Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus

Ilmu Kesehatan Jiwa


Disusun oleh:
Roza Kurnia Wahyuningrum
102011101037
Berliana Kurniawati Nur Huda
102011101080
Kiki Amalia Brilianita
1020111010

Dokter Pembimbing:

dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.KJ


LAB SMF PSIKIATRI
RSD. dr. SOEBANDI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

Identitas Pasien

Nama
: Sdr. S
Umur
: Tahun
Jenis kelamin
:
Agama
: Islam
Status
: Belum Menikah
Pekerjaan
:
Tgl Pemeriksaan : 4 Desember 2014 18 Desember 2014

4 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S
AUTOANAMNESIS
Saat
pemeriksa
datang,
pasien
dalam
keadaan tertidur dengan
mata
terbelalak,
saat
dipanggil
pasien
tidak
menyahut dan tetap kaku
HETEROANAMNESIS
Ayah
pasien
mengatakan pasien masih
kaku, sesak sejak kemarin.
Sebelum dimandikan tadi,
pasien terpejam terus.
Tapi setelah dimandikan
pasien membuka mata
terus sampai sekarang.
Pasien belum bisa makan,
hanya minum sedikit jika
dipaksa

O
Status generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Respiratory rate

:
:
:
:
:

lemah
apatis
110/80
88x/menit
26x/menit

Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: dangkal
Emosi
:
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:katalepsi(+),
fleksibilitas cerea (-)

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi:
Inf RL:D5=2:1 24 tpm
Inj. Lodomer iv 5mg 10-1
Olandos 2x10 mg
Kalxetin 20 mg 1-0-0
Diazepam 1 amp iv
Inj xyprexa im

5 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S
AUTOANAMNESIS
Saat
pemeriksa
datang, pasien dalam
keadaan tertidur saat
dipanggil
namanya
pasien
tetap
dalam
posisinya
dan
tidak
berubah sama sekali,
saat dirangsang nyeri
pasien
juga
tidak
merespon,
pasien
tampak keliatan sesak.
HETEROANAMNESIS
Ayah
pasien
mengatakan tadi malam
pasien muntah, keadaan
pasien
sepertinya
semakin lemah, tadi
pasien sempat membuka
mata sebentar tetapi
kemudian menutup mata
lagi sampai saat ini

O
Status generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Respiratory rate

:
:
:
:
:

lemah
soporokoma
110/80
104x/menit
30x/menit

Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: dangkal
Emosi
:
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:katalepsi,
fleksibilitas cerea

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Inj. Lodomer iv 5mg 1-0-1
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
Cek HbsAg, Hbs Ab, SGOT,
SGPT
Konsul interna

6 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S
AUTOANAMNESIS
Saat pemeriksa datang,
pasien sedang tertidur,
saat dipanggil namanya
pasien tidak memberkan
respon, saat dirangsang
nyeri
pasien
hanya
mengerang
kesakitan.
Beberapa saat kemudian
pasien sempat membuka
mata
lalu
tertidur
kembali

O
Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: stuporkoma , 1-4-2
Tekanan Darah
: 110/60
Nadi
: 120x/menit
Respiratory rate
: 25x/menit
Tax
: 37,2
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: dangkal
Emosi
:
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:
katalepsi
(+),
fleksibilitas cerea(-)

HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien,
pasien
sudah
tidak
muntah lagi, pasien juga
sempat beberapa kali
membuka mata namun
hanya
sebentar lalu
pasien
tertidur
lagi.
Hasil lab:
Pasien
tetap
dalam
posisinya namun sudah
tidak sekaku kemarin

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Inj. Lodomer iv 5mg 1-0-1
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
Hasil Konsul Interna
Terapi interna:
Inj ceftriaxone2x1 gr
Omeprazol 2x1
Kalnex 3x1
Vit K 3X1
Dexanta 3x1

7 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S

AUTOANAMNESIS
Saat pemeriksa datang,
pasien
sedang
tertidur
dengan mata terbelalak, saat
dipanggil namanya pasien
tidak memberkan respon dan
tetap kaku tangannya, saat
dirangsang
nyeri
pasien
hanya mengerang kesakitan.
Pasien nampak masih sesak
nafas dan masih harus
menggunakan oksigen.

Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: apatis, 2-2-1
Tekanan Darah
: 120/80
Nadi
: 80x/menit
Respiratory rate
: 32x/menit
Tax
: 37,2
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:
katalepsi
(+),
fleksibilitas cerea (-)

HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien,
pasien sudah tidak muntah
lagi dari kemarin. Ketika
diajak berbicara tetap tidak
menyahut.
Pasien
mulai
kemarin
sore
sudah
membuka mata, tetapi agak
malam
pasien
kemudian
menutup matanya lagi dan
tertidur lalu ketika pagi
pasien juga bangun kembali.

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
THD 2X1
Inj Della 3cc
CT scan

8 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S

AUTOANAMNESIS
Saat
pemeriksa
datang,
pasien
sedang
tertidur
dengan mata tertutup, saat
dipanggil namanya pasien
tidak memberkan respon dan
tetap kaku tangannya, saat
dirangsang nyeri pasien mata
pasien terbuka setengah dan
masih
mengerang
serta
bergerak
sedikit.
Pasien
nampak masih sesak nafas
dan
masih
harus
menggunakan oksigen.

Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: apatis, 2-2-1
Tekanan Darah
: 110/80
Nadi
: 82x/menit
Respiratory rate
: 32x/menit
Tax
: 37,2
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:
katalepsi
(+),
fleksibilitas cerea (-)

HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien, pasien
sudah tidak muntah lagi dari
kemarin lusa. Ketika diajak
berbicara pasien merespon
tetapi
jawabannya
tidak
sesuai dan pasien hanya
mengerang. Pasien pagi tadi
masih membuka mata tetapi
kemudian langsung tertidur
kembali jam 5.30. menurut
ayah pasien anaknya masih

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
THD 2X1
Inj Della 3cc k/p
Inj. Kalxetin 20 mg 1-0-0
Terapi interna:
Dexanta syr 3x1

9 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S

AUTOANAMNESIS
Saat pemeriksa datang, pasien
sedang dalam keadaan tertidur
dengan mata setengah terbuka.
Saat dipanggil pasien hanya
menyahut
dengan
suara
mengerang dan tidak membuka
matanya.
Saat
dirangsang
dengan nyeri, pasien hanya
mengerang serta menggerakgerakan
tangannya.
Pasien
sudah tidak sesak dan dari
kemarin pasien masih demam.

Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: apatis, GCS 2-2-1
Tekanan Darah
: 115/85
Nadi
: 78x/menit
Respiratory rate
: 22x/menit
Tax
: 37,5
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian, hanya tertutup selimut
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
: katalepsi (+),
fleksibilitas cerea (-)

HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien, pasien
sudah tidak muntah-muntah lagi
tetapi dari kemarin pasien
masih tetap demam. Pasien juga
sudah tidak tampak sesak
seperti kemarin. Saat diajak
bicara hanya merespon dengan
suara mengerang saja. Tadi pagi
pasien
sempat
terbangun
membuka matanya pukul 04.30
dan kemudian tertidur lelap.
Saat diajak bicara pasien hanya
membuka mata tetapi menatap
kosong ke arah depan.

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
THD 2X1
Inj Della 3cc k/p
Inj. Kalxetin 20 mg 1-0-0
Terapi interna:
Dexanta syr 3x1

10 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S

AUTOANAMNESIS
Saat
pemeriksa
datang,
pasien
sedang
dalam
keadaan berbaring dengan
mata
setengah
terbuka.
Pasien
mengerang-ngerang
tanpa arti. Saat dipanggil
pasien tidak ada tanggapan.
Saat dirangsang nyeri pasien
juga
tidak
ada
respon
gerakan. Mulai kemarin pagi
badan pasien makin sumersumer.
HETEROANAMNESIS
Menurut keterangan ayah
pasien, pasien tidak bisa
diajak bicara sejak kemarin
pagi. Terakhir pasien hanya
mengatakan sudah tidak
perlu tidur-tidur terus.
Badan pasien juga masih
panas. Sejak jam 06.00 tadi
pasien
mengerang-ngerang
terus dan tidak menyahut
saat dipanggil.

Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: apatis, GCS 2-2-1
Tekanan Darah
: 110/80
Nadi
: 76x/menit
Respiratory rate
: 28x/menit
Tax
: 37,2
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian dengan posisi setengah
duduk dan tertutup selimut.
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah, GCS 2-2-1
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
:
katalepsi(+)
,
fleksibilitas cerea

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
THD 2X1
Inj Della 3cc k/p
Inj. Kalxetin 20 mg 1-0-0
Inj.citicolin 2x250 mg

11 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S

AUTOANAMNESIS
Pasien terbaring dengan membuka
mata dan tidak bergerak sama
sekali. Pasien terbaring dengan
tidak berpakaian dan ditutupi
selimut. Saat diperiksa pandangan
pasien tampak kosong. Pasien tidak
berbicara
sama
sekali.
Saat
dipanggil pasien tidak menyahut,
kadang pasien mengerang tanpa
arti. Pasien makan dengan bantuan
selang NGT.

Status generalis
Keadaan Umum
: lemah
Kesadaran
: apatis, GCS 2-2-1
Tekanan Darah
: 110/80
Nadi
: 76x/menit
Respiratory rate
: 28x/menit
Tax
: 37,2
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak
berpakaian
dengan
posisi
setengah duduk dan tertutup selimut.
Kontak
: Mata (-) Verbal (-)
Kesadaran
: berubah, GCS 22-1
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
: katalepsi(+) ,
fleksibilitas cerea

A
Skizofrenia
katatonik

P
Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj xyprexa im 1x1
THD 2X1
Inj Della 3cc k/p
Inj. Kalxetin 20 mg 1-0-0
Inj.citicolin 2x250 mg

HETEROANAMNESIS
Ayah pasien mengatakan pada tanggal 4
desember 2014 pasien dibawa ke IGD RS
dr. Soebandi karena mendapat rujukan
dari puskesmas ambulu. 5 hari sebelum
di bawa ke IGD pasien marah kepada
ayahnya dikarenakan handphone yang
baru dibelikan oleh ayahnya rusak dan
pasien meminta agar handphonenya di
ganti dengan yang baru. Namun karena
ayah pasien tidak memiliki uang, ayah
pasien
mengatakan
tidak
dapat
membelikan handphone yang baru dan
akan menservicekan handphone pasien
yang rusak. 2 hari setelah itu pasien
tampak murung dan melamun. Pasien
mematung dan tidak mau makan sama
sekali. Pasien tampak sangat lemah dan
mengerang tanpa arti kemudian dibawa
ke IGD dr.Soebandi.
Pada saat
memeriksa pasien pada tanggal 13
desember 2014 Ayah pasien menuturkan
bahwa pasien belum menunjukkan
perkembangan, pasien makan dibantu
dengan selang NGT dikarenakan pasien
tidak mau membuka mulutnya. Pasien
juga tidak mau berbicara dan jika
dipanggil tidak mau menyahut. Ayah
pasien juga menuturkan bahwa kaki dan
tangan pasien terlihat kaku-kaku. Ayah
pasien menuturkan bahwa pasien jarang
menggerakkan badannya.

12 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
AUTOANAMNESIS
Pasien dalam keadaan
kosong
dengan
pandangan kosong, tidak
berbicara sama sekali.
Saat
dipanggil
tidak
menyahut,
kadang
mengerang tanpa arti.
Saat dirangsang nyeri ,
tangan pasien bergerak.
Pasien berbaring dengan
tidak berpakaian dan
ditutup selimut.
HETEROANAMNESIS
Ayah
pasien
mengatakan bahwa dari
kemarin keadaan pasien
tidak
mengalami
perkembangan,
diam
dengan
pandangan
kososng
dan
jarang
menggerakkan badannya.

Status generalis
Skizofrenia
Keadaan Umum
: lemah
katatonik
Kesadaran
: apatis, GCS 4-X-5
Tekanan Darah
: 100/80
Nadi
: 60x/menit
Respiratory rate
: 16x/menit
Tax
: 36,9
Status Psikiatri
Kondisi Umum
: pasien terbaring,
tidak berpakaian dengan posisi setengah
duduk dan tertutup selimut.
Kontak
: mata(-), verbal (-)
Kesadaran
: berubah, GCS 4-X-5
Afek
: sde
Emosi
: sde
Proses berfikir
a. Bentuk pikiran : sde
b. Arus
: sde
c. Isi
: sde
Persepsi
: sde
Kemauan
: menurun
Intelegensi
: sde
Psikomotor:
: katalepsi(+)

Terapi psikiatri:
Inf RL : D5=2:1 24 tpm
Olandos 2x10 mg
Inj.Consta
Inj Della 3cc k/p
Inj. Kalxetin 20 mg 1-0-0
Inj.citicolin 2x250 mg

Paru
p/o Levofloxacin 1x1
INH 1x500 mg
Rifampicin 1x450 mg
Ambroxol 3x1 mg
Vit B6 1x1 mg

13 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S
AUTOANAMNESIS
Pasien
dalam
keadaan kosong dengan
pandangan
kosong.
Pasien tidak menoleh
saat dipanggil. Tangan
dan kakinya sangat kaku
dan
ketika
disuruh
mengangkat
atau
menurunkan tangan dan
kakinya , pasien tidak
merespon sama sekali.
Ketika dirangsang nyeri,
pasien tidak merespon
terhadap verbal maupun
motorik.

O
Status Neurologis
Kesadaran
: GCS = 4-X-X
Meningeal Sign : Kaku kuduk (-)
Kernig (-)
Brudzinski 1 (-)
Brudzinski 2 (-)
Motorik
: Kekuatan Otot = sde
(lateralisasi tidak
ditemukan)
Tonus Otot = Sup (N) , Inf ()
Refleks Fisiologis = BPR (+), TPR (+) , KPR
(+) , APR (+)
Refleks Patologis = Hoffman (-) , Tromner
(-) , Babinsky (+) ,
Oppenheim (-), Chaddock
(-)
Sensorik
: sde
Otonon
: dbn
Nervus Cranialis : sde

A
P
Skizofrenia
Terapi psikiatri:
katatonik dan Tbc Inf RL:D5=2:1 24
paru
tpm
Olandos 10 mg 0-1-0
Inj Della 3cc k/p
p/o Kalxetin 20 mg
1-0-1
inj. Consta
mobilisasi
kursi roda
Terapi paru:
Lefofloxacin 1x1
INH 1X300
Rifampisin 1x450
Ambroxol 3x1
B6 1x1

S
HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien
keadaannya tetap sama
seperti kemarin dan tidak
ada
perkembangan.
Namun, terkadang pasien
tiba-tiba
menggerakkan
tangan dan kakinya tanpa
sebab
lalu
mempertahankan anggota
tubuhnya dalam posisi
tersebut.
Pasien
terkadang
mengerang
tanpa arti dan tanpa
sebab.

A
P
Status Psikiatri
Skizofrenia
Terapi psikiatri:
Kesan umum
: Pasien terlihat lebih tua katatonik dan Tbc Inf RL:D5=2:1 24 tpm
daripada umurnya, pasien tidak
paru
Olandos 10 mg 0-1-0
mengenakan pakaian dan tubuhnya hanya
Inj Della 3cc k/p
ditutupi oleh kain selimut, kuku jari tangan
p/o Kalxetin 20 mg
tampak kotor, Pasien terlihat apatis.
1-0-1
Kontak
: mata (-), verbal (-)
inj. Consta
Kesadaran
: Kualitatif : Apatis
mobilisasi
Kuantitatif
: GCS 4kursi roda
X-X
Afek Emosi
: dangkal
Terapi paru:
Proses Berpikir : Bentuk: non realistik
Lefofloxacin 1x1
Arus : mutisme
INH 1X300
Isi
: isi pikiran yang
Rifampisin 1x450
miskin ,
Ambroxol 3x1
waham (-)
B6 1x1
Persepsi
: halusinasi (-) , ilusi (-)
Kemauan
: menurun
Psikomotor
: katalepsi (-) ,
fleksibilitas
serea (-)
Intelegensi
: dbn

14 Desember 2014
Ruang Tulip RSUD dr. Soebandi
S
AUTOANAMNESIS
pasien berbaring dengan
pandangan kosong. Pasien
tidak
menoleh
saat
dipanggil. Pasien juga
tidak mengangkat tangan
atau menggerakan kaki
saat
disuruh
oleh
pemeriksa.
Ketika
dirangsang nyeri, pasien
juga
tidak
berespon
seperti
mengerang,
maupun
menggerkkan
anggota tubuhnya.

A
P
Status Neurologis
Skizofrenia
Terapi psikiatri:
Kesadaran
: GCS = 4-X-X
katatonik dan Tbc Inf RL:D5=2:1 24 tpm
Meningeal Sign : Kaku kuduk (-)
paru
Olandos 10 mg 0-1-0
Kernig (-)
Inj Della 3cc k/p
Brudzinski 1 (-)
p/o Kalxetin 20 mg
Brudzinski 2 (-)
1-0-1
Motorik
: Kekuatan Otot = sde
inj. Consta
(lateralisasi tidak ditemukan)
mobilisasi
Tonus Otot = Sup (N) , Inf ()
kursi roda
Refleks Fisiologis = BPR (+),
TPR (+) , KPR (+) , APR
Terapi paru:
(+)
Lefofloxacin 1x1
Refleks Patologis = Hoffman (-),Tromner (-)
INH 1X300
,Babinsky (+) ,
Rifampisin 1x450
Oppenheim (-)
Ambroxol 3x1
,Chaddock (-)
B6 1x1
Sensorik
: sde
Otonon
: dbn
Nervus Cranialis : sde

S
HETEROANAMNESIS
Menurut ayah pasien,
pasien mengatakan bahwa
keadaannya masih sama
seperti
kemarin.
Terkadang,
pasien
menggerakkan tangan dan
kakinya tanpa sebab lalu
mempertahankan anggota
tubuhnya dalam posisi
tersebut. Saat ayah pasien
mencoba
menekuk
kakinya,
kaki
pasien
terasa kaku dan pasien
mengerang
seperti
menahan
kesakitan.
Pandangan pasien tetap
kosong.

A
P
Status Psikiatri
Skizofrenia
Terapi psikiatri:
Kesan umum
: Pasien terlihat lebih tua katatonik dan Tbc Inf RL:D5=2:1 24 tpm
daripada umurnya, pasien tidak
paru
Olandos 10 mg 0-1-0
mengenakan pakaian dan tubuhnya hanya
Inj Della 3cc k/p
ditutupi oleh kain selimut, kuku jari tangan
p/o Kalxetin 20 mg
tampak kotor, Pasien terlihat apatis.
1-0-1
Kontak
: mata (-), verbal (-)
inj. Consta
Kesadaran
: Kualitatif : Apatis
mobilisasi
Kuantitatif
: GCS 4kursi roda
X-X
Afek Emosi
: dangkal
Terapi paru:
Proses Berpikir : Bentuk: non realistik
Lefofloxacin 1x1
Arus : mutisme
INH 1X300
Isi
: isi pikiran yang
Rifampisin 1x450
miskin , waham (-)
Ambroxol 3x1
Persepsi
: halusinasi (-) , ilusi (-)
B6 1x1
Kemauan
: menurun
Psikomotor
: katalepsi (-) ,
fleksibilitas serea (-)
Intelegensi
: dbn

Diagnosis Banding

Diagnosis Multiaksial

Axis I

F20.2 Skizofrenia Katatonik

Axis II

Tidak ada

Axis III

Axis IV

Axis V
: GAF 30-21 ( disabilitas berat dalam
komunikasi dan daya nilai, tidak mampu berfungsi
dalam semua bidang )

Prognosis

Dubia ad ......, karena :


Umur

permulaan sakit: Usia Muda ( Buruk)

Jenis

Kelamin

: Laki- laki ( Baik )

Onset

: Jelas ( Baik)

Premorbid

Faktor

keturunan

: Tidak ada ( Baik)

Faktor

pencetus

Pengobatan

: Sudah memperoleh

pengobatan ( Baik )
Perhatian
Ekonomi

keluarga

: Baik
:

TERIMA KASIH