Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Post Operasi ktur

Sub topik

: Mobilisasi post operasi fraktur

Sasaran

: Pasien dan keluarga di Ruang Tulip IB- Orthopedi

Tempat

: Ruang Tulip IB- Orthopedi

Hari/Tanggal

: Sabtu, 13 Desember 2014

Waktu

: 1 x 25 menit

I.

Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan kesehatan mengenai mobilisasi post fraktur
diharapkan pasien dan keluarga memahami tentang mobilisasi post fraktur
I. Materi
1. Pengertian fraktur
2. Penyebab fraktur
3. Manfaat mobilisasi post operasi fraktur
II. Metode
1. Ceramah.
2. Demostrasi
3. Tanya Jawab
III. Media
Leaflet, dan LCD.

IV. Kegiatan Penyuluhan


No.

WAKTU

KEGIATAN PENYULUH

1.

Pembukaa

Membuka

dengan

METODE

Ceramah

Mendengarkan

Ceramah

dari

Memperhatikan

Ceramah

Menyebutkan materi yang akan

Memperhatikan

Ceramah

n : 5 menit

kegiatan

KEGIATAN PESERTA
Menjawab salam

mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan

tujuan

penyuluhan

2.

Pelaksana
an

diberikan
Menggali pengetahuan pasien Memperhatikan
tentang fraktur

dan Ceramah

menjawab pertanyaan

10menit

yang diajukan
Memperhatikan

Menjelaskan pengertian fraktur

Menjelaskan penyebab fraktur

Menjelaskan mobilisasi pada

Memperhatikan
Ceramah
Memperhatikan

pasien post fraktur

Ceramah

Ceramah

Mendemonstrasikan mobilisasi
Memperhatikan

fraktur

Ceramah
Demostras
3.

Evaluasi :

Menanyakan kepada peserta

5 menit

tentang
diberikan,
kepada

materi
dan

yang

Menjawab pertanyaan

i
Ceramah

Mendengarkan

Ceramah

telah

reinforcement

peserta

yang

dapat

menjawab pertanyaan.

4.

Terminasi :

menit

Mengucapkan terimakasih atas


peran serta peserta.

Mengucapkan salam penutup

Menjawab salam

V. Kriteria Evaluasi
1.

Evaluasi Struktur
Peserta hadir ditempat penyuluhan
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang Tulip IB-

Orthopedi
Pengorganisasian

penyelenggaraan

penyuluhan

dilakukan

sebelumnya
2.

Evaluasi Proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan

secara benar
3.

Evaluasi Hasil
Pasien-pasien dapat menyebutkan pengertian fraktur, penyebab,
pencegahan dan mobilisasi post fraktur
Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 pasien

VI.

PENGORGANISASIAN
Pembicara

: Ayutria Oktaviana

Demostrasi

: Reno Ariyandi dan Annisa

Fasilitator

: Anshari Hidayat dan Indra Rezha

Observer

: Arianata Riska Agustina dan Antung Rosalia R

Dokumentasi : Desie Agustina


VII. DAFTAR PUSTAKA
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning
Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical
Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby
Company.
Poter & Pery. 2005. Fundamental Of Nursing

Lampiran Materi
II. MATERI SATUAN ACARA PENYULUHAN
Definisi
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh
trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti
degenerasi tulang / osteoporosis.
Fraktur adalah putusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan
yang disebabkan oleh kekerasan. (E. Oerswari, 1989 : 144). Fraktur atau
patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang
rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000 : 347).
Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia
luar. Fraktur terbuka adalah fragmen tulang meluas melewati otot dan
kulit, dimana potensial untuk terjadi infeksi (Sjamsuhidajat, 1999 : 1138).
Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa
terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dari
ketinggian), dan biasanya lebih banyak dialami oleh laki-laki dewasa.
Patah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak,
mengakibatkan pendertia jatuh dalam syok (FKUI, 1995:543)
Fraktur olecranon adalah fraktur yang terjadi pada siku yang disebabkan
oleh kekerasan langsung, biasanya kominuta dan disertai oleh fraktur lain
atau dislokasi anterior dari sendi tersebut (FKUI, 1995:553).
III. ETIOLOGI
1. Trauma langsung/ direct trauma, yaitu apabila fraktur terjadi di tempat
dimana

bagian tersebut mendapat ruda paksa (misalnya benturan,

pukulan yang mengakibatkan patah tulang).


2.Trauma yang tak langsung/ indirect trauma, misalnya penderita jatuh

dengan lengan dalam keadaan ekstensi dapat terjadi fraktur pada


pegelangan tangan.
3.Trauma ringan pun dapat menyebabkan terjadinya fraktur bila tulang itu
sendiri rapuh/ ada underlying disesase dan hal ini disebut dengan
fraktur patologis.
IV. TANDA DAN GEJALA
1.

Deformitas
Daya terik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang
berpindah dari tempatnya perubahan keseimbangan dan contur
terjadi seperti :
a. Rotasi pemendekan tulang
b. Penekanan tulang

2.

Bengkak : edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstravaksasi


darah dalam jaringan yang berdekatan dengan fraktur

3.

Echumosis dari Perdarahan Subculaneous

4.

Spasme otot spasme involunters dekat fraktur

5.

Tenderness/keempukan

6.

Nyeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari


tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan.

7.

Kehilangan sensasi (mati rasa, mungkin terjadi dari rusaknya


saraf/perdarahan)

8.

Pergerakan abnormal

9.

Shock hipovolemik hasil dari hilangnya darah

10. Krepitasi (Black, 1993 : 199).


Catatan: langsung pergi atau bawa korban ketika terindikasi patah tulang
ke tenaga terdekat atau hubungi tenaga kesehatan.
V.

LANGKAH-LANGKAH ROM POST FRAKTUR


Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas,
teratur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat menuju kemandirian

Mobilisasi :
1. Aktif
Yaitu latihan pada tulang dan sendi yang dapat dilakukan sendiri
tanpa bantuan perawata atau keluarga
2. Pasif
Mobilisasi pasif adalah latihan yang diberikan pada klien yang mengalami
kelemahan otot lengan maupun otot kaki berupa latihan pada tulang dan
sendi dimana klien tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga klien
memerlukan bantuan perawat atau keluarga
Manfaat Mobilisasi

Memelihara fleksibilitas dari tulang dan sendi

Menjaga agar tidak terjadi kerapuhan tulang

Meningkatkan kekuatan otot

Hal Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Mobilisasi

Perhatikan keadaan umum penderita, apakah merasa kelelahan,


pusing atau kecapaian

Pastikan cincin dan perhiasan dilepas untuk menghindari terjadinya


pembengkakan dan luka

Pastikan pakaian dalam keadaan longgar

Jangan lakukan pada penderita patah tulang

Jangan lakukan latihan fisik segera setelah penderita makan

Gunakan gerakan badan yang benar untuk menghindari ketegangan


atau luka pada penderita

Gunakan kekuatan dengan pegangan yang nyaman ketika melakukan


latihan

Gerakan bagian tubuh dengan lancar, pelan dan berirama

Hindari gerakan yang terlalu sulit

Jika kejang pada saat latihan, hentikan

Jika terjadi kekakuan tekan pada daerah yang kaku, teruskan latihan
dengan perlahan

Menurut (Potter & Perry, 2005), mobilisasi dapat di lakukan dengan


range of motion aktif.
1. Leher, spina, serfikal
Fleksi : Menggerakan dagu menempel ke dada, rentang 45
Ekstensi : Mengembalikan kepala ke posisi tegak, rentang 45
Hiperektensi : Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, rentang
40-45
Fleksi lateral : Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin
kearahsetiap bahu, rentang 40-45
Rotasi : Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler,
rentang 180
Ulangi gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
2. Bahu
Fleksi : Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke
posisi di atas kepala, rentang 180
Ekstensi : Mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh, rentang
180
Hiperektensi : Menggerakan lengan kebelakang tubuh, siku tetap lurus,
rentang 45-60
Abduksi : Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan
telapak tangan jauh dari kepala, rentang 180
Adduksi : Menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuhsejauh
mungkin, rentang 320
Rotasi dalam : Dengan siku pleksi, memutar bahu dengan
menggerakanlengan sampai ibu jari menghadap ke
dalam dan ke belakang, rentang 90
Rotasi luar : Dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai ibu jari
ke atas dan samping kepala, rentang 90
Sirkumduksi : Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh, rentang
360

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


3. Siku
Fleksi : Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke
depansendi bahu dan tangan sejajar bahu, rentang 150
Ektensi : Meluruskan siku dengan menurunkan tangan, rentang 150
4. Lengan bawah
Supinasi : Memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan
menghadap ke atas, rentang 70-90
Pronasi : Memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap
ke bawah, rentang 70-90
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
5. Pergelangan tangan
Fleksi : Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam
lenganbawah, rentang 80-90
Ekstensi : Mengerakan jari-jari tangan sehingga jari-jari, tangan,
lengan bawah berada dalam arah yang sama, rentang 8090
Hiperekstensi : Membawa permukaan tangan dorsal ke belakang
sejauhmungkin, rentang 89-90
Abduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari, rentang30
Adduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima jari,
rentang
30-50
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
6. Jari- jari tangan
Fleksi : Membuat genggaman, rentang 90
Ekstensi : Meluruskan jari-jari tangan, rentang 90
Hiperekstensi : Menggerakan jari-jari tangan ke belakang sejauh
mungkin,
rentang 30-60
Abduksi : Mereggangkan jari-jari tangan yang satu dengan yang lain,
rentang 30

Adduksi : Merapatkan kembali jari-jari tangan, rentang 30


Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
7. Ibu jari
Fleksi : Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak
tangan,rentang 90
Ekstensi : menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan, rentang 90
Abduksi : Menjauhkan ibu jari ke samping, rentang 30
Adduksi : Mengerakan ibu jari ke depan tangan, rentang 30
Oposisi : Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan
yang sama
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
8. Pinggul
Fleksi : Mengerakan tungkai ke depan dan atas, rentang 90-120
Ekstensi : Menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain, rentang
90-120
Hiperekstensi : Mengerakan tungkai ke belakang tubuh, rentang 30-50
Abduksi : Menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh,
rentang30-50
Adduksi : Mengerakan tungkai kembali ke posisi media dan
melebihijika mungkin, rentang 30-50
Rotasi dalam : Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain, rentang
90
Rotasi luar : Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain, rentang
90
Sirkumduksi : Menggerakan tungkai melingkar
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
9. Lutut
Fleksi : Mengerakan tumit ke arah belakang paha, rentang 120-130
Ekstensi :Mengembalikan tungkai kelantai, rentang 120-130
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
10. Mata kaki
Dorsifleksi : Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke

atas,
rentang 20-30
Flantarfleksi : Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke
bawah, rentang 45-50
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
11. Kaki
Inversi : Memutar telapak kaki ke samping dalam, rentang 10
Eversi : Memutar telapak kaki ke samping luar, rentang 10
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
12. Jari-Jari Kaki
Fleksi : Menekukkan jari-jari kaki ke bawah, rentang 30-60
Ekstensi : Meluruskan jari-jari kaki, rentang 30-60
Abduksi : Menggerakan jari-jari kaki satu dengan yang lain, rentang
15
Adduksi : Merapatkan kembali bersama-sama, rentang 15
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 k