lautpun semakin berkembang. Spanyol, Perancis, dan Inggris menjadikan rumput laut
sebagai bahan baku pembuatan gelas.
Kapan pemanfaatan rumput laut di Indonesia tidak diketahui. Hanya pada waktu
bangsa Portugis datang ke Indonesia sekitar tahun 1292, rumput laut telah dimanfaatkan
sebagai sayuran. Baru pada masa sebelum perang dunia ke 2, tercatat bahwa Indonesia telah
mengekspor rumput laut ke Amerika Serikat, Denmark, dan Perancis.Sekarang ini rumput
laut di Indonesia banyak dikembangkan di pesisir pantai Bali dan Nusa Tenggara.
Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa
digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya
lebih tinggi dari pupuk urea. Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang
bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi
manusia ialah rumput laut. Selama ini, rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan
makanan, seperti jelly atau agar-agar, roti, salad, saus, dan es krim. Selain bahan makanan,
tumbuhan laut yang termasuk keluarga gangga itu dapat diolah menjadi minuman semisal
yoghurt dan sirup. Karenanya, tidak heran jika rumput laut jenis tertentu banyak
dibudidayakan untuk memasok kebutuhan industri.
Kerang merupakan nama sekumpulan moluska dwicangkerang daripada famili
Cardiidae. Saat ini kerang belum banyak dimanfaatkan secara optimal, hanya sebatas daging
kerang yang dimanfaatkan sebagai makanan dan kulit kerang sebagai hiasan, dan lain-lain.
Sementara itu, sebenarnya kulit kerang bisa dimanfaatkan sebagai larutan pembersih air alami
karena kulit kerang ini mengandung material berpori dari bahan CaCO3 yang dapat mengikat
kotoran pada air. Limbah padat kerang berupa cangkang selama ini lebih banyak
dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti sebagai materi hiasan dinding atau materi

desain interior. Pemanfaatan lain yang sudah dikembangkan adalah menjadi campuran pakan
ternak. Hal yang sama juga terjadi di Thailand, sebagaimana dilaporkan Tongchan et al.
(2009) hampir semua limbah industri fillet dimanfaatkan untuk industri pakan ternak, padahal
dengan kandungan kalsium yang tinggi pada tulang ikan, sangat memungkinkan untuk
dihasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.Cangkang kerang dapat diupayakan
dengan memanfaatkan kandungan nutrisi yang ada untuk meningkatkan nilai tambah (added
value). Nutrisi cangkang kerang memiliki kandungan mineral terutama kalsium yang cukup
tinggi, sehingga diperlukan diversifikasi produk yang dapat digunakan sebagai sumber
kalsium alami.
Masyarakat indonesia kini telah sulit untuk memperoleh pupuk, akibat rendahnya
produksi pupuk akibat kurangnya bahan utama pembuat pupuk dibandingkan dengan luas
perkebunan yang dimiliki oleh masyarakat. Karena kebanyakan rumput laut yang kurang
prospektif hidup liar di wilayah perairan Indonesia dan tidak dimanfaatkan. Besarnya jumlah
limbah padat cangkang kerang yang dihasilkan memerlukan upaya serius untuk
menanganinya agar dapat bermanfaat dan mengurangi dampak negatif terhadap manusia dan
lingkungan.Rumput laut dan limbah cangkang kerang yang dianggap bernilai ekonomi
rendah itu sebenarnya berpeluang untuk dijadikan pupuk yang mengandung unsur hara makro
dan mikro cukup tinggi.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi dan waktu fermentasi yang
optimal dalam pembuatan pupuk organik cair dari bahan baku limbah rumput laut dan
cangkang kerang.
1.3 Manfaat

Memberikan alternatif baru bagi masyarakat untuk mengolah limbah rumput laut dan
cangkang kerang.

Mengurangi dampak negatif limbah rumput laut dan cangkang kerang.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Rumput Laut
Rumput laut adalah nama umum untuk menyebut pelbagai jenis organisme laut yang
dikenal sebagai alga. Penggunaan istilah rumput laut kadang menimbulkan kerancuan karena
dipakai untuk menyebut dua kelompok tanaman laut yang berbeda, yaitu lamun (seagrass)
dan gulma laut (seaweed). Justru di Indonesia kata rumput laut lebih sering digunakan untuk
menyebut gulma laut (seaweed). Meskipun secara botani alga bukan golongan rumputrumputan.
Rumput laut (atau lebih tepatnya gulma laut) adalah alga makroskopik yang hidup di
perairan. Layaknya alga lainnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Seluruh bagian rumput laut disebut talus (thallus). Talus pada rumput laut ada yang tanpa
percabangan dan bercabang-cabang dengan sifat mulai dari lunak, keras (diliputi zat kapur),
seperti tulang rawan, hingga berserabut.
Karena tidak memiliki akar, rumput laut hidup dengan menempel pada substrat (fitobintes)
baik pasir, lumpur, kayu, karang mati, maupun kulit kerang. Rumput laut hidup di perairan
laut dangkal hingga kedalaman 200 meter. Daerah persebarannya mulai dari perairan
beriklim tropis, subtropis, hingga perairan dingin.
Rumput laut merupakan salah satu hasil perikanan yang cukup penting di Indonesia,
baik sebagai sumber pendapatan nelayan/petani maupun sebagai sumber devisa negara.
Selain sebagai bahan baku industri, rumput laut dapat diolah menjadi berbagai makanan siap
saji seperti dodol, puding, tangkue, dan manisan. Manfaat yang paling dikenal dari rumput
laut adalah untuk pembuatan agar-agar. Namun di samping itu rumput laut ternyata
mempunyai manfaat-manfaat lainnya. Berikut adalah manfaat rumput laut.
1. Penghasil agar-agar; manfaat yang paling dikenal ini berasal dari rumput laut
jenisGracilaria spp, Gelidium spp., dan Gelidiopsis spp.
2. Penghasil Peragian; proses kimia peragian dapat memanfaatkan rumput laut dari
jenisEucheuma spp.
3. Penghasil algin atau alginat; alginat dapat dihasilkan dari rumput laut berjenis
sepertiSargassum spp.
4. Manfaat lainnya, antara lain sebagai obat tradisional, bahan makanan dan sayuran, bahan
kosmetik dan kecantikan, penyerap karbondioksida.

Rumput laut juga dapat digunakan sebagai pupuk organic karena banyak mengandung
kalium terutama dari kelas Rhodophyceae dan phaeophyceae. Negara Cina, Jepang, Inggris,
Prancis, dan Kanada menggunakan pupuk rumput laut untuk meningkatkan hasil panen
mereka terutama pada pemupukan kentang, ubi kayu, dan ubi jalar. Cara penggunaan rumput
laut sebagai pupuk akan lebih tepat lagi bila dicampur dengan pupuk kandang sebelum
digunakan, karena akan cepat membuat pupuk campuran ini menjadi busuk, sehingga
memungkinkan nitrogen serta fosfor segera terpakai. Pemupukan dengan menggunakan
rumput laut membantu mengikat pasir, memecah tanah liat atau lumpur dan menggemburkan
tanah.
Pupuk rumput laut baik padat, cair, maupun campuran keduanya dengan urea
diketahui kondisi tanaman menggunakan pupuk rumput laut lebih subur. Dalam uji coba
penyemprotan pupuk rumput laut dilakukan dua kali selama masa tanam. Secara umum,
tanaman yang diberi pupuk rumput laut menghasilkan batang lebih besar dan tegak, urat daun
terasa kasar, batang tidak mudah patah, dan daun berwarna hijau serta tidak mudah sobek.
Sedangkan tanaman yang disiangi pupuk urea memiliki batang yang mudah rebah dan patah,
daun berwarna hijau tua, urat daun terasa halus, serta mudah sobek. Uji efektivitas pupuk
rumput laut pada tanaman memberikan hasil tinggi tanaman yang diberi pupuk padat
mencapai 32,8 sentimeter. Sedangkan tanaman yang diberi pupuk urea tingginya mencapai
32,2 sentimeter. Panjang daun tanaman yang menggunakan pupuk rumput laut padat
mencapai 13,7cm, sedangkan daun tanaman yang menggunakan pupuk urea memiliki
panjang 9,3 cm.
2.2 Kerang
Kerang adalah hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak (moluska). Dalam
pengertian paling luas, kerang berarti semua moluska dengan sepasang cangkang. Kata
kerang dapat pula berarti semua kerang-kerangan yang hidupnya menempel pada suatu objek.
Ke dalamnya termasuk jenis-jenis yang dapat dimakan, seperti kerang darah dan kerang hijau
(kupang awung), namun tidak termasuk jenis-jenis yang dapat dimakan tetapi menggeletak di
pasir atau dasar perairan, seperti lokan dan remis.
Kerang juga dipakai untuk menyebut berbagai kerang-kerangan yang bercangkang tebal,
berkapur, dengan pola radial pada cangkang yang tegas. Dalam pengertian ini, kerang hijau
tidak termasuk di dalamnya dan lebih tepat disebut kupang. Pengertian yang paling
mendekati dalam bahasa Inggris adalah cockle. Dalam pengertian yang paling sempit, yang

dimaksud sebagai kerang adalah kerang darah (Anadara granosa), sejenis kerang budidaya
yang umum dijumpai di wilayah Indo-Pasifik dan banyak dijual di warung atau rumah makan
yang menjual hasil laut.
Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang (disebut juga cangkok atau katup) yang
biasanya simetri cermin yang terhubung dengan suatu ligamen (jaringan ikat). Pada
kebanyakan kerang terdapat dua otot adduktor yang mengatur buka-tutupnya cangkang.
Kerang tidak memiliki kepala (juga otak) dan hanya simping yang memiliki mata. Organ
yang dimiliki adalah ginjal, jantung, mulut, dan anus. Kerang dapat bergerak dengan kaki
berupa semacam organ pipih yang dikeluarkan dari cangkang sewaktu-waktu atau dengan
membuka-tutup cangkang secara mengejut.
Sistem sirkulasinya terbuka, berarti tidak memiliki pembuluh darah. Pasokan oksigen berasal
dari darah yang sangat cair yang kaya nutrisi dan oksigen yang menyelubungi organorgannya. Makanan kerang adalah plankton, dengan cara menyaring. Kerang sendiri
merupakan mangsa bagi cumi-cumi dan hiu. Semua kerang adalah jantan ketika muda.
Beberapa akan menjadi betina seiring dengan kedewasaan.
Cangkang adalah rangka luar pada kerang. Cangkang ini dibentuk oleh sel-sel
cangkang (epitel mantel) yang mengeluarkan secreta . Cangkang terdiri dari 3 lapisan dari
luar kedalam, adalah:
a. Periostracum, yang berwarna hitam,terbuat dari bahan tanduk yang disebut cocchiolin.
b. Prismatic, yang tersusun dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur yang berbentuk
prisma)
c. Lapisan nacreas (mutiara), juga terdiri dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur yang
berbentuk prisma tetapi susunannya lebih rapat.
Engsel cangkang dibentuk oleh jaringan ikat yang disebut ligamentum. Kedua
cangkang dapat membuka dan menutup, karena adanya dua otot adductor, satu terletak di
bagian anterior dan satunya lagi terdapat di bagian posterior.
Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ) dalam kadar yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan batu gamping, cangkang telur, keramik, atau bahan lainnya.
Hal ini terlihat dari tingkat kekerasan cangkang kerang. Semakin keras cangkang, maka

semakin tinggi kandungan kalsium karbonat (CaCO3) nya. Maka jika direaksikan dengan
asam kuat seperti HCl dan ion logam yang terlarut dalam air dapat mengendapkan kandungan
logam.
2.3 Pupuk Organik Cair

III. MATERI METODE


DAFTAR PUSTAKA