Anda di halaman 1dari 22

PENGAWASAN VEKTOR

ARTHROPODA DAN RODENTIA

dr. Tutiek Rahayu, M.Kes

ARTHROPODA
INSEKTA/SERANGGA
CRUSTACEA/UDANG-UDANGAN

ARACHNOIDEA/LABAH-LABAH
MYRIAPODA/LIPAN

RODENTIA
AQUATIC RODENT
LEAPING RODENT
TUNNELING RODENT

TREE-DWELLING RODENT

PENULARAN PENYAKIT
MEKANIK
BIOLOGI
UNTUK MENGAWASI HARUS TAHU
1. Siklus kehidupan vektor
2. Ekologi vektor
3. Tingkah laku vektor
4. Cara berpindahnya bibit penyakit
5. Cara transmisi vektor

Pengawasan Vektor
Mekanik/fisik
Kimiawi
Biophysical
Biologis

Cultural

Terintegrasi

Syarat Pestisida
Tidak membahayakan kesehatan manusia :
biological concentration dan tropic
concentration

Hanya bunuh binatang


Daya bunuh yang tinggi

Mudah cara penggunaannya


Harga murah

Cara kerja pestisida


Racun pada saluran pencernaan :

dgn makanan misal arsenik


Racun

jika

kontak

dengan

pestisida : melalui jaringan tubuh


luar

Racun pada saluran pernafasan :


bentuk gas

Pengawasan Biologis
Membawa binatang musuh vektor dari daerah
lain ke daerah yang ingin diawasi

Menciptakan keadaan lingkungan sehingga


binatang yang jadi musuh vektor kurang

berkembang biak

Pengawasan Cultural
Menciptakan keadaan lingkungan sehingga
tidak

menguntungkan

rodentia

arthropoda

dan

Pengawasan Terintegrasi
Key pest/penyebab utama
Occasional pest/ hanya kadang-kadang ada
Potential pest/punya potensi menyebabkan
penyakit

Migrant pest/berasal dari daerah lain

Sifat Umum Nyamuk


Nyamuk

betina membutuhkan darah untuk

pembentukan telur, sedangkan nyamuk jantan


tidak

Dapat terbang tapi tidak jauh, kecuali anopheles


yg dpt terbang 1,5-30 km

Memilih
mangsanya

waktu

tertentu

untuk

mencari

Berdasarkan tempat hidupnya,


nyamuk dibedakan :
Senang hidup di air payau (salt marsh type)
Memilih genangan air sementara:
1. Temporary pool air
2. Artifisial container type
3. Treehole type
4. Rock pool type

Berdasarkan tempat persembunyiannya,


nyamuk dibedakan:
Natural resting stations type : pada lubang
yang ditemui secara alamiah

Artifisial resting stations type : pada tempattempat yang terbentuk karena hasil kerja
manusia, sengaja atau yidak sengaja

2 Prinsip dalam Survey nyamuk


Pemetaan daerah
Kunjungan lapangan

Pengawasan bentuk muda nyamuk


Stadium telur, larva dan pupa
Beberapa cara pengawasan :
1. Fisik/mekanik : mengeringkan rawa-rawa,
menimbun air tergenang, memperlancar aliran
air selokan
2. Kimia : permukaan air disiram minyak
3. Biologis : memelihara ikan
4. Cultural : ubah sikap masyarakat yang
merugikan

Sifat Lalat
Suka hidup di tempat kotor
Perkembang biakannya butuh udara hangat yang
lembab dan bahan makanan cukup
Tertarik pada bau-bauan yang busuk dan bau
makanan dan minuman yang merangsang
Tertarik cahaya lampu
Terbang sejauh 200-1.000m
Takut warna biru

Siklus Kehidupan lalat

Metamorfosa sempurna dg stadium telur, tempayak,


kepompong dan dewasa
Lalat betina bertelur umur 4-20 hr stlh dws
Telur oval, putih, uk 10 mm, mengelompok, 75-150
telur/kelompok
Tempat terhindar sinar matahari dan ckp mak
Tdk tahan suhu 73 drjt C, 12 jam menetas jadi
tempayak, 4-7 hr jadi kepompong

Kepompong lalat
Merah tua/ coklat, tempat kering, bisa
sembunyi dalam tanah
Butuh suhu 73 C dlm 3 hr jadi dewasa
1 jam keringkan tubuh dan sayap, istirahat
15 jam hdp sbg lalat dwsa
Usia 2-4 minggu, bisa lebih lama bila udara
dingin

Pengawasan lalat bisa ditujukan


Telur : hilangkan tempat berkembang biak/
pengawasan lingkungan
Tempayak : hindari tempat lembab
Lalat dws : banyak cara

Pengawasan lalat
bentuk muda
Fisik/mekanis

hilangkan

tempat

kembang biak dg pengelolaan sampah


yang tepat
Kimia : diazinon atau malathion
Biologis

pemeliharaan

semut

pemakan tempayak

Cultural

ubah

kebiasaan

yang

Pengawasan lalat dewasa


Fisik/mekanis : perangkap, pemukul
Kimia : Insektisida larutan pyrethrins

0,1% di dlm rmh, DDT 5% dan larutan


lindaneuntuk di luar rumah

Biologi : pemeliharan cicak dan reptil


lain pemakan lalat

Cultural : pendidikan kesehatan sejak

SELESAI