Anda di halaman 1dari 9

MODUL PERTAMA

PENGANTAR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Di Susun Oleh:
Erna Multahada, M.Si

UNIVERSITAS MERCU BUANA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
2011

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

MODUL PERTAMA
PENGANTAR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah membaca modul ini, Anda akan dapat memahami pengantar psikologi industri
dan organisasi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah membaca modul ini, Anda diharapkan dapat:
a. Mengetahui dan memahami sejarah dan latar belakang tingkah laku organisasi
b. Mengetahui dan memahami pengertian dari ilmu psikologi
c. Mengetahui dan memahami pengertian ilmu psikologi industri dan organisasi
d. Mengetahui dan persoalan pokok psikologi industri dan organisasi

3. Pengantar Psikologi Industri


Organisasi adalah alat yang digunakan orang-orang secara individu maupun kelompok
untuk mencapai beberapa tujuan. Organisasi menggabungkan pengetahuan kolektif, nilai
dan visi orang-orang yang secara sadar (dan kadang tidak sadar) berusaha untuk
memperoleh sesuatu yang mereka inginkan. Organisasi juga dapat dikatakan sebagai
respon dan alat menciptakan keuntungan yang memenuhi beberapa kebutuhan manusia.
Beberapa organisasi baru bermuculan ketika beberapa teknologi baru tersedia, sebagai
contoh organisasi perusahaan.
Perusahaan adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen manusia, bahan-bahan
mentah dan mesin-mesin. Produktivitas suatu perusahaan sangat ditentukan oleh
bagaimana interaksi antara ketiga komponen tersebut. Namun faktor manusianya tetap
sebagai penentu terhadap segala produktivitas.
Suatu bentuk usaha tanpa manusia, tidak mungkin ada dan tidak dapat dibayangkan.
Bagaimanapun sederhana ataupun kompleksnya suatu bentuk usaha, manusia yang
menjadi intinya. Karena dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan memiliki banyak
tuntutan, para manajer tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis mereka saja, namun
dibutuhkan suatu keterampilan teknis di dalam menangani orang dengan baik, bagaimana
suatu pemimpin dan manajer mempertahankan kinerja yang tinggi dari tenaga kerja dan
memperhatikan fasilitas yang memuaskan bagi konsumen.
Untuk menyikapi tuntutan dan permasalahan yang ada di dalam dunia industri dan
organisasi (perusahaan), saran-saran psikologis sangat dibutuhkan, guna mendapatkan

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

pemikiran yang semakin realistis dan maju. Karena psikologi di dalam dunia industri dan
organisasi mampu menangani masalah-masalah manusia dan masalah antar manusia
secara profesional.

Perusahaan

Komponen:
Mesin-mesin
Bahan-bahan mentah
Manusia

Profuktivitas

Pemimpin dan Manajer:


1 Menangani manusia dengan baik
2 Mempertahankan kinerja yang tinggi dari tenaga kerja
3 Memperhatikan fasilitas yang bagi konsumen
memuaskan

Saran-saran Psikologis:
Mendapatkan pemikiran yang semakin realistis
dan maju. Karena mampu menangani masalahmasalah manusia dan masalah antar manusia
secara profesional.

Adapun ruang lingkup psikologi dalam industri dan organisasi meliputi, studi mengenai
tingkah laku tenaga kerja (sebagai komponen) dalam interaksinya dengan organisasi
perusahaan (sistemnya) di mana ia menjadi anggotanya. Manusia dipelajari berperan
sebagai calon tenaga kerja dan tenaga kerja. Psikologi dalam industri dan organisasi juga
mempelajari permaslahan tingkah laku sebagai komponen di luar sistem organisasi
permasalahan yang berinteraksi dengan sistem perusahaan tersebut. Dalam hal ini manusia
di pelajari tidak hanya berperan sebagai calon tenaga kerja dan tenaga kerja, tetapi juga
berperan sebagai konsumen.
4. Sejarah dan Latar Belakang Tingkah Laku Organisasi
Tingkah laku manusia pada dasarnya adalah cermin yang paling sederhana dari
motivasi sederhana mereka. Setiap manusia memiliki cita-cita tentang dirinya sendiri, mau
jadi apa dan di mana tempat dia hidup dan bekerja. Secara keseluruhan, tingkah lakunya
dituntun oleh keinginan untuk mewujudkan diri sendiri sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dalam suatu organisasi (industri), misalnya perusahaan dapat menjadi tekanan bagi

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

seseorang bila keadaan menuntut darinya untuk bertindak berlawanan dengan apa yang
dianggapnya sebagai kepentingan sendiri.
Tingkah laku organisasi sampai pada abad ke-19 (Kartono, 2002) yang disebut
sebagai periode Palaeoteknik (palaio = tua, abad yang banyak menggunakan unsur
batubara, besi dan mesin uap; merupakan periode awal tumbuhnya industri dengan metode
kerja yang tua) sangat memprihatinkan. Manusia dianggap sebagai gerigi bagi mesin
industri, tidak ubahnya dengan sebuah mur dari mesin pabrik; atau dianggap sebagai satu
nomor dalam sistem perangkatan, dengan mendapatkan gaji sangat minim. Berpuluhpuluh ribu wanita dan anak di bawah umur diperas tenaganya untuk bekerja di pabrik-pabrik
sebagai buruh tenaga murah dengan mendapatkan perlakuan yang sangat kejam dan tidak
manusiawi. Kaum lemah dieksploitir sampai batas optimum tanpa rasa belas kasihan.
Kaum buruh dianggap sebagai social animal yang terpaksa dan dipaksa bekerja, kalau
dia tidak mau mati. Pada masa itu harga manusia lebih murah dari pada mesin-mesin
pabrik. Di sisi lain para buruh harus mampu menyesuaikan diri terhadap tuntutan pabrik dan
kondisi dari mesin-mesin kalau mereka ingin tetap bertahan hidup. Fungsi buruh pada saat
itu ialah memproduksi barang. Semakin banyak dia menghasilkan produk kerja, semakin
unggul atributnya. Sedangkan tujuan utama dari pabrik dan perusahaan ialah memprodusir
hasil yang sebanyak-banyaknya, dengan mengeluarkan ongkos yang seminimal mungkin
tanpa memperhatikan kondisi sosial para buruh.
Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt menciptakan suatu laboratorium khusus untuk
penelitian terhadap tingkah laku manusia. Kemudian penelitian-penelitian tentang tingkah
laku manusia, pada awal abad ke-20 berkembang kepada penelitian tentang tingkah laku
dalam organisasi. Salah satunya adalah Frederick Winslow Taylor.
Taylor adalah salah seorang sarjana teknik, pelopor gerakan scientific management,
mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan pekerjaan, dan menciptakan alat
mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan manusia. Sejak
saat itu para sarjana teknik industri bersama-sama para sarjana psikologi eksperimen
menggarap objek penelitian yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan
kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan
psikis dari manusia sebagai tenaga kerja. Dengan bekerja sama dengan para sarjana teknik,
para sarjana psikologi memberi keterangan tentang kapasitas dan keterbatasan manusia
dalam menggunakan peralatan canggih.
Pada abad ke-20 kondisi sosial yang sangat buruk sudah banyak berubah. Tingkah
laku organisasi menjadi lebih baik. Di dalam perkembangan selanjutnya psikologi (dalam
Kartono, 2002) melakukan ekspansi dalam dunia industri diantaranya ditujukan pada
pemenuhan kebutuhan manusia dan pemberian kesejahteraan umum yang lebih banyak.

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

Kondisi ini memungkinkan para pekerja pabrik tidak lagi dianggap sebagai roda gigi dalam
sistem permesinan.
5. Pengertian Ilmu Psikologi
Ditinjau dari segi bahasa, istilah psikologi berasal dari psyche yang diartikan jiwa
dan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu psikologi sering diartikan
dengan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat ilmu jiwa. Sementara ahli ada yang
kurang sependapat bahwa psikologi diartikan dengan ilmu jiwa.
Gerungan (dalam Bimo, 2004) menjelaskan penggunaan kedua istilah tersebut,
sebagai berikut:
a. Ilmu jiwa merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari dan dikenal tiap-tiap orang,
sehingga penggunaan ilmu jiwa dapat digunakan karena artinya yang luas dan sudah
lazim dipahami orang. Sedangkan kata psikologi merupakan suatu istilah ilmu
pengetahuan suatu istilah yang scientific, ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
b. Ilmu jiwa digunakan dalam istilah yang lebih luas daripada istilah psikologi. Ilmu jiwa
meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, tetapi juga segala khayalan dan
spekulasi mengenai jiwa itu sendiri. Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa
yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syaratsyaratnya dan dimufakati sarjana-sarjana psikologi pada zaman sekarang. Istilah ilmu
jiwa menunjukkan kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan istilah psikologi
menunjukkan ilmu jiwa yang ilmiah menurut norma-norma ilmiah yang modern.
Sudut pandang yang diberikan oleh Gerungan dapat dipahami bahwa ada segi
perbedaan antara ilmu jiwa dan psikologi. Psikologi merupakan ilmu jiwa yang ilmiah, yang
scientific. Artinya dalam mempelajari psikologi harus dari sudut ilmu, psikologi sebagai suatu
science. Psikologi sebagai suatu ilmu, merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan
penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dijalankan secara
terencana, sistematis, terkontrol dan dalam psikologi dilakukan berdasarkan data empiris.
Pengertian psikologi menurut Menurut Woodworth dan Marquish (dalam Anoraga dan
Suyati, 1995): Psychology can be defined as the science of the activities of the individual.
The word activity is used here in very broad sense. It includes not only motor activities like
walking and speaking, but also cognitive (knowledge getting) activities like seeing, hearing,
remembering and thinking, and emotional activities like laughing and crying, and feeling or
sad.
Psikologi dalam sudut pandang Woodworth dan Marquish menggambarkan bahwa
psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu. Aktivitas-aktivitas (dalam pengertian lain
tingkah laku) yang dapat dipelajari tidak hanya aktivitas motorik seperti berjalan dan

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

berbicara, tetapi juga aktivitas kognitif seperti melihat, mendengar, dan berfikir. Dan aktivitas
emosional seperti tertawa dan menangis, perasaan dan bersedih.
Berdasarkan uraian pengertian dari psikologi di atas, dapat difahami bahwa psikologi
merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Meskipun jiwa tidak nampak, tetapi dapat
dipelajari melalui observasi terhadap tingkah laku atau aktivitas-aktivitas yang merupakan
manifestasi dari kehidupan jiwa. Misalnya orang yang sedang menggerutu, adalah pertanda
bahwa orang itu sedang tidak senang dalam hatinya; orang yang nampaknya terburuterburu dapat difahami bahwa ada sesuatu yang harus segera dilakukan.

6. Pengertian Ilmu Psikologi Industri dan Organisasi


Ilmu psikologi industri dan organisasi (I/O) menurut Munsterberg (dalam Berry 1998)
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam dunia kerja. Munandar (2001)
memberikan pengertian yang lebih rinci bahwa ilmu psikologi I/O adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai
konsumen, baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar
temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan
kemanfaatan bersama.
Tingkah laku I/O di pusatkan pada tingkah laku terbuka, yang secara langsung dapat
diamati. Sedangkan tingkah laku yang tertutup dapat disimpulkan melalui ungkapannya ke
dalam tingkah laku terbuka. Sebagai contoh, tenaga kerja yang senang dengan
pekerjaannya akan memperlihatkan berbagai macam tingkah laku yang mencerminkan
kesenangannya, meskipun sibuk dalam menjalankan tugasnya, wajahnya tetap nampak
cerah, dalam jam istirahat berbicara tentang pekerjaannya dengan rekannya, tidak
menunggu jam pulang kerja. Apabila ditanya tentang pekerjaannya ia menjawab dengan
gairah semua pertanyaan. Melalui observasi dari perilakunya yang terbuka dapat ditafsirkan
perilakunya yang tertutup.
Tingkah laku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen di
pelajari di dalam lingkungan kerjanya. Dalam pengertian ini manusia dipelajari di dalam
interaksinya dengan pekerjaannya, dengan lingkungan kerja fisiknya dengan lingkungan
sosialnya di pekerjaan. Apabila sebagai tenaga kerja manusia menjadi anggota organisasi
industrinya, maka sebagai konsumen manusia menjadi pengguna (user) dari produk atau
jasa dari organisasi perusahaan.
Sedangkan tingkah laku manusia dipelajari secara perorangan maupun secara
kelompok, dengan asumsi bahwa dalam suatu organisasi industri terdapat berbagai unit
kerja. Unit kerja yang besar (divisi) terdiri dari unit kerja yang lebih kecil yang masing-masing
terdiri dari unit-unit kerja yang lebih kecil lagi dan seterusnya. Dalam hal ini yang dipelajari
sejauh mana dampak satu kelompok atau unit kerja terhadap tingkah laku tenaga kerja dan

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

sebaliknya. Juga dipelajari sejauh mana struktur, pola dan jenis organisasi mempunyai
pengaruh terhadap tenaga kerjanya, terhadap sekelompok tenaga kerja, dan terhadap
seorang tenaga kerja. Dalam hal konsumen, masalah yang dipelajari seperti, sejauh mana
ada reaksi yang sama dari kelompok konsumen dengan ciri-ciri tertentu terhadap iklan suatu
produk.
Setelah mempelajari tingkah laku manusia dalam dunia kerja, baik tingkah laku tenaga
kerja dan konsumen; secara perorangan maupun secara kelompok maka berdasarkan
temuan-temuannya dapat dikembangkan teori, aturan-aturan atau hukum-hukum dan
prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kembali ke dalam kegiatan-kegiatan industri dan
organisasi untuk kepentingan tenaga kerja, konsumen dan organisasinya dan untuk menguji
ketepatannya.
7. Persoalan Pokok Psikologi Industri dan Organisasi
Pada mulanya, tujuan utama dari penerapan psikologi adalah untuk mempromosikan
kegunaan ilmu psikologi dasar dalam menyelesaikan problem-problem kerja. Dewasa ini,
tema psikologi I/O yang dideskripsikan oleh Muensterberg (dalam Berry, 1998) diartikan
sebagai studi perilaku dalam dunia kerja. Dengan kata lain psikologi I/O hampir sebesar
keseluruhan ruang lingkup psikologi itu sendiri, karena situasi kerja juga hampir sebesar
kehidupan itu sendiri. Orang-orang cenderung menghabiskan sedikitnya sepertiga waktunya
dalam sehari untuk bekerja. Hampir seluruh aktivitas hidup bergerak di dunia kerja, sama
seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang di rumah atau sekolah.
Persoalan pokok dalam psikologi I/O menyertakan variasi tingkah laku yang terjadi
dalam setting kerja. Kita semua belajar tentang bagaimana komposisi kerja itu sendiri, dan
garis produksi sampai manajemen eksekutif. Kita mencari cara bagaimana memperbaiki
proses seleksi orang untuk jenis pekerjaan tertentu. Kita dapat mendisain dan mengevaluasi
program pelatihan, pengembangan karir, dan konselling kerja. Kita juga menaruh perhatian
terhadap motivasi kerja, hadiah bagi kualitas kerja dan kepuasan kerja. Problem-problem
kerja itu sendiri dapat berupa penyalah gunaan alkohol, stress kerja, serta pelecahan
seksual yang sangat membutuhkan solusi dari psikologi I/O. Melalui penerapan psikologi
I/O, Kita juga berusaha untuk memahami dan memperbaiki kepemimpinan dan supervisi.
Dan Kita juga mengembangkan kondisi kerja yang mampu mengakomodasi pekerja-pekerja
individual.
Namun di dalam pembahasan modul-modul yang akan kita pelajari ruang lingkup
persoalan pokok psikologi I/O dalam setting kerja akan kita batasi terkait dengan
permasalahan: motivasi dan kepuasan kerja; stres dalam pekerjaan; kepemimpinan; gaya,
aktivitas dan keterampilan kepemimpinan; dinamika kelompok dan tim;

konflik dan

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

keterampilan negosiasi; teknologi komunikasi dan proses interpersonal; dan psikologi


konsumen.

Motivasi dan Kepuasan Kerja (2)


Stres dalam Pekerjaan
Kepemimpinan
Gaya, Aktivitas dan Keterampilan Kepemimpinan
Dinamika Kelompok dan Tim
Konflik Organisasi (2)
Keterampilan Negosiasi
Teknologi Komunikasi dan Proses Interpersonal (2)
Psikologi Konsumen (2)

Tingkah Laku
Organisasi

M R-1. P I/O: Pengantar Psikologi Industri dan Organisasi

8
REFERENSI

Anoraga, S & Suyati, S. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta: PT Dunia Pustaka
Jaya.
Asad, M. 1996. Psikologi Industri. Jakarta: Universitas Terbuka.
Berry, M.L. 1998. Psychology at Work: an Introduction to Industri and Organizational
Psychology. McGraw-Hill Book Co. Boston.
Bimo, W. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi offset.
Kartono, K. 2002. Psikologi Sosial Untuk Manajemen, Perusahaan dan Industri. Jakarta:
Penerbit PT. Raja Grafindo Persada.
Munandar ., A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.