Anda di halaman 1dari 22

ANALISA DEBIT ALIRAN

MENGGUNAKAN SOLVARE
PADA SALURAN TIPE TRAPESIUM

Oleh :
M.KHOFIDUL QOLBI
1200822201028
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Riyadi, Jambi, Telp. (0741)
60673, 668073
Email:Khofidul@yahoo.com
Handphone : 08994020627

Sebelum membahas ke materi jurnal


marilah kita mengajak temen-temen
peserta untuk mengenal dan memahami
sedikit tentang solvare.

video

apakah anda suka frustasi


gara-gara hasil perhitungan
manual
tidak memenuhi syarat ?

Solvare merupakan pemanfaatan dari


program yang sudah ada dan diset sendiri
untuk mempermudah dalam menyelesaikan
suatu pekerjaan. Aplikasi pembuatan
solvare bisa memakai program apa saja ,
contoh :
- Microsoft excel
- Micrososft Visual Basic
- Microsoft publiser
- Macro
- Dan lain sebagainya.

MANFAAT MENGGUNKAN
SOLVARE
KITA SERING SEKALI MENGALAMI
KESALAHAN DIDALAM MENGERJAKAN
SUATU DATA ATAUPUN PENGERJAAN
PERHITUNGAN TUGAS MATAKULIAH,
ADA KALANYA KITA HARUS
MEMANAJEMEN WAKTU SE-EFISIEN
MUNGKIN GUNA MENCAPAI TARGET
TERSELESAIKANNYA PEKERJAAN

Abstrak
Debit aliran yang berpengaruh terhadap kualitas sungai dapat
menimbulkan beberapa permasalahan mengenai Ketersediaan data
debit (aliran sungai) di setiap wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS)
sangat penting bagi kegiatan program perencanaan dan
pengembangann sumberdaya air. DAS Batanghari yang yang terletak
di Propinsi Jambi, dengan luas total 4,537,881 Ha, yang terbagi
menjadi 6 (enam) Sub DAS yaitu: Batanghari Hulu; Batang Tebo;
Batang Tabir; Batang Sumai; Batang Merangin-Tembesi dan
Batanghari Hilir dimana secara keseluruhan mempunyai potensi
sumberdaya air yang cukup tinggi. Dalam analisis debit ini
menggunakan dua pendekatan yaitu : analisis debit rerata bulanan dan
analisis kurva duration debit (discharge duration curve). Hasil analisis
kurva duration debit untuk estimasi debit andalan (probability 80%) di
beberapa Sub DAS adalah sebagai berikut: Batang Tebo sebesar 60
m3/det; Batang Tabir sebesar 27 m3/det; Merangin Tembesi sebesar
53 m3/det dan Batanghari Hilir-Muara Tembesi sebesar 1000m3/det.

PENDAHULUAN
Debit air sungai adalah tinggi permukaan air
sungai yang terukur oleh alat ukur
pemukaan air sungai. Pengukurannya
dilakukan tiap hari, atau dengan pengertian
yang lain debit atau aliran sungai adalah laju
aliran air (dalam bentuk volume air) yang
melewati suatu penampang melintang
sungai per satuan waktu. Dalam sistem
satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam
satuan meter kubik per detik (m3/dt).

TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Pengukuran Debit
Teknik pengukuran debit aliran langsung di
lapangan pada dasarnya dapat dilakukan
melalui empat katagori ( Gordon et al.,
1992):
1. Pengukuran volume air sungai
2. Pengukuran debiut dengan cara
mengukur kecepatan aliran dan menentukan
luas penampang melintang sungai.
3. Pengukuran debit dengan menggunakan
bahan kimia ( pewarna) yang dialirkan
dalam aliran sungai (substance tracing
method).
4.
Pengukuran debit dengan membuat
bangunan pengukuran debit seperti weir (
aliran air lambat) atau flume ( aliran cepat).

METODE
Pada analisa debit aliran trapesium
dibutuh
berbagai
data
yang
menunjang dalam analisa debit muka
air, seperti lebar dasar sungai,
lebar/atau jarak antara muka kiri dan
kanan sungai, tinggi penampang
sungai, kemiringan alur sungai, dan
kekasaran permukaan sungai. Pada
analisa ini menghitung 2 jenis saluran
trapesium yaitu, berbentuk trapesium
biasa dan trapesium asimetri yang
bisa dilihat pada gambar 1.1 dan 1.2.

Gambar 1.1.
trapesium biasa

Gambar 1.2. trapesium

Gambar
1.2.
asimetri
trapesium AsimetrI

METODE
Metode yang dipakai dalam analisa debit aliran adalah
metode lumped approach dan segmented approach/
pemdekatan disamakan dan pendekatan tersegmentasi,
yang di terapkan melalui grafik 1.3 dan 1.4.

Grafik 1.3. lumped approach


Grafik 1.4. segmented approach

KERANGKA PEMIKIRAN
Mulai

Persiapan :
- Studi Pustaka
- Analisa Aliran

Peninjauan lokasi :
Suhu
Kemiringan Saluran
Dimensi Saluran
Dinding Saluran

Pengolahan Data :
Perhitungan
Debit Aplikasi
Excel

Hasil dan Simpulan

Selesai

HASIL DAN PEMBAHASAN


Perhitungan Debit aliran diambil contoh saluran trapesium
pada saluran irigasi rawa di Desa Rawa Pudak Kecamatan
Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.

Gambar Saluran Irigasi

HASIL DAN PEMBAHASAN


Perhitungan Debit Saluran
Pada lumped Approach diasumsikan bahwa kecepatan
aliran seragam pada profil penampang sungai untuk
muka air tertentu.
Step Pertama
Perhitungan menggunakan Spreadsheet excel dengan
memasukkan data :
Width (bottom) : Lebar dasar sungai
Width (top)
: Lebar /Jarak antara muka kiri dan
kanan
sungai.
Height (top)
: tinggi penampang sungai.
Slope
: Kemiringan alur sungai.
Manning
: Kekasaran permukaan sungai.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Input Data Dimensi Saluran Irigasi

HASIL DAN
PEMBAHASAN

DATA EXCEL

HASIL DAN PEMBAHASAN


Diagram hasil perbandingan 2 metode

Diagram. lumped
approach

Diagram. segmented
approach

DAFTAR PUSTAKA
Triatmodjo, B., 1996 Hidraulika II, Edisi
kedua,Beta Offset, Yogyakarta.
Perwitasari, Tarasinta Debit Aliran. 23
November 2014.
https://publicwiki.deltares.nl/display/JCP/Hitung+
Hidraulika+-+Debit+Aliran+Sungai.