Anda di halaman 1dari 4

Kamis, 17 Oktober 2013

Standarisasi Larutan HCl terhadap Na2B4O7

Metode

: Titrasi Asidimetri

Prinsip kerja
: Sampel Na2B4O7 dititrasi dengan HCl dengan indicator Metil
Jingga, sampai terbentuk warna merah muda.
Reaksi

: Na2B4O7 + 10 H2O + HCl

2 NaCl + 4 H3BO3 + 5 H2O

A. Alat dan Bahan


1. Larutan HCl pekat
2. Larutan Na2B4O7
3. Aquades
4. Indicator Metil Jingga
5. Filler
6. Pipet volume 10 ml
7. Beker gelas 250 ml
8. Neraca digital / elektrik
9. Cawan petri
10. Labu ukur 250 ml
11. Corong
12. Botol semprot
13. Buret dan Statif
14. Erlenmeyer
15. Gelas ukur 25 ml
16. Pipet tetes
17. Spatula
B. Cara Kerja
a. Penimbangan Na2B4O7 0,1 N
- Timbang Na2B4O7 0,1 N sebanyak 4,7617 gr dengan bantuan cawan petri
menggunakan neraca digital
- Masukkan larutan Na2B4O7 0,1 N yang telah ditimbang tadi ke dalam labu
ukur dengan bantuan corong
- Larutkan dengan aquades sampai larut

Kemudian tambahkan aquades sampai volume 250 ml

b. Pembuatan larutan HCl 250 ml


- Tuang aquades kedalam beker gelas sebanyak 200 ml
- Kemudian tambahkan larutan HCl pekat sebanyak 2,1 ml di dalam lemari
asam
- Aduk rata, kemudian tambahkan aquades hingga volume 250 ml
c. Titrasi standarisasi larutan HCl 0,1 N dengan Na2B4O7 0,1 N
- Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum
- Membersihkan buret dengan aquades, lalu diisi dengan larutan HCl 0,1 N
dengan bantuan corong sampai pada skala nol (0,0)
- Memipet larutan Na2B4O7 0,1 N sebanyak 10,0 ml dengan bantuan filler
dan pipet volume, kemudian masukkan kedalam Erlenmeyer
- Menambahkan 25 ml aquades menggunakan gelas ukur dan 2 - 4 tetes
indicator Metil Jingga
- Menitrasi larutan tersebut dengan larutan HCl 0,1 N sampai larutan
berubah warna (dari larutan berwarna kuning sampai merah muda)
- Mencatat dan menghitung volume buret yang digunakan dalam titrasi
C. Data Percobaan
- Penimbangan

gr = BE x V x N
= 190,685 x 0,25 x 0,1
= 4,7617 gr

No

Titrasi Standarisasi
Volume Na2B4O7
Pembacaan buret

10,0 ml

2,3 ml 13,2 ml

10,9 ml

10,0 ml

13,2 ml 23,7 ml

10,5 ml

D. Perhitungan
a. Diket
: V1 = 10,9 ml
V2 = 10,0 ml
N2 = 0,1 N
Ditanya : N1 = ?
Jawab
:

Volume titran

N1 x V1 = N2 x V2
N1 x 10,9 = 0,1 x 10,0
N1 =
= 0,0917 N
b. Diket

: V1 = 10,5 ml
V2 = 10,0 ml
N2 = 0,1 N
Ditanya : N1 = ?
Jawab
:
N1 x V1 = N2 x V2
N1 x 10,5 = 0,1 x 10,0
N1 =
= 0,0952 N

Jadi, normalitas rata-ratanya :


N rata-rata =
=
= 0,0934 N
E. Dokumentasi Penelitian

Sebelum Titrasi

Sesudah Titrasi

F. Kesimpulan
Sebelum melakukan titrasi kita dapat membuat larutan sendiri dan menghitung
banyaknya larutan yang akan kita titrasi. Pembuatan larutan dapat dilakukan
dengan cara pengenceran. Normalitas rata-rata dari hasil titrasi yang dilakukan
adalah 0,0934 N dengan bantuan indicator Metil Jingga.