Anda di halaman 1dari 38

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN ANTISEPTIK

PADA KULIT BUAH APEL TERHADAP


PERTUMBUHAN KOLONI KUMAN

RESSY DARA AMELIA


0910313191

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


cara
pencemaran
penyimpanan

Definis buah
Kandungan
buah apel

Penggunaan
Antiseptik sebagai
pencuci kulit buah
apel

Buah
Apel

Pencemaran
bakteriologis
pada kulit
buah apel

Hal yang
melatar
belakangi
Peneliti

Kuman pada
kulit apel

E.Coli
Shigella
Salmonella

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas
didapatkan masalah, apakah ada penurunan
koloni kuman terhadap cairan antiseptik yang
digunakan pada kulit buah apel?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
antiseptik terhadap pertumbuhan koloni kuman setelah pencucian
dengan cairan antiseptik yg sering digunakan pada kulit buah apel.

1.3.2 Tujuan Khusus


Mengetahui jumlah koloni kuman pada kulit buah apel sebelum
dibilas dengan cairan antiseptik
Mengetahui jumlah koloni kuman pada kulit buah apel setelah
dibilas dengan cairan antiseptik

1.5 Manfaat
Untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk lebih
memperhatikan cara mencuci kulit buah yang benar.

Sebagai masukan kepada para ilmuwan dan ahli di bidang kedokteran


untuk mencari informasi yang lebih mendalam mengenai pengaruh
pemberian cairan antiseptik terhadap penurunan koloni kuman di kulit
buah.

Diharapkan dapt menambah pengetahuan peneliti tentang pengaruh


pemberian cairan antiseptik terhadap penurunan koloni kuman di kulit
buah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Apel

2.1 Sejarah
apel

2.2 Kandungan
apel

2.3.Cara
pemasaran

2.4. Antiseptik

Sifat Antiseptik

Zat kimia yang terkandung


dalam antiseptik

2.5 Kuman patogen pada kulit buah


apel
shigella

E.Coli

Salmonella

Morfologi
kuman
Morfologi
kuman
Morfologi
kuman

2.6.
Pertumbuhan
mikroorganisme

Fase adaptasi

Fase pertumbuhan
awal

2.7. Faktor yang


mempengaruhi
pertumbuhan
bakteri

Ion anorganik

Fase pertumbuhan
lagaritmik
Fase pertumbuhan
lambat
Fase pertumbuhan
tetap
Fase menuju kematian

oksigen

BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL

apel

Pencemaran kulit buah


apel melalui:
-Melalui air
-Melalui udara
-Melalui keranjang dan
alat-alat lain

Pemberian cairan antiseptik

Mengurangi kuman

kontrol

Hitung koloni
kuman

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Jenis/Rancangan Penelitian


Penelitian ini mmenggunakan desain
postest
only
control,
bersifat
eksperimental dengan melakukan uji
efektifitas cairan antiseptik terhadap
pertumbuhan jumlah koloni kuman di
kulit buah apel.

4.2.
lokasi
4.3
Sampel

Penelitian ini akan dilakukan di


Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas pada bulan Juli-Oktober
2013.

Buah apel yang berasal dari tiga


tempat penjuanlan buah yang
berbeda sebanyak 30 apel.

4.4 Identifikasi Variabel Penelitian


dan Definisi Operasional Variabel
4.4.1 variabel Independen
Konsentrasi cairan antiseptik terhadap kuman
enterik adalah dengan konsentrasi sesuai standar
baku (1%), dan kontrol.
4.4.2 Variabel Dependen
Jumlah kuman enterik pada kulit buah apel
yang tumbuh sebelum dan sesudah dicuci dengan
konsentrasi sesuai standar baku (1%) dan kontrol.

4.4.3 Defenisi Operasional


1
Cairan antiseptik yang mengandung natrium alkil
benzena sulfonat yang berefekantibakteri.

2
Pertumbuhan kuman pada kulit buah apel

4.5 Alat dan Bahan


Alat

Bahan

Cawan Petri
Tabung Reaksi
Lidi kapas ose
Lampu spritus
Lidi kapas steril
Spuit 1 ml, 5 ml, 10 ml
Otoklaf
Colony counter

Nutrient agar
Aquades steril
Buah apel sebanyak
60 buah
Cairan antiseptik yang
mengandung alkil
benzena sulfonat atau
linier alkil sulfonat

4.6 Cara Kerja


4.6.1 Sterilisasi Alat
Semua alat

-dicuci dan dikeringkan


-dibungkus dengan kertas
perkamen

oktoklaf (121C 15 menit)


*jarum ose dan pinset

pemijaran

4.6.2 Apel sebelum dicuci dengan antiseptik


1. Proses rendaman I : masukkan setiap apel
kedalam masing-masing larutan media cair dan
dibiarkan selama 1 menit, kemuadian angkat
buah apel.
2. Media cair
inkubator lebih kurang 4 jam.
3. Ambil dengan lidi kapas steril media tadi dengan
cara diaduk sebelumnya.
4. Oleskan ke media nutrient agar
inkubator
selama 18-24 jam.
5. Hitung jumlah koloni yang tumbuh.

4.6.3 Apel setelah dicuci dengan cairan


antiseptik
1. Proses rendaman ke II : Masukkan setiap
apel kedalam masing-masing larutan
cairan antiseptik dengan konsentrasi 1 %
dan dibiarkan selama 1 menit, angkat buah
apel
2. Media cair
inkubator lebih kurang 4
jam.

2. Ambil dengan lidi kapas steril media tadi


dengan cara diaduk sebelumnya.
3. Oleskan ke masing-masing media nutrient
agar
inkubator selama 18-24 jam.
4. Hitung jumlah koloni yang tumbuh.

4.6.4 Perhitungan hasil penelitian

Hitung koloni
kuman sebelum
dibilas dan setelah
dibilas

Dikonversikan
dalam bentuk tabel

Analisis data
dengan
menggunakan
independent
sample t-test

4.7. skema penelitan

4.7.1 Apel sebelum dibilas dengan cairan


antiseptik
30 buah
apel

Masukkan kedalam larutan


media cair

Diamkan selama 1 menit

Apel dikeluarkan dari


larutan media

Media cair diinkubasi


selama 4 jam

Ambil dengan lidi kapas


steril
Inkubasi selama 18-24 jam

Oleskan ke nutrient agar


Hitung jumlah kuman

4.7.2 Apel setelah dibilas dengan cairan


antiseptik
30 buah
apel
Masukkan kedalam cairan antiseptik
(1%)

Diamkan selama 1 menit

Apel dikeluarkan dari larutan


Masukkan apel kembali ke media
cair
Apel dikeluarkan dari larutan
Media cair
diinkubasi selama
4 jam
Oleskan ke media nutrient agar

Inkubasi selama
18-24 jam

Hitung jumlah
koloni kuman

BAB V
HASIL PENELITIAN

5.1 Pencucian apel tanpa menggunakan cairan


antiseptik
No

Jumlah koloni kuman tanpa


pemberian cairan antiseptik

No. Jumlah koloni kuman tanpa


pemberian cairan antiseptik

1.

280

16.

496

2.

424

17.

50

3.

456

18.

496

4.

480

19.

168

5.

320

20.

15

6.

384

21.

416

7.

688

22.

488

8.

424

23.

344

9.

616

24.

456

10.

472

25.

264

11.

144

26.

560

12.

256

27.

27

13.

120

28.

288

14.

352

29.

408

15.

30.

520

5.2 Pencucian apel dengan menggunakan cairan antiseptik


No. Jumlah koloni kuman dengan
menggunakan cairan antiseptik

No.

Jumlah koloni kuman dengan


menggunakan cairan antiseptik

1.

216

16.

75

2.

344

17.

60

3.

256

18.

70

4.

416

19.

20

5.

224

20.

48

6.

424

21.

360

7.

480

22.

224

8.

304

23.

312

9.

272

24.

384

10.

232

25.

296

11.

23

26.

528

12.

52

27.

20

13.

11

28.

224

14.

28

29.

38

15.

30.

336

Pengolahan Data I

Uji
kolmogorov
smirnov

P= 0,249

Data
berdistribusi
normal

Pengolahan Data II
Independent sampel T-test
Apel

Mean

P value

Jumlah kuman tanpa


pemberian cairan
antiseptik

30

347,33

0,03

Jumlah kuman dengan


pemberian cairan
antiseptik

30

209,33

0,03

BAB
BAB VIVI
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN

Uji independent T-test


Semakin tinggi konsentrasi ABS semakin
sedikit jumlah kuman yang tumbuh
(Priyani dkk,2006)
Sanitizer

BAB
VII
BAB VII
PENUTUP
PENUTUP

Kesimpulan :
1. Ditemukan jumlah koloni kuman pada kulit buah
apel tanpa menggunakan cairan antiseptik
adalah 347,33
2. Ditemukan jumlah koloni kuman pada kulit buah
apel yang menggunakan cairan antiseptik adalah
209,33
3. Didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian
cairan antiseptik pada kulit buah apel dapat
dilihat bahwa ada perbedaan jumlah rata-rata
kuman antara yang diberi dengan yang tidak
diberi.

Saran :
1. Dilakukan penelitian lebih lanjut tentang
pengaruh pemberian cairan antiseptik terhadap
pertumbuhan koloni kuman pada kulit buah yang
lain.
2. Dilakukan penelitian lebih lanjut tentang
pengaruh pemberian cairan antiseptik pada kulit
buah apel terhadap pertumbuhan koloni kuman
dengan penggunaan konsentrasi antiseptik > 1 %.
3. Memperhatikan cara pencucian kulit buah
apel yang baik dan benar sesuai dengan
standarnya.