Anda di halaman 1dari 4

Jenis Teori

Tokoh Pengagas
Behaviouristik Edward Lee
Thorndike (18741949)

Behaviouristik Ivan Petrovich Pavlov


(1849-1936)

Behaviouristik Burrhus Frederic


Skinner (1904-1990)

Prinsip Teori
Belajar adalah peristiwa
terbentuknya asosiasiasosiasi antara peristiwaperistiwa stimulus dengan
respon. Stimulus adala suatu
perubahan dari lingkungan
eksternal yang menjadi
tanda untuk mengaktifkan
organisme untuk bereaksi
atau berbuat. Respon adala
tingkah laku yang
dimunculkan karena adanya
perangsang.
Pavlov berpendapat belajar
merupakan hubungan antara
peristiwa stimulus dengan
respon, dengan stimulus
bersyarat berulang-ulang
sehingga memunculkan
respon yang diinginkan

Penekanan Teori
Thorndike menekanan
teorinya pada hubungan
stimulus dengan respon

Skinner pada teori operant


conditioning dimana respon
dapat meningkat apabila
diberikan stimulus atau
disebut reinforcement. Dan
respon dapat menurun tanpa
adanya stimulus

Skinner menekankan
pada pemberian
stimulus dan juga pada
perubahan perilaku
penerima respon

Pavlov menekankan
pada pengkondisian
perilaku penerima
rangsang yang dalam
percobaannya berupa
anjing

Jenis Teori
Kognitif

Tokoh Pengagas
Wolfgang Kohler (18871959)

Prinsip Teori
Kohler (1925)
menyarankan bahwa
pemecahan masalah
melibatkan mental
menggabungkan dan
mengkombinasikan
berbagai elemen dari suatu
masalah sampai struktur
masalah yang dipecahkan
dicapai.

Penekanan Teori

Kognitif

John Dewey (1856-1952)

Pavlov berpendapat belajar


merupakan hubungan
antara peristiwa stimulus
dengan respon, dengan
stimulus bersyarat
berulang-ulang sehingga
memunculkan respon yang
diinginkan

Pavlov menekankan
pada pengkondisian
perilaku penerima
rangsang yang dalam
percobaannya berupa
anjing

Kognitif

Jean Piaget (1896-1980)

Piaget berpendapat bahwa


belajar mendasari pada
pengamatan yg melibatkan
seluruh indra, menyimpan
kesan lebih lama dan
menimbulkan sensasi yang
membekas pada siswa.
Proses belajar terdiri dari 3
tahapan, yaitu asimilasi,
akomodasi, dan equilibrasi
(penyeimbangan). Guru
memfasilitasi proses
terjadinya
ketidakseimbangan
(disequilibrium)

Piaget menekankan
bahwa perkembangan
kognitif bukan hanya
hasil kematangan
organisme, bukan pula
pengaruh lingkungan
semata, melainkan
hasil interaksi diantara
keduanya

Jenis Teori
Humanistik

Tokoh Pengagas
Arthur Combs (19121999)

Humanistik

Maslow

Humanistik

Carl Rogers

Prinsip Teori
Belajar terjadi bila
mempunyai arti bagi
individu. Guru tidak bisa
memaksakan materi yang
tidak disukai atau tidak
relevan dengan kehidupan
mereka.

Penekanan Teori
Combs menekankan
pada pemahaman
perlaku siswa dengan
mencoba memahami
dunia persepsi siswa
tersebut sehingga
apabila ingin
merubah perilakunya,
guru harus berusaha
merubah keyakinan
atau pandangan siswa
yang ada
Teori Maslow didasarkan
Maslow
pada asumsi bahwa di
menekanankan
dalam diri individu ada dua bahwa
individu
hal :
berperilaku
dalam
(1) suatu usaha yang
upaya
untuk
positif untuk
memenuhi kebutuhan
berkembang
yang bersifat hirarkis.
(2) kekuatan untuk
melawan atau menolak
perkembangan itu.

Rogers berpendapat bahwa


guru sebagai Fasilitator
sebaiknya memberi
perhatian kepada
penciptaan suasana awal,
situasi kelompok, atau
pengalaman kelas

Roger menekankan
keterlibatan siswa
secara personal,
berinisiatif, evaluasi
oleh siswa sendiri,
dan adanya efek yang
membekas pada
siswa.

Jenis Teori
Sibernetik

Tokoh Pengagas
Landa

Prinsip Teori
Proses berpikir algoritmik,
yaitu proses berpikir
sistematis, tahap demi
tahap, linear, konvergen,
lurus enuju kesatu target
tujuan tertentu.
Contoh: kegiatan
menelepon, menjalankan
mesin mobil, dan lain-lain.
b.
Cara berpikir
heoristik, yaitu cara
berpikir devergen, menuju
beberapa target tujuan
sekaligus. Memahami suatu
konsep yang mengandung
arti ganda dan penafsiran
biasanya menuntut
seseorang untuk
menggunakan cara berpikir
heuristik.

Penekanan Teori
Proses belajar akan
berjalan dengan baik
jika apa yang hendak
dipelajari atau
masalah yang hendak
dipecahkan diketahui
ciri-cirinya. Suatu
materi lebih tepat
disajikan dalam
urutan teratur, linier,
sekuensial.

Sibernetik

Pask dan Scott

Menurut Pask dan Scott,


ada dua macam cara
berpikir yaitu cara berpikir
serialis dan cara berpikir
wholist atau menyeleruh.
Pendekatan serialis yang
dikemukakannya memiliki
kesamaan dengan
pendekatan algoritmik.
Sedangkan cara berpikir
menyeluruh (wholist)
adalah berpikir yang
cenderung melompat ke
depan, langsung ke
gambaran lengkap sebuah
sistem informasi.

Siswa tipe wholist


atau menyeluruh
cenderugn
mempelajari sesuatu
dari tahap yang
paling umum
kemudian bergerak
ke yang lebih khusus.
Sedangkan siswatipe
serialist cenderung
berpikir secara
algoritmik.