Anda di halaman 1dari 30

#2 Steady-State Fotokonduktif

Elektronika Organik

Eka Maulana, ST., MT., MEng.

Teknik Elektro Universitas Brawijaya

Kerangka materi

Tujuan:

Memberikan pemahaman tentang mekanisme efek fotokonduktif dalam bahan organik.

Konsep fotokonduktif
Konsep
fotokonduktif
fotokonduktif dalam bahan organik. Konsep fotokonduktif Penyerapan cahaya Steady-state fotokonduktif mekanisme
Penyerapan cahaya
Penyerapan
cahaya
bahan organik. Konsep fotokonduktif Penyerapan cahaya Steady-state fotokonduktif mekanisme pergerakan elektron
Steady-state fotokonduktif
Steady-state
fotokonduktif
fotokonduktif Penyerapan cahaya Steady-state fotokonduktif mekanisme pergerakan elektron bebas dan hole, bahan
mekanisme pergerakan elektron bebas dan hole, bahan fotokonduktor organik untuk aplikasi optik
mekanisme pergerakan elektron bebas dan hole, bahan
fotokonduktor organik untuk aplikasi optik

Pertanyaan Dasar

Bagaimana cara merubah cahaya menjadi aplikasi elektronik?

KeajaibanKeajaiban ““ElektronElektron””

CahayaCahaya

KeajaibanKeajaiban ““ElektronElektron”” CahayaCahaya energienergi lainlain semikonduktor CurrentCurrent

energienergi lainlain

CahayaCahaya energienergi lainlain semikonduktor CurrentCurrent ((ElektronElektron))
semikonduktor
semikonduktor

CurrentCurrent

((ElektronElektron))

lainlain semikonduktor CurrentCurrent ((ElektronElektron)) Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 3
lainlain semikonduktor CurrentCurrent ((ElektronElektron)) Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 3

Fotokonduktif

Konsep Dasar Fotokonduktif:

Fenomena optis dan elektris dalam material semikonduktor yg mempengaruhi daya hantar listrik.

Pengaruh konduktivitas yang diakibatkan oleh penyerapan gelombang elektromagnetik.

Paparan cahaya mengenai material semikonduktor sehingga menyebabkan pertukaran elektron-hole.

Energi foton memicu pergerakan elektron bebas dalam

Diagram Tingkat Energi [valence band conduction band].

Bahan Foton Konduktivitas Organik material
Bahan
Foton
Konduktivitas
Organik
material

Cahaya ~ sumber energi bebas tak terbatas

• Cahaya memiliki sifat dualisme

– Gelombang elektromagnetik (Teori Maxwell) dengan tertentu

• Kecepatan propagasi c

• Gelombang radio, Microwave, IR, Visible, UV, X-Ray, -Ray

– Paket energi, foton atau partikel (teori Planck & Einstein)

energi, foton atau partikel (teori Planck & Einstein) • Sifat-sifat cahaya – Propagasi – Polarisasi –

• Sifat-sifat cahaya

– Propagasi

– Polarisasi

– Interferensi

– Difraksi

– Radiasi

Propagasi – Polarisasi – Interferensi – Difraksi – Radiasi Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 5

Sifat-sifat Cahaya

WarnaWarna

 oo (nm)(nm)

ff (Hz)(Hz)

EE fotonfoton ((eVeV))

red

630-760

~4.5 x 10 14 ~4.9 x 10 14 ~5.2 x 10 14 ~5.7 x 10 14 ~6.3 x 10 14 ~7.1 x 10 14

~1.9

orange

590-630

~2.0

yellow

560-590

~2.15

green

500-560

~2.35

blue

450-500

~2.6

violet

380-450

~2.9

Cahaya dengan panjang gelombang  o o < 400 disebut ultraviolet (UV).  oo < 400 disebut ultraviolet (UV).

Cahaya dengan panjang gelombang  o o > 700 nm disebut infrared (IR).  oo > 700 nm disebut infrared (IR).

Cahaya tersebut tidak dapat kita lihat langsung, namaun bisa dirasakan dengan cara mendeteksi efek panasnya (IR) dan dampak yang terlihat pada penderita kebakaran kulit karena UV.gelombang  o o > 700 nm disebut infrared (IR). Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 6

Efek Fotokonduktif

Spektrum Elektromagnetik

Efek Fotokonduktif Spektrum Elektromagnetik Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi
Efek Fotokonduktif Spektrum Elektromagnetik Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi
Efek Fotokonduktif Spektrum Elektromagnetik Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi
Efek Fotokonduktif Spektrum Elektromagnetik Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi

Diagram Tingkat Energi Elektron

Pita Konduksi

Foton

Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi Pita Valensi Steady-State

(e,h)

Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi Pita Valensi Steady-State Fotokonduktif
Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi Pita Valensi Steady-State Fotokonduktif
Diagram Tingkat Energi Elektron Pita Konduksi Foton (e,h) Selisih pita energi Pita Valensi Steady-State Fotokonduktif

Selisih pita energi

Pita Valensi

Latarbelakang Pendekatan Konsep

Diilhami dari mekanisme fotosintesis

Cahaya Karbon dioksida Karbohidrat Air Oksigen
Cahaya
Karbon
dioksida
Karbohidrat
Air
Oksigen

Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik

8

Pengaruh Panjang Gelombang Cahaya dan Proses Pelepasan Elektron

Pengaruh Panjang Gelombang Cahaya dan Proses Pelepasan Elektron Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 9

Mekanisme transfer energi sering terjadi dalam sistem biologi

Mekanisme transfer energi sering terjadi dalam sistem biologi Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 10

Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik

10

Optical Generation dari Model elektron bebas dan hole

“Conduction Band” (hampir) Kosong
“Conduction Band”
(hampir) Kosong

“terlarang”

Gap

Energi

“Valence Band” (hampir) terisi penuh
“Valence Band”
(hampir) terisi penuh

foton

p Energi “Valence Band” (hampir) terisi penuh foton Energi Elektron Jika foton memiliki energi yang lebih
Energi Elektron
Energi Elektron

Jika foton memiliki energi yang lebih besar daripada Gap Energi , foton akan diserap oleh semikondukor, mengeluarkan elektron dari pita valensi ke pita Gap Energi, foton akan diserap oleh semikondukor, mengeluarkan elektron dari pita valensi ke pita konduksi, dimana elektron bebas untuk bergerak.

Hole bebas berada disebelah kiri pada pita valensi.ke pita konduksi, dimana elektron bebas untuk bergerak . Proses penyerapan (absorbsi) ini mendasari operasi detektor

Proses penyerapan (absorbsi) ini mendasari operasi detektor cahaya fotokonduktif, fotodioda, fotovoltaik (solar) cell, dan kamera solid-state.bergerak . Hole bebas berada disebelah kiri pada pita valensi. Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 11

Pita Energi dalam Material

Pita Energi dalam Material Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 12
Pita Energi dalam Material Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 12

Carrier Generation and Recombinations

• Melalui mekanisme pasangan elektron & hole.

• Hamburan transport bisa terjadi karena variasi ketidak- sempurnaan kristal.

The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the

The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

Conduction Band

Valence Band

Pada equilibrium termal

Conduction Band Valence Band Pada equilibrium termal Dibawah illuminasi optis Steady-State Fotokonduktif |

Dibawah illuminasi optis

Transisi Pita ke pita adalah interaksi optoelektronik dalam semikonduktor

ke pita adalah interaksi optoelektronik dalam semikonduktor Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 14 14

Prinsip Kerja Efek Fotokonduktif

Energi Band Gap (Eg)
Energi Band Gap (Eg)
Prinsip Kerja Efek Fotokonduktif Energi Band Gap (Eg) Kondisi (I): tidak ada foton; (II): E f

Kondisi (I): tidak ada foton; (II): E f >E g ; (III): terdapat aceptor

Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik

15

Sifat-Sifat Optis

• Energi foton (hf) harus lebih besar atau melebihi gap energi semiconduktor (E g ) .

• Hamburan mempengaruhi transport elektron and hole

• Dua jenis hamburan:

– Absorpsi foton

– Emisi foton(dari rekombinasi e&h)

Absorpsi foton – Emisi foton(dari rekombinasi e&h ) Pita Konduksi Foton Pita Valensi Absorpsi Foton Emisi
Absorpsi foton – Emisi foton(dari rekombinasi e&h ) Pita Konduksi Foton Pita Valensi Absorpsi Foton Emisi

Pita Konduksi

Foton

Pita Valensi

Absorpsi

Foton Emisi
Foton
Emisi

Emisi-emisi Foton (Radiative Recombination)

• Emisi spontan

– Tidak membutuhkan foton pemicu

– Emisi tak-koheren

– contoh: LED

Pita Konduksi E e - - - - - E c hω E g E
Pita Konduksi
E
e
-
-
-
- -
E
c
E
g
E
v
+
+ +
+
E
h
+
Pita Valensi

• Emisi terstimulasi

– Mensyaratkan sejumlah foton

– Emisi Koheren

– contoh: Laser dioda

• Rekombinasi Radiatif

– Pasangan elektron-hole dari injeksi muatan (dari cahaya atau baterai external)

– Gain: (Emisi - Absorpsi)

– Sinar optik akan tumbuh sebagai hasil Gain positif

• Rekombinasi Non-radiatif

– Ketika rekombinasi menghasilkan panas atau “phonon

Photoconductive Light Detectors

E=hf

Photoconductive Light Detectors E = hf Semi- konduktor I V out • Foton memiliki energi yang
Photoconductive Light Detectors E = hf Semi- konduktor I V out • Foton memiliki energi yang
Semi- konduktor I V out
Semi-
konduktor
I
V out

• Foton memiliki energi yang lebih besar daripada gap energi semikonduktor yang diserap,

• Sehingga menciptakan elektron** bebas dan hole bebas,

• mengakibatkan resistivitas r semikonduktor menurun (konduktivitas meningkat)

Jenis-jenis Detektor Foton (anorganik)

Jenis-jenis Detektor Foton (anorganik) Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 19

PV cell Organik Single layer

PV cell Organik Single layer Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 20

Proses Pembangkitan Photocurrent

Proses Pembangkitan Photocurrent Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 21

Photocurrent, Photovoltage, Absorpsi

Photocurrent, Photovoltage, Absorpsi Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 22

Material Fotokonduktor Organik

Organik PhotoConductor
Organik PhotoConductor

Material Fotokonduktor Organik

Material Fotokonduktor Organik Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik 24

Steady-State Fotokonduktif | Elektonika Organik

24

Tugas Individu

1. Jelaskan Sifat dasar material organik fotokonduktor.

2. Jelaskan mekanisme exiton.

3. Jelaskan struktur dan sifat material organik PTCDA.

Tugas softcopy (ELORFotokonduktif_[Nama].doc/docx) dikirim ke :

email : ekamaulana@ub.ac.id Subject: ELORFotokonduktif_[Nama]

Penyerapan panjang gelombang cahaya pada 5-Polyacen

Penyerapan panjang gelombang cahaya pada 5-Polyacen Material Organik | Elektonika Organik 26

Struktur Molekul prototype semikonduktor organik

Struktur Molekul prototype semikonduktor organik PPV : poly(p-henylenevinylene) PFO : polyfluorene, P3AT :

PPV: poly(p-henylenevinylene) PFO: polyfluorene, P3AT: poly(3-alkylthiophene), Alq3: tris(8-hydroxyquinoline) aluminium, fullerene C60, CuPc: Cu-phthalocyanine,

Molekul Material Organik Transistor

Molekul Material Organik Transistor Commonly used organic molecules. Both α - 4T and α -6T are
Molekul Material Organik Transistor Commonly used organic molecules. Both α - 4T and α -6T are
Molekul Material Organik Transistor Commonly used organic molecules. Both α - 4T and α -6T are
Molekul Material Organik Transistor Commonly used organic molecules. Both α - 4T and α -6T are

Commonly used organic molecules. Both α-4T and α-6T are a chain of thiophene rings, and tetracene and pentacene are polyacenes (fused benzene rings). C60 possesses a fullerene-type

ball structure. CuPc and F-CuPc have a coordinate structure. (Liang Wang, “Nanoscale Organic and Polymeric Field-Effect Transistors and Their Applications as Chem. Sensors,” Ph.D.

dissertation, The University of Texas at Austin.)

28

Sumber material alam

Sumber material alam Material Organik | Elektonika Organik 29

Informasi

maulana.lecture.ub.ac.id

Informasi maulana.lecture.ub.ac.id Material Organik | Elektonika Organik 30