Anda di halaman 1dari 3

1.

Uji Stasionerotas Variabel


Pengujian stasioneritas pada variabel GDP, FDI dan GE menggunakan uji Augmented
Dickey-Fuller pada derajat level terlebih dahulu. Jika terdapat variabel yang tidak stasioner,
maka dilakukan pengujian pada derajat 1st difference supaya diperoleh data yang telah
stasioner sehingga dapat diproses lebih lanjut. Pada uji Augmented Dickey-Fuller ini, terbagi
lagi menjadi tiga jenis pengujian yakni pengujian pada intercept, trend and intercept, dan
none. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 1 berikut.
Tabel 1. Uji Stasioneritas Variabel dengan Augmented Dickey-Fuller
Probabilitas Augmented
Probabilitas Augmented
Variabel
Dickey-Fuller (Level)
Dickey-Fuller (1st difference)
Intercept Trend & None
Intercept Trend & None
Intercept
Intercept
GDP
1.0000
0.9983
1.0000 0.0366* 0.0393* 0.0943*
FDI
0.9246
0.8637
0.7898 0.0002* 0.0006* 0.0000*
GE
0.9998
0.9797
1.0000 0.0099* 0.0159* 0.0109*
Sumber: Data diolah
Tanda * pada tabel di atas merupakan simbol dari data yang telah stasioner. Tampak bahwa
ketiga variabel penelitian telah stasioner di derajat 1st difference. Secara rinci, variabel GDP
tidak stasioner pada derajat level, baik dari pengujan intercept (1.0000), trend and intercept
(0.9983), dan none (1.0000) karena hasil dari ketiga jenis pengujian tersebut tidak signifikan
atau berada di atas derajat kepercayaan yang bernilai 5 persen (0.05). Pada variabel FDI, hasil
pengujian intercept (0.9246), trend and intercept (0.8367), dan none (0.7898) berada di atas
tingkat signifikansi sebesar 5 persen, maka variabel tersebut tidak stasioner sehingga perlu
dilakukan pengujian pada derajat 1st difference supaya dapat diuji lebih lanjut. Kemudian
pada variabel GE, juga diperoleh data yang tidak stasioner pada derajat level pada 3 jenis
pengujian yakni intercept (0.9998), trend and intercept (0.9797), dan none (1.0000) karena
ketiganya bernilai di atas tingkat signifikansi sebesar 5 persen (0.05).
Adanya fakta bahwa seluruh variabel tidak stasioner menunjukkan bahwa perlu dilakukan
pengujian pada derajat 1st difference pada ketiga variabel penelitian yakni GDP, FDI, dan GE.
Pada variabel GDP yang telah diuji menggunakan intercept, trend and intercept, dan none
menunjukkan bahwa ketiganya telah stasioner karena nilainya signifikan atau di bawah 5
persen (0.0366 dan 0.0393) dan 10 persen (0.0943). sedangkan pada variabel FDI diperoleh
hasil yang serupa, yakni adanya data yang telah stasioner pada derajat 1st difference pada tiga
macam pengujian yakni 0.0002 untuk intercept, 0.0006 untuk trend and intercept, dan 0.0000
untuk none. Ketiganya bernilai signifikan karena berada di bawah 5 persen. Pada variabel
terakhir yaitu GE, diperoleh data yang stasioner pada pengujian intercept, trend and
intercept, dan none. Hasil pengujian adalah 0.00099 untuk intercept, 0.0159 untuk trend and
intercept, dan 0.0109 untuk none.
Dari penghitungan di atas, variabel GDP, FDI, dan GE tidak stasioner pada derajat level dan
telah stasioner pada derajat 1st difference. Setelah diperoleh data yang stasioner, maka data
dapat diproses lebih lanjut dan dapat dilakukan pengujian kointegrasi antar variabel.

Gambar 1. Hasil Impulse Reponse Seluruh Variabel


Gambar 1 di atas merupakan representasi dari guncangan yang timbul dari perubahan pada
suatu variabel yang akan mempengaruhi variabel lainnya pada sistem VAR atau adanya
guncangan dari variabel itu sendiri. Terdapat 10 periode guncangan pada gambar di atas.
Dari grafik-grafik tersebut tampak adanya beberapa grafik yang memiliki tingkat fluktuasi
yang tinggi yakni grafik respon pengaruh guncangan variabel GDP terhadap GDP itu sendiri,
grafik respon pengaruh guncangan FDI terhadap FDI itu sendiri, dan respon pengaruh
guncangan GE terhadap FDI.
Pada grafik respon pengaruh guncangan GDP terhadap GDP, tampak bahwa adanya respon
dari GDP sebagai dampak dari adanya shock variabel gangguan GDP itu sendiri. Adanya
shock tersebut menyebabkan GDP menurun signfikan pada 3 periode pertama kemudian
mengalami peningkatan kembali selama 1 periode (periode 3-4) setelahnya, dari periode 4-10
GDP cenderung stabil, atau dalam jangka pendek, GDP akan menurun sebagai dampak dari
adanya guncangan dari GDP itu sendiri. Namun dalam jangka panjang, GDP akan cenderung
stabil. Pada grafik lain yakni grafik pengaruh guncangan FDI terhadap FDI itu sendiri
menunjukkan adanya guncangan dari FDI terhadap FDI menyebabkan penurunan yang
signifikan pada 3 periode awal kemudian mengalami fluktuasi selama periode yang tersisa (410). Dalam jangka panjang pengaruh shock dari FDI terhadap FDI itu sendiri masih fluktuatif
dan belum stabil. Kemudian pada grafik pengaruh guncangan GE terhadap GE itu sendiri
menunjukkan adanya kenaikan selama 1 periode selanjutnya menurun selama 1 periode
kemudian mengalami fluktuasi setelahnya namun tidak terlalu signifikan. Dalam jangka
panjang, dapat dikatakan bahwa pengaruh dari guncangan GE terhadap GE itu sendiri
cenderung menurun di periode awal namun akan stabil pada periode setelahnnya.
Pada grafik pengaruh guncangan GDP terhadap GE, terjadi kenaikan yang tidak signifikan
pada periode 2 hingga periode 4 kemudian menurun dari periode 4 ke periode 6 dan
mengalami peningkatan kembali dari periode 7 hingga 8. Dalam periode jangka panjang,
tampak bahwa guncangan yang berasal dari GDP terhadap GE memiliki pengaruh yang tidak

terlalu besar sehingga grafik cenderung stabil atau dengan kata lain pengaruh GDP terhadap
GE dalam jangka panjang cenderung stabil.
Pada grafik pengaruh guncangan FDI terhadap GE cenderung meningkat di periode awal (24) kemudian mengalami fluktuasi yang cenderung datar atau dengan kata lain pengaruh
guncangan dari FDI terhadap GE cenderung stabil dalam jangka panjang.
Pada grafik pengaruh guncangan GE terhadap GDP menunjukkan adanya fluktuasi yang
selama 10 periode atau dalam jangka panjang. Namun fluktuasi ini tidak terlalu besar
sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh dari guncangan yang ditimbulkan oleh GE tehadap
GDP cenderung stabil selama 10 periode.