Anda di halaman 1dari 11

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa

bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan


galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, yang
secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman.

Di Indonesia obat tradisional dikenal sbg JAMU telah


digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia untuk
menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai penyakit sejak
berabad-abad yang lalu jauh sebelum era Majapahit. Obat
tradisional digunakan secara turun temurun.

Obat tradisional tersedia dalam berbagai


bentuk yang dapat diminum atau
ditempelkan pada permukaan pada
permukaan kulit. Tetapi tidak tersedia
dalam bentuk suntikan atau aerosol. Obat
tradisional biasa ditemui dlm bentuk serbuk.
Obat tradisional juga terdapat dalam
bentuk obat moderen spt kapsul, pil, tablet
dll.

Deskripsi Alpukat

Uraian Tumbuhan
Kingdom
: Plantae
Devisi
: Spermatophyta
Class
: Dicotylendonae
Ordo
: Ranunculales
Family
: Lauraceace
Genus
: Persea
Spesies
: Persea americana Mill

Kandungan zat aktif yang terdapat di daun


alpukat adalah flavonoid dan quersetin (Yuniarti,
2008).
Daun alpukat memiliki rasa yang pahit berkhasiat
sebagai diuretik dan menghambat pertumbuhan
beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp,
Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan
Bacillus sp. dapat digunakan untuk mengatasi
kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri
syaraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak
(bronchial swellings), dan menstruasi tidak teratur.

Berbagai penelitian tentang obat tradisional terus dikaji dan


dikembangkan hingga saat ini. Berbagai penelitian ini dilakukan
guna memajukan penggunaan obat-obatan yang berasal dari
bahan alam yang memiliki kegunaan terhadap dunia medis.
Salah satu contoh tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai
obat tradisional ialah Alpukat (Persea americana Mill), pada
bagian daunnya, daun alpukat memiliki berbagai khasiat yang
dapat menyembuhkan berbagai penyakit salah satu contohnya
ialah penyakit

HIPERTENSI.

Dalam penelitian Azizahwati (2010) serbuk daun


alpukat yang diekstraksi dengan menggunakan
ethanol 70% yang kemudian dinduksikan kepada
mencit dengan berbagai dosis berbeda. Ekstrak
etanol daun alpukat juga diketahui berfungsi
sebagai antihipertensi pada dosis 40 mg/kg bb.
Kemampuan menurunkan tekanan darah arteri ratarata pada mencit jantan dan betina 58 mmHg dan
54,5 mmHg.
Adha (2009) dalam penelitiannya mengenai
Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun alpukat
(Persea americana mill.) Terhadap aktivitas diuretik
tikus putih jantan sprague-dawley didapatkan
bahwa ekstrak etanol daun alpukat berperan
sebagai diuretik karena memberikan pengaruh
terhadap peningkatan pengeluaran urin. Dosis
optimum dari ekstrak daun alpukat adalah dosis 100
mg/kg bb

Dalam jurnal ilmiah mahasiswa Universitas


Surabaya, menurut Ong (2013), dalam Uji
Teratogenik ekstrak etanol daun alpukat (Persea
americana Mill) pada mencit betina didapatkan
bahwa pada kadar 1805 mg/kg BB penggunaan
ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana
Mill) telah memberikan efek antihipertensi
terhadap mencit betina dan tidak mengakibatkan
teratogenik terhadap janin.

Daun alpukat (Persea americana Mill) memiliki


aktifitas sebagai anti hipertensi hal ini
dikarenakan
Daun
alpukat
kandungan
flavonoid dan kalium yang mempengaruhi
pengeluaran urin. Kalium berfungsi sebagai
diuretik sehingga pengeluaran natrium cairan
meningkat, jumlah natrium rendah, tekanan
darah turun (Fitriani, 2009).

Pengumpulan Bahan Baku

Sortasi Basah

Pencucian

Perajangan

Pengeringan

Sortasi Kering

Pengepakan dan Pengemasan

Hingga
saat
ini
penggunaan
obat
tradisional dari bahan daun Alpukat (Persea
americana Mill) sebagai antihipertensi
masih diolah dengan cara konvesional
dengan menyeduh 3 lembar daun alpukat
dalam segelas air hangat. Pada sediaan
dipasaran daun alpukat masih jarang
ditemukan dalam bentuk obat moderen
seperti serbuk, kapsul, dan tablet.